
"Oh oke kalau gitu aku mohon padamu untuk jaga jarak pada suamiku. Dia adalah suami ku. Jika perlu kamu tidak perlu menemui suamiku"ucap bulan dengan berusaha berani namun dirga tak menyangka bulan bisa bicara seperti ini.
Tanpa berkata dirga pun menarik tangan bulan dan membawanya jauh dari tania. "Bulan mengapa kamu berkata seperti itu tania. Dia adalah teman ku dan andi sejak kuliah. Dia sangat baik dan tidak pernah macam macam"ucap dirga masih tak menyangka dengan perkataan bulan.
"Dirga aku seorang wanita dan aku tahu seperti apa tatapan tania pada andi. Aku melihat ada cinta. Aku berkata seperti itu karena aku tidak ingin tania ataupun orang lain merebut suamiku. Tolong mengerti aku. Aku tahu tania menyukai suamiku dan aku tidak akan menbiarkan cinta itu merusak rumah tangga ku"ucap bulan.
"Baiklah aku mengerti aku akan pastikan tania tidak akan merebut andi darimu"ucap dirga.
Tania yang berada di kejauhan pun merasa kesal dan penasaran dengan perbincangan antara bulan dan dirga.
"Ck!mudah bagiku merebut andi darimu bulan! Setelah mendengar cerita kasihan mu dari dirga. Aku semakin semangat untuk mendapatkan andi. Toh andi tak mencintaimu dan aku berhak mendapatkan cinta andi dan menikah dengan andi. Aku harus terus membuat andi dendam pada bulan. Dan terus mengungkit kematian ibunya andi,dan itu mudah untuk membuat andi terus benci dan bersikap kasar pada bulan"batin tania dengan licik nya.
Tak lama andi datang dan memberi kan ayam bakar pada bulan. Dengan senang hati bulan menerima nya dan berlalu ke dapur.
"Andi kenapa kamu tidak mengundang ku ke acara pernikahan mu?"tanya tania.
"Bukan urusan mu dan tidak penting juga mengundangmu" ucap andi dingin.
"Jangan kan kamu aku juga tidak di undang olehnya"ucap dirga pada tania.
"Sebaik nya kalian cepatlah pergi malam akan segera datang dan aku ingin istirahat"usir andi berlalu ke kamar nya.
"Ck! Menyebalkan"desis dirga.
Dirga dan tania pun pergi dari mansion andi dengan kesal karena andi tidak memperlakukan mereka dengan baik. Namun apalah daya mereka sudah terbiasa dengan sikap andi.
__ADS_1
Di kamar andi menatap bulan yang tengah asik melahap ayam bakar yang di belikan andi. Melihat andi yang menatap nya membuat bulan tersenyum dan menarik andi untuk duduk di samping nya.
Dengan lembut bulan ingin menyuapi andi namun andi menolak dan tak ingin membuka mulut nya.
"Tuan ayo makan ini rasa nya sangat enak"ucap bulan berusaha ingin andi ikut makan.
"Aku tidak ingin"ucap andi datar.
"Sayang papa mu tidak ingin di suapi mama"ucap bulan pada si kembar dengan mengelus perut nya.
"Oke oke aku makan"kesal andi menerima suapan dari bulan sehingga bulan sangat senang.
"Enak"batin andi.
Setelah habis andi menyuruh bulan untuk beristirahat sementara andi berdiri di balkon menatap awan yang sudah gelap.
Andi pun kembali ke tempat tidur nya dan tak lupa menutup pintu balkon nya. Di tatap wajah cantik bulan membuat nya merasakan sedikit kasihan. Perlahan andi menyingkir kan rambut yang menghalngi wajah bulan untuk di lihat.
"Anak pembunuh ini jika dilihat dari dekat aku merasa kasihan. Ah sudahlah aku harus buang perasaan kasihan ku.aku tak lupa jika ayah nya bulan seorang perampok dan pembunuh mama ku"batin andi langsung memejam kan mata nya.
Tanpa sadar dalam tidur nya bulan pun memeluk andi yang baru saja tertidur namun kembali terbangun.
"Haishh!selalu saja memeluk ku"kesal andi dengan pelan dan kembali memejam kan mata nya membiarkan bulan memeluk nya.Mereka pun tidur bersama dengan saling berpelukan.
Tak terasa kandungan bulan kini sudah 6 bulan. Andi yang selalu siaga selalu memperhatikan bulan dan tidak membiarkan bulan kelelahan. Sehingga andi melarang bulan untuk menaiki tangga karena takut terjatuh dan pada akhir nya bulan hanya di perbolehkan ke kamar menggunakan lift.
__ADS_1
Dan selama mengandung bulan tidak begitu merepotkan andi karena bulan mengidam makanan saja namun sedikit menyebalkan bagi andi karena bulan terkadang merasa mual-mual.
"Bulan aku ingin keluar kota untuk pekerjaan, kamu jaga baik baik si kembar. Jika terjadi sesuatu pada si kembar jangan harap aku memaafkanmu atau bahkan aku akan membuatmu semakin menderita."ucap andi tegas dan berlalu pergi diikuti syam.
Sementara di apartement selesai dari kesibukkan nya akhir nya tania dapat merencana kan untuk memisahkan bulan dan andi.
Mengetauhi andi pergi ke luar kota tania pun berniat untuk menemui bulan dan kini telah sampai di mansion andi.
Bulan yang kala itu tengah berbincang menjadi dingin ketika melihat kehadiran tania.
"Bulan aku ingin mengajak mu ke mall,apakah kamu mau?"ucap tania.
"Tidak,aku tidak ingin"tolak bulan
"Ayolah aku ingin memberi mu hadiah"ucap tania.
"Hmm tapi aku tidak di izinkan tuan andi untuk keluar mansion. Jika tuan andi tahu dia akan marah"ucap bulan.
"Sudahlah kamu ikut saja. Aku yang akan menghadapi andi jika memarahimu"ucap tania menggenggam tangan bulan untuk segera pergi.
Sampai di pintu gerbang satpam menghalangi mobil tania yang ingin membawa bulan.
"Maaf nona tidak saya tidak bisa membiarkan nona membawa nona bulan pergi. Ini perintah tuan andi"ucap satpam.
"Hey aku ingin membuat ibu hamil ini senang. Membuat senang ibu hamil itu sangat di anjurkan. Apa pak satpam ingin bulan stress karena terlalu terus di rumah,biarkan mobilku keluar. Aku pastikan bulan akan baik baik saja"ucap tania.
__ADS_1
"Baiklah"ucap satpam membuka kan gerbang.
Sepanjang perjalanan bulan terus terdiam menatap jalan jalan yang terlihat sepi. Perasaan nya begitu tidak enak dan tidak nyaman bersama tania."aku harus tetap kuat di hadapan tania. Aku harus terus waspada pada tania. Ya meskipun aku tidak tahu seperti apa tania namun tatapan nya pada andi seakan mengartikan dia mencintai andi"batin bulan.