Aku Bukan Pilihanmu

Aku Bukan Pilihanmu
BAB 58


__ADS_3

Richie masih memandangi foto Stella. "lo itu sempurna Stell. hidup kita bahagia di Settle, tapi Tuhan lebih sayang sama lo. tau engga lo, gw tu rapuh pas ngeliat lo harus masuk ke liang peristirahatan lo.... gw kengen stell.. sangat Stell."


Richie memejamkan matanya, ia teringat kejadian 8 tahun lalu. mereka sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit, Amelia anak mereka tiba - tiba membiru.


"richie Cepat!!" stella berteriak panik.


"iya Stell... tapi mobil ini seperti tidak biasanya aku gunakan." Richie mencoba menekan pedal rem beberapa kali.


"i dont care Richie, i want amelia safe... " Amelia dalam gendongan Stella.


namun di sebrang jalan ada truck besar pembawa kayu berhenti mendadak. Richie yang tak bisa menghentikan laju mobil membanting stir dan memutar.


"Stella!!! get out!" Richie berteriak. ia yakin akan menabrak. ia ingin stella keluar dengan amelia.


"nooo!! Richiie!!!! "


Brakkk!! Brakk!!! Braammm!!!!


mobil tersebut membentur keras pembatas jalan. ada asap keluar dari kap mobil.


Richie langsung mengumpulkan tenaga, ia melepas Seatbelt nya dan Stella.


ia keluar dan mencoba meraih pintu Stella. Amelia sama sekali tak menangis. Entah kenapa dan yang terjadi dengan Amelia.


Richie menarik Stella keluar. agar sulit karena stella sama sekali tidak melepaskan putri mereka. Richie berusaha sekuat tenaga, membuka pintu agar stella dapat keluar.


"Richie......" stella memanggil dengan parau.


"sebentar Honey, aku ambil peralatan di belakang... "


"no... no... "


"... " Richie panik, nafasnya tak beraturan. dahinya mengucur darah segar.


"Richie... kalau ini hari terakhir aku memandangmu.. aku cuman mau berkata, aku mencintaimu. aku ingin kamu bahagia.... biarkan aku dan Amelia pergi.... maafkan aku menjebakmu untuk menikahiku... tapi aku bahagia, terima kasih.... " nafas stella menjadi berat.


"Stell... tunggu... stella tunggu!! " Richie berteriak.


ambulance dan polisi datang cepat, mereka langsung menarik Richie menjauh. Richie duduk di dalam ambulance ia memandang dari jauh. Stella di bantu keluar dan naik ke tandu.


seorang perawat menarik amelia dan membawa ke Richie. kaku, dingin dan terpejam kedua matanya.


"sorry i cant do anything... " perawat menyerahkan Amelia ke Richie.


Richie menerima nya, ia menggendong putrinya. ia masih tak percaya apa yang terjadi. Richie memeluk erat amelia, mencium bayi kecil itu.. ia berteriak histeris.. ..!!


******


"maafkan kami, semua sudah berusaha. namun luka dalam anak dan istrimu ternyata begitu parah. sorry for this condition, we push our best. but God have another plans..sorry " dokter Erika menepuk pundak Richie...


Richie terbangun dari lamunannya. ia terlelap dan sulit melupakan mimpi buruk tersebut.


Stella dan Amelia... orang yang amat di percaya Richie, meskipun awal pernikahan mereka karena stella menjebaknya.


Richie tak pernah menyangka ia akan jatuh cinta kepada wanita itu. wanita yang agresif mengejarnya dan memaksa nya menikahi nya.


namun kehilangan mereka.....


itu yang terberat bagi Richie......


ketika ia merasa bahagia dengan keluarga kecilnya, sang pencipta memilih mereka kembali...


jauh di dalam hati Richie, hanya Stella yang masih menjadi penghuni hatinya. namun kehadiran Elsa...


seperti nuasa bening di antara gemuruh padang pasir.......

__ADS_1


*********


Candra pagi itu berpakaian rapi. ia mengenakan celana kain warna hitam dan kemeja slimfit biru. Elsa yang sedang menyiapkan sarapan pagi pun binggung.


Candra sibuk merapikan pakaian dan membersihkan noda di pundaknya. wangi khas parfum khas dafidoff. .


seperti ia akan pergi ke pertemuan yang cukup penting.


"kamu mau kemana? " Elsa bertanya sambil membawa mangkuk berisi Sop panas.


kemudian Elsa meletakan mangkuk di atas meja makan mereka.


"aku ada ketemu client pagi ini. mungkin sampai agak malam. nanti biar aku kabari ya... " Candra terlihat sibuk sendiri.


"kamu cari apa? " Elsa mendekati suaminya.


"engga apa - apa cuman berkas aja." entah apa yang di ambil Candra. namun ia bergegas pergi menjauh dari Elsa.


Elsa hanya memandang tingkah laku suaminya pagi itu.


"Candra!" Elsa berteriak dan Candra pun berhenti. ia menatap istrinya tajam.


"aku ada urusan bisnis Elsa. dan ini penting, aku berurusan denga uang bukan dalam jutaan rupiah.! dalam dollar! jadi biar aku mencari apa yang harus aku berikan pagi ini."


"baiklah, tapi aku sudah masak sarapan pagi untuk mu, Candra.... makanlah dulu... " suara Elsa menjadi pelan.


"aku ga akan cukup waktu Els. aku makan malam atau besok saja. aku janji, aku akan makan semua masakan kamu... aku pergi dulu... byee... "


candra meninggalkan Elsa begitu saja. entah sengaja atau tidak, ia saja lupa mencium kening Elsa.


suara mobil menyala dan pintu terbuka. elsa menyusul ke pintu depan.


ia memandang mobil berjalan keluar perlahan. candra membuka kaca mobilnya. wajah Candra tampak bersinar dan penuh semangat.


'astaga ganteng banget Candra pagi ini. aku baru kali ini melihat ia begitu rapi dan wangi. seperti akan bertemu dengan orang penting saja. semoga kamu cepat pulang Candra... aku ingin berjalan denganmu.' Elsa berbicara dalam hati.


"oh iya Bi... saya sarapan saja dulu Bi... " Elsa berjalan masuk dan duduk di meja makan.


ia memandang hasil masakannya pagi itu. sop jagung dengan daging kepiting dan garlic bread spesial yang Elsa buat. ini merupakan menu saarapan kesukaan Candra.


tapi, raut wajah memang tak dapat berdusta. ia sedih saat suaminya sama sekali tidak menyentuh masakannya. apa ada yang salah?


Elsa menikmati sendiri sarapannya. sambil ia menahan agar tidak menangis. ia tak ingin orang melihat nya menangis. apalagi hanya perkara sarapan pagi.


"sensitif sekali aku. cuman sarapan... "


"non sabar, namanya hamil pasti bawaan non sensitif.. " mbok Yem menyadarkan Elsa saat berjalan menuju dapur.


Elsa hanya diam dan membereskan sisa piring di meja. ia kemudian berjalan ke dapur dan menaruh di wastafel.


Elsa berjalan ke ruang tamu yang menjadi ruang tengah. ia membuka laptop nya dan membuka situs jual - beli.


iya itu lah pekerjaan Elsa saat ini. menjadi admin dan merangkap pemilik usaha kecilnya. ia asik berbalas email dengan calon pembelinya.


namun adakalanya ia jenuh dan rindu suasana kantoran. betapa ia meninggalkan pekerjaan dan jabatan hanya karena gengsi akan masalalunya.


kring....... kring....


"hallo.... selamat pagi.... " jawab Elsa.


"hallo.... bagaimana, bahagia dengan Candra? kenapa kamu begitu jahat. kamu bilang kalau kamu akan meninggalkan Candra."


'ah wanita sial itu. darimana ia mendapat nomer ponselku.' elsa berbicara dalam hati.


"oh kamu rupanya. masih belum sadar dengan apa yang kamu alami? mungkin kamu harus mencari buku yang membahas soal hukum sebab - akibat. dan satu hal lagi! kami tidak akan pernah berpisah, kecuali kami terpisah dalam dunia yang berbeda." jawab Elsa.

__ADS_1


"aku engga akan pernah mau kehilangan Candra! ia harus menemaniku seumur hidupku!" suara Cristin di ujung.


"ambilah saja, tapi perlu kamu tahu! sekuat apa kamu memisahkan kami dan bermain api dengan kami. Tuhan engga akan pernah mengijinkan iblis untuk bahagia." Elsa menutip panggilannya.


ia meletakkan ponsel dan menyandarkan kepalanya ke sofa.


"aku engga nyangka wanita itu akan menelponku. aku engga akan menyerah! aku kuat bagai karang, jika kamu mau merampas suamiku, langkahi dulu aku. " Mata Elsa menjadi merah. ia marah besar atas apa yang telah terjadi.


Cristin bagaimana ia bermain cerita sehingga ia yang menjadi korban. mencari iba dan belas kasihan atas nama teman masa kecil.


*********


"soal bisnis ini, yakin untuk bikin hotel disana?" tanya seorang pria bertubuh kekar di hadapan Candra.


"tentu saja, aku yakin feelingku engga akan salah. lagipula istriku cukup berpengalaman." jawab Candra.


"apa? istri? baru kali ini aku dengar kamu memanggil seseorang dengan kata Istriku." teman Candra menggodanya.


"itulah fakta, aku sudah menikah dan akan menjadi ayah. seharusnya dan sewajarnya aku membuka siapa istriku."


"sehebat apa dia!? sampai kamu mau meninggalkan Cristin." tanya teman Candra sambil menyeruput kopi panasnya.


Candra memejamkan matanya.


"dia itu berbeda, bagai pohon kaktus tapi juga bagaikan bunga lily. yang pasti aku engga sadar sejak kapan aku mulai tertarik."


"bukan dari SMA? aku masih inget kita selalu berdua Cand. dan kamu tiap liat kelas IPA 2 selalu mencari anak perempuan itu. anak perempuan berambut ikal, bermata indah dan lesung pipi kanan yang terlihat jelas. anak yang kalo aku engga salah inget.....


dulu pernah ada acara musik gitu dan dia duet sama temen kita main piano ya? itu juga kali pertama kamu maksa nonton. ngaku aja emang kamu udah ngincer Elsa dari SMA." Hendra menertawakan Candra.


wajah Candra menjadi merah bak tomat rebus. "sudah kita bahas soal hotel itu aja. bagaiman prospeknya, kita bangun dekat dengan pusat kota. dan.. "


"dan kamu engga fokus.... sudahlah Candraa... santai sedikit lah. kamu terlalu tegang dan fokus mu itu... ach..... slow sedikit lah..... "


"Hendra... aku bakal jadi ayah, kalau aku engga cari tambahan uang, gimana aku bisa membiayai persalinan Elsa. membiayai anak ku nanti. penjualan mobil sedang sepi, aku harus muter otak lagi buat cari duit.. "


Hendra melihat wajah temannya. raut wajahnya berubah, ia tak menyangka gadis biasa aja bisa merubah Candra.


bukan lagi anak yang engga berfikir soal liburan dan melupakan tanggung jawabnya. hendra tersenyum bahagia, ia senang kawan lama nya itu bebas.


akhirnya Candra bisa lepas dari Cristin. atau memang sebenarnya Elsa yang di cintai oleh candra dari dulu. secepat ini perubahan Candra, si anak yang buta cinta pada wanita seperti Cristin.


"hei...! kok lo ngelamun Hen?" tangan Candra melambai di wajah Hendra.


"engga aku cuman mikir. lo minta hadiah apa buat baby lo nanti... " Hendra membaca kembali proposal dari pemborong.


"ah iya, aku nanti pergi ya. sore aku mau antar istriku senam hamil.".


hendra kaget dan memandang Candra. "uahahahhaha.... engga salah?? lo jadi suami siaga?? aduh Candra.... kita cuman beberapa bulan engga ketemu loh... lo malah ngebanyol.. astaga pasti malem ini hujan."


"sudaah..... ayo kembali ke fokus kita."


********


"baik bunda - bunda sekian pertemuan hari ini, semoga sehat selalu dan lancar persalinannya. jaga kondisi dan kesehatan ya. jika di rasa ada apa - apa IGD kami selalu siap untuk anda.. sampai bertemu."


kemudian guru senam Elsa bangun dan meninggalkan studio.


Elsa merapikan Tas dan handuk kecil yang dibawa. ia kemudian berdiri dan menuju pintu keluar.


Candra setia dan sabar menunggu Elsa di luar. ia duduk di kursi panjang untuk para suami. saat semua berhamburan keluar, Candra berdiri dan menunggu istrinya...


tak berapa lama Elsa keluar dengan tas jinjing di lengannya. Candra langsung mendekati dan mengambil tas Elsa.


"aku bawain aja Elsa. kamu kan udah latian pasti capek. ayo kita makan dan pulang."

__ADS_1


Elsa memberikan tas nya dan merangkul tangan Candra. mereka berjalan keluar Rumah Sakit. senyum tersipu malu Elsa. bagaimana tidak, Candra yang begitu kejam padanya bisa menjadi begitu hangat.


semoga ini bukan mimpi saja...


__ADS_2