
"Katakan Untuk apa kamu kemari?"tanya andi dengan wajah kesal.
"Tuan hari ini ada meeting"ucap syam.
"Aku pikir ada hal lebih penting, ternyata hanya meeting saja,sudahlah kamu saja yang menggantikan ku. Aku tidak ingin hadir aku sedang tidak enak badan"ucap andi kesal dan beralasan.
"Tapi tuan-"ucap syam langsung terpotong andi.
"Aku bos mu jadi lakukan saja apa kata ku. Aku mengantuk, kamu boleh pergi dari sini dan jangan lancang mengganggu ku apalagi berani mengintip kamar di ruanganku"ketus andi.
"Bilang saja tuan ingin berduaan dan berpelukan dengan nona bulan"gumam syam pelan namun masih terdengar andi.
"Berani sekali kamu berkata seperti itu!"ucap andi dengan dingin.
"Hehe maaf tuan tapi kan gak masalah dan gak apa apa kalau yang di peluk pasangan halal alias istri sendiri"ucap syam membuat andi semakin kesal.
"Tahu apa kamu tentang pasangan,kamu saja belum punya pasangan syam! Lebih baik fokus pada dirimu untuk mencari pasangan,kalau perlu kamu nikahi tania saja"ucap andi.
__ADS_1
"Lebih baik aku menjomblo seumur hidup dari pada harus menikahi nona tania"ucap syam dengan wajah datar.
"Jika saja,nona bulan jomblo aku pasti akan menikahinya"ucap syam dengan berani.
"Berani sekali kamu berkata seperti itu, bulan tidak akan di miliki siapapun kecuali aku"ucap andi dingin.
"Kalau begitu maka hargai dan sayangi nona bulan jika tidak ingin nona bulan di miliki orang lain. Aku tahu dan tuan pun sangat tahu jika nona bulan itu sangat baik hati nya dan cantik lembut.siapa sih yang gak mau dengan nona bulan. Bahkan tuan dirga ataupun aku mau untuk menjadi pendamping hidup nona bulan"ucap syam semakin membuat andi kesal.
"Syam pergi dari sini atau gaji bulan ini aku potong"ucap andi dengan tegas.
Usai membeli banyak kue dan makanan lainnya farah bersama dirga terlebih dahulu mampir kesebuah caffe untuk memesan minuman.
"Dirga,ibu sangat senang sekali hidup kita sangat berubah. Dulu kita sangat menderita tapi sekarang kita hidup berkecukupan. Terimakasih ya nak sudah merubah nasib kehidupan ibu kamu dan gebby. Dan selama ibu tak ada pasti kamu sangat menjaga adikmu gebby"ucap farah dengan senyum tulus nya.
"Perubahan yang kita rasakan saat ini adalah karena tuhan dan berkat doa ibu. Semua milikku dari hasil kerja kerasku juga milik ibu. Tujuan ku sukses hanya untuk ibu.dan seharus nya dirga yang mengucapkan terima kasih pada ibu karena doa ibu,dirga bisa sesukses ini"ucap dirga dengan lembut.
"Ibu bangga padamu"ucap farah memeluk dirga.
__ADS_1
Dirga pun dengan senang membalas namun tiba tiba mata nya tertuju pada seorang pria yang memasuki caffe yang tak lain adalah gerry. Mereka pun tanpa sengaja saling menatap. Dirga menatap dengan penuh kebencian sementara gerry menatap dengan rasa penasaran pada wanita yang memeluk dirga.
"Jangan sampai ibu melihat b4jing4an itu, aku tidak akan biarkan gerry brengs3k itu menatap ataupun menyentuh ibuku!"batin dirga.
Farah pun melepas pelukan nya dan kembali duduk.
"Bu sebaik nya kita segera pergi dari sini, kita akan pesan minuman di tempat lain"ucap dirga merangkul sang ibu untuk menghalangi gerry untuk melihat farah.
"Ibu tidak boleh melihat atau pun tahu jika ayah ada di sini juga"batin dirga.
Sampai di mobil farah merasa heran dengan sikap dirga yang aneh" dirga ada apa dengan mu?"
"tidak ada apa apa bu"ucap dirga berusaha tenang."bu dirga ke toko sebentar,ibu tetap di dalam mobil.dirga ingin membeli minuman untuk ibu"
"baiklah"ucap farah.
Dirga pun berlalu pergi dari mobil nya dan kembali ke caffe untuk menemui gerry sang ayah.
__ADS_1