
sementara di luar mobil Andi tengah berbincang dengan Syam mengenai keluarga pembunuh yang tewas.
"pembunuh yang tewas itu tidak memiliki keluarga tuan"ucap Syam.
"baiklah jadi sasaran ku hanya lah bulan"ucap Andi tersenyum menyeringai.
"lalu bagaimana dengan pencarian bulbul apa kamu sudah menemukan titik terang mengenai bulbul"tanya Andi.
"belum tuan,mencari nona bulbul sangat sulit karena kita tak tahu dimana tempat tinggal nya.dan kampung yang dulu tuan tinggal sangat lah luas"ucap Syam.
"baiklah Syam,kamu terus saja cari keberadaan bulbul dan selalu bertanya pada setiap orang"ucap Andi.
"baik tuan"ucap Syam.
Andi pun memasuki mobilnya dan tersenyum pada bulan.
"maaf menunggu lama"ucap Andi.
"tak apa"ucap bulan.
Andi pun melajukan mobil nya dengan santai.
sesampai nya di rumah sederhana bulan.bulan langsung terkejut saat melihat Amira yang tergeletak di lantai.
dengan penuh khawatir serta panik bulan langsung menghampiri Amira.
"ibu bangun...ibu kenapa"ucap bulan dengan penuh khawatir.
"sebaik nya kita bawa kerumah sakit"ucap Andi langsung menggendong Amira dan membawa nya ke mobil nya.
sepanjang perjalanan bulan tak henti menangis menatap sang ibu yang belum juga sadar kan diri.hati nya begitu sangat takut jika Amira akan meninggalkan nya.
sesampai nya dirumah sakit Amira langsung di tangani dokter.
"ibu... hiks...hiks"tangis bulan tersedu sedu.
"tenanglah ibu mu akan baik baik saja"ucap Andi memeluk bulan.
tak lama dokter pun keluar.
"bagaimana kondisi ibu saya dok?"tanya bulan.
"kondisi ibu nona saat ini sangat lemah dan perlu perawatan disini"ucap dokter.
"terima kasih dok"ucap Andi.
"aku tidak memiliki uang untuk membayar jika ibu menginap disini"gumam bulan masih terdengar Andi.
"tenang saja biarkan aku yang membayar semuanya"ucap Andi.
"terimakasih aku janji akan mengganti uang tuan"ucap bulan langsung berlalu masuk untuk menemui sang ibu.
terlihat Amira yang sudah sadar dan tersenyum melihat kehadiran putri nya.
"ibu membuat ku sangat khawatir"ucap bulan terisak menangis memeluk Amira.
"ibu baik baik saja kok sayang"ucap Amira tersenyum dengan wajah pucat.
"ah iya siapa pria ini?"tanya Amira.
__ADS_1
"aku Andi Alfian teman nya bulan"ucap Andi dengan sopan.
"pasti kamu yang mengantarkan Tante kerumah sakit.tante ucap kan terimakasih"ucap Amira.
"sama sama tante"ucap Andi.
"bulan kamu pulanglah pasti kamu capek kan sehabis pulang kerja.ibu gak papa kok sendiri disini"ucap Amira.
"tidak bu.aku mau disini aja menemani ibu"ucap bulan.
"bulan tenanglah ibu mu akan di jaga dengan orang ku"ucap Andi.
"baiklah"ucap bulan.
"sekarang pulanglah dan istirahat.andi Tante titip bulan ya"ucap Amira.
"iya tante"ucap Andi.
bulan bersama Andi pun berpamit pada Amira untuk pulang.
tak terasa sudah beberapa hari berlalu kini bulan sudah mulai akrab dengan Andi yang selalu ingin dekat dengan nya.dan di setiap hari bulan juga selalu mengunjungi rumah sakit untuk melihat keadaan Amira.
dan Andi juga selalu berusaha untuk membuat bulan jatuh cinta dengan melakukan berbagai kepalsuan.
"bulan aku takut akan ada pria lain mendekati mu dan berusaha memiliki mu,izin kan aku secepat nya menikahi mu.hari berganti hari aku selalu memikirkan mu dan rasa cinta ku padamu terus bertambah"ucap Andi.
"jujur, seiring nya waktu berjalan aku mulai jatuh cinta pada tuan namun belum sebesar tuan mencintaiku"ucap bulan tersenyum dan sudah memikir kan matang matang untuk mengatakan perasaan nya pada Andi.bulan juga sangat yakin jika Andi adalah pria baik.
"benarkah? terimakasih"ucap Andi memeluk bulan dengan bahagia.
"kamu mau kan menikah dengan ku?"tanya Andi.
"mau tuan"ucap bulan.
"iya andi"usap bulan tersenyum bahagia.
Andi pun kembali memeluk bulan sambil tersenyum menyeringai.
"setelah kita menikah maka penderita akan di mulai!"batin Andi bahagia.
tak lama ponsel bulan pun berbunyi.
"dokter?"ucap bulan langsung mengangkat nya.
"ada apa dok?"tanya bulan.
"........"
seketika bulan pun terduduk lemas sambil terisak menangis.
"ada apa dengan ibu mu?"tanya Andi.
"ibuku meninggal dunia...hiks...hiks"tangis bulan langsung mendapat pelukan hangat Andi.
"jangan menangis,sekarang kita kerumah sakit"ucap Andi.
"iya"bulan menghapus air matanya yang terus mengalir di pipi nya.
sesampai nya di rumah sakit bulan langsung berlari masuk dan memeluk Amira yang tertutup kain.
__ADS_1
sambil terisak menangis perlahan bulan membuka kain untuk melihat wajah Amira.
"ibu...hiks...hiks"tangis bulan.
"kenapa ibu secepat ini pergi...aku tidak bisa tanpa ibu...hiks...hiks"
"ibu aku mohon jangan tinggal kan aku...hiks...hiks"
Andi yang melihat pun ikut meneteskan air mata teringat akan kematian Sarah yang di bunuh sandi ayah bulan.
"ma Andi sangat rindu mama papa.pasti disana mama papa di pertemukan kembali"batin Andi.
skip
usai pemakaman Andi pun mengajak bulan untuk segera pulang karena cuaca sedang tak mendukung.
"tuan saya ingin bicara dengan tuan"ucap Syam.
"baiklah.bulan kamu duluan masuk ke mobil"ucap Andi.
"iya"ucap bulan memasuki mobil Andi.
"katakan ada apa?"tanya Andi dingin seperti biasanya.
"tuan saat pencarian nona bulbul saya di pertemukan dengan tetangga nona bulbul.memberi tahu rumah nona bul bul.dan saya juga sudah mengetahui rumah nona bulbul"ucap Syam membuat senyuman terukir di bibir seksi Andi.
"sungguh aku sangat bahagia aku sangat berharap secepat nya di pertemukan dengan bulbul"batin Andi senang.
"sekarang kamu cari bulbul walau harus keliling negara ini"perintah Andi.
"baik tuan"ucap Syam berlalu pergi.
"aku sangat tak sabar bertemu mu bulbul"batin Andi seraya memasuki mobil.
Andi pun melajukan mobil nya.
"Andi aku perhatikan kamu dan sekretaris syam sangat serius dalam berbincang tadi"ucap bulan.
"iya.karena tadi aku dan Syam membicarakan masalah perusahaan"ucap Andi berbohong.
bulan pun hanya ber oh ria.
"bulan esok kita akan menikah"ucap Andi membuat bulan terkejut.
"secepat itu?Kitakan belum mempersiapkan segalanya"ucap bulan.
"aku yang akan mengurus segalanya lagi pula kita akan menikah hanya di hadiri sedikit orang saja karena aku memilih menikah secara tertutup"ucap Andi
"tidak apa kan tidak ada pesta"tanya Andi.
"ah tidak apa apa andi"ucap bulan tersenyum.
"kamu selalu saja membuat ku merasa senang karena selalu menurut padaku"ucap Andi mengelus kepala bulan.
"karena aku adalah calon istrimu"ucap bulan tersenyum manis.
🌼like
🌼vote
__ADS_1
🌼komen
🌼 rate 5 bintang