
Sampai di ruangan andi,bulan menatap sekeliling ruangan andi yang terlihat rapih dan bersih.sementara andi menatap nya dengan datar.
"duduk,untuk apa kamu kemari?"tanya andi.
"aku membawakan makanan untuk tuan dan aku merindukan tuan"ucap bulan dengan senyum.
"tapi tidak perlu dan aku tidak ingin kamu berpergian dan bagaimana jika di luar sana ada orang yang akan menyakiti si kembar"ucap andi membuat bulan tertunduk sedih.
"maaf tuan"ucap bulan tanpa sadar meneteskan air mata nya.
Andi yang melihat bulan menangis langsung berdiri dari duduk nya dan memeluk bulan."maafkan saya"ucap andi merasa bersalah.
bulan yang berada di dalam pelukan andi membuatnya merasa nyaman dan menguap karena mengantuk yang tiba tiba.
"tuan aku sangat mengantuk"ucap bulan dengan manja dan memanyunkan bibir nya sehingga terlihat begitu menggemaskan di mata andi.
"tahu dia mengantuk tapi tetap saja datang kemari"batin andi,andi yang tidak ingin berdebat langsung membawa bulan ke kamar yang berada di ruangan nya.
"wah tuan kamar ini sangat mewah sekali"ucap bulan terpukau.
__ADS_1
"sudah tidak perlu banyak bicara,sekarang tidurlah jika kamu mengantuk"ucap andi meninggalkan kamar dan kembali dengan pekerjaan nya.
Namun bulan justru ikut keluar dari kamar menghampiri andi, "tuan aku ingin tidur bersama tuan"pinta bulan membuat andi kesal.
"tidur sendiri,aku sedang sibuk dengan pekerjaanku!"kesal andi.
"tuan tapi ini keinginan si kembar untuk tidur bersama ayah nya"ucap bulan memelas.
Lagi lagi kalimat si kembar tidak dapat ataupun tidak bisa membuat andi menolak karena andi sangat menyayangi anak nya.
"hufft baiklah"ucap andi membuang nafas kasar nya.
Dirga yang merasa tak enak hati pun menolak karena ia tak ingin sang ibu mengganggu bulan ataupun andi.namun farah bersihkeras untuk menemui gebby.
"baiklah kalau kamu tidak ingin mengantarkan ibu pada gebby,ibu bisa pergi sendiri"ketus farah berlalu pergi namun dirga langsung mengejar nya dan menghalangi nya.
"bu pasti gebby dan andi sedang pergi jadi tidak perlu ibu kesana"ucap dirga beralasan.
"gebby itu sedang mengandung besar jadi tidak mungkin andi membuat nya kelelahan"ucap farah membuat dirga tak dapat lagi berfikir.
__ADS_1
"sudahlah ibu bisa pergi sendiri untuk menemui gebby"ucap farah.
"di luar sana banyak orang jahat, ibu tidak boleh pergi sendiri. Baiklah aku akan antarkan ibu ke mansion andi"pasrah dirga.
"oke tapi kita mampir ke toko kue dahulu karena ibu ingin membawakan makanan untuk gebby"ucap farah di angguki dirga dan mereka pun berangkat.
Sementara di kantor syam begitu kesal karena tak tahu dimana keberadaan andi. ia terus mencari sekeliling kantor namun tak juga di temukan."apakah tuan andi pergi dari kantor?"tanya syam pada resepsionist.
"tuan andi tidak pergi dari kantor tuan,tuan andi berada di ruangan nya bersama nona yang sedang hamil"ucap resepsionist membuat syam membuang nafas kasar nya.
"pasti di kamar"batin syam. Syam pun berlalu pergi kembali ke ruangan andi untuk memeriksa.
sampai di ruangan andi dengan ragu syam melangkah,"sedang apa ya di dalam"gumam syam perlahan membuka pintu yang tidak terkunci dan terlihatlah andi yang tengan memeluk bulan yang tidur.
andi yang melihat syam langsung melotot dan beranjak untuk keluar dari kamar.
"syam kenapa kamu sangat tidak sopan! Kamu lancang mengintip!"ucap andi dengan kesal dan menutup pintu kembali.
"hehe maaf tuan saya lancang, saya sedang ada perlu penting dengan tuan"ucap syam cengengesan tanpa dosa.
__ADS_1