
Tanpa mereka ketahui bulan telah menyaksikan perdebatan itu. Mendengar kata kata andi membuatnya langsung meneteskan air mata dan tidak menyangka andi bisa berkata seperti itu.
"Brengsek kamu andi!! Apa kamu ingin melepas tanggung jawab hah!!! Dengan berkata seperti itu" bentak dirga.
"Aku berkata sesuai fakta. Dan aku tahu selama ini kamu dan bulan memiliki hubungan di belakangku. Bahkan aku tahu kamu berani memeluk bulan yang sudah jelas jelas bulan adalah milikku!"ucap andi tak kalah emosi nya.
"Aku tidak memiliki hubungan dengan bulan!! Aku hanya peduli dan kasihan padanya karena berada bersama orang yang salah"ucap dirga.
"Oh jadi maksudmu aku orang yang buruk begitu? Sebaik apa dirimu dirga!! Lihat ini foto mu memeluk bulan dan siapa yang lebih buruk. Aku atau dirimu yang berani memeluk istri ku dengan kedok pahlawan kesiangan yang peduli!"ucap andi memperlihatkan foto tersebut.
"Dari mana kamu mendapatkan foto itu"tanya dirga tak menyangka.
"Tidak perlu bertanya dari mana aku mendapatkan foto ini. Yang pasti aku sudah tahu seburuk apa dirimu dan bulan!. Aku sangat tidak menyangka kalian berdua memiliki hubungan di belakangku"ucap andi dingin.
"Tuan salah paham dengan foto itu.aku mohon dengarkan penjelasan ku dahulu"ucap bulan terisak menangis.
"Aku tidak perlu penjelasan mu. Foto ini sudah menjelaskan dan hanya ada kamu dan dirga artinya kalian berdua bertemu. Kamu kamu bulan telah melanggar aturan ku. Kamu keluar rumah tanpa seizin ku!"ucap andi dingin dan berlalu ke kamarnya.
Bulan pun langsung berlari mengejar andi menaiki tangga namun tanpa terduga musibah terjadi bulan tersandung dan terjatuh duduk di tangga. Merasakan perutnya yang sakit membuatnya meringis kesakitan. Andi yang melihat berhenti dari langkah nya dan langsung menghampiri bulan dan langsung menggendong bulan membawanya ke rumah sakit.
Selama perjalanan bulan terus menangis kesakitan. Membuat andi semakin khawatir di buatnya.
"Tenanglah kamu akan dan si kembar akan baik baik saja"ucap andi tanpa sadar meneteskan air matanya.
Sampai di rumah sakit, bulan langsung di tangani dokter. Sementara andi dan dirga serta syam tampak khawatir.
__ADS_1
"Lihat istrimu seperti ini karena kamu!"ucap dirga menyalahkan.
"Ini salah mu jika saja kamu tidak memiliki hubungan dengan bulan. Semua ini tidak akan terjadi!"ucap andi tersulut emosi.
"Sudah jangan bertengkar! sekarang yang harus di pikirkan adalah nona bulan!"ucap syam memisahkan andi dan dirga.
Tak lama dokter pun keluar dari ruangan bulan berada.
"Dok bagaimana keadaan istri saya"tanya andi dengan khawatir.
"Keadaan nona baik. Hanya saja kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Tuan harus terus memantau dan siaga menjaga nona bulan dan jangan membuat nona bulan kelelahan"ucap dokter membuat mereka bernafas lega.
Setelah berjam jam di rumah sakit bulan pun di perbolehkan pulang dengan izin dokter. Andi begitu hati hati menggendong bulan dan membawa nya untuk duduk di kursi roda.
Sampai di mobil dengan hati hati andi menggendong bulan untuk masuk ke mobil sementara dirga yang tak ingin memperkeruh suasana akhir nya ia memilih pulang.
"Apa kamu masih merasakan sakit"tanya andi lembut.
"Sudah mendingan tuan"ucap bulan.
"Baiklah kamu istirahat dan jika perlu sesuatu katakan saja padaku" ucap andi dengan lembut dan hangat seraya ikut berbaring di samping bulan.
"Tidak biasa nya sikap tuan andi selembut ini??? Aku sangat tidak menyangka!"batin bulan begitu senang karena ini baru pertama kali nya andi bersikap lembut dan hangat pada nya.
"Baik baik ya didalam perut"ucap andi mengelus perut besar bulan membuat bulan tersenyum dan langsung memeluk andi untuk memejam kan matanya.
__ADS_1
Malam hari tiba Sesampai di apartement tania, dengan kasar dirga menendang pintu untuk menemui tania. Namun nihil tania sudah tidak menempatkan apartement itu.
Dirga pun kembali untuk pulang dirinya begitu tersulut emosi karena di tuduh memiliki hubungan dengan bulan dan juga tidak menyangka dengan kejadian itu ternyata tania adalah dalang nya.
Terlihat tania di pinggir jalan membuat dirga memberhentikan mobil nya dan langsung menghampiri tania yang hendak pergi dengan mobilnya.
"Lepaskan tanganku!"ucap tania meringis kesakitan.
"Tak ku sangka kamu sebr*ngsek ini! Kamu seakan jadi korban saat kejadian waktu itu namun ternyata kamu sendiri adalah dalang nya! Pantas saja incaran penjahat itu adalah bulan ternyata kamu dalang nya!"ucap dirga terus mencengkram tangan tania dengan kecang.
"Ohh jadi kamu sudah mengetahui ya haha"ucap tania dengan santainya dan dengan kasar menyingkirkan tangan dirga.
"Apa maksudmu dengan foto itu dan kamu mengirim kan foto itu pada andi!! Apa kamu sudah gila hah!!! "ucap dirga dengan dingin.
"Ya aku gila karena tergila gila pada andi. Aku mencintai andi dan akan merebut andi dari wanita kampung itu!"ucap tania dengan lantang.
Rasa ingin menghajar tapi ini wanita membuat dirga mengurungkan niatnya."aku tidak akan biarkan itu terjadi.apapun yang kamu lakukan kamu harus bertanggung jawab meluruskan kesalapahaman ini"ucap dirga dingin dan menarik kasar tania untuk ikut dengan nya ke mansion andi.
"Kamu katakan yang sebenar nya atau kamu akan merasakan yang tidak pernah kamu rasakan!"ancam dirga seraya melajukan mobil nya.
"Aku tidak mau"tolak tania membuat dirga mencengkram tangan nya dengan kasar hingga memerah.
"Oke oke baiklah aku akan mengatakan nya"ucap tania tersenyum menyeringai.
Sementara di mansion andi bersama bulan tengah asik menonton bersama. Dengan yang tidak biasa bulan duduk di samping andi yang menemani nya. Kehangan begitu terasa antara bulan dan andi, andi yang pemarah tidak biasa nya sehangat ini.
__ADS_1
"Tuan kira kira anak kita laki laki atau perempuan ya"ucap bulan dengan manja memeluk andi.