
Malam hari tiba syam telah sampai di kota baru tepat nya sudah berada di mansion andi. Kedatangan syam begitu di tunggu tunggu oleh andi yang berharap syam membawa bulbul kepada nya.
Dengan hati berat syam menemui andi yang sedari tadi menunggu nya.
Di luar mansion...
"Syam di mana bul bul"tanya andi.
"Maaf tuan"ucap syam menunduk.
"Katakan padaku dimana bulbul aku sangat ingin bertemu dengan nya"ucap andi tak sabar.
"Maaf tuan saya tidak membawa nona bulbul,karena saat saya sampai nona bulbul sudah kembali ke kota baru"ucap syam merasa bersalah karena tak berhasil membawa bulbul
"Hmm baiklah tak apa-apa,sebaik nya kamu istirahatlah"ucap andi kembali masuk ke mansion nya dengan rasa yang begitu kecewa.
"Huh!nona nona dimana nona bulbul berada,kenapa mencari nona bulbul seperti mencari jin yang tak nampak wujudnya.sekarang nona bulbul berada di kota ini tapi belum juga di temukan meskipun anakbuah tuan andi telah mencari di seluruh kota ini"ucap syam memasuki mansion andi untuk istirahat.
Di kamar di balkon andi berdiri mentap bintang bintang dilangit menumpahkan rasa kecewa dengan melihat bintang yang berkelip tenang yang membuatnya sedikit tenang.
Lagi lagi mengingat pertemuan bersama bulbul dan mengingat kebaikan bulbul. Yang ia inginkan saat ini adalah bertemu bulbul namun sudah sejak lama bulbul tak kunjung di temukan.
"Sejak kecil bulbul sudah bekerja, pasti sekarang bulbul tumbuh menjadi gadis yang mandiri dan cantik,bulbul aku mohon datang lah padaku,aku ingin bertemu denganmu dan membalas semua kebaikan mu"batin andi.sambil menatap langit.
Diapartement tania.
__ADS_1
Tania begitu kesal dengan kedua orang tua nya yang tiba tiba datang ke apartement nya.
"Aku mau disini saja aku bisa mandiri!"ucap tania dengan dingin.
"Tania kamu anak satu satu nya mama dan papa kamu harus nurut dan ikut mama papa ke luarnegeri untuk pekerjaan"ucap fajar sang papa.
"Pah aku tidak mau!aku mau disini saja"ucap tania menolak.
"Pokoknya kamu harus ikut kamu harus banyak belajar tentang bisnis tania. Karena hanya kamu satu satu nya penerus perusahaan"ucap melani sang mama.
"Tania hanya beberapa bulan saja setelah itu kamu boleh kembali kenegara ini"ucap fajar.
"Hmm baiklah"pasrah tania.
Keesokan hari nya seperti biasa mereka melakukan aktivitas nya masing masing. Di kantor andi terus berfikir cara untuk menemukan bulbul. Ia tak habis pikir dengan keberadaan bulbul,di kota yang sama namun tidak di temukan meskipun sudah banyak di kunjungi berbagai tempat.
Di mansion bulan begitu terlihat sangat rapih dan cantik. Ia berniat untuk menemui andi di kantor dengan membawa makan siang yang telah ia masak speasial untuk andi.
"Nona apa nona sudah meminta izin pada tuan untuk kekantor?"tanya supir.
"Sudah lah kamu diam saja tidak perlu bertanya dan antar kan aku ke kantor andi"ucap bulan.
Sesampainya di kantor yang besar bulan sangat terpukau dan bangga dengan andi karena memiliki kantor yang begitu besar.
Dengan elegan memakai kacamata hitam bulan berjalan untuk memasuki kantor.
__ADS_1
"Dimana ruangan tuan andi?"tanya bulan pada resepsionist.
"Apa sudah ada janji dengan tuan andi nona?"tanya resepsionist.
"Tidak ada tapi tolong antarkan aku keruangan tuan andi"ucap bulan.
"Maaf nona tidak bisa,jika tidak ada janji maka tidak bisa bertemu tuan andi.karena tuan andi tidak bisa di ganggu"ucap resepsionist.
"Heyy aku ini bagian dari tuan andi kenapa kamu melarang ku!"kesal bulan.
"Baiklah nona saya akan mengatakan pada tuan andi dahulu"ucap resepsionist berlalu ke ruangan andi.
Sampai di ruangan andi terlihat sedang terdiam seperti sedang berfikir. Melihat karyawan nya andi pun mempersilahkan masuk.
"Maaf tuan mengganggu"ucap resepsionist.
"Ada apa?"tanya andi dingin.
"Ada seorang wanita hamil mencari tuan, wanita itu bilang bagian dari tuan"ucap resepsionist.
"Baiklah antarkan dia ke ruangan ku"ucap andi
"Baik tuan"ucap resepsionist.
"Hufftt pasti bulan"jengah andi.
__ADS_1