Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 56


__ADS_3

Andi kembali terduduk dengan amarah yang masih ada dalam diri nya. Ia menggerutuki kebodohan nya karena melaporkan sandi ke polisi"seharus nya aku membunuh nya dari pada menahan nya"batin andi dengan sorot mata marah.


Sampai di kantor polisi,syam langsung memeluk andi yang terlihat menangis rapuh."tuan pasti belum bisa mengiklaskan kepergian nyonya,kasihan sekali tuan andi"batin syam ikut sedih.


"Tenangkan diri tuan, iklaskan kepergian nyonya,nyonya sudah tenang di surga"ucap syam dengan lembut.


"Syam,pembunuh itu membuatku kehilangan orang yang sangat berharga dalam hidupku, aku tidak bisa hidup tanpa mama.aku sangat merindukan mama, pembunuh itu membuat hidup ku hancur. Pembunuhan itu membuatku sangat tidak terima syam! Hati ku sangat sakit ketika kembali mengingat nya!" Ucap andi terus meneteskan air mata nya.


"Baiklah tuan,sekarang ayo kita kembali ke mansion"ucap syam.

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan kantor polisi.sementara sandi tengah di obati karena luka yang di berikan oleh andi."sial! Hidup ku tidak akan merasa tenang meskipun di dalam penjara, pria itu sangat berbahaya ketika marah!"batin sandi merasa takut.


Sampai di mansion, andi mengelap air mata nya karena tak ingin siapapun tahu jika ia sehabis menangis." Syam jangan ceritakan kejadian tadi pada siapapun"ucap andi langsung memasuki rumah nya.


Terlihat hanya bulan tengah duduk sendiri sementara farah dan dirga sudah kembali pulang. Tanpa menyapa bulan, andi langsung menaiki tangga menuju kamar nya. Bulan yang merasa ada sesuatu yang aneh pada andi akhirnya ia juga pergi ke kamar.


Di lihat andi yang tengah berdiri menatap bingkai foto sarah."tuan, apakah tuan ingin sesuatu"tanya bulan dengan lembut.


"Tuan, apakah tuan ingin sesuatu, apa tuan ingin makan?" Tanya bulan lagi namun tak ada jawaban dari andi.

__ADS_1


"Tuan!" Panggil bulan lagi.


"Jangan ganggu aku!!" Bentak andi membuat bulan terkaget dan langsung terdiam.


Tak ingin mengganggu, kini bulan hanya duduk terdiam menatap andi yang masih fokus menatap bingkai foto." Ada apa dengan tuan? Kenapa tiba tiba tuan berubah. Apakah tuan sedang bersedih teringat mama mertua?"batin bulan.


"Tinggalkan aku sendiri disini!"ucap andi dingin, membuat bulan berlalu pergi keluar dari kamar. Andi pun langsung mengunci pintu dan kembali menangis tanpa suara,menatap foto sarah.


"Aku benar benar membenci diriku! Aku bodoh karena tidak bisa menjaga mama, maafkan andi ma karena andi tidak datang tepat waktu saat mama membutuh kan pertolongan. Andi sangat tidak berguna. Andi bodoh mam!!! Aku membenci diriku!!! Tidak seharus nya aku pergi ke luar kota hanya untuk pekerjaan!! Seharus nya aku tetap berada di kota ini bersama mama! Jika saja aku tidak pergi mungkin mama masih ada hingga saat ini!!!! Aku bodoh!!!bodoh!!!!" Ucap andi memukuli kepala nya dengan air mata yang terus mengalir.

__ADS_1


"Tuhan mengapa engkau menakdirkan skenario hidup ku seperti ini, engkau mengambil papa ku lalu mengambil mama, kenapa engkau mengambil kedua nya tuhan?.engkau tahu aku sangat membutuhkan mereka dan kasih sayang mereka yang lama. Dan engkau tahu betapa hancur nya hatiku bahkan hidupku! Mereka segala nya bagiku mereka penyemangat hidup ku mereka sangat berharga dalam hidupku. Aku sangat membutuhkan mama papa tapi engkau mengambil nya dengan begitu sangat cepat"ucap andi menangis sejadi- jadi nya.


__ADS_2