Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 14


__ADS_3

*******


Aku pun berjalan pulang ke arah rumah sambil memikirkan kejadian - kejadian yg dialami oleh Silva dan kebencianku terhadap semua bangsawan pun semakin dalam.


Sesampainya dirumah....


"Aku pulang" aku langsung membuka pintu.


"Se se la mat da da datang tuan" setelah aku membuka pintu yg aku dapati adalah Aina dan kak Rias yg menyambutku dengan memakai baju pelayan yg sangat Seksi.


"Ehh!! A a apa yg ka ka kalian lakukan!!" tanyaku dengan penuh rasa malu sambil memalingkan wajahku.


"Menyambutmu" jawabnya sambil tersenyum.


"Menyambut pala kau" aku pun secara reflek memukul kepala kak Rias.


"Sakit tau, padahal kami sudah berusaha menyambutmu dengan baik" ucapnya dengan polos.


"Menyambut sih menyambut tapi jangan pakai baju kaya begitu lah nanti ada sesuatu yg muncul bisa berabe nanti " jawabku dengan rinci.


"Hoho coba jelaskan apa itu yg muncul?" dia pun menggodaku sambil menempelkan dadanya di dadaku.


"Dasar!!!!! Hentikan" aku langsung mendorongnya dengan pelan.


"Oh iya Aina apa tubuhmu sudah baik - baik saja?" tanyaku kepada Aina yg dari tadi hanya diam mematung dengan muka yg memerah.


"Ba ba baik - baik saja kok tuan Kora" jawabnya sambil tersenyum.


"Begitu ya tapi lebih baik kamu ganti baju gih, aku gk kuat liatnya" pintahku dengan lembut.


"Siap tuan kora" dia pun langsung menurut dan meninggalkan kami berdua.


"Jadi apa jendral sudah tau masalah ini?" tanyaku kepada Kak Rias dengan serius.

__ADS_1


"Dia sudah tau bahkan katanya dia mau menemuimu di kantornya, lebih baik kamu tanyakan sendiri" jawabnya sambil melepas baju pelayan tadi.


Setelah mendengar itu aku langsung pergi ke kantornya jendral untuk mencari tau apa yg dialami oleh Aina.


"Permisi" sesampainya disana aku langsung masuk ruangan tanpa mengetuk lebih dulu.


"Kamu ini yaa, kalau masuk ketuk pintu dulu lah, bikin kaget saja" ucapnya sambil menyembunyikan bukunya di dalam laci.


"Aku tak peduli, jadi apa masalahnya jendral?" tanyaku dengan serius.


"Dasar anak ini tidak suka basa basi ya, sebenarnya gadis itu terkena kutukan" jawabnya dengan singkat.


"Kutukan? " aku pun kaget saat mendengarnya.


"Iya kutukan ini di tanam ke dalam tubuh seseorang agar seseorang itu menuruti perintah dari pemasang kutukan itu.


" terus bagaimana cara menghilangkannya?" tanyaku lagi dengan serius.


"Aku belum menemukannya, tetapi aku yakin Aina akan baik - baik saja karena kutukan ini tidak berlangsung lama dan hanya bertahan sampai 5 bulan saja" jelasnya dengan jujur.


"Baiklah jendral aku permisi , aku mau mandi dulu" aku langsung keluar dari ruangan itu dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai mandi aku langsung memakai baju tidurku dan bersiap - siap untuk tidur.


"(Huaaamm) ngantuknya" aku membaringkan badanku yg lelah ini di atas kasur yg empuk.


"Kerja bagus tuan!!" dan di saat aku mau memejamkan mata tiba - tiba saja Acrodite muncul di hadapanku.


"Kamu ini ganggu saja" jawabku sambil memegangnya.


"Hehe gimana tuan sekolahnya?" tanya Acrodite dengan lembut.


"Biasa saja kaya dulu kok tidak ada yg berubah, murid - murid nya juga masih sama sifatnya seperti teman sekelasku dulu yaitu Males" jelasku sambil memejamkan mataku lagi.

__ADS_1


" oh begitu, oh iya Apa tuan sudah tau soal kutukannya si Aina?" tanyanya lagi.


"Iya aku sudah tau kok, kata jendral sih beberapa bulan kutukannya akan hilang" jelasku dengan jujur padahal sih masih kepikiran dengan kutukan itu.


"Hmm begitu ya"


(Tok tok tok)


"Permisi tuan kora, ini Aina" ucapnya sambil terus mengetuk pintuku.


"Iya ada ~~


Aku pun hanya terdiam saat melihat baju yg di kenakan Aina sangat seksi.


" ka ka kamu pakai baju apa?" tanyaku dengan di penuhi rasa malu dan lagi - lagi aku langsung memalingkan wajahku darinya.


"Kata Kak Rias ini cocok di tubuhku, jadi sekalian aku tunjukkan kepadamu, ini cocok atau tidak?" dia pun bertanya dengan wajah yg memerah.


"(Cewe itu!!)" aku pun merasa tidak sanggup untuk melihatnya.


"Um maaf ya Aina, aku tidak bisa menemanimu pagi tadi" ucapku sambil berusaha memalingkan pikiranku yg penuh dengan nafsu ingin memakannya.


"Iya tidak apa - apa kok, lebih baik tuan tidur saja besok tuan kan masih harus berangkat sekolah" pintahnya dengan polos sambil tersenyum.


"Selamat malam kora" sapanya dengan lembut.


"Iya selamat malam juga" dia pun langsung meninggalkanku dan kembali ke kamarnya.


Karena aku pun sudah merasa sangat mengantuk, tanpa aba - aba pun seketika aku tertidur dengan lelapnya tanpa memperdulikan sekitarnya.


"Dasar tuan ini"


Walaupun aku tertidur dengan lelapnya, tetapi perasaan kebencianku semakin membesar dan bahkan serasa akan meledak dengan sendirinya.

__ADS_1


Pikiran ku terus saja memikirkan tentang Silva dan kutukannya Aina.


Walaupun begitu aku tetap saja merasa senang dan bahagia karena bisa bertemu dengan orang yg sangat aku sayangi dan bahkan sampai 1 kelas segala lagi.


__ADS_2