
Hingga malam hari tiba andi belum juga keluar dari kamar nya, sehingga membuat bulan terlihat tampak gelisah. Bulan pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu terus menerus namun andi tidak membukan kan pintu untuk nya.
Tak lama syam datang untuk membujuk andi membuka kan pintu. "Tuan ini sudah waktu nya makan malam hari tapi kenapa tuan terus berdiam di kamar, keluarlah tuan"ucap syam berusaha membujuk andi keluar dari kamar.
"Sekretaris syam aku sudah berkali kali mengetuk pintu dan membujuk tuan andi. Tapi tak ada jawaban ataupun suara lain nya. Sekretaris syam aku khawatir dengan keadaan tuan di dalam,sekretaris syam aku minta dobrak saja pintu ini"ucap bulan dengan wajah tampak khawatir.
"Bagaimana jika tuan marah, pintunya rusak"ucap syam.
"Aku yang akan bertanggung jawab. Ayo dobrak saja aku khawatir pada tuan"ucap bulan memohon membuat syam tidak bisa menolak toh ia juga khawatir dengan keadaan di dalam. Syam pun mendobrak berkali- kali hingga akhir nya pintu terbuka.
Pemandangan di dalam sungguh membuat kedua nya sangat terkejut dan sedih. Andi terlihat tergeletak di lantai dengan tubuh yang kotor karena darah.
"Tuan!!"teriak bulan langsung menangis dan memeluk andi.
Syam pun berteriak memanggil satpam dan mereka akhir nya membawa andi ke rumah sakit untuk di beri pertolongan.
Sepanjang perjalanan bulan tak henti menangis,ia begitu sangat takut kehilangan andi pria yang sangat ia cintai.
"Pasti karena kesedihan nya merindukan kedua orangtua nya, tuan berani berbuat nekat dengan mencoba bunuh diri. Kasihan sekali tuan andi hati nya sangat rapuh meskipun fisik nya kuat"batin syam terus melajukan mobil nya.
Sesampai di rumah sakit, andi langsung di tangani dokter.
"Nona tenanglah, tuan andi akan baik baik saja" ucap syam berusaha menenangkan bulan yang tak henti menangis.
"Sekretaris syam, kenapa tuan bisa seperti ini. Apakah ini salah ku?? Tapi sejak pagi hari aku tidak melakukan kesalahan ataupun membuat tuan marah. Hanya saja pada siang hari tuan terus memdiamiku dan saat aku bicara tuan membentakku. Sekretaris syam apakah kamu tahu mengapa tuan andi mencoba bunuh diri?"tanya bulan dengan suara tersedu-sedu.
"Jika aku jujur justru akan membuat nona bulan lebih bersedih karena penyebab ini menyangkut ayah nya. Tapi aku harus mengatakan apa pada nona bulan selain berkata jujur"batin syam.
__ADS_1
"Sekretaris syam tolong katakan ada apa sebenarnya pada tuan andi?"tanya bulan.
" sebenarnya pada siang hari tuan andi datang ke kantor polisi untuk menemui tuan sandi, dan saya mendapat kabar tuan andi menghajar tuan sandi hingga tak berdaya.setelah itu saya membawa tuan untuk kembali pulang. Dan mungkin penyebab ini terjadi karena tuan andi masih belum iklas dengan kejadian pembunuhan itu"ucap syam dengan hati-hati karena ia takut menyinggung perasaan bulan.
Bulan yang mendengar penuturan syam membuat ia sangat sedih karena andi belum juga memaafkan kesalahan ayah nya dan belum iklas dengan kepergian sarah.
"Begitu besar nya kemarahan tuan pada ayahku, hingga saat ini tuan belum juga memaafkan kesalahan ayahku bahkan belum juga memaafkan aku yang sama sekali tidak bersalah.kebencian nya pada ayah, membuat ku juga di oleh nya"batin bulan dengan sedih.
Tak lama dokter pun keluar dari ruangan membuat bulan langsung bertanya tanya kondisi andi.
"Kon-disi tu-an andi baik-baik saja nona"ucap dokter terbata bata baru menyadari keberadaan bulan.
Bulan dan syam pun sangat bersyukur karena andi baik baik saja.
"Tapi kondisi nya masih sangat lemah karena tuan andi banyak mengeluarkan darah di pergelangan tangan nya,kalau gitu saya permisi"ucap dokter langsung berlalu pergi tanpa mendengarkan ucapan terima kasih dari bulan.
Dokter wanita bernama RINJANI itu memasuki ruangan dengan air mata yang mulai menetes di pipi nya. Hati nya merasa sedih, tak tenang dan juga merasa takut.
"Maafkan saya nona.saya takut, itu sebab nya saya melakukan nya" ucap dokter rinjani menutup wajah nya dengan tangan nya sambil menangis.
Di ruang rawat bulan dengan telaten membersihkan tubuh andi yang benar benar kotor karena darah. Di tatap wajah suami nya membuat nya teramat sangat sedih. Cinta nya terbalas kan namun dendam itu masih ada di dalam diri andi.
Usai membersihkan andi tak lama farah dan dirga datang karena mendapat kabar dari syam.
Farah yang melihat bulan melamun menatap andi, ia langsung memeluk bulan karena khawatir dengan kondisi bulan yang terus menangisi andi.
"Gebby tenanglah, andi baik baik saja dan akan sadar"ucap farah dengan lembut.
__ADS_1
Sementara syam dan dirga tengah berada di luar ruangan untuk menjawab pertanyaan dirga.
Setelah mendengar penuturan syam membuat dirga sedih namun disisi lain dirga juga merasa kesal jika andi masih menyimpan dendam pada ayah bulan karena pasti bulan juga akan terkena imbas nya.
"Bulan aku janji aku tidak akan membiarkan andi menyakiti mu karena dendam nya. Aku akan selalu melindungimu. Aku sangat berhutangbudi padamu bulan. Aku akan melakukan apapun untuk menjaga mu"batin dirga.
Tak lama perlahan andi membuka mata nya dan menatap sekitar"dimana aku? Dan kenapa ada banyak orang?! Kenapa bukan mama papa yang ku lihat?!"batin andi menginginkan ia mati.
"Syukurlah akhir nya kamu sadar"ucap dirga.
"Apakah tuan ingin minum atau ingin sesuatu"tanya bulan dengan lembut.
"Tolong kalian semua keluar, aku ingin sendiri"ucap andi dengan lemah.
Dirga pun menatap semua orang dan memberi kode untuk keluar menuruti andi karena ia tahu suasana hati andi masih buruk.
kini tinggal andi dan dirga di ruangan itu. "Keluar tinggalkan aku sendiri"ucap andi dingin.
"Andi jangan pernah lagi untuk mencoba membunuh dirimu sendiri, mulailah untuk iklas dengan semua yang terjadi.percayalah semua akan menjadi indah setelah banyak nya kamu bersabar dengan segalanya. Jangan pernah merasa bahwa kamu sendiri, disini ada aku,ibuku,bulan,syam yang menyayangimu dan akan selalu ada untukmu"ucap dirga berusaha menasehati." Dan kamu juga harus memikirkan si kembar. Apa kamu tega sikembar lahir tanpa seorang ayah?, bagaimana jika mereka tumbuh besar dan bertanya di mana ayahnya, andi pikirkan baik baik sebelum bertindak"ucap dirga membuat hati andi merasa bersalah dengan tindakan nya.
Dirga pun keluar dari ruangan. Menatap bulan dengan tak tega. Entah perasaan apa yang ia tidak tahu,namun hati merasa sedih melihat bulan bersedih.
"Syam antarkan bulan dan ibuku kembali ke mansion mereka harus beristirahat"ucap dirga.
"Tapi aku ingin menemani andi"ucap bulan.
"Pikirkan kesehatan mu dan si kembar. Sekarang kembali ke mansion bersama ibu,biarkan aku yang menjaga andi"ucap dirga.
__ADS_1