Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 45


__ADS_3

"Pergi dari rumahku!!!"usir gerry setelah dirga berhenti menghajar nya.


"Jika keadaan ibuku semkin memburuk, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!!"ucap dirga penuh penekanan dan berlalu pergi.


Pagi hari tiba bilan telah berada di desa kasih, kerinduan nya pada tempat tinggal yang penuh kenangan kini terobati. Bulan pun masuk kedalam rumah kecilnya yang sudah lama terkunci.


Dilihat banyak foto dirinya dan sang ibu.membuat bulan benar benar merasakan hangat nya bersama ibu.


"Aku benar benar merasakan ibu masih ada"ucap bulan menatap ruangan yang biasa ia dan ibunya bersama.


"Oh jadi ini rumah nona, sangat sederhana dan bersih"ucap lia menatap sekeliling tempat.


Tak lama dua wanita datang dengan senang.mereka adalah dian dan diah teman bulan. Bulan pun memeluk mereka dengan hangat begitupun dengan lia yang juga berkenalan.


"Bulbul kamu sedang mengandung? Anak siapa ini"tanya diah.


"Sebelumnya aku minta maaf karena tidak memberi tahumu kalau aku sudah menikah"ucap bulan.


"Oh tidak apa apa bul.aku senang mendengarmu sudah menikah. Selamat ya"ucap dian.


"Bul dimana ibumu?"tanya diah.


"Ibu sudah tiada. Meninggal di kota baru,saat sedang berobat"ucap bulan membuat mereka terkejut dan ikut sedih.


"Kamu yang sabar ya bul. Ibumu pasti sudah tenang di surga"ucap dian.


"Ah iya bul beberapa bulan yang lalu ada seorang pria mencarimu"ucap dian.


"Siapa?"tanya bulan.


"Dia sangat tampan dan dari kota,tapi aku tidak tahu nama nya. Dia hanya berkata dia adalah teman mu"ucap dian.


"Bul coba kamu temui bu ratih karena aku menyuruh pria itu untuk bertanya keberadaanmu dari bu ratih"ucap diah.


"Baiklah aku nanti akan menemui bu ratih"ucap bulan.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu kita permisi mau pasar"ucap dian menggandeng sang adik.


Setelah kepergian teman teman nya. Bulan dan lia pun bersama sama membersihkan bingkai foto yang berdebu dan memasukan nya ke dalam kardus untuk di simpan.


"Lia setelah merapihkan ini kita akan segera pulang kekota"ucap bulan seraya merapikan foto foto kecilnya bersama sang ibu.


"Lho nona kita baru sampai lho disini"ucap lia.


"Aku takut tuan marah jika berlama disini"ucap bulan.


"Baiklah nona"ucap lia.


"Tapi kita ke warteg dahulu aku ingin bertemu bu ratih"ucap bulan.


Usai mereka pun pergi untuk menemui bu ratih di warteg.


"Ah iya lia setelah dari warteg kita kembali lagi ke rumah ya,aku melupakan sesuatu. Aku ingin mengambil foto kecilku untuk disimpan"ucap bulan cengengesan karena sudah dalam perjalanan ke warteg ia baru mengatakan.


"Baik nona"ucap lia sabar.


Sampai di warteg terlihat bu ratih yang tengah sibuk memasak, bu ratih yang melihat kedatangan bulan langsung mengakhiri masaknya.Dengan sopan bulan mencium tangan bu ratih.


"Iya bu bulbul sudah menikah"ucap belum.


"Ah iya bu bulbul mau tanya, apakah ada seorang pria mencariku?"tanya bulan.


"Iya bul, dia dari kota dan kesini mencarimu. Dia bilang teman kecilmu. Tapi ibu tidak tahu namanya karena ibu lupa bertanya.dan pria itu pasti mencarimu di kota baru karena ibu memberi tahu keberadaanmu di kota baru"ucap bu ratih.


"Apakah itu pian ya?? Aku kan hanya memiliki 1 teman laki-laki dan itu hanya pian. Aku yakin pria itu pasti adalah pian"batin bulan.


"Baiklah bu kalau begitu bulbul pamit pulang"ucap bulan berpamit.


Bulan bersama lia pun meninggalkan warteg dan kembali ke rumah bulan.


Sementara di kantor syam tersenyum setelah mendapatkan kabar tentang bul bul.ia pun langsung menemui andi.

__ADS_1


"Tuan saya mendapat kabar baik"ucap syam.


"Katakan kabar baik apa yang kamu maksud"ucap andi dingin.


"Tetangga nona bulbul menelepon saya dan mengatakan nona bul bul sudah kembali kerumah nya"ucap syam membuat andi tersenyum senang.


"Syam cepat sekarang juga kamu pergi ke desa kasih dan membawa bul bul menemui ku"ucap andi begitu senang.


"Baik tuan saya segera ke desa"ucap syam.


Tetangga yang melihat bulan pun kembali masuk kedalam rumahnya karena ia memang sangat tak akrab dengan bulan.


Usai mengambil foto kecilnya, bulan kembali mengunci rumah nya dan pergi untuk kembali ke kota.


Sementara di kantor andi tak henti henti tersenyum mengingat pertemuan pertama dengan bulbul. Ia sangat tidak sabar untuk bertemu bulbul yang selama ini ia cari.


"Aku sangat tidak sabar untuk bertemu denganmu bulbul, kamu pasti tumbuh menjadi gadis yang cantik dan baik hati. Aku berjanji apapun keinginan mu akan aku kabulkan. Aku ingin membalas semua kebaikan mu dengan cara membahagiakanmu. Oh tuhan aku sangat tidak sabar sekali.setelah sekian lama mencari bulbul kini akhirnya aku akan bertemu bulbul."ucap andi dengan senyum di mengembang di bibirnya.


"Andi sayang"ucap tania memasuki ruangan ceo.


"Andi aku sangat merindukanmu"ucap tania memeluk andi namun andi tak membalasnya hanya membiarkan tania memeluknya.


"Ada apa kamu kemari"tanya andi dengan wajah datarnya.


"Memang tidak boleh? Aku ini kekasihmu jadi dimana pun dirimu berada aku akan selalu ada"ucap tania menyentuh dada bidang andi.


"Oh"ucap andi singkat.


"Andi ruangan apa itu?"tanya tania menunjuk sebuah pintu yang berada diruangan ceo.


"Itu kamar"ucap andi sambil bermain ponselnya.


Seketika niat busuk muncul di otak tania untuk menjebak andi. "Ini waktu yang tepat untuk menjebak andi. Supaya andi akan menjadi milikku selamanya"batin tania tersenyum licik.


Dengan lembut tania terus menyentuh dada bidang andi dan meraih ponsel andi dan menyimpan nya.

__ADS_1


Andi yang kesal hanya diam dengan perlakuan tania.


Untuk menyingkat waktu tania pun perlahan mendekati wajah andi untuk berciuman.


__ADS_2