Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 42


__ADS_3

"Tuan"panggil bulan dengan nada sensual.


Pandangan andi pun beralih pada sumber suara dan alangkah terkejut dan perpukai melihat bulan yang hanya memakai lingrei terlihat begitu seksi di mata nya.


Andi pun menyimpan kembali ponsel nya. Mata nya tak bisa di alihkan. Ia terus menatap tubuh bulan dari atas hingga bawah.


"Bumil seksi"batin andi.


Karena teringat akan gengsi nya membuat andi seketika bersikap dingin"untuk apa kamu berpakaian seperti ini"ucap andi dengan dingin.


"Untuk suamiku"ucap bulan menghampiri andi membuat si otong yang berada di bawah mengeras.


"Ah sial aku tidak tahan"batin andi.


Tanpa berkata bulan duduk di atas pangkuan andi dan memulai permaianan di awali ciuman. Meskipun sedikit merasaa malu namun bulan akan lalukan apapun untuk mempertahankan suaminya dan mendapatkan cinta suaminya.


Andi yang terbawa suasana pun langsung membalas dan permainan semakin menjadi membuat kedua insan begitu menikmati.


Bulan pun menyentuh dada bidang andi sontak membuat andi langsung menghindar karena merasakan sesuatu.


"Kenapa?"tanya bulan


"Kenapa hatiku merasa berdegup? Ini tidak biasa nya"batin andi.


"Ah tidak"ucap andi melanjutkan permainan.


Dengan kehangatan mereka pun terus bermain hingga di puncak kenikmatan yang haqiqi.


Tak terasa siang hari mereka bangun dari tidur nya.membuat andi terbangun cepat saat melihat jam karena ia tidak masuk kerja.


"Hari ini libur bisa tidak"pinta bulan.


"Hmm baiklah"ucap andi kembali ingin tidur.

__ADS_1


Bulan pun beranjak bangun untuk membersihkan diri namun baru beberapa langkah perut nya merasakan tendangan si kembar.


Sontak membuat bulan kaget karena tendangan si kembar begitu kencang.


Andi yang kala itu sudah memejamkan mata nya namun seketika langsung sigap dan menghapiri bulan.


"Ada apa, apa terjadi sesuatu"tanya andi khawatir.


"Aku tidak apa apa tuan, aku hanya terkejut karena si kembar menendang"ucap bulan mengelus perut besar nya.


Lagi lagi sikembar menedang hingga terlihat jelas letak kaki nya.


Andi yang melihat seketika menjadi heboh dan mengelus perut bulan berkali kali.


"Bulan lihat sikembar kembali menendang"ucap andi dengan heboh.


"Iya tuan"ucap bulan tertawa karena kehebohan andi karena baru pertama kalinya andi melihat meskipun sebelumya si kembar terus menendang namun andi tak pernah tahu.


"Sayang sedang apa kalian didalam"ucap andi dengan suara khas anak kecil.


"Sedang bermain dong"ucap bulan tertawa kecil.


Tak henti henti andi begitu girang dan berubah drastis yang entah kemana sikap dingin nya.


Namun moment indah itu terhenti karena ketukan pintu dari seorang wanita yang tak lain adalah tania yang lancang sekarang menyelonong masuk kamar andi dan bulan.


"Waahh indah sekali kamar ini"ucap tania terpukau.


Kedatangan tania membuat kegirangan andi hilang dan menjadi kembali dingin pada bulan.


"Kenapa aku selalu terbawa suasana, malu sekali karena bertingkah heboy di depan bulan"batin andi.


"Lancang sekali kamu masuk kekamar tuan andi!"ucap bulan dengan nada meninggi.

__ADS_1


"Apa hak mu melarang ku masuk kekamar andi kekasihku"ucap tania seraya duduk di sofa.


"Ini kamar pribadi tidak sembarang orang bisa masuk!"tegas bulan menarik tangan tania namun tania mendorong bulan hingga hampir jatuh dan untungnya andi langsung menangkapnya.


"Tania!!jaga sikap mu!!bulan sedang mengandung!"bentak andi.


"Andi kenapa kamu membela nya"kesal tania.


"Jelas aku membela nya karena dia tengah mengandung anak ku"ucap andi menuntun bulan untuk duduk.


"Tuan aku ingin wanita ini keluar dari kamar ini"pinta bulan.


"Tania sebaik nya kamu keluar"ucap andi dengan kesal tania keluar dari kamar andi.


"Apa kamu baik baik saja?"tanya andi.


"Aku baik baik saja tuan"ucap bulan memeluk andi dengan erat.


Lagi lagi jantung andi berdegup begitu kencang.perasaan apa yang membuat begitu merasa aneh.


Andi pun berusaha tenang namun bulan yang membenamkan wajah nya di dada bilang andi dapat merasakan degupan kencang jantung andi.


"Apa tuan sakit?"tanya bulan namun andi diam saja.


"Tuan"panggil bulan lagi.


"Ah iya ada apa?"tanya andi buyar dari lamunan nya.


"Apa tuan sedang sakit"tanya bulan lagi.


"Tidak, aku baik baik saja"ucap andi melepas bulan yang memeluknya.


"Aku ingin keluar sebentar kamu tetap istirahat dan jangan lelah"ucap andi berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2