Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Vol 1:episode 1


__ADS_3

*******


2 Tahun kemudian...


Sudah 2 tahun sejak insiden itu.


 


Hari - hari ku hanya di penuhi oleh darah dan misi yg keseluruhan misinya hanya untuk membunuh bangsawan yg kikir dan korup, dan aku selalu menyelesaikan misi nya hanya dalam 5 menit.


 


Karena aku selalu membunuh dengan satu tebasan dan selalu mengincar target yg terdapat dalam misi, sehingga aku mendapat julukan PEMBUNUH SATU TEBASAN.


Tetapi setelah bertemu dengan DIA, aku tidak bisa membunuh lagi...


"Semuanya bersulang" dia bersorak sambil mengangkat gelas yg terisi minuman,


"ya"mereka menjawab nya dengan senang.


Seperti biasa, aku hanya duduk sendirian sambil terdiam di pojokan bar.


Dia mendatangiku dengan muka mabuk nya yg membuatku ingin muntah.


" kenapa kamu diam saja kora? " dia bertanya sambil menodongkan gelas di wajahku


" tidak ada apa-apa, aku cuman tidak suka pesta" aku menolak gelas yg di berikannya


" Tapi kan pesta ini di buat untuk merayakan keberhasilan mu dalam melaksanakan 100 misi dengan sempurna dan akan mendapatkan misi terakhir " dia menjelaskan sambil menaruh gelas di mejaku


" Terserah kalian saja " aku meminum air yg ada di gelas itu


 


Dan seketika kepalaku pusing dan perut ku mual.


 


" oh jadi kamu bisa minum bir juga ya " kata penjaga bar sambil memberikan ku gelas yg berisi air.


Aku mengambil gelas yg berisi air itu dan meminumnya


" huh " aku memegang kepala ku yg masih pusing


" makanya kalo gk kuat minum bir, gk usah minum " dia menasehatiku


 


Dia adalah Rias eleven, dia adalah orang yg mengurusku di saat aku sedang terpuruk,jadi aku sudah menganggap dia sebagai seorang kakak.

__ADS_1


 


" mana aku tau,itu adalah bir " aku masih memegang kepala


ku yg terasa seperti komedi putar.


" makanya kalau mau minum di lihat dulu, jangan langsung main minum aja " dia tertawa dengan lepasnya tanpa beban satu pun.


" berisik " aku bangun dari tempat duduk dan berjalan ke arah tangga untuk naik ke kamar ku


" lah mau kemana? kan pestanya belum selesai " dia berkata sambil tersenyum


" mau tidur, soalnya besok adalah misi terakhirku" aku naik ke atas dan meninggalkan ruangan itu.


" oh iya kalian lanjutin aja pesta dan minum-minumnya aku yg teraktir " aku berkata dan seketika semua orang langsung bersorak,


Aku berjalan ke arah kamar yg berada di lantai dua.


Sesampainya di kamar, aku langsung membaringkan tubuh ku di atas kasur yg empuk.


" hahh akhirnya bisa istirahat juga, hari ini memang sangat melelahkan" aku berkata sambil melihat pedang yg aku gunakan untuk membunuh.


" andai saja jendral disini, pasti aku ikut pesta" aku berkata sambil tersenyum sendiri


" Semoga saja misi terakhir ini tidak melelah--kan


Karena kelelahan, tanpa di sengaja aku langsung tertidur dengan pedang yg aku peluk dengan erat.


Pagi hari pun datang kembali, tetapi seperti biasa aku masih tidak menyukai pagi, karena pagi hari adalah awal dari bencana dan insiden.


" woy bangun udah pagi loh " dia berteriak


" iya bawel" aku bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah papan misi untuk mengambil misi terakhirku.


Tanpa disangka misi yg aku dapatkan adalah untuk membunuh seorang jendral besar yg katanya tingkat staris nya tinggi,


" waduhh kenapa dapat nya misi kayak gini"


Setelah melihat papan misi.


Aku turun dari kamarku di lantai 1.


"selamat pagi kora" dia tersenyum


"oh selamat pagi" aku menjawab sambil berjalan ke arah kamar mandi yg berada di pojokkan bar.


Aku mandi dengan menggunakan air hangat, karena cuaca sedang dingin.


Setelah mandi,aku naik ke kamar ku untuk memakai baju yg biasa aku gunakan dan juga jubahku untuk misi.

__ADS_1


"Kora waktunya sarapan" dia memanggil


" iya " aku turun dari kamar dan berjalan ke arah depan bar untuk sarapan.


"Nih makanannya" dia tersenyum sambil memberikan piring yg berisi telur goreng sama nasi dan sosis goreng.


" mau sampai kapan? Kamu selalu memberiku makanan ini " aku sedikit emosi karena misi yg diberikan tadi pagi.


" maaf soalnya aku cuman bisa buat itu doang" dia tampak sedih


" iya iya aku makan makasih ya" aku memakan makanan yg di berikan oleh nya agar dia tidak merasa sedih


" oh iya kamu sudah melihat misinya belum? " dia bertanya sambil memberiku gelas yg berisi air.


" sudah" aku menjawab sambil meraih gelas yg ia berikan


" trus apa misinya" dia tampak bersemangat


" Aku disuruh membunuh seorang jendral kerajaan" aku menjawab dengan nada dingin


" J JJ Jendral " dia tampak kaget


" kenapa kok kaget? " aku bertanya


" gk papa tapi disuruh ngalahin jendral itu cukup susah tau" dia nampak khawatir


" tenang aja, aku akan membunuh nya dalam satu malam,jadi jangan khawatir" aku tersenyum kepadanya


" tapi aku tetap khawatir tau" dia nampak marah


" begini saja bagaimana kalau kita janjian? " Aku mengajaknya untuk berjanji


" Berjanji? " dia tampak bingung


" iya aku berjanji kalau aku akan pulang sebelum pagi, kalau aku tidak pulang sampai saat itu, kamu siapkan upacara pemakaman untukku bagaimana? " aku mengulurkan jari kelingkingku


" baiklah kamu janji ya, jangan mati oke? " dia juga mengulurkan jari kelingkingnya


" iya" aku tersenyum


Kami membuat sebuah janji untuk mengingatkan satu sama lain


" yaudah aku berangkat ya " aku bangun dari tempat duduk dan berjalan ke arah pintu depan


" mau berangkat sekarang? " dia bertanya sambil menghampiriku


" iya biar nanti sampai sana udah malam" aku menjelaskan


"Hati-hati ya " dia tersenyum

__ADS_1


" iya sampai jumpa lagi, oh iya makananmu enak sekali makasih ya " aku berterimakasih kepadanya dan pergi ke arah selatan ibukota dengan cara melompat dari atap satu rumah ke rumah lainnya


" (kembalilah hidup-hidup Kora)" dia mengucap dalam batin.


__ADS_2