
Andi pun melihat foto yang tania kirim. Seketika sorot mata andi terlihat sangat marah dan langsung mengebrak meja makan sehingga membuat syam yang di depan nya sontak langsung terkejut.
"Kurangajar!!"ucap andi dengan marah menatap foto bulan dan dirga berpelukan.
"Tuan kenapa?"tanya syam merasa heran. Andi pun memperlihat kan foto itu pada syam.
"tuan kendalikan amarah tuan. Saya percaya itu kesalahpahaman"ucap syam membuat andi menatap tajam.
"Kenapa kamu selalu membela anak pembunuh itu hah!!"kesal andi.
"Aku tidak membela hanya saja dalam pandangan ku nona bulan orang yang baik dan tidak mungkin mengkhianati tuan"ucap syam.
"Dia wanita buruk dan sangat buruk. Sampai kapan pun bulan adalah wanita terburuk dan wanita yang aku sangat benci!"tegas andi.
"Benci bisa jadi cinta lho tuan"goda syam.
"Aku tidak akan mencintai bulan. Aku fokus pada tujuanku yaitu membuat bulan menderita selama bersamaku!"ucap andi dingin.
"Tapi sekarang berubah tuan, apa tuan tidak memikirkan si kembar yang akan lahir.bagaimana seandai nya si kembar tumbuh besar dan bertanya mengapa tuan tidak menyukai nona bulan. Lalu apa yang akan tuan katakan?"ucap syam membuat andi terdiam seketika dan berlalu pergi tanpa ingin menjawab pertanyaan syam.
Sampai di kamar nya andi merebahkan tubuh nya di kasur dan menatap langit langit atap.
"Mengapa semua nya tidak sesuai rencana. Aku ingin membuat bulan menderita namun terhalang dengan kehadiran si kembar.huh!aku di kalah kan kasih sayang ku pada si kembar"ucap andi seraya kembali beranjak bangun dan menatap foto dirga memeluk bulan.
Di mansion bulan begitu merasa kesepian tanpa andi. Sambil bercermin menatap dirinya yang berpenampilan sederhana dengan wajah tanpa polesan apapun. Sambil berfikir bulan berniat untuk merubah gaya berpakaian dan akan merias wajah nya juga.
__ADS_1
"Aku tidak boleh kalah dengan pelakor itu. Aku harus bisa mendapatkan hati andi suamiku" ucap bulan meraih ponsel nya untuk membeli pakaian melalui onlineshop.
Apartement tania.
Tania begitu kesal karena andi tidak membalas pesan yang ia kirim dan begitu penasaran dengan reaksi andi setelah melihat foto tersebut.
"Hmm cara apa lagi ya yang bisa membuat andi dan bulan berpisah. Apalagi sekarang bulan tengah mengandung dan akan sangat sulit untuk memisahkan mereka"gumam tania.
Tak terasa satu minggu berlalu dan andi akan segera pulang. Mendengar kabar dari syam membuat bulan langsung bersemangat dan merubah diri untuk menyambut sang suami tercinta.
Satu jam telah berlalu bulan merias diri dan terburu buru berjalan untuk menyambut andi yang telah sampai.
Terbukanya pintu terlihat andi membuat bulan tersenyum manis sementara andi tak henti menatap bulan dari bawah hingga atas. Dirinya begitu terpukai dengan kecantikan dan fashion bulan yang berubah.
"Selamat datang tuan"ucap bulan langsung memeluk andi yang tercengang dengan kecantikan bulan.
"Apakah tuan sudah makan?aku sudah siapkan makan siang untuk tuan"ucap bulan melepas pelukan nya.
"Eeee.....ah iya"ucap andi dengan gugup.
"Sungguh nona bulan sangat berbeda dan sangat cantik. Tuan saja sampai terdiam terpukau"batin syam seraya membawa koper andi.
Sampai di meja makan mereka duduk. Dengan telaten bulan menyiapkan makanan untuk andi. Sementara andi tak henti menatap bulan yang terlihat begitu cantik dari dekat.
"Sangat cantik"gumam andi tanpa sadar dan terdengar oleh bulan.
__ADS_1
Senang tentu senang karena usaha nya tidak sia sia perawatan kulit selama andi di luar kota.
Andi yang melihat bulan tersipu membuat nya langsung salah tingkah dan kembali dengan sikap dingin nya.
Andi pun tak jadi untuk makan justru membawa bulan ke kamar nya.
"Kenapa kamu berpenampilan seperti ini?"tanya andi dengan datar.
"Aku hanya ingin tampil berbeda dari sebelumnya dan ini untukmu"ucap bulan dengan senyum manisnya.
"Tidak perlu seperti ini. Sampai kapan pun aku tidak akan menyukai mu!"tegas andi.
"Ganti penampilan mu melihat mu seperti ini membuat mataku sakit"ucap andi tak sesuai hati nya.
"Hmm baiklah"ucap bulan dengan sedih.
Andi pun kembali ke meja makan dan terlihat keberadaan dirga yang tengah duduk. Dengan jengah andi menghampiri nya.
"Untuk apa kamu kemari"tanya andi dingin membuatnya teringat akan foto tersebut.
"Aku hanya ingin melihat keadaan bulan dan calon anak anakmu"ucap dirga dengan santai nya.
"Kenapa kamu begitu peduli dengan keadaan bulan? Katakan saja jika kamu menyukai bulan!"ucap andi membuat dirga menatap nya tajam.
"Aku hanya peduli. Karena aku tidak yakin jika kamu akan bersikap baik pada bulan. Aku hanya ingin menjaga bulan!"ucap dirga dingin.
__ADS_1
"Tidak perlu mencampuri urusan rumah tanggaku. Aku tahu kamu menyukai bulan. Dan apa mungkin sikembar adalah memang anak mu"ucap andi dengan emosional namun dirga langsung menampar nya dan menonjok nya.