Aku Bul Bul

Aku Bul Bul
bab 21


__ADS_3

tak terasa sudah pukul tiga subuh andi mengeluar kan benih nya pada rahim bulan untuk kesekian kali nya.andi yang sudah lelah di penuhi keringat pun langsung ambruk di samping bulan yang sudah terlelap tidur untuk pertama kali nya bulan tidur di ranjang andi apalagi tidur bersama andi satu ranjang.


pukul enam bulan bangun dari tidur nya dan menatap wajah tampan andi yang masih setia tidur. bulan pun teringat akan malam tadi seketika bulan tersenyum senang karena ia sudah menjadi istri seutuh nya andi alfian.


"semoga malaikat kecil hadir di perut ku,dan membuat andi berubah untuk tidak kasar lagi padaku.aku berharap saat malaikat kecil hadir andi mulai mau berusaha menghilangkan dendam nya dan berusaha untuk menyayangi ku dan mencintaiku"batin bulan penuh harapan.


bulan pun perlahan menyingkir kan tangan andi yang menindihi perut nya.hingga berhasil bulan segera beranjak walau bulan merasakan area sensitif nya sangat perih namun bulan berusaha menahan nya untuk melangkah ke kamar mandi.


skip


usai membersih kan diri bulan menatap andi yang masih setia tidur.ya mungkin semalam sangat melelah kan.


teringat andi harus ke kantor bulan pun menghampiri andi.


"tuan bangun...tuan harus ke kantor"ucap bulan menoel lengan andi.


seketika andi pun membuka mata nya yang masih sangat berat.


"jangan mengganggu tidur ku!"marah andi kembali memejam kan mata nya.


"apa tuan tak ingin ke kantor!"tanya bulan.


"tidak!"ketus andi.


"hmm baiklah"ucap bulan berbaring di sofa untuk kembali tidur karena memang ia juga masih sangat mengantuk.


tak terasa siang hari tiba andi terbangun dari tidur nya dan mengingat semalam yang ia lakukan pada bulan.


"ah sial karena pengaruh minuman mabuk itu membuat ku memperkosa anak pembunuh itu"gumam andi sambil menatap bulan yang tengah asik tidur.


andi pun beranjak dari tidur nya dengan tubuh yang di balut selimut namun seketika melihat paha mulus nan putih bulan membuat nya ingin mengulang seperti malam itu.


"jangan jangan andi tahan lah"batin andi mengalihkan pandangan nya dan langsung berlalu ke kamar mandi.


tak lama bulan pun terbangun dari tidur nya dan terkejut karena rok ia terbuka sedikit sehingga paha mulusnya terlihat.bulanpun menatap ranjang yqng tak mendapati andi.terdengar suara germecik qir membuat bulan langsung berlalu ke dapur untuk memasak.


sampai di dapur terlihat mbak ria dan lia yang tersenyum ramah pada bulan.


"nona tumben baru keluar siang hari dan saya juga tak melihat tuan pergi ke kantor"goda lia tertawa kecil menatap leher bulan yang banyak tanda merah hasil karya andi.


"hemm a-ku tadi sehabis beres beres pakaian tuan lalu ke tiduran " ucap bulan sedikit gugup.

__ADS_1


bulan pun menyiap kan beberapa bahan untuk ia masak.


"sekarang tuan hanya ingin makan dengan masakan nona.semoga secepat nya tuan mencintai nona"batin mbak ria.


"aku akan selalu berdoa untuk nona semoga kelak tuan andi menjadi sangat mencintai nona dan aku juga berharap kelak nanti akan ada penerus keluarga alfian.


selang beberapa menit usai membersihkan diri andi pun langsung meraih ponsel nya dan menelpon syam untuk kembali ke kota karena memang kantor sangat membutuhkan syam.


syam pun yang sudah nyaman berada di desa merasa kesal andi meminta nya untuk pulang kembali ke kota.


usai menelfon syam.andi pun berlalu keluar kamar nya untuk makan siang.


melihat kedatangan andi,bulan segera berdiri di samping kursi yang biasa andi duduki.


"siapa ini yang memasak?"tanya andi dingin walau sebenar nya ia tahu melalui aroma khas bahwa bulan yang memasak.


"aku tuan. apa tuan tidak mau makan masakan aku?"tanya bulan.


"ambilkan makan untuk ku"perintah andi.dengana segera bulan pun melayani andi.


"berapa racun yang kamu berikan pada makanan ini?!"tanya andi dingin.


"siapa tahu saja kamu berniat membunuh ku.kamu kan anak seorang pembunuh dan tidak jauh beda dari pembunuh"ucap andi langsung melahap makan siang nya.


sementara bulan langsung menunduk sambil menyeka air mata nya yang terus ingin keluar setelah mendengar perkataan andi yang menyakiti hati nya.


selang beberapa menit melihat andi usai makan siang bulan pun memberani kan meminta izin untuk makan karena ia juga sedari tadi menahan lapar.


"tuan apa boleh aku makan?aku sangat lapar"ucap bulan dengan lembut.


"tidak! hari ini kamu hanya boleh minum saja!"ucap andi dingin dan berlalu duduk di ruang utama.


"sampai kapan andi seperti ini yang selalu mengatur kebutuhan ku?apa hidup dan mati ku ada di tangan nya sehingga untuk makan saja harus meminta izin pada andi bahkan terkadang andi tak membiarkan ku untuk makan"batin bulan.


bulan pun merapikan meja dan membawa piring kotor ke dapur.


melihat mbak ria dan lia menatap nya bulan pun langsung tersenyum menutupi kesedihan nya.


usai mencuci piring bulan pun langsung meneguk minum dengan banyak untuk menahan rasa lapar nya.


"nona makanlah"ucap lia memberikan sepiring nasi dan ayam goreng milik nya.

__ADS_1


"tidak lia aku sudah makan roti saat di kamar"ucap bulan berbohong.


"nona jangan berbohong saya tahu sedari pagi nona belum makan.nona makan lah nona tenang saja dapur ini tidak ada cctv"ucap lia.


"hari ini juga akan ku pasang cctv"ucap andi tiba tiba datang sehingga membuat mereka terkejut.


mereka pun langsung menunduk takut akan kena amarah andi.


"siapa saja pelayan yang lancang memberi makan anak pembunuh ini aku tidak akan segan segan membuat hidup nya menderita!"ucap andi dingin dan kembali keruang utama.


"ah sial ketahuan"kesal lia.


tanpa berkata bulan pun berlalu mengikuti andi ywg yang sudah berada di ruang utama.


"tuan maaf kan aku.aku yang salah karena meminta makan pada lia"ucap bulan tak ingin para pelayan menderita seperti nya.


andi pun menghiraukan nya hanya fokus menonton televisi.


"tuan apa tuan ingin aku pijiti"ucap bulan.


"tidak"singkat andi dingin.


"oh baiklah"ucap bulan seraya duduk dengan jarak satu meter dari andi toh! andi tak ingin dekat dekat dengan nya.pikirnya.


tak lama terdengar suara ketukan pintu dengan segera bulan membuka nya terlihat lah dirga yang datang.


"andi apa boleh aku masuk"ucap dirga.


"masuklah"ucap andi dingin.


dirga pun masuk setelah tersenyum pada bulan.


"andi tadi pagi aku ke kantor namun kamu tak ada"ucap dirga.


"aku tak kekantor hari ini.aku sedang tak enak badan"ucap andi tanpa mengalihkan pandangan nya dari televisi.


"silahkan diminum tuan"ucap lia meletak kan minuman segar di meja.lia pun kembali ke dapur.


"apa perlu kerumah sakit?aku akan antarkan"ucap dirga.


"tidak usah nanti juga sembuh"ucap andi sedikit ketus.

__ADS_1


__ADS_2