
Andi yang melihat tingkah tania langsung menghindar tak ingin berciuman."enak saja menciumku. Aku selalu menjaga bibirku!"batin andi.
Mendapat penolakan tania pun tak menyerah dan membuka satu persatu kancing kemeja andi. Terlihat jelas dada bidang andi yang putih dan atletis.
Andi masih terdiam membiarkan tania bertingkah."apakah dia ingin menggodaku?"batin andi.
Dengan berani tania menyentuh si otong andi yang bersembunyi di dalam celana.
"Andi ayo kita kekamar"ajak tania dengan nada sensual terus menyentuh si otong.
"Kenapa aku tak merasakan apa apa?? Bahkan tania menyentuh juniorku.tidak ada hasrat dalam diriku"batin andi merasa heran.
"Maaf aku tidak ingin"tolak andi menyingkirkan tangan tania dan kembali menggunakan kemeja nya.
"Oh baiklah,aku permisi ada kerjaan"ucap tania tersenyum kecut.
"Ah sial aku gagal dan kenapa andi menolakku"ucap tania dengan kesal terus melangkah keluar dari kantor.
Sementara andi merasa keheranan dengan dirinya sendiri yang tidak merespon apa apa dari sentuhan tania.
"Apa aku tidak normal??apa ada sesuatu yang terjadi padaku?? Kenapa aku biasa biasa saja saat tania menyentuhku bahkan menyentuh juniorku dn juniorku juga diam saja tak ada reaksi apa apa"
__ADS_1
"Tapi jika bulan yang menyentuhku,hasrat itu ada bahkan junior ku selalu merespon. Ya tuhan ada apa ini. Kenapa diriku seaneh ini"ucap andi memijit pelipisnya.
"Mungkin bulan adalah candumu itu sebab nya kamu tidak bisa merespon sentuhan pelakor itu"ucap dirga tiba tiba menyelonong masuk.dan sedari tadi mendengar ucapan andi.
"Untuk apa kamu kemari? Disini tidak ada bulan. Kamu pasti mencari bulan dan mengajak bulan berselingkuh"ucap andi dingin.
"Tidak perlu bersangka buruk.aku kemari ingin memberi tahu sesuatu padamu"ucap dirga dengan serius.
"Apa?"tanya andi.
"Hari ini aku ingin menjemput ibuku dan ibuku akan tinggal bersamaku. Kamu tahu kondisi ibuku. Sekarang sangat buruk dan terus memanggil nama gebby adikku yang sudah tiada. Jadi aku mohon izinkan aku mempertemukan bulan dan ibuku"ucap dirga dengan tatapan memohon.
"Oke sebelumnya aku minta maaf belum bercerita padamu. Jadi gebby itu sangat mirip dengan bulan dan mungkin hanya bulan yang bisa menenangkan ibuku yang terus mengamuk.andi aku mohon izinkanlah"ucap dirga memohon.
"Baiklah tapi sekarang bulan tidak ada karena dia sedang berada di kampung nya. Dan mungkin malam ini akan pulang"ucap andi merasa kasihan.
"Oke kalau begitu terimakasih,nanti malam aku mansionmu"ucap dirga berlalu pergi dari kantor untuk menjemput sang ibu.
Sesampai nya di RSJ rumah sakit jiwa. Dirga menatap sekeliling tempat yang sudah tampak berubah.
"Dahulu rumah sakit terlihat begitu sederhana namun sekarang berubah drastis menjadi mewah. Namun tidak dengan kondisi ibu yang masih seperti ini"batin dirga sedih.
__ADS_1
Dirga pun sampai di ruang tempat farah berada. Ia benar benar tak sanggup melihat kondisi sang ibu. Perlahan diega membuka pintu dan terlihat sang ibu yang duduk melamun memunggungi nya.
Kerinduan dengan sang ibu membuatnya meneteskan air matanya.
"Ibu"lirih dirga menghampiri farah.
Farah yang mendengar suara langsung menengok dan berteriak ketakutan."siapa kamu!!! Jangan sakiti aku!!"ucap farah menghindar dari dirga.
"Ibu,aku dirga anak ibu"ucap dirga dengan lembut.
"Kamu dirga?putraku?"tanya farah ingat akan putranya.
"Iya bu aku dirga"ucap dirga menangis langsung menghampiri sang ibu dan dengan erat memeluknya.
"aku sangat merindukan ibu"ucap dirga terisak menangis.
Farah pun melepas pelukan dirga dan menatap sekeliling"dirga dimana gebby putriku?"tanya farah.
"Gebby tidak ikut bu"jawab dirga.
"Kenapa kamu tidak membiarkan adikmu kemari bertemu ibu, di mana otak mu dirga. Kamu tahu jika gebby sendiri pasti ayahmu akan menyiksa nya"amarah farah memukuli dada dirga namun dirga hanya terdiam sedih.
__ADS_1