Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 10


__ADS_3

sesampai nya di rumah sederhana bulan. Andi meminta bulan untuk berkemas dan ikut tinggal bersama nya karena esok mereka akan menikah dan akan tinggal bersama selamanya.


bulan dengan ragu ragu pun menyetujui dan langsung berkemas.


"bawalah barang yang bagi mu itu penting"ucap Andi seraya membantu bulan berkemas.


usai berkemas mereka pun meninggal kan rumah sederhana itu.sepanjang perjalanan bulan hanya diam tampak ada kegelisahan dalam raut wajah nya.


"kenapa hati ku merasa tidak enak seperti ini ya,harus nya aku bahagia karena esok adalah pernikahan ku dengan pria yang aku cintai.tapi mengapa seperti ada rasa sedikit penolakan dalam hati ku"batin bulan sambil melamun.


"bulan kenapa kamu diam saja?apa kamu masih meragukan untuk menikah dengan ku"tanya Andi.


"ah tidak kok,aku diam hanya ingin diam saja tidak terpikir meragukan kita akan menikah"ucap bulan.


sesampai di mansion andi.bulan begitu sangat terpukau menatap mansion Andi yang sangat indah dan mewah.


"kita akan tinggal bersama disini"ucap Andi menuntun bulan masuk.


namun baru beberapa langkah bulan berhenti seakan ragu untuk masuk.


"kenapa?"tanya Andi.


"ah tidak kok"ucap bulan kembali melangkah.


"kenapa aku sangat ragu untuk masuk?dan kenapa aku merasa sedikit takut untuk masuk"batin bulan.


kedatangan Andi dan bulan di sambut hangat oleh para pelayan,mereka sangat senang mendengar bahwa tuan nya esok akan menikah.


bulan pun tersenyum ramah pada para pelayan yang juga tersenyum padanya.


"bulan ayo aku antar kan kamar untuk mu"ucap Andi menuntun bulan menaiki tangga.


"nona bulan sangat ramah ya"ucap kepala pelayan bernama Mbak ria.


"iya mbak kita harus sangat bersyukur akan memiliki nyonya rumah yang baik.dan aku juga senang tuan Andi bisa mendapatkan wanita baik seperti nona bulan"ucap pelayan Lia yang umurnya tak jauh beda dari bulan.


sampai di kamar tamu bulan menatap sekeliling kamar yang begitu besar bahkan jika bisa dibilang ukuran kamar tamu itu sudah seperti sepetak rumah nya.


"kamu istirahat lah"ucap Andi.


"Andi apa aku boleh bertanya sesuatu?"tanya bulan.


"apa?"tanya Andi.


"dimana keluarga mu sedari tadi aku tak melihat mereka?"tanya bulan.


"aku tidak memiliki keluarga disini hanya ada pelayan dan Syam saja"ucap Andi.


bulan pun mengangguk mengerti.


...----------------...

__ADS_1


keesokan hari nya adalah hari pernikahan bulan dan Andi. pernikahan sederhana yang di laksanakan di mansion Andi. dengan Syam dan para pelayan yang menjadi saksi mereka.


pernikahan yang begitu singkat kini akhirnya bulan dan Andi sah menjadi pasangan suami istri.mereka saling memasang kan cincin pada jari manis mereka.


mansion pun kembali seperti biasanya para pelayan kembali melakukan pekerjaan nya sementara Syam kembali ke perusahaan Alfian group.


dikamar Andi,bulan tengah merapikan pakaian nya karena ia akan satu kamar dengan Andi.


Andi yang memperlihatkan pun menatap tajam bulan.kembali teringat akan kematian Sarah yang dibunuh oleh sandi.


usai merapikan pakaian nya bulan menghampiri Andi yang tengah berdiri di balkon dengan terus memandang nya.


dengan lembut bulan memeluk Andi sambil menatap lekat mata Andi.


"Andi aku sangat bahagia karena telah menikah dengan pria yang aku cintai"ucap bulan tersenyum.


"tapi aku tidak bahagia menikah dengan mu!"ucap Andi dingin dan mendorong kasar bulan hingga jatuh tersungkur ke lantai.


"Andi apa yang kamu lakukan,kamu mendorong ku"ucap bulan tak menyangka.


"jangan pernah memanggil ku dengan nama! panggil aku tuan!"ucap Andi dingin.


"Andi bukan kah kamu sendiri yang meminta ku memanggil mu nama"ucap bulan kembali berdiri.


"aku tidak suka penolakan,mulai sekarang panggil aku tuan"ucap Andi membentak.


"maaf!"lirih bulan meneteskan air matanya.


"tuan kenapa anda bersikap seperti ini padaku bukan kah tuan sangat menginginkan menikah dengan ku tetapi kenapa tuan mengatakan tidak bahagia menikah dengan ku"tanya bulan menunduk sambil menangis.


"apa maksud tuan?"tanya bulan merasakan ketakutan.


"aku ingin membuat mu menderita bersama ku,karena kamu adalah anak pembunuh yang membunuh mama ku.aku tahu ayah mu bernama sandi!"ucap Andi memegang kasar dagu bulan.


DEG.


bagai teriris hati nya mendengar perkataan andi.bulan memang tahu jika ayah nya seorang pembunuh namun apa harus bulan yang menanggung semua ini.so bulan tak sama sekali bersalah.tega.


"tuan ayah ku sudah mendapat hukuman penjara.tapi kenapa aku juga terkena hukuman ini"ucap bulan tak berani menatap Andi yang menatap nya tajam.


"hukuman penjara tak membuat mama ku kembali! rasanya bagiku kurang puas jika segampang itu membiarkan pembunuh mendapat hukuman penjara saja!aku ingin merasakan kepuasan dengan membuat keluarga nya menderita!"bentak Andi menampar keras bulan dan kembali mendorong bulan hingga tersungkur ke lantai.


"pantas saja saat menjelang pernikahan ku,aku merasakan tak enak pada hatiku dan merasa sedikit penolakan pada hatiku.ternyata firasat ku terjawab sekarang,aku terjebak kedalam neraka ini.aku di perlakukan kasar layak nya aku seekor binatang"batin bulan.


"kenapa tuan tega pada ku,apa salah ku pada tuan...hiks...hiks"tangis bulan sambil menunduk.


"kamu masih bertanya apa salah mu! salah mu adalah karena kamu anak pembunuh yang membunuh mama ku!"bentak Andi.


malam hari tiba pelayan sudah menyiapkan makan malam untuk Andi dan bulan.


namun yang membuat mereka heran tak ada bulan hanya Andi saja yang keluar dari kamar.

__ADS_1


tanpa berkata lagi Andi menyantap makan malam nya tanpa bulan di samping nya.


"kemana nona bulan?"batin Mbak ria.


usai makan malam bulan pun datang dengan mata yang sembab seperti sehabis menangis.


"pelayan kalian pergi kedapur biarkan piring kotor ini dia yang membersihkan nya"ucap Andi dingin.


pelayan pun langsung berlalu kedapur dengan perasaan tanda tanya terhadap sikap tuan nya pada nona nya.


"malam ini jangan sekali kali makan!"ucap Andi dingin dan melangkah pergi ke kamar nya.


sambil menitirkan air mata nya bulan membawa piring kotor ke dapur.


sampai di dapur terlihat pelayan yang langsung menghampiri nya.


"nona biarkan mbak saja yang mencuci piring kotor nya"ucap mbak ria dengan sopan.


"tidak usah mbak biarkan aku saja.nanti mbak kena marah tuan"ucap bulan sopan Karena mbak ria lebih tua dari nya.umur mbak ria adalah 50thn ya gengs.


mbak ria pun tak bisa apa apa,jujur hati nya sangat ingin mencegah bulan untuk mencuci piring namun ia juga takut jika terkena amarah tuan nya.


"nona bulan apa nona sudah makan?"tanya Lia.


"belum"ucap bulan tersenyum sambil mencuci piring.


"ah iya siapa namamu"tanya bulan.


"nama ku Lia dan ini mbak ria"ucap Lia ramah.


"namanya hampir sama ya"ucap bulan


"iya nona"ucap ria tersenyum.


"ah iya nona,apa nona ingin saya ambil kan makan malam"ucap Lia.


"tidak usah lia"ucap bulan.


"lah kenapa?nona kan belum makan"tanya Lia heran.


"tuan melarang ku untuk makan malam"ucap bulan membuat Lia dan mbak ria terkejut tak menyangka.


"kenapa tuan seperti itu pada nona"tanya Mbak ria.


"Ntah lah"ucap bulan yang tak mau membicarakan keburukan suami nya pada orang.


usai selesai bulan pun kembali untuk kekamar.sementara dua pembantu itu menatap sendu dan merasa iba pada bulan.


🌼like


🌼vote

__ADS_1


🌼komen


🌼 rate 5 bintang


__ADS_2