Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 30


__ADS_3

Sambil melajukan mobil nya, andi berinisiatif untuk membelikan bulan buah buahan karena ia ingin bayi yang di kandung bulan selalu sehat.


Sampai di supermarket andi membeli beberapa buah dan banyak makanan ringan.


Usai...


Andi melanjutkan perjalanan nya menuju mansion nya berniat ingin memberi kan yang ia beli tadi.


Sampai di mansion nya terlihat bulan yang tengah duduk sendiri sambil menonton televisi. Andi pun menghampiri nya membuat bulan yang melihat nya begitu senang.


"Tuan..." ucap bulan beranjak dan berlari memeluk andi.


"Tuan ini masih pagi tapi kenapa tuan kembali pulang?" Tanya bulan.


"Bukan ur-"ucap andi terhenti teringat akan perkataan sekretaris syam. Untuk bersikap baik pada bumil.


"Aku malas ke kantor, badan ku terasa sakit sejak kemarin" ucap andi beralasan.


"Ini apa tuan?" Tanya bulan menatap bingkisan.


"Ini untuk mu" ucap andi memberikan dua bingkisan itu pada bulan.


Dengan senang hati bulan menerima nya dan memeluk andi karena ia begitu bahagia ternyata andi memperhatikan nya. Ada perasaan nyaman dan hangat pada diri andi saat di peluk oleh bulan.


Bulan pun memberi bingkisan itu pada lia untuk di simpan.


"Tuan, terimakasih aku sangat senang tuan perhatian padaku"ucap bulan dengan wajah menggemas kan.


"Jangan ge'er aku hanya memperhatikan bayi yang kamu kandung" ketus andi.

__ADS_1


"Apa tuan mengakui ini anak tuan?"tanya bulan dengan hati hati.


"Ya" ucap andi dengan malas.


"Syukur deh, akhir nya tuan mengakui anak kita. Pasti si kembar sangat senang mendengar nya"ucap bulan membuat andi membelalakan mata nya.


"Kembar?!" Tanya andi masih tak percaya


"Iya tuan, kenapa tuan begitu terkejut? Aku sudah mengatakan ini pada tuan saat kemarin malam itu"ucap bulan heran.


"Aku tidak tahu"ucap andi.


"Jadi apa tuan senang dengan hal ini?"tanya bulan.


"Aku lelah, aku ingin istirahat"ucap andi dengan wajah datar dan berlalu pergi ke kamar nya tanpa menjawab pertanyaan bulan.


" aku tak sabar menunggu kelahiran si kembar, rasa nya aku ingin segera di panggil papa oleh mereka.pasti di surga mama dan papa sangat senang mendengar kabar ini.mama papa akan memiliki cucu kembar"ucap andi dengan girang terus tersenyum.merebahkan tubuh nya di kasur.


Sementara di balik pintu bulan mengintip dan mendengar setiap perkataan andi. Hati nya begitu senang karena andi juga bahagia dengan kehadiran si kembar. Dan ada sedikit perubahan pada andi.


"Terimakasih sayang, kehadiran kalian di perut mama membuat papa mu berubah perlahan. Sayang Kalian dengar papa kalian sangat senang dengan kehadiran kalian"ucap bulan mengelus perut datar nya. Dan melangkah masuk.


"Tuan" panggil bulan menghampiri andi.


"Ada apa? Apa makanan yang aku beri belum cukup?" Ucap andi tanpa menatap bulan.


"Kata nya tuan lelah jadi aku ingin pijit kan tuan. Tuan mau?"ucap bulan.


"Tidak perlu, sebaik nya kamu diam dan istirahat dan jaga kandungan mu. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada si kembar" ketus andi fokus menatap ponsel nya.

__ADS_1


"Hmm baiklah....tapi tuan" ucap bulan sedikit ragu.


"Ada apa lagi?" Kesal andi.


" apa tuan masih membiar kan ku tidur di sofa? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada sikembar. Bagaimana jika aku jatuh saat tidur? Apa tuan ingin hal itu terjadi?"ucap bulan membuat andi membuang nafas kasar nya.


"Tidur disampingku"pasrah andi.


Dengan senang bulan langsung berbaring di samping andi. Dan tanpa persetujuan andi, bulan langsung memeluk andi.


"Jangan memeluk ku" ketus andi.


"Tuan ini keinginan kembar" ucap bulan dengan wajah memelas namun menggemas kan.


" ya ya ya" jengah andi membalas pelukan bulan.


Tanpa ruang mereka berpelukan perasaan saling nyaman dan hangat membuat bulan terlelap tidur dengan cepat.


Sementara di ruang utama dirga begitu sibuk memasukan banyak barang ke mansion andi membuat para pelayan terus melongo bagaimana tidak, si kembar saja belum lahir namun dirga begitu heboh membeli kan pelengkapan bayi kembar.


Andi yang mendengar suara dirga pun di buat jengah. Perlahan melepaskan pelukan nya, beranjak keluar kamar nya.


Terlihat banyak perlengkapan bayi kembar dan terlihat dirga yang tersenyum pada nya.


"Hei bro dimana bulan?" Tanya dirga.


" tidur!" Jawab andi sinis.


" baiklah jadi sampai kan ini pada bulan. Aku memberi kan ini untuk sikembar. Dan selamat untuknya dan juga kamu karena akan menjadi orangtua" ucap dirga.

__ADS_1


__ADS_2