Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 48


__ADS_3

Jam waktu nya makan siang, andi segera pulang untuk makan siang mansion nya. Sampai di mansion nya andi langsung duduk untuk makan siang yang sudah di sediakan.


Hedak makan namun terhenti karena tak melihat keberadaan bulan.


"Bulan kemari untuk makan siang aku tidak ingin kamu kelaparan dan membuat anakku tidak sehat!"panggil andi dengan kencang.


"Maaf tuan nona bulan kan sedang pulang ke kampung nya"ucap mbak ria.


"Haishhh aku lupa"ucap andi langsung melahap makan siang nya. Sementara mbak ria hanya tersenyum.


Malam hari tiba bulan bersama lia sampai di kota baru tepat nya di mansion andi. Kedatangan nya membuat andi bernafas lega karena ia berfikir bulan akan kabur dari nya dan membawa anak anak nya pergi dari nya. Namun ada sedikit rasa senang di hati nya karena bulan kembali.


"Tuan terima kasih telah mengizinkan ku mengunjungi kampungku"ucap bulan seraya mencium tangan andi.


"Ya,sekarang masuk dan makan malam,aku tidak ingin anak ku kenapa kenapa jika kamu kelaparan"ucap andi dengan wajah datar.


Mereka pun masuk bersama dan duduk untuk makan malam.


Sementara di mansion dirga, farah terus memikirkan gebby yang tak kunjung datang. Membuat nya semakin khawatir dan menangis.

__ADS_1


Dirga yang melihat hanya bisa bersabar dan menahan kesedihan melihat kondisi sang ibu yang terus mencari gebby sang adik yang telah tiada.


Di meja makan,andi tak henti melirik bulan yang fokus pada makan nya. Bulan yang merasa di lihatin andi membuat nya langsung melirik andi namun seketika pandangan andi beralih pada makanan nya.


"Kenapa andi melirikku terus?apa aku ada salah pada ny?"batin bulan.


Lagi lagi hal saling melirik pun terus terjadi membuat kedua nya sama sama salah tingkah.


"Malam ini bulan benar benar terlihat sangat cantik. Tapi Kenapa mata ku tidak bisa di kendalikan. Kenapa aku terus ingin melihat bulan!"batin andi.


Tak lama pelayan datang dan memberi tahu bahwa dirga bersama ibu nya datang. andi pun mempersilah kan mereka untuk masuk.


"Bulan nanti kamu diam saja di hadapan tante farah dan kamu harus memanggil nya ibu. Pokok nya kamu ikuti apa kata ku nanti aku akan ceritakan"ucap andi.


Andi bersama bulan langsung menghampiri dirga dan farah yang sudah duduk di ruang utama.


Melihat kehadiran bulan membuat farah tersenyum senang dan sontak langsung memeluk bulan.


Bulan hanya terdiam dan tidak mengerti dengan semuanya. Namun melihat dirga yang memberi nya kode untuk diam dan menurut.

__ADS_1


"Gebby,ibu sangat merindukan gebby"ucap farah terisak menangis.


"Hah! gebby?"batin bulan.


"Kenapa kamu disini nak?kamu baik baik saja kan?apa ayahmu menyakitimu??katakan pada ibu"tanya farah mengelus wajah bulan.


Bulan pun memberanikan untuk bicara"gebby baik baik saja bu"ucap bulan dengan kebingungan.


Farah pun menyadari melihat perut bulan yang besar membuat nya menatap bulan meminta penjelasan.


Bulan yang mengerti membuat nya bingung harus mengatakan apa pada farah.


"Bu, gebby sudah menikah dan sekarang sedang menggandung bayi kembar"ucap dirga yang mengerti jika bulan merasa bingung untuk menjawab.


"Sudah menikah??? Kapan??"tanya farah merasa tidak menghadiri.


"Masa ibu mertua lupa, padahal ibu mertua menghadiri pernikahan gebby dan aku"ucap andi membuat dirga bernafas lega.


"Oh jadi kamu adalah suami gebby?"tanya farah di angguki andi.

__ADS_1


"Ibu senang sekali gebby. Ibu akan memiliki cucu"ucap farah tak banyak berfikir lagi.


"I-iya bu gebby juga senang"ucap bulan tersenyum pada farah.


__ADS_2