Aku Bukan Pilihanmu

Aku Bukan Pilihanmu
BAB 28


__ADS_3

Elsa dan Candra berjalan ke ruang perawatan mama. mereka saling diam dan tak saling berpandangan.


"permisi.." ucap seorang ibu dan anak kecil yang ikut masuk lift dengan kami.


kami keluar dan berjalan menuju kamar Ruang Mawar no 4. Candra membuka pintu dan masuk ke dalam. "pagi..."


"Candra....Elsa....kalian kesini?" Martha bertanya. Dalam ruang ini ada mama, Bu Ayyah, Martha dan Benny.


"mama bagaimana Martha? aku bahagia mama sudah pindah ke ruang perawatan."


"Iya Cand, mama dua hari stabil. jadi mama bisa pindah ruang perawatan." Martha mengelus perutnya. aku melihat martha dan mama.


"Elsa..kamu pulang sekarang?" Martha menghampiriku. "iya kak, besok menjadi minggu sibuk untuk ku..." aku menjawab.


"baiklah, kalian pulang saja. aku bisa menjaga mama bergantian dengan Bu Ayyah....sering - sering lah pulang menjenguk mama." Martha menekan pundakku.


"iya kak..aku permisi dulu ya... Kak Ben, Bu Ayyah, aku pulang..." kemudian aku mendekati mama. "ma....adek pulang dulu bersama Candra.. mama cepat sehat ya, kan kita belum sempat berbicara banyak hal ma...mama cepet sehat ya..."


mama diam tak menjawab, hanya air mata yang keluar kedua mata mama. selang oksigen, selang infus, alat pacu jantung. mama....apa sakit sekali ma?


aku dan Candra berjalan keluar dari ruang perawatan mama. "kamu yakin pulang jakarta?" Tanya Candra.


aku menoleh ke arah Candra, "tentu saja lah, aku sudah di tunggu dengan deadline bergunung - gunung."


kami lanjut berjalan hingga di lobby RS. aku memilih menunggu di luar. cuaca cerah dan angin pun cenderung tidak besar. "kenapa engga di dalam aja nunggunya?"


"aku pengen kena matahari Cand. rasanya aku harus berjemur, badan ku mulai lemas." aku meregangkan kedua tanganku.


Mobil Candra pun datang, kami masuk ke dalam dan pergi ke airport. Jalanan cenderung lenggang dan lancar, hanya butuh 10 menit kami sudah sampai.


aku turun dan mengambil ransel ku. Candra menghilang berbicara berdua dengan supir nya. aku menunggu Candra di dekat pintu masuk Bandara.


kami berjalan masuk area dalam bandara. berbelok ke sebelah kiri, papan nama menunjukan penerbangan domestik. kami masuk area Check in penumpang. kemudian kami naik escalator menuju lounge bandara di lantai dua.


sampai di atas kami berpisah, Candra membeli makan dan aku memilih duduk dekat Charger Station. aku mengisi daya hp yang mulai habis.


aku meletakan Hp ku, kemudian mencari mineral water yang aku sempat bawa dari rumah Candra. "kayanya tadi ada deh..." aku berbicara sendiri.


"nih..." Candra menyodoriku mineral water dan paperbag bertulis burgerK*ng.


aku mengambil dan mulai meminum mineral water tersebut. "terima kasih..."


"makan dulu aja. masih setengah jam lagi, paling engga perut kamu jangan sampai kosong." aku membuka bungkusan coklat dari Candra. mengambil burger ukuran sedang, dam membukanya.


aku mengoleskan saus di atas nya. kemudian mulai menggigit burger tersebut. "emm..." aku tersenyum memakan burger tersebut.


terbesit ide nakal di pikiran ku, "sayang sini buka mulut nya."


Candra memandang aneh ke aku, tapi Candra membuka mulutnya. aku menyuapi Burger ke Candra. tak kusangka Candra pun menyambut dan mengigit Burger tersebut. aku tertawa kecil melihat Candra. "seneng kamu? "


"iya..aku pikir kamu bakalan jaim dan ga mau." aku lanjut memakan Burgerku.


"tentu saja mau, konyol jika aku menolak. kamu lahap sekali makan Burgernya.?"


aku berhenti mengunyah makanan ku. "sebenarnya, aku sudah lama ga makan junk food. aku harus menjaga badanku, biar ga melar ato menggendut lagi.."


"itu bagus...tapi sometimes kamu cheat meal juga tidak masalah kan.." Candra memandangku. "sure!" jawabku.


sesaat setelah makan ku habis, pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat pun terdengar. Aku dan Candra masuk ke dalam pesawat, Candra menggandengku masuk ke dalam.


******


aku duduk melihat jalanan kota jakarta malam ini. Candra di samping ku mengendarai mobil nya, sambil mencuri pandang kepada ku.


"kamu nyetir aja yang bener..gausah main mata gitu." aku berucap.


"aku cuman mau liat aja. kalo kamu engga di awasi baik - baik kan suka ngilang sendiri." jawab Candra. kemudian Candra mengambil sesuatu di saku celananya.


"nih ambil.." Candra memberiku amplop warna putih kecil. aku membukanya, ada dua kunci berbentuk kartu.


"ini apa?" aku binggung melihat kunci tersebut. "kunci apartement ku dan kunci SDB di dalam kamarku. sudah saatnya kita mencoba hidup normal sebagai suami - istri."


aku hanya diam termenung. aku bahkan belum mengatakan aku mau..bersedia dan siap memulai dari awal lagi.


kami tiba di area apartemen tempatku tinggal. setelah sebelum nya kami makan malam di warung Sambal dekat apartemen ku. Candra memilih parkir dekat towerku. setelah mobil parkir dengan sempurna aku turun dan membuka pintu belakang. mengambil ranselku, dan menutup pintu.


Candra ikut turun dan membuka menghampiriku. "aku duluan Candra...see you..." aku malah pergi menjauh dan melambaikan tangan. kemudian aku meninggalkan Candra.


tapi, kemudian aku berhenti dan membalik kan badanku. "Cand...kamu mau ngapain?" Candra berdiri tepat di belakangku. "sudah aku bilang selama kamu belum tinggal denganku. ya aku yang tinggal disini. Pokok nya kita harus tinggal satu atap."


Canda berjalan masuk meninggalkan ku.

__ADS_1


kami menunggu lift terbuka. kring...kring....hpku berdering..


"hallo..selamat malam...iya..aku sudah kembali....besok masuk kerja kok, byee...." aku menutup telfonku.


lift pun terbuka, aku masuk ke dalam. Candra masih berdiri diam di depan. "kamu ga masuk?"


Candra pun masuk dengan wajah kecut. "telfon dari siapa?" lift pun tertutup. "Richie..."


wajah Candra makin tertekuk..


lift tertutup..


berjalan naik ke lantai 8..


lift berbuka..


aku berjalan di depan Candra. membuka kamar apartemenku, masuk dan meletakkan ranselku di sofa samping tempat tidurku.


aku jalan ke luar balkon, mengambil handuk ku. Candra membereskan barang - barang kami. "ini kamu taroh mana?" Candra membawa plastik berisi baju kotorku.


"owh..aku biasa naroh di balkon luar. besok malam aku baru cuci.." aku menunjuk keranjang baju kotorku berwarna coklat di balkon.


Candra berjalan keluar, aku meninggalkannya masuk ke kamar mandi. aku mandi untuk menghilangkan penat dan debu di badanku. aku merasa segar sekali telah membasuh badanku.


aku kali ini tak akan lupa membawa pakaian ku. aku memakai baby doll bergambar Winnie The Pooh. kemudian keluar dari kamar mandi.


Candra sedang membereskan tempat tidurku. Candra mengganti Sprei dan menyapu lantai kamarku. "kamu ngapain?" aku bertanya polos.


"aku kebiasaan kalau pulang pasti beresin dan ganti sprei dulu. aku gantian mandi kalau sudah, kamu bisa istirahat dulu." Candra berdiri dan mengambil handuk dari dalam tas nya. kemudian pergi masuk ke kamar mandi.


aku masih bertanya - tanya, apa yang terjadi dengan Candra. apa otak nya bermasalah, kenapa kelakuan nya jadi aneh begitu.


aku tak ambil pusing, langsung naik ke atas tempat tidur. aku membaringkan tubuhku dan memejamkan mata. aku rasanya lelah sekali.


------


Candra berdiam di bawah guyuran shower. Pikirannya melayang mengingat bagaimana santainya Elsa menerima telfon dari laki - laki lain dengan santai.


Pikirannya jauh mengenang saat mereka bertemu. Saat Elsa menangis bercerita soal ke bangkrutan.


"Kak Candra...aku mohon...please kak..jangan tinggalkan aku kak...(Elsa menangis sambil memohon ke Candra)"


"Elsa...aku hanya sibuk kerja, papa ku minta aku kuliah ke Beijing dan aku harus menyiapkan semuanya.." Jawab Candra santai.


"Elsa..kamu cuman buat aku malu! Sudah sana pergi..." Candra menarik Elsa berdiri. Kemudian Candra mendorong Elsa untuk keluar dari rumah Surya. "Kamu Denger baik - baik!! Mulai sekarang, saya enggak peduli kamu mau ngapain! Mau Hidup! Mati! Its out of my bisnis!!"


(Kejadian setelah pertemuan Elsa dan Pak Toni di PD Mall. Elsa nekat pergi ke rumah Surya dan bertemu Candra disana)


Candra membasuh rambutnya dengan Shampoo.


"Jika kamu pergi dari sini maka kamu tidak perlu kembali lagi." Elsa tetap pergi meninggalkan Candra.


"Lepaskan aku!!" Candra tersentak kaget ...


"Terima kasih Richie....aku permisi dulu....


(kemudian Elsa memandang ke Candra) setidak nya kamu bisa berterima kasih karena dia menolongku.."


'Maaf Elsa...maaf...' Candra mengucapkan dalam hati. Candra mengeringkan badannya. Di ambil handuk dan melilit tubuh candra bagian bawah.


Candra keluar dari kamar mandi, melihat Elsa sudah lelap tertidur. Candra kemudian melihat ponsel Elsa berdering tanda akan mati.


Candra mengambil charger dan membantu Elsa mengisi daya untuk ponselnya. Candra melihat pemberitahuan di ponselnya.


Richie: mami kamu gimana, oh iya Candra sepertinya menyusulmu. Bagaimana kalian? Apa kalian akan kembali bersama.


Me : never.


Richie : why?


Me : have you ever seen titanic? You see it for one or twise? Sama bakalan karam kan? Thats our relationship, dulu kami bersama tanpa alasan. Dan berpisah dengan mudah.


Richie : kenapa lo ga coba kasi kesempatan Els?


Me : bukannya sudah? Aku mencoba untuk tidak perduli saat dia pergi ke poland dengan Cristin. Tapi apa yang aku dapat???


Never again buat gw ngelewatin batas teritori dari Candra.


Richie : yakin di hati lo sama sekali ga ada ruang buat Candra?


Me : ....hm....

__ADS_1


Richie : ????


Me : bisa gw bilang udah ilang Chie. Sejak gw keguguran dan gw di vonis ga bisa punya baby. Lo tau? Orang pertama yang seharusnya bertanggung jawab siapa kan?! Tapi apa yang gw dapet?


Hidup gw udah terlalu keras Richie. Gw ga mau bikin almarhum bokap gw ga tenang.


Richie : terus lo mau stuck gini? Ampe tua gitu sendiri?


Me : sure! Semua orang bakalan mati kok. Yang pasti gw mau sukses. Gw ga mau di pandang rendah sama orang. Yang terpenting........gw ga bisa kasih laki gw keturunan.....jadi buat apa gw nikah Richie.


Richie : tapi lo merid Els..sama Candra.


Me : dia cuman butuh surat nikah gw. Gw butuh duit dia. Selesai.


Richie : pegang omongan gw, lo pasti bakal jatuh cinta sama Candra. Atau Candra yang malah sebenernya cinta sama lo...


Me : mimpi!


Candra meletak kan ponsel Elsa di meja. Kemudian Candra memakai kaos oblong warna putih dan celana tidurnya.


Candra naik ke kasur dan tidur di samping Elsa. "Elsa...kalau gw yang beneran cinta sama lo..gimana?" Candra mengelus pipi Elsa dan mengecup kening nya.


'Bagaimana Elsa caraku memperbaiki keadaan?' tanya Candra dalam hati.


--


bau mentega panas bertemu dengan sosis sapi di pagi ini. suara mentega di oles di roti dan bau harum teh rempah buatan Candra.


Elsa membuka kedua matanya.


Elsa kemudian duduk di atas tempat tidur. di lihat pemadangan tak biasa. sampai harus menampar dan mencubit tangannya. "gw ga mimpi ternyata...." ucap Elsa.


Candra sedang membuatkan sarapan. dengan celemek motif panda dan semua tertata rapi di meja samping kompor di apartemen Elsa.


Candra kemudian menoleh ke arah Elsa. Candra meletakan teflon bekas memasak sosis dan melepas celemeknya. Candra berjalan mengampiri Elsa dan duduk di hadapan Elsa.


"selamat pagi Elsa....istriku..." Candra mengecup kening Elsa.


elsa masih terdiam binggung.


"ayo cepat mandi, kamu ada morning brieffing kan. nanti terlambat! aku buatkan teh rempah buat kandunganmu. minumlah..." Candra bangkit berdiri.


"Tunggu!" Tangan Elsa menahan Candra agar kembali duduk.


"iya..ada apa sayang...." candra menjawab dengan senyum hangat.


"kamu kenapa? saya engga pernah tahu. kamu bisa begini, apa kamu salah makan??"


"Elsa....aku hanya mencoba memperbaiki keadaan...jadi tolong terimalah....aku ga berubah Elsa..aku hanya melakukan sebisaku..


aku ingin, bisa memulai segala sesuatu nya dari awal."


Candra kemudian meninggalkan ku dalam kebinggungan. aku takut kecewa dan sakit lagi. sudah 2x aku merasa kecewa dengan Candra. haruskan ini terjadi lagi??


******


"kamu pulang jam berapa? biar aku jemput" Candra berbicara kepadaku. "elsa..."


aku langsung sadar dan menjawab, "belum tahu, jika aku mau pulang. aku bakal pulang, yang penting pekerjaan ku selesai."


"apa kamu selalu seperti ini?" Candra menghentikan mobil nya. "ya." jawabku singkat.


"Elsa...kalau ada keluargamu yang menunggumu pulang kerja. berharap kamu bakal merespond nya....apa yang kamu lakukan?"


"siapa keluargaku?"


"Aku!" jawab Candra mantab.


aku tersentak kaget, memandang ke arah Candra. aku membuang pandangan ke jalanan.


"aku sudah biasa dan bisa melakukan semuanya sendiri. dan aku juga tidak pernah menganggapmu sungguh sebagai keluargaku. seperti apa yang dulu kamu sampaikan. kita memiliki batas."


kami terdiam sebentar.....


"jika aku bilang....aku mau kita bersama dan mencoba semuanya? bahkan aku pengen kita mempunyai seorang anak. apa kamu mau? memberiku kesempatan??"


aku langsung melirik Candra, "sudah jangan membual di siang hari. dan satu lagi, punya anak...aku inget banget sama kata.- kata kamu...


sorry..koreksi aku jika salah ya. kamu pernah bilang jika kamu punya anak denganku, itu hanya akan menambah masalahmu. sampai kamu memberiku pill KB itu. ingat?? terus sekarang? "


"aku berfikir kita butuh seorang anak. untuk dapat mencoba bertahan seperti pasangan lain."

__ADS_1


"SUDAH.! Cukup Candra! bilang saja kalau kamu butuh keturunan untuk mendapat saham paling besar! kalau sampai benar apa yang kamu bilang, urungkan saja niatmu."


Elsa kemudian membuka pintu mobil dan berjalan keluar. "saya bisa berangkat sendiri." Elsa menutup pintu dan berjalan sendiri ke arah kantornya.


__ADS_2