
tak terasa sudah dua jam setelah bulan berada di tempat itu bersama rita dan ikbal.kini bulan memutus kan untuk pulang karena takut saat di perjalanan akan macet dan telat pulang.
sambil menunggu angkutan umum bulan duduk seorang diri di halte sambil memainkan ponsel nya.
tak lama sebuah mobil mewah datang berhenti tepat di hadapan bulan.bulan yang melihat mengeryitkan dahi nya karena memang ia tak mengenal mobil mewah itu.
keluarlah seorang pria tampan dari mobil itu.pria itu tak lain adalah dirga yang memang tak sengaja melihat bulan yang tengah duduk sendiri di halte.
"ayo aku antarkan kamu pulang"ucap dirga menawar kan.
"tidak perlu terimakasih"ucap bulan dingin.
"jangan menolak,lihat lah cuaca sedang mendung dan sudah terlihat rintik rintik hujan"ucap dirga.
"iya juga sih.kalau aku nolak pasti nanti aku akan telat pulang dan terkena hukuman"batin bulan.
"baiklah jika kau memaksa"ucap bulan.
dirga pun membuka kan pintu untuk bulan.lalu ia pun masuk ke mobil nya dan langsung melaju mengantarkan bulan ke mansion andi.
"hemm siapa namamu?"tanya dirga basa basi walau ia tahu nama bulan.
"bulan"ucap bulan.
"aku dirga teman andi"ucap dirga.
"oh"singkat bulan.
"hemm apa andi selalu memperlakukan mu dengan kasar?"tanya dirga hati hati karena takut menyinggung.
"tidak,andi lebih sering memperlakukan ku dengan baik"ucap bulan menutupi aib suaminya.
"oh"ucap dirga hanya mengangguk angguk.
sampai di mansion andi.bulan turun dari mobil dirga dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada dirga.
bulan pun masuk ke mansion dengan bernafas lega karena belum jam tiga pas.
sampai di kamar bulan sudah mendapat tatapan tajam dari andi.namun bulan berusaha tenang karena memang ia tak melakukan kesalahan.
"tuan apa boleh aku makan?"tanya bulan meminta izin.
"hmm"jawab andi hanya berdehem.
bulan pun keluar lagi dari kamar setelah menyimpan tas ransel nya.
__ADS_1
sampai di dapur terlihat lia dan mbak ria yang tengah sibuk merapikan dapur.
melihat itu bulan pun mengambil bahan bahan untuk ia masak sendiri.
"nona biarkan mbak saja yang memasak"ucap mbak ria.
"tidak usah mbak.aku bisa kok sendiri"ucap bulan langsung memulai masaknya.
setelah lama nya masak kini bulan usai membuat spageti sebelum makan ia terlebih dahulu menawarkan mbak ria dan lia.
mbak ria dan lia pun menolak secara halus.dengan lahap bulan langsung memakan spageti itu.
"nona bulan sangat pandai membuat spageti sampai sampai harum nya tercium"ucap lia.
"akh bisa saja kamu"ucap bulan sambil mengunyah.
sementara di kamar andi yang mencium aroma enak spageti, membuat nya merasakan lapar mendadak.ia pun segera berlalu keluar kamar nya menuju dapur.
"lia siapa yang memasak spageti?"tanya andi seperti biasa dingin.
seketika andi pun melihat bulan yang tengah asik makan spageti.
"nona bulan tuan"jawab lia.
"oh"ucap andi berlalu pergi.
"ogah"ketus andi melanjutkan langkah nya.
"ah sial! kenapa wanita itu sangat pandai memasak spageti sehingga membuat perut ku lapar dan ingin makan spageti."batin andi.
usai makan bulan pun kembali ke kamar untuk istirahat sejenak.sampai dikamar andi meminta bulan untuk menghampiri nya.
bulan yang penurut pun langsung menghampiri andi.
"ada apa tuan?"tanya bulan.
namun seketika andi menampar bulan.
"tuan apa salah ku.kenapa tuan menamparku"ucap bulan memegangi pipi nya yang terasa perih.
"kau sudah berani menggoda teman ku dirga!"ucap andi dingin.
"aku tidak pernah ada rasa sedikit pun untuk menggoda tuan dirga . tuan"ucap bulan.
"kamu pikir aku tak melihat hah! aku lihat paka mata ku sendiri kamu pulang diantarkan dirga!"bentak andi.
__ADS_1
"tuan salah paham.aku memang diantar kan oleh tuan dirga.itu karena memang aku dan tuan dirga tak sengaja bertemu saat aku berada di halte"ucap bulan berusaha menjelaskan.
"aku tidak percaya. mengaku saja jika kamu memang menggoda dirga supaya kamu dapat berlindung dengan nya dari siksaanku!"lantang andi lagi lagi menampar pipi bulan.
"tuan aku mohon percaya padaku.aku hanya mencintai tuan saja....hikss....hikss"ucap bulan terisak menangis.
tanpa berkata lagi andi pun berlalu pergi meninggalkan bulan yang terduduk di lantai karena tadi bersimpuh.
malam hari tiba andi barusaja pulang sehabis mencari bulbul dengan foto yang ada yaitu foto bulbul saat berumur 10 tahun.
"apa tuan sudah makan"tanya bulan.
"bikin kan aku spageti. cepat tidak pakai lama!"dingin andi.
sementara bulan senyum senyum.andi meminta nya membuat kan spageti " aku tahu sejak siang tuan menginginkan makan spageti bikinan ku tetapi gengsi tuan lebih besar"batin nya.
"kenapa kamu senyum senyum! kamu mau mati tak cepat membuat kan ku spageti!"bentak andi membuat bulan tersentak dan langsung berlalu untuk ke dapur.
"akhir nya aku bisa kemakan spageti yang selalu menghantui perutku"ucap andi sekilas senyuman terpancar di bibir nya.
selang beberapa menit bulan pun datang dengan membawa yang diingin kan andi.
"ini tuan,semoga tuan suka"ucap bulan menyerah kan spageti masakan nya pada andi.
tercium aroma sangat sedap membuat perut andi seketika terasa lapar.andi pun langsung memakan nya dengan sangat lahap.
bulan tersenyum karena melihat andi yang makan begitu lahap membuat nya tahu bahwa andi menyukai spageti masakan nya.
tak terasa spageti pun habis semua termakan andi."sungguh enak"batin andi mengakui.
"apa rasa nya enak tuan?"tanya bulan.
"tidak enak! bahkan membuat ku mual dan ingin memuntahkan nya"ucap andi dingin.
"maaf tuan.kalau memang spageti buatan aku tak enak maka baiklah aku tidak akan lagi membuat kan spageti untuk tuan.aku akan carikan pembuat spageti yang handal"ucap bulan dengan sengaja.
"aku mau hanya kamu saja yang membuat spageti untuk ku!"dingin andi.
"bukan kah spageti aku tidak enak"ucap bulan.
"aku hanya ingin tidak mebiar kan mu bersantai aku ingin membuat mu lelah walau hanya memasak spageti pun! dan aku juga tidak mau buang buang uang hanya untuk menyewa seseorang yang handal memasak spageti!"ucap andi beralasan.
"baiklah tuan aku akan selalu memasakan spageti untuk tuan kapan pun tuan mau"ucap bulan seraya membawa piring kotor.
"hmm"balas andi hanya berdehem saja.
__ADS_1
bulan pun berlalu untuk ke dapur sambil tersenyum senang"tuan tuan rasa gengsi mu sangat besar sehingga mengingin kan masakan ku saja harus bertele tela dengan banyak alasan"gumam bulan sambil tersenyum.