Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 13


__ADS_3

tak terasa mereka sudah menghabis kan bakso nya dan segera pergi setelah membayar karena bulan takut akan lebih dari tiga jam ia keluar rumah.


sampai di mansion Andi, bulan bernafas lega karena ia sampai belum lewat dari tiga jam.bulan pun meneguk minum nya begitu pun dengan Lia.


"Lia mbak aku ingin istirahat tidur sebentar nanti sebelum pukul lima Lia atau mbak tolong bangun kan aku ya"ucap bulan.


"iya nona"ucap bulan dan mbak ria.


bulan pun melangkah pergi untuk ke kamar.


sementara Andi usai makan siang ia memutus kan untuk pulang memberikan bulan hukuman yang sudah bulan langgar.


"Syam antarkan aku pulang.aku ingin memberi anak pembunuh itu hukuman"ucap Andi dingin.


"baik tuan"ucap Syam langsung melaju.


"hemm maaf tuan,saran saya tuan jangan terlalu kejam pada nona bulan ataupun terlalu benci pada nona bulan.karena tuan tidak akan tahu jika benci bisa saja menjadi cinta"ucap Syam sopan.


"jangan mengarang kamu Syam mana mungkin benci menjadi cinta! aku jika membenci akan selama nya membenci dan tidak akan berubah!"ucap Andi dingin.


"karena saya pernah mengalami nya. membenci seseorang namun pada akhir nya rasa benci saya menjadi cinta"ucap Syam.


"sudahlah Syam kamu fokus saja menyetir jangan banyak bicara"ucap Andi dingin.


"maaf tuan"lirih Syam kembali diam.


sesampai di mansion nya Andi benar benar membuat mbak ria dan Lia terkejut dan langsung berlari untuk segera membangun kan bulan.


tanpa mengetuk pintu Lia langsung menerobos masuk.


"nona...nona...bangun tuan sudah pulang"ucap Lia membuat bulan langsung terbangun.


"ini belum pukul lima lia"ucap bulan menatap jam dinding.


"saya juga tak tahu nona.tapi tuan sudah ada di luar"ucap Lia cemas.


dengan segera bulan pun berlari untuk menyambut pulang nya Andi.


sampai di depan pintu akhir nya bulan bernafas lega.


Andi pun datang dan langsung memberikan jas kerja nya pada bulan.


"apa tuan sudah makan siang?"tanya bulan sopan.

__ADS_1


Andi pun tak menjawab malah terus melangkah ke kamar nya.


"perasaan ku tak enak"batin bulan.


bulan pun mengikuti Andi yang sudah berada di kamar.sampai di kamar bulan menghampiri Andi dan membuka kan sepatu Andi.


usai.bulan pun menatap Andi yang menatap arah lain dengan datar tanpa bisa di tebak.


"maaf tuan aku tadi bertanya apakah tuan sudah makan siang?"tanya bulan lagi.


namun bukan nya menjawab justru Andi malah menampar keras bulan.


"kamu sudah berani melanggar aturan ku brengsek!"amarah Andi.


"a-ku tidak melanggar tuan"ucap bulan terisak menangis karena tamparan Andi sangat membuat pipi nya perih.


"kamu pikir aku tak tahu! kamu makan bakso di pinggir jalan bersama pelayan hah!"ucap Andi dingin dengan sorot mata kemarahan.


sementara bulan benar benar tak menyangka jika Andi mengetahui nya.


"maaf tuan aku salah"ucap bulan menunduk.


dengan kasar Andi pun menarik bulan untuk masuk ke kamar mandi.dan langsung menyiram bulan dengan air dingin sehingga membuat bulan basah kuyup dan kedinginan.


"ampun kan aku tuan...hiks...hiks"tangis bulan.


"maafkan aku tuan.aku janji tidak akan melanggar lagi"ucap bulan kedinginan.


tak ingin memaafkan Andi langsung keluar dan mengunci pintu kamar mandi nya.


"tuan tolong buka pintu nya tuan...hikss...hikss...aku kedinginan tuan....tolong maafkan aku tuan...hikss...hikss"tangis bulan menggedor gendor pintu.


bulan pun terduduk di lantai sambil terisak menangis.


"ibu....bulbul menderita Bu....bulbul menanggung semua kesalahan ayah... hikss....hikss"


"berlanjut nya penderitaan ini...lebih parah dari penderitaan yang ayah berikan.ayah memang lah sangat tega padaku dan ibu....namun ayah tidak pernah mengurung ku di kamar mandi....hikss...hikss,ayah juga sangat jarang menyakiti ku,walau aku pernah membuat kesalahan ayah paling tidak memarahi ku....hikss....hikss"ucap qinqin terisak menangis seraya menekuk lutut dan membenam kan wajah nya.


sementara Andi tersenyum senang tanpa rasa dosa sedikit pun ia begitu senang karena memberi bulan hukuman.


"aku yakin setelah ini anak pembunuh ini akan merasa kapok dan tidak akan mengulangi lagi kesalahan nya,dan akan lebih patut padaku.aku pastikan anak pembunuh itu sangat sangat menyedihkan hidup menderita bersama ku,karena aku tak segan segan terus membuat nya menangis"ucap Andi sambil menatap tajam kamar mandi dengan bibir nya yang tersenyum devil.


tak terasa malam hari tiba bulan masih setia berada di dalam kamar mandi.sampai sampai bulan tertidur di kamar mandi dengan pakaian yang masih setia basah dan tubuh nya yang kedinginan.

__ADS_1


tak lama bulan pun terbangun dari tidur nya menatap sekeliling kamar mandi.


ia kembali terisak menangis karena Andi benar benar sangat tega masih setia mengurung nya di dalam kamar mandi.sungguh malang nasibmu bulan.


sementara Mbak ria dan Lia begitu sangat khawatir yang tak kunjung melihat kehadiran bulan malam ini.


"kenapa nona bulan tak keluar dari kamar ya?"batin Lia menatap Andi yang tengah asik makan malam.


"biasa nya nona bulan selalu di samping tuan Andi saat tuan Andi makan"batin mbak ria yang juga menatap Andi yang sendiri menikmati makan malam.


"semoga nona bulan baik baik saja"ucap batin.


usai makan malam Andi pun kembali ke kamar nya.sampai di kamar nya ia teringat akan bulan,jujur dirinya sangat lupa jika sedari siang mengurung bulan di kamar mandi.


Andi pun melangkah ke kamar mandi dan membuka nya terlihat bulan yang tengah duduk melamun.namun melihat pintu yang di buka membuat lamunan nya buyar dan senang karena Andi membuka kan pintu.


tanpa berkata Andi melangkah ke ranjang nya.sementara bulan keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian bersih untuk berganti pakaian.


usai berganti pakaian bulan menghampiri Andi yang tengah bersender di ranjang sambil membaca buku.


"tuan aku ingin izin makan boleh?"pinta bulan meminta izin karena tak mau mengulangi kesalahan lagi.


"hmm"jawab Andi hanya berdehem saja.


peka akan Andi yang menyetujui bulan pun langsung berlalu pergi dari kamar untuk kedapur.


sampai di dapur terlihat Lia dan mbak ria yang tengah duduk tanpa ada pembicaraan.namun melihat bulan mereka langsung tersenyum dan bernafas lega jika bulan baik baik saja.


"mbak tolong buatkan makan untuk ku,tuan sudah memberi izinku makan"ucap bulan.


"baik nona"ucap mbak ria.


"nona apa tuan menghukum nona,sampai sampai nona baru keluar kamar?"tanya Lia.


"oh tidak kok Lia,tuan tidak menghukum ku,aku tak keluar keluar kamar karena aku sedang beres beres dan setelah itu aku tidur kembali"ucap bulan berbohong.sungguh istri idaman yang menutupi aib suami nya yang kurangajar.


🌼like


🌼 vote


🌼komen


🌼rate 5 bintang

__ADS_1


*karya masih dalam revisi ya gengs


favorit kan dan jangan lupa beri author hadiah ya 👇


__ADS_2