Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 38


__ADS_3

*****


**Pemandangan yg aku liat di kiri dan kanan hanyalah hamparan padang rumput dan juga beberapa rumah yg ada di tengahnya, benar - benar seperti pemandangan di cerita - cerita fantasi,diantara 3 negara hanya negara inilah yg aku sukai karena sangat damai tanpa adanya pemberontakan tidak seperti negara yg aku tempati itu.


Kereta - kereta pedagang sering kami temui di tengah jalan,karena aku tau kalau negara itu sering disebut sebagai surganya para pedagang karena memiliki penduduk yg sangat padat dan juga wilayah yg luas, tetapi entah mengapa setiap kali aku melewati sebuah rumah maupun pohon aku selalu merasa kalau aku sedang di ikuti oleh seseorang,apa yg dia inginkan dariku?


******{ayo kita beralih ke suatu tempat yg pastinya kalian sudah tau itu}


Di sebuah ruangan yg cukup gelap karena lampunya di matikan dan juga sebuah lagu klasik mengiringi ruangan itu, pintu ruangan pun terbuka dan masuklah seorang gadis dengan rambut hitamnya yg panjang dan juga senyumannya yg manis.


Menghampiri meja dengan orang yg sedang duduk di kursi dekat meja itu.


"Apa kamu sedang mengkhawatirkan sesuatu?" kata gadis itu sambil memberikan segelas kopi panas kepadanya.


"Mungkin tetapi aku tidak ingin membicarakannya?" kata orang itu dengan suara yg tegas sambil meminum kopi itu.


Dia adalah jendral kelompok EX yg saat ini sedang menyuruput kopi miliknya itu dengan perlahan sambil melihat tumpukan dokumen di mejanya.


"Heh? Apa kamu mengkhawatirkan anak itu? Tenang saja dia pasti kembali dengan selamat kok" kata gadis itu sambil berdiri di samping jendral itu.


"Aku tau itu tetapi yg aku khawatirkan adalah kakaknya" kata jendral itu yg berdiri dan berjalan ke arah jendela yg tertutup.


"Ohh tapi aku yakin dia pasti sudah menghilangkan kebencian didalam dirinya karena dia memiliki teman yg sangat menyayanginya aku akan bertaruh itu, apa kamu ingin ikutan bertaruh Ayah?" kata gadis itu sambil memeluk lengan ayahnya dan menyenderkan dirinya di badan ayahnya yg besar itu.


"Kamu itu ya,mirip sekali dengan ibumu" kata jendral itu sambil mengelus - elus kepala putrinya yg di sayanginya.


"Baiklah ayah juga akan bertaruh untuk itu"


******{kembali ke kereta kora yg jalannya seperti siput}.


Perjalanan yg agak lama pun terjadi dan kebosanan mulai menyelimuti diriku, tetapi kebosanan itu langsung menghilang setelah aku melihat ke depan yg nampak dari jauh itu adalah sebuah gerbang dan itu artinya aku sudah sampai di ibukota yeaaayy!!!, aku langsung menarik tali kemudi itu dan mulai memberikan sihirku kepada para siput emas itu.


"Akhirnya aku sampai juga!!! Ayo para siput kita percepat jalanmu" dan seketika para siput itu menjadi lebih cepat dari pada yg tadi.


Elves yg sudah kehabisan tenaga langsung tidur di bahuku yg membuatku sedikit merasa tidak nyaman,aku juga melihat di balik jendela kereta itu yg menunjukkan bagian dalam kereta dan nampak Syla dan juga Rika sedang tertidur dengan nyenyaknya.


Aku yg melihat berdua semakin terpacu dan memberikan lebih banyak energiku kepada kuda itu yg membuatnya seperti sebuah motor yg sedang di gas sampe mentok.


*****


Kami berangkat dari desa itu pagi - pagi sekitaran jam 7 pagi tetapi kenapa kami mencapai di sekitaran pada waktu hari mulai sore? Apa karena siput ini? Sialan aku tidak bisa mengajak jalan - jalan Rika deh, semuanya gara - gara siput emas ini!!!


Kereta yg ku kendarai dengan kecepatan penuh sudah hampir mencapai di depan gerbang itu tetapi penjagaan disana sangat ketat, ya maklum putri kerajaannya kan diculik.


Aku pun mengikuti antrian kereta - kereta para pedagang yg panjang dan menunggu dengan bosan sampai berjam - jam lamanya.


Namun rasa bosanku kembali hilang setelah melihat antrian kereta yg tinggal satu kereta tersisa.


"Berikutnya"


Aku pun memajukan kereta itu dan memberikan kartu gelar pedagangku.


"Kora servant? Apa kamu beneran seorang pedagang?" tanya penjaga itu sambil memberikan sebuah kode kepada bawahannya yg sepertinya ingin memanggil kapten mereka.


"Sebenarnya aku hanya seorang sopir kereta, itu adalah kartuku tahun lalu karena aku belum sempat membuat kartu yg baru" kataku dengan sebuah alasan yg spontan kutemukan di pikiranku.


Sang kapten pun muncul dan membuat para penjaga disana memberi hormat kepadanya,Kapten itu sepertinya adalah orang yg suka makan karena tubuhnya nampak berisi dan juga kumisnya yg berbentuk seperti sebuah sapu.


"Apa kamu bisa melepas tudungmu itu?" perintah nya dengan tegas.


(Begonya aku!!!!)


Aku pun menurut dan membuka tudungku,sang kapten itu pun nampak kaget dan langsung mempersilahkan aku masuk.


"Silahkan masuk saja, ini aku kembalikan kartu anda" kata nya sambil mengembalikan kartu pengenal milikku.


"Mudah sekali!!! " kataku dalam batin.


Aku pun bergerak masuk kedalam gerbang dan melihat ke sekeliling tempat yg sudah seperti sebuah negri dongeng karena bangunan - bangunannya yg unik,yah maklum aja kerajaan ini kan sering dijuluki sebagai Negara fantasi.

__ADS_1


Aku pun menjalankan keretaku dengan pelan dan mencari - cari dimana letak sebuah penginapan di dekat situ untuk beristirahat karena hari sudah malam.


Kota itu sangatlah ramai dan juga terang padahal hari sudah malam,apa ada sebuah festival? Atau kah sebuah peringatan?


Semua penduduk di kota nampak bersenang - senang, ada yg sedang berpacaran di restoran, ada yg sedang minum - minum di sebuah warung kopi, dan juga ada yg sedang berjudi.


"Pemandangan yg bagus ya?" kata seseorang yg membuatku sedikit kaget setelah mendengar kata seseorang disampingku yg ternyata itu adalah Elves yg baru bangun.


"Iya pemandangan yg bagus dan juga sedikit damai" kataku sambil berjalan menyusuri jalanan yg terbuat dari aspal.


Setelah menyusuri jalan cukup lama, akhirnya aku menemukan sebuah penginapan yg terbilang cukup mewah tetapi kata jendral,tempat ini memiliki bayaran yg cukup murah? Ahh aku mulai curiga dengan ini.


"Elves kamu bangunkan mereka dan juga turunkan semua barang - barangnya, aku mau pesan kamar dulu" pintahku kepada Elves yg membuatnya kembali berwajah jengkel tetapi aku tidak peduli dengan itu.


Aku pun masuk ke tempat itu dan langsung di sambut oleh 2 orang gadis dengan baju maid tetapi sayangnya itu tidak membuatku tertarik,aku mengabaikan mereka berdua dan menghampiri resepsionis yg sedang tersenyum ramah.


"Aku pesan 2 kamar"


"1 kamar harganya 400 Reak" kata resepsionis itu sambil tersenyum.


"Mahal sekali harganya!!! Itu saja udah gajiku satu bulan, dasar Jendral bego!!!" kataku dalam batin yg membuatku terpaksa tersenyum.


"Nih mbak 800 Reak kan?" aku pun memberikan uang gajiku dalam 2 bulan.


Awas saja jendral busuk itu akan aku bunuh dia nanti!!!


[Di dunia ini terdapat urutan uang yg sangat berbeda dengan yg lainnya yaitu Fin, Reak, dan Mili.


1 Mili setara dengan 10000 Reak dan 1 Reak setara dengan 10000 Fin, jadi 800 Reak itu setara dengan 8.000.000 Fin]


Aku pun keluar dan menghampiri mereka bertiga yg sedang menunggu di luar sambil mengusap - usap wajah bangun tidur mereka.


"Papa!!! Apa Rika akan tinggal disini?" tanya Rika yg langsung memelukku dan seketika semangatku kembali membara.


"Iya karena penginapan ini, cukup bagus menurut papa" ucapku sambil tersenyum ke arahnya.


"Dasar lolicon!!"


"Baiklah ayo semuanya kita istirahat disini dulu, karena besok kita akan pergi ke istana untuk menemui Raja jadi beristirahatlah sampai puas ya" kataku sambil melemparkan sebuah kunci kepada Syla.


"Itu kunci kamarmu Syla kamu akan tidur bersama Rika, kamu mau kan Rika?" kataku kepada Rika yg dari tadi memelukku.


"Tidak mau tidak mau, aku maunya tidur sama papa!!" dia pun merengek untuk tidur bersamaku yg membuat hatiku semakin tidak tahan.


Bertahanlah hatiku yg suci dan bersih layaknya langit biru!!!


"Baiklah jadi Syla kamu tidur sendirian ya, jadi ayo kita pergi ke kamar masing - masing" kataku dan mengangkat tasku dan juga tasnya Rika.


Karena kamar Syla berada di lantai 2 jadi kami berpisah di lantai 1, aku pun menemukan kamarku di lantai 1 dan pintu kamar itu agak sederhana sih tapi biarlah harganya saja sampai 4 juta jadi seharusnya sih kamarnya bagus.


Aku membuka pintu kamar itu dan di dalam kamar itu ternyata sangat sederhana dan bahkan hampir mirip dengan kamar yg ada di rumah saat aku tinggal di desa itu.


(aku telah ditipu sama satu jendral busuk itu)


Rika yg sedang bersemangat langsung berlari masuk dan melompat ke atas kasur sederhana itu.


"Yaudah assasin hitam aku pergi cari makan dulu" katanya sambil berjalan meninggalkanku, karena aku terpaku dengan Rika yg sedang lompat - lompat jadi aku tidak mendengarkan ucapan Elves.


"Rika hati - hati nanti jatuh" kataku untuk memperingatkannya yg sedang melompat - lompat di atas kasur,tetapi dia mengabaikannya dan terus melanjutkan kegiatannya itu dengan semangat.


"Sepertinya kamu sedang senang ya" aku pun menghampirinya dan duduk di kasur itu.


"Iya papa begini nih kata teman - temanku, ibukota itu adalah tempat yg sangat indah dan juga menyenangkan,lalu lalu kata mereka juga katanya ada toko yg menjual makanan yg enak - enak disini, jadi aku merasa sangat bersemangat papa" jelasnya dengan serius tetapi aku yg mendengarnya bicara hanya tersenyum dan berkata dalam batinku "akhirnya kamu punya teman ya"


"Bagaimana kalau besok pagi kita jalan - jalan ke pusat kota? Sekalian juga kita datangi toko itu" kataku sambil tersenyum ke arahnya.


"Boleh? Yeayyy" dia pun nampak senang karena dia melanjutkan lompat - lompat di atas kasurnya.


Jantungku kembali berdetak dengan cepat seperti sedang berlomba, perasaan apa ini? Aku baru pertama kali merasakannya

__ADS_1


"Rika kamu sudah lapar kan? Bagaimana kalau kita makan malam dulu di restoran ibukota ini?"


Ucapku sambil mengangkatnya dari atas kasur.


Dia pun mengangguk dan tersenyum dengan manisnya, aku seharusnya mengurangi gula di kopiku!! Dia Benar - benar maniss (><).


Kami pun keluar dari kamar dan secara kebetulan berpapasan dengan Syla dengan baju tidur, pasti dia habis mandi.


"Guru mau kemana?"


"Kami mau cari makan, apa kamu mau ikut?" ajakku sambil tersenyum.


"Aku ikut guru tapi tolong tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu" katanya dan dia pun kembali berjalan naik ke atas tangga untuk menuju ke kamarnya.


"Kita turun duluan yuk, sambil menunggu kak Syla" kataku sambil berjalan menuruni tangga.


Dia pun mengangguk dan tersenyum lagi, Semoga saja diabetes ku tidak kambuh!!


Kami menunggu di depan pintu keluar tetapi ternyata tanpa kusadari Elves menghilang begitu saja padahal kan sudah aku suruh untuk menjaga kereta{Kamu yg bego!!!}.


"Maaf sudah menunggu lama guru" kata Syla yg kembali memakai baju petualangnya.


"Yaudah ayo kita cari makan "


"Iya!!!" jawab mereka dengan semangat apalagi Rika yg sepertinya sedang ceria hari ini.


Aku pun langsung menggendong Rika yg membuat Rika berteriak kesenangan, tetapi entah mengapa aku terus saja merasakan aura yg mengerikan dari Syla yg membuatku merinding, benar - benar mirip dengan DIA ya..


*****


Kami pun berjalan mengikuti jalanan di malam hari, tetapi walaupun sudah hampir tengah malam, jalanan itu masih tetap di penuhi oleh orang - orang dan juga toko - toko yg berjejeran rapi.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya aku menemukan sebuah restoran yg cukup sepi tetapi makanannya murah semua, yah maklum sih saat ini aku sedang dalam masa sulit.


"Papa apa kita akan makan disini?" tanya Rika sambil melihat - lihat papan di depan toko itu.


"Iya makanan disini enak - enak lo Rika, papa jamin" kataku untuk meyakinkan Rika.


Dia pun mengangguk dan masuk duluan ke dalam restoran itu.


"Dasar guru pelit" kata Syla sambil menyusul Rika yg masuk duluan.


[Kora memang pelit ya, hahahaha]" kata Acrodite dengan telepati.


"Iya iya"


Aku pun mengikuti mereka masuk ke dalam restoran itu yg keliatan dari luar restoran ini cukup kecil dan juga sepi, tetapi waktu aku masuk kedalam restoran itu, aku langsung mengerti maksud dari jangan melihat orang dari luarnya saja.


Di dalam restoran itu,tempatnya luas dan juga ada para pelayan dengan baju maid yg menyambut para tamunya, untungnya aku sudah memiliki perisai untuk ini.


"Selamat datang tuan, Apa tuan mau memesan tempat untuk satu orang? Atau tuan ada janji dengan seseorang disini?" tanya Gadis dengan rambut pirang yg indah, tetapi entah mengapa aku merasa pernah bertemu dengannya tapi dimana?


"Aku mau menemui seseorang disini"


"Kalau boleh tau, orang yg ingin di temui sama tuan itu siapa ya?" tanya gadis itu dengan sopan yg sepertinya bisa membuat lelaki yg melihatnya akan langsung luluh.


"Seorang gadis kecil dengan rambut biru dan juga kakaknya" kataku yg merasa sedikit curiga dengan gadis ini.


"Oh kalau begitu ikuti saya tuan, akan saya antarkan tuan kesana" dia pun berjalan ke arah sebuah meja yg ada di pojokan tetapi dekat dengan jendela.


Aku mengikutinya dengan perlahan dan juga waspada.


"Papa disini - disini" teriak Rika sambil mengangkat tangannya ke atas.


Aku pun tersenyum dan menghampiri mereka.


"Baiklah tuan jika anda ingin memesan tinggal panggil saja ya,aku akan datang nanti" katanya sambil berjalan kembali ke depan pintu lagi untuk menyambut para pelanggan dari restoran itu.


Syla yg nampaknya memiliki perasaan yg sama denganku masih saja menatap cewe itu dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Bersambung**........


__ADS_2