Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 4


__ADS_3

Pagi hari pun tiba,seperti biasanya aku masih membenci pagi tetapi saat ada acrodite rasa benci ku semakin hari semakin berkurang.


" Tuan bangun sudah pagi " dia berteriak


" (Huamm)" aku menguap dan membuka mataku


"Selamat pagi tuan " ucap dia


"Selamat pagi juga... eeh kamu kok bisa terbang?" Kataku saat melihat acrodite melayang di udara.


" ya iyalah siapa dulu? Acrodite gitu lo" dia membanggakan diri.


"Ayo sarapan dulu tuan ,udah aku buatin masakan yg enak " dia menghampiriku.


" Emangnya kamu bisa masak? Kan kamu gk punya tangan " kataku saat mendengar acrodite bisa memasak.


" Jangan Sering meremehkan orang tuan,walaupun gk punya tangan atau kaki tetapi jika ada niat pasti bisa " dia menasehatiku


" maaf aku gk sengaja ngomong kaya gitu " aku meminta maaf.


" ya sudah ayo kita sarapan,ikuti aku tuan"dia terbang keluar tenda.


Akupun mengikutinya sampai keluar tenda, dan disaat berada diluar tenda terdapat sebuah meja dan sebuah kursi yg di atas nya berisi beberapa makanan yg siap di santap.


"Wah kamu yg menyiapkan ini semua?" aku kaget dan langsung duduk di kursi itu.


" iya ini semua buat merayakan keberhasilan tuan,menyelesaikan 100 misi " kata dia


" Terimakasih ya " aku mengambil salah satu makanan yg ada di meja.


Tiba - tiba air mataku menetes setelah memakan makanan ini.


"Rasa ini......ya aku ingat rasa ini, masakan ini mirip sekali dengan buatan ibuku " aku memakannya dengan lahap sambil menghapus air mataku yg menetes.


Pada saat memakan makanan itu, aku teringat masa lalu ku yg penuh kebahagiaan, sampai - sampai aku terlarut dalam lamunanku.


"(Yg tabah ya tuan, mungkin kali ini kamu merasa sangat sedih dan menderita mungkin suatu saat tuan pasti dapat sebuah kebahagiaan)" ucapnya dalam batin.


" ini tuan air minumnya " dia memberiku sebuah gelas kecil


" makasih ya " aku mengambil gelas yg melayang itu.


" gimana tuan masakanku,enakkan? " dia bertanya


"Enak sekali,makasih ya atas makanannya " aku tersenyum


" hehehe " dia berubah warna dari hitam menjadi merah.


"Yaudah ayo kita pulang ke markas pusat untuk melaporkan ini" aku mengambil jubah dan tasku.


"Lah tuan tendanya kenapa gk diambil?" tanya dia


"Oh iya aku lupa hehehe" aku tertawa kecil.


"Dasar tuan pelupa hahaha " dia ikut tertawa


Kami mengambil tenda dan berjalan ke arah ibukota yg letaknya jauh sekali,tetapi entah mengapa saat ada dia perjalananku terasa menyenangkan.


******


Perjalanan pulang ternyata lebih memakan waktu dari pada waktu berangkat.


Dikarenakan kakiku masih belum sembuh karena pertarungan kemarin kami pulang dengan jalan kaki, kami melewati hutan - hutan yg cukup lebat.


Hari pun mulai gelap, sampai aku sadari bahwa perjalananku masih setengah perjalanan.


Kami menemukan sebuah kota kecil yg dekat dengan sebuah hutan.


"Eh ada kota ya disini baru tau aku " aku menatap sebuah pintu gerbang kota itu.


"Itu karena tuan tidak teliti" katanya


"Ya maaf soalnya waktu berangkat misi kemarin aku terburu - buru jadi gk kelihatan " aku membuat alasan.


"Yasudah ayo kita cari penginapan biar tuan bisa istirahat" sarannya.

__ADS_1


"Ide yg bagus aku juga udah capek,ada uang gk ya di tas" aku mengecek tasku


"Ah ada ternyata tapi cuman buat satu orang " kataku sambil merenung.


"Gk papa kan aku bukan manusia jadi gk usah di hitung" katanya.


"Benar juga ya,tapi aku memang ingin menganggap mu sebagai manusia" aku tersenyum kepadanya.


"Sungguh kehormatan bagiku tuan" dia menjawab sambil merasa malu.


"Ayo kita cari penginapan yang murah" kataku


Kami mencari penginapan di kota kecil itu, kami pun menemukan sebuah penginapan yg cukup kecil yg dekat dengan sebuah bar minum.


Aku dan Acrodite langsung masuk ke sana dan pergi untuk memesan kamar.


"Permisi, aku mau pesan satu kamar " aku memesan kamar kepada seorang pegawai disana.


"Ini kuncinya tuan, semoga tuan bisa istirahat dengan nyaman" dia tersenyum


"Terima kasih ya" aku mengambil kuncinya dan mencari kamar dengan nomor di kunci itu.


"Kamar 19? Oh ini ya" aku melihat sebuah kamar dengan nomor yg sama dengan nomor kunciku.


"Kamar nya kok di pojok ya?" aku menemukan kamar itu di pojokan penginapan dekat kamar mandi.


"Begini lah nasib orang yg gk punya duit" aku membuka pintunya.


"Permisi " aku masuk ke kamar itu,


Pada saat aku membuka pintu,aku melihat seorang cewe yg sedang berganti pakaian.


" Ehh haaaaaaah " dia berteriak sambil melempar beberapa barang.


"Maafkan akuuuu" aku langsung lari dari tempat itu dan pergi ke tempat pemesanan kamar.


"(Hiks hiks hiks) aku sudah gk bisa menikah,maafkan aku ibu" tangisnya


"Akan kubalas kau pria mesum"


"Mbak kenapa di kamar no 19 ada orang? " aku langsung bertanya kepada mbak pegawainya.


"Lah kan mbak yg beri kunci ini" aku menunjukan kunci itu


"Oh maaf itu salah saya , ini baru kunci anda tuan,maaf atas kelalaian saya" dia meminta maaf.


"Kalau kerja yg bener mbak,cari kerjaan itu susah tau" aku memarahi pegawai itu.


Aku pergi dari tempat itu dan mencari kamar lagi dengan nomor yg berbeda.


" ini ya kamarnya, semoga bener" aku melihat kamar yg terkesan sederhana.


"Permisi ya" aku membuka pintu itu dengan hati - hati.


Di rasa aman aku langsung menaruh barang bawaanku dan berbaring di kasur dengan acrodite.


"Untung kamar nya benar " aku membuka bajuku karena gerah.


"Tetapi tuan melihat pemandangan yg indah kan? " dia menggodaku.


"Ya enggak lah ,itu cuman kecelakaan yg gk di sengaja" pipiku mulai memerah.


"Terserah tuan saja hahaha" dia tertawa


Kami mengobrol beberapa hal yg terjadi,


"Lebih baik tuan tidur ,biar besok pagi bisa vit badannya" dia menyuruhku tidur.


"Tanpa di suruh pun aku pasti tidur" aku menutup mataku yg terasa berat.


"Tidur yg nyenyak ya,cowok MESUM" tiba - tiba ada suara cewek yg ada di kamarku


Aku membuka mata dan yg terlihat di depanku adalah cewe yg ada di kamar no 16.


"Kau harus di hukum" dia menyerangku dengan sebuah belati.

__ADS_1


(Clingg)


Aku menghindari serangannya dengan kecepatanku.


"(Kecepatannya benar - benar hebat)" dia mengucap dalam batin


"Aku minta maaf atas kejadian tadi,aku benar - benar tidak sengaja" aku meminta maaf kepadanya.


"Gara - gara ka kamu a a aku sudah ti tidak bisa me me menikah" dia menjawab dengan pipi yg merona sambil mengambil satu belati lagi di kantung nya.


Aku berpindah dengan kecepatanku untuk mengunci tangannya.


"Kena kau" aku mengunci tangannya


"Apa!! Sejak kapan?" dia nampak kebingungan


"Aku minta maaf tolong maaf kan aku ya" aku tetap meminta maaf


"Walaupun aku memaafkanmu ,tetapi permintaan maaf juga belum cukup" dia menjelaskan dan berusaha melepaskan kuncianku.


Dia pun bisa lepas dari kuncianku dan menjatuhkanku.


"Kena kau,sekarang kamu harus dapat hukuman" jelasnya.


"Iya iya kamu boleh menghukumku, asalkan kamu menjawab pertanyaanku " aku membujuknya untuk mendapatkan informasi.


"Baiklah satu pertanyaan saja,jangan lebih" auranya langsung berubah.


"Siapa namamu?" tanyaku


"Namaku adalah Syla" jawabnya dengan judes


"Perkenalkan namaku kora,salam kenal ya " aku bercanda sedikit.


"Iya salam kenal juga" tiba - tiba suaranya terdengar seperti orang yg sangat marah.


"Trus kamu kenapa berada di tempat ini?" aku bertanya lagi.


"Aku disini untuk mencari seniorku" nampak dari wajahnya dia terlihat khawatir.


"Trus...."


"Cukup!! Jangan banyak nanya,sekarang kamu buka baju dan melakukan sit up 100 kali" perintahnya dengan tegas.


Aku menurut saja,apa yg di perintahkannya.


"Oh iya kenapa kamu berada disini kora? " tanyanya di sela - sela hitunganku.


"Aku sedang melakukan perjalanan ke ibukota untuk mencari saudara perempuanku" jawabku dengan sebuah kebohongan.


Dia hanya terdiam...


"Anu.. Nona apa hukumanku sudah selesai? Aku harus melanjutkan perjalananku" tanyaku


"Belum masih 50 kali lagi" jawabnya dengan tegas.


"Maaf ya nona waktuku sudah habis,semoga kita bisa bertemu lagi, dadah~" aku langsung menghilang dari tempat itu dan kabur darinya.


"Hilang!! kecepatannya memang luar biasa, tetapi aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja " dia melompat dari lantai 2 dan turun dengan keadaan baik - baik saja.


Aku kabur ke arah menara yg berada di kota itu dan mengawasinya.


"Ternyata kota kecil ini punya menara ya, kukira hanya ibukota saja yg punya menara" aku melihatnya sedang mencariku dari rumah ke rumah


" oh iya aku lupa,barang - barang ku kan masih di penginapan kalau diambil sekarang pasti nanti kena hukuman lagi" di saat aku sedang mencari cara untuk mengelabuinya.


"Duh tuan ini barangnya jangan di tinggalin dong,berat tau " katanya sambil membawa semua barang milikku dengan sihirnya.


"Ya maaf soalnya aku lagi kena masalah yg lebih besar tau" aku menjelaskan masalahku kepada acrodite.


"Ya itu memang salahmu tuan ,menyerah saja soalnya bagi sebagian wanita tubuhnya itu yg terpenting dari pada yg lainnya" jelasnya.


"Trus aku harus gimana? Dia sudah terlanjur marah" tanyaku dengan bimbang.


"Mati saja tuan"

__ADS_1


Entah karena apa, tiba - tiba hatiku serasa di tusuk oleh ribuan anak panah.


"(Sakitnya...)" ucapku dalam batin


__ADS_2