Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 22


__ADS_3

"bulan ambil kan laptop ku diruang kerja ku!"perintah andi dengan dingin.


"baik tuan"ucap bulan langsung berlalu keruang kerja andi.


"andi tidak bisa kah kamu berkata lembut pada istri mu"ucap dirga.


"jangan mencampuri urusan ku!"ucap andi dingin.


"aku tidak mencampuri urusan mu aku hanya memberi tahumu jangan sampai kamu menyesal karena sikap mu pada bulan yang jelas jelas adalah wanita baik"ucap dirga.


"bulan adalah anak pembunuh dan bulan sama saja seperti orang tua nya!"ucap andi.


"apa kamu belum menyadari nya andi.jika bagimu bulan wanita tidak baik,mungkin hari ini juga dia kabur dari mansion mu namun ia masih bertahan di sini dan sangat sabar melayani mu"ucap dirga.


"apa kamu menyukai bulan!"tanya andi dingin.


"tidak!"ucap dirga.


"tapi kenapa kamu selalu membela nya!"ucap andi dingin.


"aku hanya tidak suka seorang wanita baik di perlakukan kasar.dan aku tidak ingin membuat kamu kehilangan wanita sebaik bulan"ucap dirga yang sudah sangat menganggap andi seperti saudara nya.


"katakan saja jika kamu menyukai nya!"bentak andi mendorong bulan pada dirga setelah mengambil alih laptop nya.


dirga pun langsung menangkap bulan yang ingin terjatuh.


bulan pun terkejut dengan tindakan andi.dengan segera ia menghindar dari dirga yang memegang lengan nya.


"andi apa yang kamu lakukan!"ucap dirga dingin.


"kamu ambil saja sampah ini.aku tahu kamu menyukai nya"ucap andi dingin.


plak


dirga menampar keras"jaga ucapan mu andi!"amarah dirga.


"kurangajar kamu menampar ku!"amarah andi.


bughh!


menonjok dirga.

__ADS_1


"tuan tuan sudah"ucap berusaha memisahkan.


"bulan wanita sebaik mu rasanya tidak pantas menjadi pendamping bajing*n ini"ucap dirga menatap dingin andi.


"jangan pernah berkata seperti itu! aku pantas menjadi pendamping tuan andi! aku sangat mencintai nya!"ucap bulan tak terima.


andi pun menyingkirkan kasar tangan bulan yang memegang lengan nya.


"pergi kamu dari sini!"bentak andi mengusir dirga.


"aku harap suatu saat nanti kamu merasakan hidup penuh penyesalan andi!"dingin dirga berlalu pergi.


setelah kepergian dirga andi pun menarik kasar bulan membawa nya kesebuah ruangan yang tak lain adalah gudang.


"tuan aku mohon jangan kurung aku di gudang ini"ucap bulan memohon.


tanpa berkata lagi andi langsung mendorong bulan dan mengunci gudang itu.


"tuan aku mohon jangan kurung aku"tangis bulan menggedor gedor berharap andi membuka kembali pintu.


tanpa rasa iba andi pun berlalu pergi untuk ke ruang kerja nya.sementara lia dan mbak ria serta pelayan lain nya begitu sangat kasihan pada bulan namun mereka tak tahu harus berbuat apa.


sementara di dalam gudang bulan tak henti menangis.andi benar benar tega mengurung nya di gudang.ntah ini takdir atau nasib mengapa membawa bulan dalam penderitaan yang lebih parah dari sebelum nya.


"kapan aku mendapat kan kebahagiaan. dan kapan andi mencintai ku.hiks...hiks...kenapa aku begitu menyedihkan. hiks...hiks"tangis bulan.


tak terasa beberapa minggu berlalu bulan seperti biasa menjalan kan aktivitas nya seperti biasa di rumah bak neraka.ia begitu sangat sabar menghadapi segala nya.


dan untuk hubungan persahabatan andi dan dirga begitu sangat renggang karena memang andi sangat tidak suka diega membela atau pun mendekati bulan.


pagi ini andi mengurung kan niat nya untuk pergi ke kantor,ntah mengapa ia hanya ingin bermalas di dalam kamar di temani bulan yang seperti biasa rebahan di sofa sambil memain kan ponsel nya yang sudah di benarkan.dan bulan juga sempat menolak pemberian ponsel dari andi dengan alasan ponsel lama nya masih bisa di gunakan kembali.


melihat bulan yang berbaring membuat hasrat andi tiba tiba muncul saat menatap bulan yang hari ini bagi nya terlihat seksi di mata nya.


bulan yang merasa di perhatikan pun di buat salting dan berusaha tenang.


"ah sial kenapa aku sangat menginginkan nya"batin andi kesal.


"apa tuan butuh sesuatu?"tanya bulan memberanikan diri untuk bertanya.


"tidak"singkat andi.

__ADS_1


bulan pun kembali fokus beralih pada buku.


"ternyata anak pembunuh itu sangat cantik juga"gumam andi tanpa sadar.


andi pun beranjak bangun dari kasur namun seketika dirinya terjatuh ke lantai karena tersandung.


bulan yang melihat pun sontak menghampiri andi dan membantu nya.


"apa tuan merasa pusing?"tanya bulan.


hasrat yang semakin memuncak karena andi sangat mengingin kan nya.andi pun malah mencium bibir bulan.


sontak membuat bulan terkejut dan tak tahu harus apa.ia begitu merasa aneh pada suami nya.


"apa tuan sedang mabuk?"batin bulan.


"kamu harus melayani ku!"perintah andi seraya menjatuh kan bulan ke ranjang nya.


semenjak pertama berhubungan badan dengan bulan membuat andi sangat terobsesi dengan tubuh bulan.namun ego andi yang selalu membuat andi menahan diri.dan hingga saat ini andi meminta hak nya yang kedua kali nya karena pertahanan ego nya kalah.


siang hari tiba olahraga panas pun berakhir,kedua insan begitu sangat lelah dengan keringat bercucuran.hari ini andi benar benar puas karena dapat menyalurkan hasrat nya yang selama ini ia tahan.


di tatap nya wajah lelah bulan yang tertidur pulas karena ulah nya.


"apa aku mulai mencintai bulan?tapi mengapa aku sangat membenci nya. karena ayah nya membuat mama ku tiada"gumam andi terus menatap wajah bulan.


"ah jangan sampai aku mencintai bulan. lebih baik aku membenci nya selamanya"gumam andi.


tanpa sadar bulan pun memeluk andi dan membenamkan wajah nya di dada bidang andi.


andi yang di peluk pun sontak terkejut.ingin marah?tentu karena memang baginya bulan sudah lancang.namun melihat lelah nya bulan karena nya membuat nya mengurungkan niat nya dan malah justru andi membalas pelukan bulan.


tidak ada ruang di antara pelukan mereka membuat andi merasakan ketenangan dalam jiwa nya saat memeluk bulan.


andi tak henti berfikir mengenai perasaan nya terhadap bulan.ia begitu tak bisa membedakan antara cinta dengan nafsunya terhadap tubuh bulan yang selalu membuat nya merasakan ingin.


"ah aku pusing.aku harap ini bukan cinta"batin andi memejam kan mata nya.


sementara dirga sudah beberapa hari ini tak mengunjungi mansion andi. dan kini ia mengunjungi nya dengan niat melihat keadaan bulan.dirga begitu sangat menyayangi andi dan bulan.dirga terbilang pria yang penyayang ia takkan membiarkan andi melakukan kesalahan karena dendam kematian sarah.


tanpa berkata lagi dengan pelayan,dirga pun menaiki tangga untuk kekamar andi.

__ADS_1


sampai di kamar andi perlahan dirga membuka pintu.mengintip sedikit dirga di buat terkejut dengan pemandangan yang membuat nya senang namun masih tanda tanya.


__ADS_2