
Dirga pun merogoh ponsel nya dan melihat kan sesuatu pada andi."lihatlah ini foto gebby adikku. Gebby sangat mirip dengan bulan"ucap dirga dengan pelan karena takut sang ibu mendengar nya.
"Pantas saja sikap dan perhatian dirga pada bulan sangat berlebihan ternyata memang benar bulan sangat mirip dengan adik nya."batin andi.
Dirga pun menarik andi untuk berbicara berdua.
"Andi.percaya padaku,aku tidak memiliki rasa pada bulan. Aku peduli pada bulan karena bulan mirip seperti adikku gebby. Aku sangat menyayangi gebby. Jika aku melihat mu kasar padanya itu membuat hati ku sakit. Dan percayalah aku menganggap bulan seperti adikku sendiri"ucap dirga dengan tatapan serius.
"Ya"singkat andi kembali kembali bergabung dengan bulan dan farah yang tengah duduk bersama.
"Gebby kakak mu bilang kamu bersama teman mu dan akan pulang kerumah malam ini"tanya farah membuat bulan lagi lagi menatap dirga untuk meminta jawaban.
"Bu gebby tidak bisa pulang, gebby harus tinggal bersama suami gebby disini. Tapi ibu tenang saja gebby akan sering sering datang kerumah kak dirga"ucap bulan dengan lembut.
"Baiklah kalau begitu tapi ibu sangat merindukan mu. Jadi apa boleh ibu menginap sehari di sini"ucap farah membuat bulan melirik andi. Andi pun mengangguk iya.
"Iya bu ibu boleh kok menginap disini"ucap bulan membuat farah senang.
"Kalau gitu ayo kita kekamar, ibu ingin tidur bersamamu"ucap farah dengan senang.
Bulan pun mengiyakan dan membawa farah ke kamar tamu.
"Andi maafkan aku sudah merepotkanmu"ucap dirga merasa tak enak hati.
"Tidak apa apa. Aku senang melihat tante farah senang"ucap andi menepuk pundak dirga.
__ADS_1
"Terimakasih. Kalau gitu aku pamit pulang"ucap dirga.
"Hati-hati"ucap andi.
Setelah kepergian dirga.andi pun pergi untuk ke kamar. Sampai dikamar andi berbaring menatap sebelah yang tidak ada bulan membuat nya merasa kehilangan.
Sementara di kamar tamu farah bersama bulan tidur bersama mereka saling menatap wajah satu sama lain.
"Gebby, jika suatu hari kamu bertemu ayahmu. Kamu harus menghindar dari nya"ucap farah mengelus wajah bulan.
"Memang kenapa bu?"tanya bulan.
"Kamu pasti tahu alasan nya. Ayah kamu itu sangat kejam. Dia selalu menyiksamu dan kakak mu dirga. Bahkan berani menjual mu pada pria hidup belang. Ibu sangat takut jika kamu bertemu dengan nya. Ibu takut kamu dan dirga disakiti"ucap farah memeluk bulan.
"Apa karena ini yang membuat tante farah menjadi seperti ini?lalu dimana gebby berada?"batin bulan.
Melihat farah yang diam saja dalam pelukan nya ternyata farah sudah tidur. Perlahan bulan melepas pelukan nya dan keluar dari kamar untuk mengecek kamar andi.
Sampai di kamar andi, dengan hati hati bulan membuka pintu dan terlihat andi belum tidur."lho tuan belum tidur"ucap menghampiri.
"Kamu akan tidur bersama tante farah?"tanya andi.
"Iya tuan"ucap bulan duduk bersama andi.
"Tuan aku ingin bertanya, dimana keberadaan gebby putri tante farah??"tanya bulan.
__ADS_1
"Dia sudah tiada sejak usia 15 tahun karena di bunuh oleh ayah nya sendiri.hanya itu yang aku tahu"ucap andi membuat bulan benar benar tak menyangka.
"Tega sekali ayah nya"kesal bulan.
"Ayahmu juga tega membunuh ibuku"gumam andi masih terdengar oleh bulan dan membuat bulan seketika terdiam dan menatap andi.
"Tuan maaf, kalau gitu aku ke kamar tamu"ucap bulan dengan wajah yang tidak bisa di tebak.
Andi yang melihat wajah bulan seperti itu membuat nya sedikit bersalah. "Apa aku salah berbicara?? Tapi yang ku katakan itu benar"gumam andi merasa heran.
Andi pun merebahkan tubuhnya di kasur. Menatap langit langit kamar lalu memejam kan mata nya. Namun lagi lagi membuka mata nya karena ia tak bisa tidur.
"Aku terbiasa tidur di peluk bulan. Dan sekarang tidak ada bulan membuat ku tidak bisa tidur"kesal andi.
Andi pun berusaha memejam kan mata nya.
"Aku akan menemani tuan tidur"ucap bulan yang tiba tiba berada di samping andi dan memeluk andi membuat andi membula mata nya kembali.
Tanpa berkata andi justru memeluk bulan juga membuat bulan begitu senang karena ini baru pertama nya tanpa gengsi andi memeluk nya.
"Aku sangat mencintai tuan. Apakah tuan mencintai ku?"tanya bulan membuat andi bingung harus mengatakan apa.
"Aku tidak tahu dengan perasaan ku sendiri. Disisi lain aku marah karena bulan adalah anak dari pembunuh mama.disisi lain aku mengakui tidak bisa hidup tanpa nya dan tubuh bulan adalah candu bagiku. Pelukan nyaman hanya bulan.aku bingung apakah aku benar benar mencintai bulan?"batin andi.
"Kenapa tuan diam saja. Aku butuh jawaban tuan"ucap bulan menatap lekat wajah andi.
__ADS_1
"A-aku j-uga men-cintaimu"ucap andi terbata bata namun hati nya seketika menyesal karena mengatakan nya.