
"Bulan aku ingin berbicara sesuatu padamu"ucap tania sambil fokus menyetir.
"Katakan"ucap bulan menatap tania.
"Apa kamu mencintai andi? Dan apa andi juga mencintaimu?"tanya tania.
"Aku sangat mencintai andi dan andi juga sangat mencintaiku. Bahkan bahagia karena kehadiran anak yang aku kandung ini"jawab bulan dengan bangga.
"Tapi aku tahu kehidupan mu pertama di kota lalu bersama andi, aku juga tahu tujuan andi menikahimu"ucap tania membuat bumil menatap nya tajam.
"Tahu apa kamu tentang kehidupanku dan pernikahan ku"ucap bulan dingin.
"Mudah bagiku untuk tahu"ucap tania memberhentikan mobil nya di pinggir jalan yang sepi.
"Oh oke sekarang benar apa yang aku sangka selama ini. Aku tahu kamu menyukai suamiku bukan?"ucap bulan dengan santainya.
"Ya aku menyukai dan mencintai andi sejak lama. Kamu juga pasti tahu aku akan merebut andi darimu"ucap tania tersenyum menyeringai.
"Oh itu tidak mungkin nona tania, karena aku tidak akan membiarkan kamu merebut suami ku"ucap bulan.
Tok
__ADS_1
Tok
"Keluar!"seorang pria bertubuh kekar tiba tiba datang dan mengetuk kaca sontak membuat terkejut.
Seketika bulan menjadi takut jika pria itu melukai perutnya yang besar.
Melihat bulan yang panik tania pun tersenyum menyeringai.
"Bulan jangan panik aku akan meminta bantuan pada dirga"ucap tania berpura pura panik.
"Ya tuhan tolong lindungi aku dan anak anak ku"batin bulan tak henti berdoa.
Pria bertubuh kekar itu terus mengetuk kaca dengan keras hingga mengancam akan memecahkan kaca mobil jika tak ingin membuka pintu.
"Lepaskan temanku!"teriak dirga dengan lantang.
Tanpa berkata dirga pun langsung menghajar 4 pria bertubuh besar itu.
"Jangan pernah kalian datang lagi dan mengganggu teman ku. Akan aku habisi kalian jika berani menyentuh temanku!"ucap dirga dingin setelah menghajar 4 pria itu.
Dirga pun langsung menghampiri bulan karena sangat mengkhawatirkan bulan dan si kembar."bulan apa mereka melukaimu"tanya dirga dengan khawatir.
__ADS_1
"Tidak. Terimakasih dirga sudah menyelamatkan ku"ucap bulan sedikit ketakutan.
"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu"ucap seorang pria yang tak lain teman teman dari 4 pria itu.
Dengan gerak cepat dirga langsung memeluk bulan dengan maksud melindungi bulan. Tania yang senang akan sesuai rencana pun akhir nya langsung memfoto dirga yang memeluk bulan. Berhasil mengambil gambar kini tania mengkode suruhan nya untuk pergi.
"Tenanglah bulan aku tidak akan membiarkan penjahat itu menembakmu. Aku akan melindungimu dan sikembar"ucap dirga terus memeluk bulan.
"Dirga penjahat itu sudah pergi"ucap tania.
"Benarkah?"ucap dirga masih tak percaya.
"Lihat ke belakang mu. Dia sudah pergi" ucap tania.
Dirga pun melepas pelukan nya dan benar saja penjahat sudah berlalu pergi dari tempat ini.
"Ayo bulan aku antar kan kamu pulang dan tania kamu bisakan pulang sendiri"ucap dirga menggenggam tangan bulan untuk masuk ke mobil nya.
"Ya. Hati hati"ucap tania menatap kepergian mobil dirga.
Tania pun kembali untuk pulang ke apartement nya dengan hati yang begitu senang.
__ADS_1
Sementara di mobil dirga terus berfikir dengan penjahat yang ingin menembak nya. Ia merasa ada sesuatu yang aneh karena tidak mungkin sudah menodongkan pistol namun penjahat itu tiba tiba pergi dan mengaapa hanya bulan yang menjadi incaran nya. "Ini ada yang tidak beres, aku harus siaga menjaga bulan"batin dirga.