Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 44


__ADS_3

"Tuan apa boleh aku meminta sesuatu"ucap bulan dengan hati hati.


"Apakah boleh aku keluar mansion untuk bersenang senang"pinta bulan.


"Untuk apa? Apa kamu ingin berselingkuh dengan dirga di luar"ucap andi dingin.


"Tuan aku hanya ingin bersenang senang di luar mansion. Aku bosan dan stress jika terus berada di mansion"ucap bulan membuat andi menatap nya tajam.


"Aku tahu kamu pasti ingin pergi dari dariku dan membawa anak anak ku. Kamu hanya boleh pergi setelah melahirkan anak anakku!"tegas andi.


"Kenapa tuan selalu berfikir buruk tentang ku. Aku tidak setega tuan yang memisahkan anak dari orangtuanya"ucap bulan tiba tiba emosional sontak membuat andi menamparnya.


"Kenapa tuan tega menamparku!,asal tuan tahu aku stress karena selalu melihat keberadaan tania disini. Entah pagi siang malam dia selalu ada. Dan aku cemburu melihat tuan dan tania bermesraan di depan ku. Dan aku juga tahu tuan sehabis pergi bersama tania. Apa tuan tidak memikirkan perasaan ku!.aku hampir gila disini. Tidak ada ketenangan hati disini, tidak ada yang menyayangiku disini,dan tidak ada yang mengerti aku kecuali lia dan mbak ria. Mungkin tuan melihat ku baik baik saja. Namun aku seperti itu ini demi kesehatan anak ku. Aku tidak mau kesehatan ku terganggu karena banyak pikiran"ucap bulan mengeluarkan semua rasa sakit nya membuat andi terdiam dan merasa bersalah karena tidak memikirkan kesehatan si kembar jika bulan merasa banyak pikiran karena nya.


"Oke baik lah sekarang kamu bebas ingin kemana saja. Tapi jika aku melihatmu berduaan bersama dirga,jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu"ucap andi penuh penekanan.


"Terimakasih tuan tapi ada satu lagi pintaku"ucap bulan.


"Apalagi!"tanya andi kesal.

__ADS_1


"Aku ingin mengunjungi kampungku. Apakah tuan mengizinkan ku?aku jaji tidak akan kabur. Aku akan kesana bersama lia dan lia akan menjagaku"ucap bulan dengan tatapan memohon.


"Dimana kampungmu?"tanya andi.


"Didesa kasih"ucap bulan membuat andi teringat akan bulbul.


"Itukan desa nya bulbul"batin andi.


"Oke baiklah"ucap andi mengizinkan.


Tak terasa malam hari bulan sudah bersiap bersama lia untuk pergi ke desa kasih dengan mobil andi dan kebetulan lia dapat mengendarai mobil jadi tidak perlu di antar syam.


Tak lupa bulan berpamitan pada andi yang menatap nya dengan datar.


"Iya tuan kalau gitu aku pamit"ucap bulan mencium tangan andi dan memasuki mobil bersama lia.


Di mansion dirga,dirga kedatangan suster yang selama ini merawat FARAH ibu dari dirga. Kesedihan lagi lagi terlihat di raut wajah dirga setelah suster memberitahu keadaan sang ibu.


"Nyonya farah terus mengamuk dan meminta untuk pulang tuan dan terus memanggil nama gebby"ucap suster.

__ADS_1


Gebby(adik dari dirga yang telah tiada).


"Baiklah sus kalau gitu esok saya akan menjemput ibu"ucap dirga.


Setelah suster pamit raut wajah dirga terlihat begitu marah. Dirinya kembali teringat dimana sang ayah menyiksa adik nya yang tak bersalah hingga tewas.


Dirga pun berlalu pergi dengan mobil nya untuk menemui gerry sang ayah yang sudah terbebas dari penjara.


"Sudah bertahun tahun ibu di rumah sakit. Tapi tidak ada perubahan pada ibu. Seandai nya ayah tidak membunuh adik pasti sekarang ibu hidup bahagia bersamaku dan adik"batin dirga dengan mata berlinang.


Sampai di sebuah rumah berukuran besar. Hilang rasa sopan dirga langsung menendang pintu rumah sang ayah.


"Gerry!!dimana kau!!!"teriak dirga.


Tak lama gerry pun datang dan marah melihat dirga merusak pintu rumah nya." Dimana kesopanan mu pada ayahmu!"amarah gerry.


"Kamu bukan ayahku!! Aku tidak sudi memiliki ayah seperti mu!!"amarah dirga semakin memuncak dan menonjok gerry dengan membabi buta.Dirga begitu di kuasai amarah.


"Gara gara kau bajing4n! Hidup ku hancur!!! Kau membuat ibuku menderita di rumah sakit jiwa. Kau tega membunuh gebby anak mu sendiri!!di mana otakmu bajing4n!"teriak dirga emosional dan terus menghajar sang ayah.

__ADS_1


"Aku bukan pembunuh adikmu! Salah adikmu tidak menurut padaku. Dia selalu melakukan kesalahan,dia tidak mau bekerja dan selalu sakit sakitan!"ucap gerry membuat dirga semakin emosi.


"Kau tidak punya otak. Seharusnya kau yang bekerja. Memang pada dasar nya kau pemalas!!!dahulu memang kita miskin tapi aku gebby dan ibu bahagia namun di sengsarakan olehmu yang tidak berguna!"ucap dirga kembali mengingat masalalunya.


__ADS_2