
Hallo.....mas Joko sayang......
pasti lagi Baca suratku ya mas....hehe...mas, apa kabar? sehat terus ya mas...jangan lupa istirahat sama makan ya mas..
kalau mulai masuk angin. mas jangan lupa ramuan minuman ku, jahe, jeruk nipis, kayu manis, kunir di rebus mas. saring terus mas minum ya...
oh iya aku mau bilang makasih kamu mau mengabulkan permintaanku......
yaitu perpisahan kita,mas....
maaf.....mas.....
sebetulnya, perpisahan ini tak aku inginkan mas....tulus aku masih mencintaimu seperti saat pertama kita bertemu. tapi aku tak mau, karena kamu menemaniku berobat, perusahaan jadi tidak terurus. bagaimana dengan biaya Hangga dan Candra nanti..?
terima kasih juga kamu mau menikahi Ruby. dia yatim piatu baik yang sial. Ibnu yang seharusnya menikahi nya malah kabur karena takut dengan pernikahan.
huft...apalagi ya mas....aku tak biasa menulis, yang jelas...suatu saat beritahu anak - anak ya. bagaimana kekuatan Cinta kita.
bahwa perpisahan kita, karena kita saling menyayangi mas. aku tak mau mas, saat kamu tua kamu lewati sendiri mas....
aku mau masih ada orang yang menemani dan merawatmu. apalagi jika anak - anak kita sudah menikah. mau dengan siapa mas? maka dari itu terima kasih mas. kamu mau menikahi Rubby.
mas....ajarilah anak - anak soal kekuatan cinta. bahwa kita berpisah demi kebahagiaan orang yang kita Cinta.
karena jujur mas...setelah kita berpisah dan aku berhenti untuk kemo...aku jadi punya banyak waktu untuk memasak, menemani dan jalan - jalan sama anak - anak. aku bahagia sekali mas. ini waktu yang aku tak bisa miliki saat aku menjalani kemoterapi mas. kepalaku pusing sekali, belum dengan efek obat yang membuatku tak bisa memakan apapun.
tapi...saat ini aku bahagia mas...terima kasih ya mas....
mas....jangan lupa makan, istirahat dan berdoa. aku berjanji mas, saat kita kembali bersama disana. aku akan merawat mas seperti saat mas merawatku dulu.
peluk dan cium sayang untuk Joko Adiwinata.
I ❤️ U
seluruh kaki Candra lemas. ia kemudian menjatuhkan diri ke sofa tamu di ruang kerja nya. air matanya keluar, pikiran nya melayang mengingat kenangan dengan mama nya.
bahkan mama nya tak pernah mengajarkan Candra untuk membenci papa nya. mama nya begitu sabar, halus dan Cantik.
*********
Elsa membuka matanya, posisi nya kini sudah di kamar sebuah hotel. Di samping nya tak ada siapa - siapa. tapi dari arah kamar mandi terdengar suara orang sedang mandi.
lima menit berlalu, orang dari kamar mandi itu muncul. ternyata Martha, "udah bangun Dek?kamu tadi tidur enak banget. kakak ga tega mau bangunin. jadi kakak minta tolong Bellboy buat angkat kamu."
aku hanya mengangguk, "dek..kakak boleh tanya sesuatu?" aku kembali mengangguk.
"kamu sama Candra itu apa benar - benar menikah?"
"maksud kakak?"
Martha kemudian memberi kertas kecil dari buku doa yang di gunakan mama. "mama nulis ini dek, kayanya sih ini buat kamu."
nak,maafkan mama ya..mama cuman orang bodoh yang ga bisa cari uang. makanya kamu sampe harus mencari suami kaya buat nutupin biaya mama. mama salah sama kamu, mama cuman bisa nyusahin kamu.
tapi, setelah ini kamu bebas nak...kamu jangan mikir mama lagi. mama sudah bahagia disana sama papa. sudah saat nya kamu yang menikmati hidup.
menikmati uang yang kamu cari selama ini.
jangan kamu teruskan pernikahan ini, kamu hanya akan melukai hati mu lebih dalam.
mama tahu kamu mencintainya, tapi dia lebih cinta orang lain.
jangan tanya kenapa mama tahu? mama sadar saat kita pertama bertemu. mama melihat gelagat kurang baik saat bertemu dengan mama.
mama juga pernah melihat Candra pergi dengan perempuan lain. padahal hari itu hari pernikahan kalian.
mama ga mau kamu hidup dengan keadaan seperti itu. masa depan mu masih panjang. nikmatilah hidup mu....
raihlah mimpimu berjanjilah HIDUP BAHAGIA....
aku melipat surat itu dan menaruh nya di atas meja. Martha memandangku penuh tanya. "iya...aku hanya berumah tangga karena aku butuh uang kak. kontrak ku juga tinggal setahun kayanya."
__ADS_1
"Elsa.....kakak terlambat buat bilang ke kamu. Candra itu bukan laki - laki baik buat kamu. kakak pernah bertemu dengan nya di Turky, saat itu kakak lihat dia sama perempuan itu lho..." martha memaksa mengingat..
"Cristin....." jawabku lirih.
"iya!!! kakak tegur tapi dia bilang bukan urusan kakak soal rumah tangga kalian."
"iya kak..dia cinta pertama Candra. sebenarnya suda menikah dengan pengusaha kayu dan showroom Mercy kak. tapi entah...mereka sepertinya tak dapat berpisah.... bahkan mama meninggal apa dia datang kak?"
Martha mengeleng kan kepalanya.
"aku berusaha menghubungi Candra saat akan pulang. tapi perempuan itu menjawab dan berkata kalau Candra sedang mandi. entah apa yang mereka lakukan kak...aku...aku lelah kak...!!!"
aku tersungkur dan menangis sejadi - jadinya. Martha mendekati dan mengelus rambutku, berusaha menenangkan aku.
"aku cinta kak!! aku cinta kak!!! tapi...kenapa Candra memperlakukan ku seperti sepatu. yang bisa di tinggalkan dan di gunakan saat sudah tak ada lagi sepatu kesayangannya."
"adek.....kamu denger dek, kalo kamu mencintai dia, tapi dia tidak mencintai kamu. lepaskan, lupakan, tinggalkan..! melihat dia bahagia dengan pilihannya, itulah Puncak Cinta sesungguhnya.."
aku menghapus air mataku, dan duduk depan martha. "adek..kamu harus lihat ke depan. ingat, kamu masih muda. karier kamu bagus, dan Candra itu bukan apa - apa dek. tanpa dia kamu bisa maju dan sukses dek.. kakak Percaya, adek pasti bisa bahagia dan menemukan orang yang tulus mencintai adek.." kemudian Martha memeluk ku.
entah sudah berapa tahun kami tak pernah berpelukan. "adek inget ya, sekarang tinggal kakak...kakak akan jaga adek sekuat tenaga, kakak ga bakal biarin adek sedih lagi...maaf kalo kakak selama ini cuek, kakak sibuk dengan dunia kakak."
*********
aku, martha dan benny sudah bersiap dan berdiri di depan peti mama. kami bersiap untuk berangkat ke Purworejo. tempat mama di kebumikan di samping papa.
Martha maju ke depan memberikan Sambutan dari keluarga. "saya disini, mewakili almarhum. mau mengucapkan maaf atas dosa dan salah ibu saya semasa hidup. dan saya mohon dengan tulus, maaf kan ke khilafan keluarga kami yang sengaja atau tidak menyakiti ibu - bapak sekalian. saya juga mohon doa agar ibu saya jalan nya di mudahkan, dan di lapangkan segala jalan yanh akan di tempuh. terima kasih.." Martha tak kuasa melanjutkan, air matanya kembali mengalir.
aku sedang duduk menunggu persiapan. tiba - tiba sesosok pria dengan baju kaos berlogo anjing warna putih datang dan duduk di sampingku. "Elsa....maaf..."
"Tolong Jangan katakan apapun. aku lelah dan emosiku sedang labil." aku membuang muka dari Candra..
"Elsa....sini aku mau bicara..." Candra menarik tanganku. tapi aku melepaskan dengan keras. "saya sudah bilang jangan bicara apapun!"
aku meninggalkan Candra dan bersiap berangkat ke area pemakanan. membutuhkan setidaknya 4 jam perjalanan hingga tempat tersebut.
aku memilih menaiki mobil Martha. aku duduk di kursi belakang supir. tapi martha malah memanggil Candra untuk semobil dengan kami. jadilah kami saling terdiam sepanjang perjalanan. aku malas melihat wajah Candra.
tibalah kami di area pemakaman ini. makam papa terawat rapi. sepertinya karena adek papa masih ada yang tinggal disini. aku pun menemui om Jati.
"om...." aku menyodorkan tanganku. om jati membalas dengan berjabat tangan.
"Elsa lega?"
"iya om..setidaknya, aku bisa lihat mama udah bahagia. mama bisa makan apapun bebas, ga perlu minum obat sebanyak itu." Candra hanya berdiri di sampingku.
"oh iya, itu kah su..."
"om kubur papa masih terawat rapi. kubur eyang juga begitu." aku mengalihkan pembicaraan kami.
"jelas..kita kan punya pengurus pribadi. mereka yang akan merapikan, membersihkan dan melaporkan kalau makan keluarga kita ada yang bermasalah."
"pantas saja papa dulu ngoto buat di makamkan disini." Candra masih diam dan bolak - balik menarik lepas nafasnya.
"oh iya itu suami kamu?" tanya om Jati.
"iya om, kenalin saya Candra." mereka pun bersalaman.
"kamu gagah ternyata..maaf ya om ga datang pas acara kalian. om nemeni tante ujian profesi di Yogyakarta."
"oh iya kah? ambil profesi apa om?"
"kejiwaan. tante mau jadi dosen kan, jadi harus sekolah lagi. ya nama nya juga ilmu, kan ga pernah habis. kita juga tidak boleh kenyang sama Ilmu. apapun itu, ibarat perumpamaan gelas. ketika kamu bertemu seseorang, kosongkan dirimu, biar di isi ilmu yang baru dari orang tersebut.. biar kita lebih banyak belajar..."
begitulah om jati, dosen salah satu universitas di Yogyakarta. banyak kegiatan yang dia habiskan selain mengajar. terkadang om jati masih sempat menulis bahkan aku dengar dia habis menerbitkan buku ketiga nya.
akhirnya acara selesai, kami bersiap pulang ke Semarang. banyak pelayat yang ikut mengantar mami. karangan bunga yang datang pun banyak sekali. entah darimana saja, aku tak peduli.
kami dalam perjalanan pulang ke semarang. aku mau tak mau akan pulang bersama Candra juga. kami berpisah di simpang lima, aku memilih menginap di hotel dekat rumah Martha.
Candra mengikutiku, aku membiarkan dia tidur sekamar denganku. setelah aku sampai, aku langsung masuk ke kamar mandi, mengunci pintu dan menyalakan Shower. butiran air membasahi tubuhku. badanku rasanya penuh dengan debu jalanan. kepalaku berat sekali, mataku juga lelah sekali. entah air mata ini sulit sekali di kendalikan.
__ADS_1
ketika aku sudah selesai dan keluar. Candra langsung berganti membersihkan dirinya. aku hanya memakai kimono handuk. rasanya kakiku tak sanggup menopang tubuhku. aku merebahkan diriku di atas ranjang. aku memejamkan mataku.
rasanya hangat dan nyaman sekali. rasanya aku seperti di surga. rasa seperti aku begitu di lindungi. enggan rasa nya aku membuka mataku. tapi, aku memaksakan diri. aku sadar ini mimpi.
Candra memeluk ku erat. aroma dan nafasnya begitu dekat denganku. entah sedang mabuk apa diriku, aku mendekati dan membiarkan bibir kami saling bertemu.
kemudian Candra membuka kedua matanya. kami saling berpandangan sesaat, kembali Candra membalasku. melepaskan rindu kami yang tertahan, melepaskan kerinduan sentuhan yang tak dapat kami ungkapkan.
kami tertidur sambil berpelukan, hangat dan begitu nyaman. aku masih menganggap mimpi yang baru saja terjadi. bagaimana aku berubah menjadi wanita yang haus akan sentuhan Candra. jika aku sadar mungkin aku mengutuk diriku yang murahan ini.
pagi pun tiba, aku membuka mataku. namun kini aku bisa merasa dengan jelas. ini bukan mimpi. Candra tidur di sampingku, memelukku dan bibirnya menciumi kepalaku. "morning Elsa....ilove u...."
kemudian Candra bangun dan menyalakan kettle jug yang terisi air mineral tersebut. Candra menaburkan gula pasir dan teh yang terdapat dalam kamar.
aku memberanikan diri bangun dan duduk di atas ranjang. Candra menoleh ke arahku, "pagi Elsa...ini aku buatkan Teh. kamu mau mandi dulu?"
entah apa yang meracuni pikiranku. betapa aku ingin menjadi murahan di hadapan Candra hari itu. "bagaimana kalau kita mandi bersama?"
Candra menelan liurnya, "bo..boleh..."
aku berdiri dan melepaskan kimono yang masih mengantung di lenganku. aku membiarkan Candra melihat dengan Jelas tubuhku. aku berjalan menuju kamar mandi di susul oleh Candra.
aku merasa canggung!
mandi dengan laki - laki lain. seumur hidupku aku tak pernah melakukannya, bahkan membayangkan saja tidak.
kata I love you, pagi itu buat ku tak begitu berarti. yang ada di pikiranku, aku harus menyadarkan Candra bahwa aku bukan mainanmu saja.
"El, kamu pulang kapan?" Candra berbicara sambil memakai kaos favorit nya dengan logo anjing kecil.
"maybe on tuesday."
"kamu nunggu mama 7 harian dulu?" Candra mendekati dan memelukku. mata nya dalam menatapku.
"iya..aku hampir 9 bulan tidak pernah libur. bukan suatu masalah kan?" jawabku dengan nada memanja.
"iya sih..aku tinggal saja kalau begitu. agar kita bisa pulang bersama.."
tanganku melingkar di tengkuk Candra. "kalau kamu sibuk...pulang lah dulu saja..aku akan menyusulmu, aku takut apa yang menjadi pekerjaanmu akan menumpuk."
Candra mendekatkan kening nya ke wajahku. "kamu tau Els, kamu itu sekarang mengairahkan. aku bahkan enggan meninggalkan kamu lama - lama."
"oh iya? kalau aku memang seperti ini bagaimana....aku memang manis manja...." aku terus menggoda Candra.
Candra memelukku makin erat. "Elsa...berjanji lah..jangan tinggalin aku. aku engga mau kehilangan lagi...." aku hanya diam mendengar kalimat Candra.
kami memutuskan untuk berjalan di area kota Semarang. kota lama, sudah banyak sekali perubahannya. rasanya aku seperti kembali ke tahun 70 an. ruas jalan yang lebih banyak menjadi spot foto.
Candra menarik tangan ku, mengajakku berfoto di atas sepeda. entah kami yang tak pernah berfoto atau memang mood kami yang bagus. bahkan kami bisa berfoto lebih bagus dari foto pernikahan kami.
"Elsa..ini bagus ya, daripada waktu kita Prewedding."
aku melihat beberapa hasil jepretan orang yang kami minta tolong. "iya kaya Chemistry nya lebih dapet."
foto kami begitu banyak, baru kali ini aku melihat Candra bisa lebih banyak tersenyum. rasanya seperti banyak beban yang sudah ia lepaskan.
kami melanjutkan perjalanan kami ke beberapa spot foto lain.
"hallo..?"
"iya Pak Toni, tapi saya masih disini sampai lusa."
"bilang saja sama Cristin, Candra honeymoon.."
kemudian panggilan tersebut di putus Candra.
"siapa Cand?"
"Pak Toni, Cristin mau pinjam mobil dan ngajak aku pergi."
aku menundukkan kepalaku, "emang Cristin ga punya teman lain? dan kenapa setiap kita lagi bersama menikmati quality time. pasti Cristin menghubungimu....."
__ADS_1
Candra hanya diam dan memandangku...