Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 4


__ADS_3

tak terasa sudah siang hari,sepulang sekolah bulan tak langsung pulang,bulan memilih untuk langsung bekerja.


sampai di tempat kerja nya bulan langsung mencuci banyak piring dan gelas kotor yang menumpuk.


usai mencuci bulan melanjut kan pekerjaan nya dengan melayani para pembeli.


"bul emang kamu gak capek pulang sekolah langsung bekerja?"tanya salah satu karyawan yang tengah sibuk membungkusi makanan.


"bulbul gak capek kok kak"ucap bulan berusaha tersenyum dan semangat walau pada kenyataan nya ia begitu sangat lelah.


"bul apa ayah kamu tidak bekerja sehingga kamu yang bekerja?"tanya karyawan lain nya.


"ayah ku bekerja kok"ucap bulan berbohong.


setelah berjam jam bekerja akhir nya sore hari tiba dan warung ditutup.


"bulbul hari ini upah kamu hanya 50rb karena kamu hanya bekerja setengah hari saja"ucap pemilik warung makan.


"iya bu"ucap bulan tersenyum dan menerima upah nya.


bulan pun segera berpamit untuk segera pulang.


sepanjang perjalanan di dalam angkutan umum,bulbul terus menatap pinggir jalan.


ia memikirkan takdir yang sekarang harus dijalani dengan penuh penderitaan.


ayah selalu menyakiti ibu,apa ayah tidak sayang dan cinta pada ibu.ayah selalu saja memaksa ibu dan aku untuk bekerja.mungkin aku akan mau bekerja pagi hingga malam asal kan ayah membiarkan ibu untuk istirahat.batin bulan.


tanpa sengaja bulan pun melihat amira yang tengah duduk sendiri di pinggir jalan.


"pak pak saya turun disini saja"ucap bulan.


bulan pun segera keluar dari mobil dan menghampiri Amira.


"ibu"ucap bulan mencium tangan Amira.


"apa jantung ibu Kumat lagi?"tanya bulan.


"iya sayang"ucap Amira memegangi dada nya yang sakit.


"ayo bu kita pulang ibu harus banyak istirahat"ucap bulan menuntun Amira masuk ke angkutan umum untuk pulang.


sampai di rumah belum sempat masuk bulan dan Amira sudah dulu di hadang sandi yang seperti biasa menagih uang hasil kerja keras mereka.


"mana uang kerja kalian!"pinta sandi.


Amira dan bulan memberikan uang 50rb dengan sama sehingga membuat sandi menatap tajam.


"kenapa sedikit sekali!"marah sandi.


"mas aku lagi tidak enak badan dan tangan ku juga sangat sakit.aku minta maaf karena memberi hanya sedikit uang"ucap Amira.

__ADS_1


"bulbul juga minta maaf ayah karena bulbul bekerja hanya setengah hari!"ucap bulan.


"Halah kalian alasan saja! dasar tidak berguna kalian!"ucap sandi membentak dan menampar mereka kedua sehingga mereka berdua menangis.


"bulbul ayo kamu ikut ayah!"ucap Sandi menarik bulan masuk kerumah diikuti Amira yang sangat takut jika sandi akan menyakiti bulan.


sandi pun terus menarik bulan dengan paksa dan memasukan nya ke kamar mandi.


byurr.


sandi menyiram air dingin pada bulan sehingga membuat bulan menggigil kedinginan.


"a...yah...am...pun"ucap bulan gemetar Kedinginan.


"mas aku mohon jangan lakukan itu"ucap Amira terisak menangis berusaha mencegah sandi yang terus menyiram bulan dengan air dingin.


"diam kamu!"marah sandi mendorong Amira hingga tersungkur ke lantai.


selang beberapa menit sandi pun berlalu pergi setelah menyiksa bulan.


"sayang"ucap Amira langsung memeluk bulan yang kedinginan.


"ayo sekarang ganti baju"ucap Amira menuntun bulan untuk ke kamar.


sampai di kamar bulan langsung mengganti pakaian nya.setelah itu ia berbaring ditutupi selimut,ia begitu sangat Kedinginan karena ulah ayah nya.


"Bu ayah seperti nya tidak sayang dengan bulan dan ibu. ya bu"tanya bulan menatap lekat Amira.


"tapi kenapa ayah tega menyuruh bulan dan ibu bekerja bahkan ayah selalu menyiksa kita.setauku ayah itu kepala rumah tangga yang harus nya bertanggung jawab menafkahi keluarga nya dan sayang pada keluarga nya.namun ayah tidak seperti itu Bu"ucap bulan dengan wajah sangat polos.


pemikiran mu dan ibu sama sayang,ibu tak tahu harus menjawab apa.namun perkataan kamu benar seharus nya ayah mu bertanggung jawab dan selalu menafkahi keluarga nya.namun pada kenyataan nya berbalik malah justru kita yang harus menafkahi ayah mu.batin Amira.


"apa bulbul sudah makan?"tanya Amira mengalihkan pembicaraan.


"sudah kok bu tadi di warung makan tempat aku bekerja,aku menyempatkan untuk makan"ucap bulan.


"syukurlah kalau kamu sudah makan, ibu jadi tenang"ucap Amira.


"lalu apa ibu sudah makan?"tanya bulan.


"sudah sayang"ucap Amira berbohong.


malam hari tiba bulan tengah belajar di temani amira.amira dengan sangat pintar mengajari bulan pelajaran matematika dan IPA.


namun seketika mereka menatap sandi yang membawa dua koper.


"mas kamu ingin kemana?"tanya Amira langsung menghampiri.


"aku mau pergi!"ucap sandi dingin.


"mas aku mohon jangan pergi...hiks...hiks"tangis Amira.

__ADS_1


"ayah please jangan pergi"ucap bulan yang juga menangis.


"diam kalian! jangan pernah menghalangiku!"ucap sandi Langsung berlalu pergi bersama teman teman nya yang sudah menunggu di luar.


bulan bersama Amira berpelukan saling menangis walau mereka selalu di perlakukan kasar oleh sandi namun mereka sangat menyayangi sandi dan menghormati sandi.


"Bu aku tidak mau ayah pergi"ucap bulan.


"ibu juga tidak mau ayah pergi,namun ayah sulit di cegah"ucap Amira mengelap air mata bulan.


"sebaiknya kita ke kamar dan tidur.ini sudah larut malam"ucap Amira menuntun bulan ke kamar.


sampai di kamar mereka berbaring bersama.sambil menatap langit-langit kamar Amira dan bulan menetes kan air matanya.


aku dan bulan selalu memberi mu uang tapi kenapa kamu meninggal kan ku dan bulan.batin Amira.


ayah sangat jahat! kenapa ayah tega meninggalkan ku dan ibu.batin bulan.


mereka pun saling mengelap air matanya tanpa di ketahui satu sama lain.


mereka saling menatap dan tersenyum menyembunyikan kan kesedihan nya.


"bu kenapa ya ayah pergi meninggalkan kita,apa karena diajak teman teman nya?atau ayah memang tak mau hidup bersama kita?"tanya bulan.


"ntahlah sayang ibu juga tak tahu"ucap Amira.


"sudah sebaik nya bulbul tidur.esok bulbul harus sekolah"ucap Amira memeluk bulan.


"ah iya Bu aku ingin meminta sesuatu pada ibu"ucap bulan.


"minta apa sayang?"tanya Amira.


"Bu mulai esok ibu rumah saja ya,ibu harus banyak istirahat.ibu sedang sakit,jadi biarkan bulbul saja yang bekerja.ibu tidak boleh bekerja"ucap bulbul.


"tidak sayang,ibu akan bekerja.ibu tidak akan membiarkan mu lelah"ucap amira.


"ibu fokus saja pada kesehatan ibu biarkan bulan yang bekerja untuk kita makan dan untuk membeli obat untuk ibu"ucap bulan.


"baiklah sayang tetapi jika bulbul lelah,ibu minta bulbul jangan bekerja dulu ya"ucap amira lembut.


"iya bu"ucap bulan tersenyum.


πŸ¦„ like


πŸ¦„ vote


πŸ¦„ komen


πŸ¦„ dan rate 5 bintang


ayo dukung author yang lagi ikut contestπŸ™πŸ˜‡πŸ€—β€

__ADS_1


__ADS_2