
sampai di rumah bulan dengan sopan mencium tangan Sandi.dengan tatapan sinis sandi menodongkan tangan nya.
"mana uang hasil kerja mu"ucap Sandi dengan tegas.
bulan pun memberikan uang 50rb pada sandi.
"kenapa 50rb! biasanya kamu memberi ayah 100rb!"marah Sandi tidak terima di beri uang 50rb.
"maaf ayah,upah bulbul memang 100rb tetapi sebagian dari uang itu bulbul berikan pada teman bulbul yang sedang membutuh kan uang"ucap bulan dengan jujur.
"kamu pikir ayah tidak membutuh kan uang!! jika teman mu membutuh kan uang maka suruh dia untuk bekerja!dan kamu kenapa bodoh seenak nya memberi teman mu uang!"ucap Sandi membentak sehingga membuat bulan sedikit ketakutan.
"maaf ayah"ucap bulan menunduk sambil terisak menangis.
"lain kali jangan pernah memberi orang uang!"ucap Sandi membentak.
"sekarang kamu kekamar!"ucap sandi tegas.
"ayah bulbul lapar,apa boleh bulbul ikut ayah makan"ucap bulan.
(walau di tempat kerja bulan di beri makan namun saat tadi bulan tak sempat makan karena ia disibukkan dengan pekerjaan nya).
"kamu sudah membuat kesalahan jadi malam ini kamu tidak akan dapat makan!"tegas sandi.
sambil terisak menangis bulan pun melangkah ke kamar nya dengan perut yang keroncongan.
aku bekerja keras dari pagi dan hasil nya ayah yang menikmati,tapi kenapa ayah tega tak mau memberi ku makan.aku lapar ayah sejak pagi aku hanya minum saja.batinya.
untuk mengganjal rasa lapar nya bulan pun meneguk minum dengan banyak.
"hari sudah gelap tapi ibu belum pulang juga,semoga ibu baik baik saja"ucap bulan membaringkan tubuh lelah nya kekasur kecil nya.
tok
tok
suara ketukan pintu terdengar sandi pun segera membukanya,dan ternyata adalah Amira yang pulang.
"mas"ucap Amira mencium tangan sandi.
"mana hasil kerja mu"tanya sandi menodong.
"ini mas"ucap Amira memberikan uang hasil kerja keras nya.
"hari ini pendapatan mu lumayan besar,sekarang kamu makan.aku sudah membelikan nasi bungkus untuk mu tapi ingat jangan memberi bulbul makan karena dia sedang ku hukum karena melakukan kesalahan!"ucap sandi berlalu ke kamar nya.
dengan penuh khawatir Amira pun masuk dan berlari menuju kamar bulan.
"bulbul sayang"ucap Amira.
__ADS_1
"ibu sudah pulang"ucap bulan tersenyum
Amira pun langsung memeluk bulan dengan penuh kasih sayang.
"sayang apa ayah menyakitimu?ayah bilang ayah sedang memberi mu hukuman"tanya Amira dengan khawatir.
"ayah tidak menyakitiku Bu,aku dihukum karena aku memberi uang sebagian upah ku kepada teman ku yang sedang membutuh kan"ucap bulan.
"syukurlah jika ayah mu tidak menyakiti mu"ucap Amira bernafas lega.
"Bu apa bulbul salah ya jika bulbul membantu teman bulbul?"tanya bulan dengan wajah polos.
"bulbul tidak salah,justru yang di lakukan bulbul itu sangat mulia dan baik.dan ibu bangga pada bulbul karena menjadi anak yang baik dan Suka membatu orang yang sedang kesusahan"ucap Amira membuat bulan tersenyum.
"tapi kenapa ayah marah marah jika aku berbuat baik bu?"tanya bulan polos.
"hmm apa bulbul sudah makan?"tanya Amira mengalihkan pembicaraan.
"belum Bu,karena ayah melarang bulbul untuk makan"ucap bulan membuat Amira langsung menyeka air matanya yang ingin keluar.
"baiklah bulbul disini saja,ibu akan mengambil makan untuk bulbul"ucap Amira beranjak dari duduknya dan melangkah pergi untuk mengambil makan.
tak lama Amira pun kembali lagi dan membawa nasi bungkus yang sandi berikan untuknya.
perlahan Amira membuka nasi bungkus itu.namun tanpa sadar Amira meneteskan air mata nya melihat isi nasi bungkus itu.
"tega kamu mas,kamu memberi ku nasi bungkus,hanya berisi nasi saja dan tidak ada lauk nya"batin Amira.
"ah tidak kok sayang"ucap Amira langsung mengelap air matanya.
"bulbul tidak apa kan makan nya hanya pakai nasi saja"ucap Amira.
"tidak apa kok bu,bulbul mau"ucap bulan tersenyum membuat Amira ikut tersenyum.
"baiklah ibu suapi"ucap Amira.
"tapi apa ibu sudah makan?"tanya bulan.
"ibu sudah makan kok sayang,tadi ibu makan di pinggir jalan"ucap Amira berbohong.
bulan pun menerima suapan dari Amira dengan terus tersenyum pada Amira yang terus menetes kan air mata.
"aku meminta untuk tidak memberi makan bulbul!"ucap sandi lantang yang tiba tiba ada di depan pintu.
"mas anak kita belum makan,masa kamu tega membiarkan anak kita kelaparan.dimana hati nurani mu mas"ucap Amira.
"dia sudah melakukan kesalahan dan pantas di hukum tidak di beri makan"ucap sandi menampar Amira.
"ayah aku mohon jangan pernah menyakiti ibu,aku mohon ayah"ucap bulan terisak menangis.
__ADS_1
sandi pun menampar bulan dengan keras.
"mas!cukup mas jangan pernah sakiti anak kita,kamu boleh menyakitiku tapi jangan bulbul"ucap Amira terisak menangis memeluk bulan yang juga menangis kesakitan.
"kalian berdua sudah berani melawan ku.malam ini kamu Amira ataupun bulbul,tidak akan dapat makan"ucap sandi mengambil kembali nasi bungkus itu.
"mas aku mohon jangan di ambil mas...hikss...hikss"tangis Amira memohon.
"sudah ibu biarkan saja"ucap bulan.
sandi berlalu pergi dari kamar bulan dan membuang nasi bungkus itu ke tempat sampah.
semua uang hasil kerja keras ku dan bulbul,mas sandi yang menikmati hanya untuk bersenang senang.dimama hati kamu mas dan dimana rasa peduli kamu padaku dan anak mu.batin Amira.
"sayang ayo ikut ibu keluar"ucap Amira.
bulan pun menurut dan di tuntun Amira berlalu keluar dari rumah nya.
"Bu kita akan kemana?"tanya bulan.
"kita akan makan di warung"ucap Amira dengan lembut.
"memang ibu ada uang?bukankah uang ibu dan uang ku di ayah semua"ucap bulan.
"ibu masih ada uang kok sayang"ucap Amira.
selang beberapa menit setelah berjalan jauh akhir nya mereka pun sampai di warung makan sederhana.
"sayang kamu mau makan apa?"tanya Amira.
"aku sama aja seperti ibu"ucap bulan.
"baiklah"ucap Amira langsung memesan makanan.
tak lama pesanan datang,dengan lahap mereka berdua makan.hingga tak terasa makan pun habis tak tersisa.
Amira pun segera membayar nya dan kembali untuk segera pulang.sepanjang mereka berjalan,Amira tak sengaja melihat sandi yang tengah merangkul seorang wanita seksi.hati nya begitu sangat sakit melihat suaminya bermain wanita.
"Bu itu bukan nya ayah ya?"tanya bulan menunjuk sandi yang tengah merangkul wanita seksi.
"itu bukan ayah sayang,kamu salah lihat"ucap Amira dengan terus mempercepat langkah jalan nya.
sampai di rumah bulan pun langsung membersih kan diri,karena sedari tadi ia belum mandi.
🌼like
🌼vote
🌼komen
__ADS_1
🌼dan rate 5 bintang