Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 34


__ADS_3

"Mengapa seperti itu. Aku tahu kamu mengenalku bahkan aku sering berbincang dengan dirga semasa kuliah dan kamu selalu bersama dirga"ucap tania.


"Itu hanya dengan dirga dan kamu hanya teman dirga bukan temanku. Temanku hanya dirga.sebaiknya kamu pergi dari ruangan ku. Aku tidak suka melihatmu!!"ucap andi membentak.


Tania pun dengan sedih berlalu pergi dari ruangan andi. Ia tidak menyangka sikap andi sama seperti semasa kuliah dulu. Tetap dingin dan acuh,sangat berbeda dari dirga yang meskipun dingin dan acuh pada wanita namun ia menerimaku untuk menjadi teman nya. Bahkan setelah mengenal lama dengan ku dirga sangat baik dan hangat.


"Sejak dulu aku mengejarmu untuk mendapatkan cintamu namun selalu gagal. Kamh begitu dingin dan acuh bahkan keberadaan ku selalu tak di anggap. Aku benar benar merasa heran pada mu andi mengapa tidak ada rasa tertarik sedikit pun padaku. Aku janji akan mendapatkan mu andi bagaimana pun cara nya"ucap tania dengan wajah marah nya.


Sore hari tiba andi kembali pulang ke mansion nya. Di sambut bulan seperti biasa nya. Kedatangan andi selalu membuat bulan terus merasa happy dan selalu ingin dekat dengan andi.


Keacuhan andi tak membuat bulan menyerah untuk dekat dengan nya. Namum justru bulan mengintili andi hingga sampai kamar.


Sambil duduk di sofa di tatap lah suaminya yang tengah berganti pakaian membuat nya semakin jatuh cinta melihat nya.


"Apa kamu ingin melihat ku berganti pakaian! Keluar dari kamar ku"ucap andi baru menyadari keberadaan bulan yang terus menatap nya.


"Sudahlah tuan aku ini istri tuan jadi untuk apa menyembunyikan tubuh tuan"ucap bulan semakin membuat andi kesal.


"Apa kamu ingin aku hukum bulan!"ucap andi meninggi.


"Apa tuan tega menghukum ku? Aku ini sedang mengandung si kembar lho"ucap bulan berbalik nanya.


Andi pun menghampiri bulan dengan sorot mata marah. " kamu harus sadar akan posisi mu bulan! Jika saja si kembar tak ada di perutmu aku akan terus menghukum mu. Dan kemarin aku baik padamu aku lakukan itu semua demi si kembar. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada si kembar!"bentak andi berlalu pergi dari kamar nya.


"Sabar bulan,tetap tenang, aku harus tetap sehat dan tidak banyak pikiran demi si kembar sehat. Tidak apa apa andi masih membenci mu yang terpenting andi sayang pada si kembar"ucap bulan pada diri nya sendiri.


GLEENISON COMPANY


Kedatangan tania di sambut ramah oleh dirga, bagaimana tidak, hanya satu satu nya tania lah yang mampu membuat dirinya akrab dengan dirga yang tak kalah dingin nya seperti andi.

__ADS_1


Di sambut ramah oleh dirga membuat tania sangat senang dan artinya dirga masih menganggap nya teman baik nya.


Dirga pun mempersilahkan tania untuk duduk dan memulai perbincangan.


"Dirga aku sehabis dari kantor andi namun aku sedih"ucap tania dengan sendu


"Mengapa? Apa andi memperlakukan mu dengan kasar"tanya dirga


" tidak, hanya saja andi tidak menganggap ku teman bahkan bersikap dingin dan acuh padaku. Lebih parah nya dia mengusir ku dari ruangan nya"ucap tania.


"Sudahlah andi memang seperti itu sejak dulu. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan nya"ucap dirga dengan santai nya.


"Tetapi kita kan berteman sejak kuliah. Aku berteman dengan mu dan aku juga ingin berteman dengan andi tapi selalu saja andi acuh"kesal tania.


"Padahal aku mendekati dirga agar bisa dekat dengan andi tapi sia sia. Huh! Menyebalkan"batin tania.


Mereka pun dengan senang meninggalkan kantor karena sudah memang waktu berakhir jam kerja.


Sesampai nya di ke kediaman andi membuat kedatangan mereka berdua di sambur ramah satpam ataupun pelayan.


Andi yang tengah duduk merasa malas dengan kedatangan tania dan dirga.mereka pun di persilahkan duduk.


"Wahhh andi rumah mu sangat mewah dan besar sekali. Aku salut padamu karena kamu sesukses ini"ucap tania terpukau.


"Sudahlah jangan banyak basa basi, sekarang ada apa datang ke mansion ku?"tanya andi dengan wajah datar.


"Hey kita ini tamu mu andi, bisakah bersikap sedikit baik. Apalagi kamu tahu kita kedatangan tania teman lama kita"ucap dirga sedikit kesal pada andi


"Itu teman mu dan bukan teman ku. Aku tidak punya teman wanita. Hanya kamu saja temanku"ucap andi dingin.

__ADS_1


"Huh! Dasar kutub!"gumam tania kesal.


Sementara di lantai atas bulan terus menatap ke lantai bawah dan menatap gadis cantik yang duduk di sebelah andi namun sayangnya bulan tidak begitu jelas mendengar perbincangan mereka.


"Apa itu bul bul? Teman kecil andi??sangatt cantik, aku takut andi menyukai nya"ucap bulan dengan murung.


"Tapi aku harus kuat dan tidak akan membiarkan wanita itu merebut andi dari ku dan si kembar. Aku harus menghampiri merek"ucap bulan langsung bergegas menghampiri.


Tanpa meminta persetujuan andi, bulan langsung memeluk andi dari belakang dan memijit pundak andi.


"Kata nya ingin tidur, mengapa ada disini"ucap bulan dengan lembut pada andi. Dirga yang melihat pun tersenyum namun tidak dengan tania.


"Siapa wanita itu?!"batin tania kesal.


"Ah iya tania perkenalkan ini bulan istri andi"ucap dirga memperkenal kan.


Bulan pun berjabat tangan dengan tania" aku bulan istri dari tuan andi, ayah dari si kembar"ucap bulan membuat tania membelalakan mata nya tak menyangka andi akan memiliki anak.


"Andi kamu sudah menikah"tanya tania dengan rasa sakit di hati nya.


"Ya"jawab andi singkat.


"Tuan aku ingin makan ayam bakar tapi stok di dapur telah habis aku ingin tuan membelikan. Ini keinginan si kembar"pinta bulan dengan manja. Sementara andi kesal dengan sikap bulan.


Tanpa berkata andi pun langsung berlalu pergi untuk membeli ayam bakar. Ia tudak bisa menolak karena ini adalah keinginan si kembar.


Setelah kepergian andi. Bulan pun mentap tania dan tersenyum. "Apa kamu teman tuan andi"tanya bulan.


"Ya" jawab tania sedikit kesal.

__ADS_1


__ADS_2