
"mereka tidur siang?berpelukan?"gumam dirga menatap kedua insan berpelukan Didalam balutan selimut.serta menatap pakaian yang berserakan.
"apa andi sudah mau berdamai dengan dendam nya?ah semoga saja andi mulai bisa menerima dan mencintai bulan"gumam dirga senang.
dirga pun mengurung kan niat nya untuk menemui andi.
"lia apa semenjak aku tak datang datang ke mansion ini andi selalu bersikap baik pada bulan?"tanya dirga.
"tuan andi masih bersikap kasar pada nona bulan.tuan bahkan tuan andi pernah mengurung nona di gudang"jawab lia.
"baiklah.kalau gitu buat kan aku minuman aku sangat haus"ucap dirga seraya duduk di ruang utama.
"semoga penerus keluarga alfian secepat nya hadir"ucap dirga tersenyum senyum.
tak lama syam datang membuat dirga langsung memanggil nya.
"kemari lah"ucap dirga.
syam pun menghampiri dirga.
"ada apa tuan?"tanya syam.
"apa kamu ingin menemui andi?"tanya dirga balik.
"iya tuan karena siang ini ada pertemuan dengan clien"ucap syam.
"andi tidak bisa"ucap dirga.
"kenapa tuan?apa tuan andi sakit?"tanya syam.
"andi sedang tidur bersama bulan mereka sehabis olahraga panas"bisik dirga.
"olahraga panas?apa maksud tuan saya tidak mengerti"tanya syam polos.
"haish! andi dan bulan sehabis membuat penerus alfian"ucap dirga menatap datar syam.
"hah?serius tuan"senang syam.
"apa tuan andi sudah mencintai nona bulan?"tanya syam.
"ntah aku tidak tahu tetapi semoga saja andi mencintai bulan"ucap dirga.
"aku berharap pun begitu semoga tuan andi mencintai nona bulan"ucap syam senang.
"yasudah kamu pergilah urus pekerjaan andi"ucap dirga.
"baik tuan"ucap syam berlalu pergi.
tak terasa malam hari bulan pun terbangun dari tidur nya menatap suami nya yang berada di samping nya sambil memeluk nya.ada rasa senang dalam diri bulan karena di peluk oleh andi dengan erat.
di elus nya pipi sang suami yang masih tidur nyenyak. bulan mengabsen setiap inci yang ada pada wajah andi yang sangat tampan.
"aku sangat merindukan sikap manis mu dulu saat kamu berusaha untuk mendapat kan ku dan menikahi ku,andi aku sangat tulus mencintai mu.andai saja kamu membalas cinta ku,pasti aku akan merasa wanita paling beruntung dapat dicintai mu.
aku yakin suatu saat nanti ntah itu kapan aku percaya bahwa kamu akan mencintai ku dan tidak lagi membenci ku atau pun dendam pada ku"ucap bulan menetes kan air mata nya.
__ADS_1
bulan pun perlahan menyingkir kan tangan andi yang memeluk nya.
berhasil,bulan pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah bulan berlalu masuk kamar mandi andi pun membuka mata nya.ya sedari tadi andi memang sudah bangun namun andi berpura pura tidur saat bulan terbangun dan andi juga sudah mendengar apa yang bulan katakan tadi.
"jangan mimpi aku mencintaimu bulan! sampai kapan pun aku tidak akan mencintai mu.lebih baik aku mencintai wanita lain dari pada kamu"gumam andi dingin.
usai membersihkan diri bulan pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai nya dan dengan rambut basai terurai.
"tuan sudah bangun"ucap bulan tersenyum.
andi pun hanya diam saja dan berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
bulan pun berlalu pergi dari kamar untuk ke dapur menyiapkan makan malam untuk andi.
sambil menuruni tangga terlihat dirga yang tengah asik rebahan di sofa ruang utama.
bulan pun tak ingin menyapa nya karena tak ingin melihat andi salah paham terhadap nya.
sampai di dapur terlihat lia dan mbak ria tengah duduk menunggu bulan karena memang hanya bulan yang di perboleh kan masak untuk andi.sementara mbak ria dan lia hanya memasak untuk para pelayan dan penjaga di mansion ini.
"apa kalian sudah makan malam?"tanya bulan seraya memulai masak.
"sudah nona"ucap mereka.
skip
sambil menuruni tangga andi pun terkejut menatap dirga yang berada di ruang utama.
sampai di hadapan dirga
"sejak kapan kamu disini?"tanya andi.
"sejak siang hari"ucap dirga sambil menyeruput minum nya.
"pergi kamu dari mansionku"usir andi.
"heyy tega sekali! apa kamu mweih dendam padaku karena perkelahian waktu itu?!aku kemari ingin melihat keadaan mu dan keadaan bulan saja"ucap dirga beralasan.
"tuan makan malam sudah siap"ucap bulan.
andi pun berlalu ke meja makan diikuti dirga.
tanpa meminta izin dirga pun duduk untuk ikut makan malam.
"bulan duduklah di samping andi"ucap dirga menatap bulan yang sehabis melayani andi.
bulan pun hanya terdiam menghiraukan dirga.
"andi kenapa kamu tak menyuruh istri mu duduk?"tanya dirga.
"jangan banyak bicara!"bentak andi membuat dirga terdiam.
"apa seperti ini disetiap makan bulan hanya berdiri di samping andi?"batin dirga merasa iba pada bulan.
__ADS_1
usai makan malam dirga pun berpamit untuk segera pulang karena sang mama sedari tadi menelponi nya.
setelah dirga pergi.bulan pun meberanikan diri untuk berbicara pada andi.
"tuan apa aku boleh makan?"pinta bulan.
"makanlah"ucap andi dingin dan berlalu pergi.
bulan pun langsung duduk dan mengambil nasi serta lauk dengan lumayan banyak karena memang ia begitu sangat lapar.
dengan lahap bulan makan hingga tak sadar para pembantu memperhatikan nya.
"akhirnya aku merasa tenang bisa melihat nona bulan makan"batin lia begitu pun juga dengan mbak ria.
usai menghabis kan makan nya bulan pun kembali ke kamar.
sampai di kamar bulan begitu terkejut melihat andi yang tengah sibuk memasukan beberapa pakaian ke koper.
"kenapa tuan berkemas memang tuan ingin kemana?"tanya bulan.
"tidak ada urusan nya dengan mu!"ucap andi dingin.
usai, andi pun berlalu meninggalkan kamar diikuti bulan yang penuh tanda tanya.
sampai di luar mansion sudah ada syam yang sedari tadi menunggu andi.
"syam tetap lah berada di mansion ku selama aku tak ada.kamu awasi anak pembunuh itu"ucap andi dingin.
"baik tuan"ucap syam.
andi pun memasuki mobil nya dan segera melaju.
setelah kepergian andi.bulan pun menghampiri syam yang hendak masuk.
"sekretaris syam boleh aku bertanya?"ucap bulan.
"bertanya apa nona?"tanya syam.
"tuan andi memang akan pergi kemana?"tanya bulan.
"maaf nona saya tidak bisa memberi tahu nona"ucap syam dengan sopan.
"sekretaris syam aku mohon beri tahu aku kemana tuan andi pergi"ucap bulan memohon.
"sekretaris syam aku ini istri tuan andi dan aku berhak tahu suami ku pergi kemana"ucap bulan lagi.
"huh! tuan andi ingin mencari teman kecil nya"ucap syam pasrah.
"dimana?"tanya bulan.
"saya tidak bisa memberi tahu nona maaf"ucap syam berlalu pergi ke kamar tamu.
......................
mohon maaf author nya jarang up karena author nya sedang sibuk.mohon di maklumi♡♥♡♥
__ADS_1