
"Tega sekali kamu andi! Akan memisahkan ibu dari anak anak nya. Di mana hatimu dan otak mu itu!"ucap dirga dingin.
"Sebaiknya kamu pergi dari rumahku dan jangan pernah kembali kesini!"usir andi pada dirga.
"Aku akan tetap kemari selama rumahtangga mu tak harmonis. Dan aku tidak akan membiarkan kamu berbuat kasar pada bulan!"tegas dirga berlalu pergi.
"Oke semua sesuai rencana dan berhasil. Sekarang aku pulang untuk merayakan ini. Dan esok akan kembali menemui kekasih ku andi"batin tania dengan hati yang begitu senang.
"Andi kalau gitu aku pamit pulang, aku malas melihat wanita kampung itu"ucap tania dengan sinis menatap bulan.
"Baiklah hati hati"ucap andi.
Setelah kepergian tania dengan rasa tidak peduli andi berlalu pergi ke kamar nya namun bulan mengintili nya.
Sampai di kamar andi merebahkan tubuhnya di kasur dan begitu pun dengan bulan.
"Tuan aku mohon percaya padaku. Dan jangan dengarkan wanita jahat itu"ucap bulan dengan nada yang masih begitu sedih.
"Diam! Keputusan ku sudah bulat. Aku akan menceraikan mu setelah melahirkan si kembar!"ucap andi memejam kan mata nya.
Sementara bulan lagi lagi menangis."ya tuhan bantu aku untuk meyakinkan suamiku"batin bulan.
Tak lama bulan pun terlelap tidur bersama andi.
Sementara di caffe tak jauh dari mansion andi. Dirga mengajak syam bertemu. Kini mereka tengah berada di caffe. Syam yang tak tahu kejadian tadi pun merasa heran karena tidak biasanya dirga mengajak bertemu dan melihat wajah dirga yang terlihat sehabis marah.
"Syam kamu dari mana saja?"tanya dirga.
"Aku keluar shabis menemui teman ku,memang kenapa?"ucap syam.
Dirga pun menceritakan semua yang terjadi sontak membuat syam terkejut."tidak seharusnya tuan andi seperti itu pada nona bulan. Apalagi nona bulan tengah mengandung anak nya juga"ucap syam yang juga kesal pada tuan nya.
"Syam kamu yang terus bersama andi dan selalu berada di mansion. Aku mohon kamu terus menjaga dan memantau bulan. Dan kabari aku jika andi berbuat macam macam pada bulan"pinta dirga.
__ADS_1
"Tapi tuan ada pertanyaan di benak saya tentang tuan"ucap syam.
"Apa itu?"tanya dirga.
"Kenapa tuan sangat peduli dan perhatian berlebihn pada nona bulan?"tanya syam.
"Oke aku akan memberi tahumu. Waktu kecil aku memiliki seorang adik perempuan dia sangat mirip dengan bulan.namun dia sudah tiada karena ayahku membunuhnya dan selalu berbuat kasar padanya. Itulah mengapa aku sangat menyayangi bulan. Dia sudah seperti adikku"ucap dirga dengan wajah sendu.
"Maaf tuan jika membuatmu teringat akan masalalu tuan"ucap syam merasa bersalah.
"Tak apa syam. Aku baik baik saja"ucap dirga tersenyum.
Keesokan hari nya di pagi hari mansion andi sudah di datangi wanita ular yang tak lain tania. Untuk mendapat perhatian andi, tania menyiapkan sarapan untuk andi.
Bulan yang melihat pun begitu cemburu namun tidak bisa berbuat apa apa karena andi tidak lagi percaya padanya.
Tania pun duduk di samping andi yang seharusnya bulan yang menduduki kursi itu.
"Tania ini tempatku. Kamu duduk di kursi lain"ucap bulan.
"Tapi aku istri sah nya. Kamu hanya kekasih dan peranmu tidak penting"ucap bulan membuat tania kesal.
"Andi lihat wanita kampung itu ingin mengusir ku"ucap tania dengan manja.
"Bulan! Biarkan tania duduk di sampingku!"tegas andi membuat bulan tak berkutik.
Mereka pun menyantap sarapan pagi bersama tanpa bersuara.
Sementara di dapur para pelayan termasuk mba ria dan lia begitu kesal pada tania yang kini status nya menjadi pelakor.
"Mba kita tidak bisa diam lihat pelakor itu terus berulah di rumah ini. Kasihan nona bulan"ucap lia dengan kesal.
"Terus kita harus berbuat apa?"tanya mbak ria.
__ADS_1
Tanpa menjawab lia dengan berani menghapiri mereka yang tengah asik sarapan. Lia pun mengambil air minum milik tania dan menyiram kan pada tania hingga pakaian tania basah.
"Hey pelakor pergi kamu dari sini"ucap lia dengan berani dan kesal.
"Br3ngs3k sekali kamu!"amarah tania. Sementara bulan menahan tawa nya karena senang dengan keberanian lia.
"Kamu tidak berhak berada di sini dan merusak kebahagiaan tuan dan nona bulan. Ah maksud ku nyonya bulan karena istri sah tuan andi"ucap lia menyilangkan tangan nya.
"Lia kembali ketempatmu!"tegas andi.
"Andi aku ingin kamu memecat pembantu itu"pinta tania.
"Ayo aku antarkan kamu pulang untuk berganti pakaian"ucap andi mengalih kan pembicaraan.
"Awwww perut ku sakit tuan"ucap bulan meringis kesakitan sehingga andi teralihkan pada bulan.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu ayo kita kerumah sakit"tanya andi sedikit khawatir.
"Tidak perlu tuan, aku hanya ingin ke kamar"ucap bulan dengan kesakitan.
"Tania kamu pulang lah sendiri"ucap andi membuat bulan senang.
Andi pun langsung menggendong bulan. Sementara bulan memberi ekspresi mengejek pad tania karena berhasil dengan akting nya.Tania pun dengan kesal berlalu pergi dari mansion andi.
Sampai di kamar andi perlahan merebahkan bulan dengan hati hati. Menyangkut si kembar dirinya begitu khawatir akan perut bulan dan tidak ingin terjadi sesuatu pada si kembar.
"Tuan aku ingin di temani tuan. Ini keinginan si kembar"pinta bulan dengan senyum manisnya.
"Aku harus bisa mendapatkan cinta suamiku!"batin bulan dengan tegas.
Lagi lagi keinginan si kembar membuat andi tak dapat menolak. Andi pun duduk disamping bulan sambil bermain dengan ponsel nya." Kamu istirahatlah"ucap andi.
Namun bulan beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi dan entah apa yang ingin ia lakukan.
__ADS_1
Tak lama bulan keluar dari kamar mandi dan tersenyum manis.