
"sudahlah kamu memang wanita tidak tahu diri apa kamu tak merasa memiliki suami hah!"ucap andi dingin.
"tuan hanya salah paham.tuan aku sudah mencegah dirga untuk tidak membantu ku namun dirga memaksa,aku tidak bisa berbuat apa apa tuan.dan percaylah qku hanya mencintai tuan dan hanya tuan suami ku"ucap bulan berusaha menyakin kan.
"omong kosong kamu adalah wanita murahan"bentak andi membuat bulan merasakan sakit hati saat andi mengatakan diri nya wanita murahan.
"lalu apa tuan menyadari apa tuan memiliki istri.apa selama ini tuan menganggap ku istri tuan?"tanya bulan.
plakk
andi menampar keras pipi mulus bulan.
"apa sekarang kamu mulai berani padaku hah!"bentak andi.
"aku hanya berkata pada tuan. apa selama ini tuan menganggap ku istri tuan?karena jika tuan menganggap ku istri,tuan tidak akan memperlakukan ku dengan kasar " ucap bulan terisak menangis sambil memegangi pipi nya yang merasakan perih sehabis di tampar andi.
"jika tuan tak ingin melihat ku dekat dengan dirga maka tuan katakan pada dirga untuk tidak mendekati ku"ucap bulan lagi.
"sekarang kamu memanggil teman ku dengan nama?sedekat apa kamu dengan nya?aku semakin yakin jika kamu memiliki hubungan dengan teman ku"ucap andi lagi lagi menampar bulan.
tanpa berkata lagi andi pun berlalu pergi.
sementara di luar dirga baru menyadari tak ada bulan.dirga yang celingak celingukan seketika melihat andi mengendarai mobil lain nya dan meninggal kan mansion dengan melewati nya tanpa menyapa.
tak lama bulan datang membuat mata dirga tertuju ke pipi bulan yang memerah.
"kenapa pipi mu?apa andi menampar mu?"tanya dirga.
"tidak ada urusan nya dengan mu sekarang aku mohon jangan lagi mengurusi urusan ku dan jangan pernah lagi berdekatan dengan ku.aku tidak mau andi salah paham jika kita dekat.aku mohon pada mu"ucap bulan.
"tapi aku tidak suka andi memperlakukan wanita seperti ini"ucap dirga.
__ADS_1
"aku katakan lagi jangan pernah mencampuri urusan ku! pergi kamu dari sini"usir bulan.
"baiklah"pasrah dirga berlau pergi dengan mobil nya.
"huh! andai saja andi seperti dirga yang tak suka melihat wanita di perlakukan kasar"gumam bulan.
sementara di desa kasih setiap hari syam datang ke rumah bulan berharap bulan atau yang di maksud bulbul segera kembali.
kini syam tengah seperti maling yang mengintip di jendela.di tatap dalam rumah ada sebuah foto seorang gadis yang pikir nya adalah bulan.dan seorang gadis dewasa namun tak begitu jelas di lihat karena bingkai foto itu terlalu jauh.
"ah sial aku tak dapat jelas melihat nya"kesal syam kembali pulang ke kontrakan nya.
sementara andi berada di sebuah club duduk sambil meminum minuman keras di temani wanita penghibur.
ini baru pertama kali nya andi meminum yang merusak kesehatan nya.karena memang andi sangatlah menjaga kesehatan nya untuk tidak minum minuman keras ataupun merokok.dan sekarang inilah yang terjadi pikiran andi begitu sangat kacau hingga tak mempedulikan kesehatan nya.
ntah mengapa andi sangat tidak suka jika bulan dekat dengan pria lain kecuali dirinya.
tak terasa sudah larut malam andi belum juga pulang membuat bulan sangat di buat khawatir.di malam yang dingin bulan duduk sendiri di luar menunggu andi pulang.
setelah lama menunggu berjam jam akhir nya sebuah mobil datang yan tak lain adalah andi.
andi keluar dari mobil dengan sempoyongan bulan yang melihat pun langsung membantu nya.
tercium bau alkohol membuwt bulan yakin jika andi tengah mabuk berat apalagi dengan tubuh sempoyongan.
"nona ini kunci mobil tuan kalau gitu saya permisi"ucap pelayan club yang mengantarkan andi pulang.
"terimakasih"ucap bulan.
mereka pun masuk hingga sampai di kamar.bulan yang ingin membantu andi berbaring kini malah justru dirinya yang berbaring karena andi yang mendorong nya.
__ADS_1
"bulan kamu sangat brengsek! aku tidak suka kamu dekat dengan pria lain!"ucap andi menindihi bulan bahkan ia membenam kan wajah nya di dada bulan tubuh mereka menempel tak ada ruang sehingga membuat bulan meraa berat ditindihi andi.
"bulan akan ku hukum kamu!"ucap andi dengan suara khas pengaruh alkohol.
"tuan aku janji tidak akan dekat dekat dengan pria lain selain tuan"ucap bulan sedikit ketakutan dengan perlakuan andi.
andi pun beranjak dan membuka pakaian nya hingga polos sehingga membuat bulan membelalakan mata nya dan ketakutan nya semakin memuncak.
"apa yang ingin tuan lakukan"ucap bulan gemetar.
tanpa menjawab andi langsung membuka seluruh pakaian bulan dengan kasar.bulan yang berusaha mempertahankan namun tak berdaya karena tenga andi lebih besar dari nya.
"kamu itu istri ku! kamu harus melayani ku"ucap andi dingin.
"tuan adalah suami ku sudah kewajiban ku melayani nya"batin bulan berusaha menghilang kan rasa takut nya untuk memberikan mahkota yang selama ia jaga untuk suami nya.
"lakukan lah tuan tapi aku mohon jangan lakukan dengan kasar"ucap bulan lembut.
"aku tidak peduli!"dingin andi kini hasrat nya sudah mulai memuncak setelah berhasil membuka pakaian hingga polos. di tatap nya setiap lekukan tubuh polos bulan membuat andi sudah tak memikir kan apa apa yang saat ini andi hanya memikir kan untuk menyalurkan hasrat nya pada wanita yang halal untuk nya.
tanpa berkata lagi andi langsung mencium bibir bulan dengan kasar sementara bulan berusaha tenang membalas ciuman andi.setelah lama berciuman andi berpindah ke leher jenjang bulan hingga meninggal kan stempel kepemilikan milik nya bahkan di dada bulan pun sudah di penuhi stempel kepemilikan nya karena malam ini andi benar benar sangat nafsu pada tubuh bulan.
bulan pun terus mendesah menikmati sentuhan andi yang pertama kali nya.
tanpa meminta persetujuan dari bulan.andi pun langsung beralih pada yang bagian intim.andi berusaha mengambil mahkota milik bulan.
bulan yang merasakan sakit membuat nya meneteskan air mata nya menahan rasa sakit yang tak dapat sekarang ia jelaskan.
"ternyata anak pembunuh ini masih murni dan aku yang pertama kali untuk mengambil mahkota nya"batin andi seraya terus berusaha menerobas pertahanan yang masih sangat sulit ia raih.
"tuan pelan pelan....rasa nya sangat sakit"ucap bulan terus meneteskan air mata nya.
__ADS_1
hingga tak lama adik kecil andi menerobos masuk dengan sempurna.
andi yang hasrat nya terus memuncak terus melancarkan aksi nya hingga mereka berdua saling mengeluar kan desahan yang mengisi kamar itu.andi semakin di buat bergairah menikmati malam panjang dengan penuh keringat pada kedua insan.