
usai menghabiskan makan malam nya bulan kembali ke kamar karena takut terkena amarah andi.sampai dikamar terlihat andi yang belum tidur masih asik membaca buku.
bulan pun hanya duduk di sofa menunggu andi tidur setelah itu baru dirinya tidur.tentu nya itu sudah menjadi perintah baginya dari andi.
andi pun melirik sekilas bulan yang tengah menatap nya sedari tadi."pijiti kaki ku!"ucap andi dingin.
"baik tuan"dengan segera bulan langsung memijiti kaki andi dengan penuh kelembutan dan Keikhlasan.
"enak juga pijitan nya"batin andi.sambil menikmati.
drtttt drttt drtttt
ponsel bulan berbunyi karena ada yang menelpon bulan pun beranjak hendak mengambil ponsel nya justru andi malah mencegah nya dengan ucapan jitu nya"mau aku hukum!!"tanpa mengalihkan pandangan nya dari bukunya.
"tidak tuan"bulan kembali memijit kaki andi.
sambil memijit diam diam bulan begitu sangat mengagumi suami nya yang tampan.bulan sangat bahagia bisa menikah dengan pria yang sangat bulan cintai.walau pun cinta nya tak terbalaskan dengan cinta melainkan terbalas kan dengan penderitaan.bulan sudah berjanji pada dirinya bahwa harus mempertahan kan rumah tangga nya walau dirinya selalu di beri penderitaan namun bulan iklas menjalankan itu semua.
karena bulan percaya suatu saat nanti akan indah pada waktu nya dimana andi akan mencintai nya dan membuat nya bahagia.
setelah satu jam lamanya memijiti andi.akhir nya andi pun sudah mengantuk dan menyuruh bulan menyingkir yang berarti sudahi memijit nya.bulan pun kembali ke sofa tempat biasa nya untuk tidur.
"melihat wajah andi sedikit ada kemiripan dengan teman ku pian yang juga namanya sangat sama dengan andi.andi alfian.namun rasanya itu bukan pian,karena jika itu pian.pian tidak akan mungkin melakukan ini semua yang andi lakukan padaku.huh! aku jadi rindu dengan pian padahal aku dengan pian hanya bertemu dua kali saja"batin bulan sambil menatap andi yang sudah terpejam mata nya.
"kamu mau mati! terus menatap ku!"ucap andi dingin tanpa membuka mata nya.
"maaf tuan"ucap bulan langsung memejamkan mata nya dan tidur memunggungi andi.
"suamiku sangat galak"batin bulan.tak lama bulan pun tertidur pulas.begitu pun juga dengan andi.
keesokan hari nya adalah hari minggu.andi hanya bersantai santai duduk di halaman mansion nya sambil membaca koran dan menyeruput teh hangat nya.
tak lama syam datang seperti biasa memberi laporan selain laporan perusahaan.melainkan laporan pencarian bulbul.
"bagaimana ini sudah lama kenapa kamu belum juga menemukan nya"ucap andi dingin.
__ADS_1
"maaf tuan sangat lah susah mencari nona karena dengan foto kecil nya saja itu tidak banyak orang mengenali apalagi nona sudah besar"ucap syam.
sementara di kejauhan bulan menguping pembicara mereka.
"mencari nona?"batin bulan
"kamu datangkan kembali rumah nya siapa tahu bulbul sudah kembali"ucap andi.
sementara bulan begitu kesal padahal sebentar lagi ia akan mengetahui siapa nona yang di cari andi.namun saat tengah menguping sudah dulu lia datang sehingga ia tak dapat mendengar nama yang di cari andi.
"nona tidak baik menguping pembicaraan tuan andi dan sekretaris syam.jika tuan tahu nona menguping pembicaraan nya apa nona mau terkena amarah dan hukaman tuan andi"ucap lia.
"tidak"ucap bulan langsung berlalu pergi dengan kecewa karena tak dapat tahu siapa nona yang di cari andi.
sampai di kamar bulan duduk sambil terus mengingat pembicaraan andi dan syam.bulan begitu sangat penasaran dan sedikit cemburu dengan andi yang mencari nona yang pasti kata 'nona' berarti adalah seorang wanita.
"siapa wanita itu?kenapa andi sangat ingin mencari nya.apa wanita itu wanita yang andi cintai?akh aku tidak rela rasanya jika andi mencintai wanita lain.aku berharap wanita yang andi cari adalah keluarga nya"batin bulan sambil memijit pelipis nya berusaha berfikir positif.
syam pun berlalu pergi untuk kembali ke desa kasih mengunjungi rumah sederhana bulan.
setelah berlama di halaman mansion andi pun kembali masuk untuk sarapan.
tak lama bulan datang dan berdiri disamping andi,dan seperti biasa melayani andi.
andi pun menyatap sarapan nya tanpa memperdulikan sekitar.
"ingin rasa nya aku duduk di samping andi dan makan bareng andi"batin bulan terus memperhatikan andi yang lahap makan.
usai sarapan andi pun berlalu ke kamar nya diikuti bulan.sampai di kamar andi langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.sementara bulan yang peka pun langsung menyiapkan pakaian santai untuk andi.
bulan pun keluar dari kamar karena memang sedari awal andi tak mau memperlihat kan tubuh nya yang hanya mengenakan handuk di depan bulan.
bulan duduk diruang utama sambil memegang sebuah kotak kecil yang ingin bulan berikan pada andi.kotak itu berisi jam tangan baru ya walau pun membeli nya sebelum bulan menikah dengan andi.bulan sengaja membeli jam tangan sebagai hadiah untuk andi.
tak lama andi datang dengan rambut basah dan dengan pakaian casual nya membuat dirinya terlihat sangat tampan seperti biasa nya.
__ADS_1
bulan pun menghampiri andi dan menghalangi langkah andi.
"kau ingin mati! menghalangi jalan ku!"ucap andi dingin.
"tuan aku ada sesuatu untuk tuan.walau harga nya tak seberapa tapi mohon di terima"ucap bulan memberi kan kotak kecil itu.
andi pun menerimanya sehingga membuat bulan tersenyum senang,namun seketika andi membanting ke lantai setelah melihat isi kotak kecil itu.
sebuah senyuman bahagia beeganti dengan senyuman kesedihan."jika tidak mau menerima, setidak nya tuan jangan merusak nya.aku membeli jam tangan ini dengan hasil keringatku sendiri"ucap bulan sambil terisak menangis mengambil kembali jam tangan itu.
seketika andi pun menampar bulan dengan keras dan penuh dengan amarah."aku tidak sudi menerima barang dari mu!"tegas andi.
"tapi setidak nya jangan dibanting jam nya,tuan lihat jam nya sudah hancur pecah"bulan terisak menangis tak henti.
"oh sekarang mulai berani ya melawan ku"ucap andi dengan marah langsung menampar bulan lagi bahkan mendorong dan menendang bulan hingga tersungkur di lantai.
bulan pun terus terisak menangis kesakitan pada pipi mulus nya yang di tampar dan paha nya yang di tendang.
mbak ria dan lia yang melihat pun ingin rasanya mencegah andi untuk tidak menyakiti bulan.namun mereka tak berani karena takut terkena amarah dan pecatan dari andi.
lagi lagi andi menampar bulan dengan keras"ampun tuan....hikss....hikss....sakit tuan....tolong ampunkan aku....aku minta maaf....hikss....hikss"tangis bulan sangat kesakitan.
"ini hukuman untuk mu karena sudah berani melawan ku!"ucap andi dingin dengan sorot mata marah.
🌼like
🌼 vote
🌼komen
🌼rate 5 bintang
*karya masih dalam revisi ya gengs
favorit kan dan jangan lupa beri author hadiah ya 👇
__ADS_1