
Terlihat tania yang tengah duduk di ruang tamu membuat andi menghampiri nya.
"Kenapa kamu tidak pulang?"tanya andi.
"Aku ingin jalan jalan bersamamu"ucap tania dengan manja.
"Hmm baiklah"ucap andi merangkul tania.
Mereka pun berlalu pergi mansion,sepanjang perjalanan andi terus terdiam memikirkan perasaan nya. Ia benar benar tidak mengerti dengan jantung nya yang tidak biasanya terjadi degupan kencang.
"Apa aku mulai menyukai bulan??ah tapi tidak mungkin....tapi saat melihat tubuh bulan seperti candu bagiku. Bahkan pelukan itu sangat membuatku nyaman dan damai.hufftt ada apa dengan ku, andi kamu harus ingat bahwa bulan adalah kekasih dirga. Kamu tidak tidak pantas menyukai bulan"batin andi.
Sampai di sebuah mall mereka berhenti berniat untuk shopping di mall. Namun kebetulan ada dirga yang melihat nya di kejauhan.
"Pasangan menjijikan itu sudah berani pamer kemesraan"ucap dirga menatap andi dan tania bergandeng mesra.
"Tania! Aku tidak akan membiarkan kamu merebut andi dari bulan!"ucap dirga melangkah untuk menemui merka namun langkah nya terhenti oleh seorang pria yang memanggil nya.
"Tuan dirga"panggil seorang pria tak lain sekretaris syam.
__ADS_1
"Tuan tolong jangan membuat keributan ini di mall"ucap syam.
"Tapi aku tidak bisa melihat mereka seperti itu. Apa andi tidak memikirkan perasaan bulan"ucap dirga kesal.
"Saya tahu, hanya saja ini di mall dan tidak enak di lihat banyak orang jika tuan dan andi membuat keributan"ucap syam.
"Hm baiklah,kamu tetap awasi mereka. Jangan sampai mereka bertahan lama"ucap dirga berlalu pergi.
Di mansion di taman bunga bulan duduk sendiri. Bulan menjadi sedih karena teringat almarhumah sang ibu. Hati nya lagi lagi di kalut kesedihan karena hanya satu satu nya sang ibu yang menyayangi nya. Meskipun ayah nya masih ada namun tidak menyayangi bulan.
"Ibu aku merindukan ibu. Seandai nya ibu masih ada, pasti ibu senang melihat akan memiliki cucu. Kehilangan ibu adalah hal paling menyakitkan untuk ku. Aku belum sempat membahagiakan ibu dan membalas semua jasa-jasa kebaikan ibu namun ibu terlebih dahulu pergi selamanya"ucap bulan mengingat kenangan bersama sang ibu.
"Setelah aku bercerai aku tidak tahu apa lagi tujuan hidup ku jika andi benar benar memisahkan aku dan anak anak ku. Aku benar benar tidak sanggup hidup tanpa anak ku. Ya tuhan jika takdir sudah di tetap kan, aku mohon hanya satu pinta ku. Aku tidak ingin berpisah dari anak anak ku"ucap bulan terisak menangis.
"Jika menangis bisa membuat nona tenang maka menangislah sepuas nona"ucap lia duduk bersama bulan.
Tanpa berkata bulan memeluk lia dan berisak menangis sejadi-jadi nya. Hati nya begitu hancur di kala mengingat akan di pisahkan dengan anak anak nya ketika lahir.
"Nona yang sabar ya, nona harus yakin bahwa keputusan tuan andi bisa berubah"ucap lia ikut sedih.
__ADS_1
"Bagaimana keputusan itu benar benar terjadi lia?"tanya bulan terus meneteskan air mata nya.
"Nona tidak boleh berfikir seperti itu. Saya yakin tuan andi masih memiliki hati baik untuk tidak memisahkan nona dan si kembar"ucap lia.
"Lia jika andi benar benar memisahkan ku dari anak anak ku. Aku mohon padamu untuk menjaga dan mengurus anak ku. Hanya kamu yang aku percaya. Aku titipkan anakku padamu, aku mohon jaga dan rawat anakku seperti anakmu sendiri.aku tidak bisa membayang kan jika anakku di urus wanita lain"ucap bulan dengan serius.
"Nona, masih ada kesempatan untuk membuat tuan andi percaya,nona jangan pernah menyerah. Apapun itu saya akan selalu mendukung nona.ayolah nona,jangan mau kalah dengan pelakor itu. Dia jelek dan pendek. Udahlagi berdandan seperti badut. Jika di bandingkan dengan nona tentunya nona lebih cantik dari pelakor jelek itu. Nona cantik tubuh ideal dan seksi"ucap lia membuat bulan sedikit tersenyum.
"Lalu apa yang harus aku lakukan lia?"tanya bulan.
"percaya diri dan tunjukan nona adalah wanita kuat dan akan menyingkirkan pelakor jelek itu"ucap lia dengan semangat.
"Oke aku harus semangat menyingkirkan pelakor itu"ucap bulan dengan semangat.
Tak lama andi kembali pulang setelah menghabiskan waktu nya bersama tania.
Bulan yang melihat langsung menghampiri andi dan membantu andi yang membawa banyak perlengkapan bayi.
"Wah tuan apakah ini untuk sikembar"ucap bulan dengan senang.
__ADS_1
"Tentu saja ini untuk anakku"ketus andi membuat bulan terdiam.
Sampai di kamar mereka merapihkan nya untuk si kembar. Perlahan bulan mendekati andi dan duduk di samping andi.