Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Side chapter:Petualangan Aina dan Rika(Eksperiment ganti pov) Part 2


__ADS_3

*******


Di sebuah tempat yg gelap tanpa adanya cahaya sedikit pun, yang setiap kali angin melewatinya maka akan berubah menjadi hawa dingin yang membuat semua tubuh menggigil kedinginan, dan sebuah tempat yg bisa membuat orang di dalamnya merasa ketakutan dan gelisah....


Aku... saat ini sedang berada di tempat yg seperti itu.


Aku merasa kedinginan dan aku takut..... Aku takut sesuatu yg gelap seperti ini..... Sendirian di tempat ini... Tanpa ada seseorang yg berada di sampingku.


["Rika...."]


Siapa? Ibu?


Di depanku berdiri seorang wanita berambut biru yg sama sepertiku dan memiliki wajah yg membuatku merasa tenang saat melihatnya. Ya aku mengingatnya, dia adalah ibuku. Aku kangen padamu ibu.....


["Rika sayangku, kamu tetaplah berada di sini dan jangan keluar sampai ibu datang ya...... Kamu bisa menjadi anak baik kan?"] kata ibuku sambil tersenyum dan mengelus - elus kepalaku.


Tempat ini..... Aku kenal dengan tempat ini, ini adalah gang gelap yg ada di desaku dulu yg juga termasuk tempat yg aku benci.


Aku ingin menjawab kalau aku bukanlah anak yg baik, aku tidak bisa menjadi anak yg baik jika aku tidak bersama ibu..... Tetapi, suaraku tidak bisa keluar... Aku ingin sekali mengatakan itu dan mencegah ibuku untuk pergi. Namun, walaupun aku sudah berusaha untuk mengatakan itu tetap saja suaraku tidak mau keluar.


Ibuku pun berdiri dan tersenyum sekali lagi padaku lalu berjalan keluar dari gang gelap ini dan meninggalkanku sendirian.


Jangan tinggalkan aku ibu!!! Ah!! Jangan pergi keluar!! Di sana berbahaya!!!.... Aku ingin mengatakan itu, tetapi tetap saja suaraku tidak keluar.


Aku ingin meraih tangan ibuku untuk mencegahnya, tetapi seluruh tubuhku tidak bisa kugerakkan. Aku hanya bisa diam melihat ibuku meninggalkanku...... Aku menangiss.... Aku hanya bisa menangis......


Namun, air mataku tidak keluar dan suara tangisanku juga tidak bisa kudengar, hanya keheningan dan hawa dingin yg menemaniku.


Tubuhku tidak bisa kugerakkan, dan Ibu sudah pergi jauh dariku yang membuatku tidak akan pernah melihatnya lagi...


Kegelapan yg kubenci, mulai menarikku masuk ke dalamnya. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk menolak, aku hanya bisa diam dan menerima saja, itu cukup mudah bagi anak yg penurut sepertiku. Ya ini sangat mudah.... Sangatlah mudah..... Tetapi...


Tetapi...


Tetapi..


Tetapi.


Tetapi!!!


Aku..... Aku tidak mau berada di tempat ini lagi....... Tempat ini menakutkan!!! Aku tidak ingin berada di sini lagi!!


Jika aku tetap di sini, maka aku tidak bisa melihat orang - orang yg kusayangi lagi...


Aku tidak bisa melihat papa, kak Syla, Kakak bertaring.... A-a-aku tidak ingin hal itu terjadi!!!


Namun, apa yg bisa aku lakukan untuk melepaskan diriku ini... Tubuhku tidak bisa bergerak, lalu tidak ada orang yg ada sampingku.... Aku sendirian....


Aku takut..... Aku takut kehilangan semua kenangan itu..... Aku takut kegelapan..... Aku takut.... Sendirian....


Siapa saja tolong aku......


Ibu..... Papa..... Tolong aku..... Aku tidak mau berada di tempat yg kubenci ini!!! Tolong aku.... Aku mohon..... Selamatkanlah.... Aku...


("Rika....")


!?

__ADS_1


Siapa!? Suara ini..... Bukan punya ibu maupun papa... Suara ini juga bukan milik kak Syla.


Ini... Ini adalah suara yg tidak [kukenal]


("Rika!! Bukalah matamu!!!")


Maaf, aku tidak bisa membuka mataku....


("Bangunlah!!! Ayo kita jalan - jalan!!")


Maafkan aku, tubuhku tidak bisa kugerakkan....


("Rika!!!")


Kumohon hentikan itu...... Aku tidak bisa menjawabmu..... Aku tidak bisa keluar dari kegelapan ini.....


("Berusahalah untuk keluar dari tempat yg gelap itu Rika!!!!")


!?


Apa yg di katakannya tadi?


("Aku tau kamu sedang ketakutan dan sendirian di tempat gelap itu... Tetapi, tolong berusahalah sedikit lagi... Dan juga jangan menjadi anak yg penurut lagi!!")


Lalu setelah ucapan itu, tiba - tiba saja setitik cahaya muncul di depanku yg mulai menerangi kegelapan di sekitarku..


Hangat....


("Lawanlah kegelapan itu Rika!!! Jika kamu tidak bisa mengalahkannya maka andalkanlah aku..... Aku akan selalu berada di sampingmu dan membantumu.... Jadi, kumohon bukalah matamu...")


Suara itu entah mengapa membuatku merasa tenang.... Suara yg lembut itu mirip seperti milik ibuku,tetapi sedikit berbeda.


Lalu kegelapan tadi juga sudah lenyap, dengan datangnya cahaya ini..


Aku merasa tenang dan aku tidak merasa ketakutan lagi!!.


****


Aku membuka mataku perlahan dan hal yg pertama yg aku lihat adalah wajahnya..


Wajah yg cantik dengan rambut putih indahnya yg membuat cahaya di sekitar tempat itu nampak lebih cerah atau mungkin itu hanya perasaanku saja.


"Rika...."


Gadis itu pun langsung memelukku dengan erat yg membuatku merasa hangat dan nyaman.


"Syukurlah... Syukurlah... Kamu berhasil.... Melawannya...." gadis itu meneteskan air matanya sambil terus memelukku..


Aku.... Aku sangat bahagia... Aku berhasil.... Tetapi... Tetapi.... Aku....


"Huwaaa.... Kak Aina!!! Aku takut sekali!!! Aku takut, aku tidak bisa bertemu dengan papa dan kakak lagi.."


"Iya iya kamu sudah berjuang dengan baik.... Pasti itu sangat menakutkan ya..." ucap kak Aina sambil mengelus - elus kepalaku.


Sentuhan ini sangat berbeda dengan milik papa, sentuhan ini sangatlah lembut dan hangat. Sangat nyaman....


"Iya... Sangat menakutkan.... Tempat gelap dan dingin itu sangat menakutkan...... Kukira aku tidak bisa bertemu kakak dan papa lagi... Hiks hiks"

__ADS_1


"Cup cup cup, kamu adalah anak yg kuat ya.... Kamu akan baik - baik saja sekarang.... Kegelapan itu tidak akan bisa mempengaruhimu lagi, karena aku ada bersamamu."


Kak Aina pun tersenyum kepadaku yg membuatku kembali merasakan sebuah kehangatan yg dulu hampir aku lupakan..


Suaranya yg lembut dan tenang...


Hatinya yg baik hati dan penyabar..


Dan senyuman miliknya itu yg memberi kesan tenang bagi orang yg melihatnya...


Aku.... Merasa bahagia saat di dekatnya..


Dulu, aku selalu menganggap kalau teman Papa adalah temanku juga...


Aku berpegang teguh dengan keyakinan itu selama aku ikut perjalanan dengan papa, aku selalu menganggap semua kenalan papa sebagai temanku, termasuk kak Syla dan kakak bertaring.


Namun kali ini, aku tidak ingin mematuhi keyakinan itu lagi. Aku akan menganggap semua orang di sekitarku sesuai keinginanku, seperti ini adalah temanku, sahabatku, keluargaku dan kenalanku.


Aku akan melakukannya sesukaku, aku tidak ingin menjadi anak yg selalu menurut lagi!!


Jadi, untuk kak Aina yg ada di depanku, aku tidak akan menganggapnya sebagai teman maupun sahabatku, karena aku merasakan hal yg lebih dari pertemanan dan persahabatan. Aku merasakan kehangatan yg kuinginkan, aku juga merasa tenang saat di dekatnya.


Lalu, lalu, kak Aina juga selalu menjawab pertanyaanku dengan jawaban yg benar, walaupun ada pertanyaan yg tidak bisa dia jawab, tapi dia selalu mencoba untuk menjawabnya dengan jujur.


Dia... Dia... Bukanlah temanku lagi.


Juga bukan sahabatku...


Tetapi...


Bagiku, dia itu adalah seorang ibu..


Ya aku akan menganggapnya seperti itu, mulai sekarang aku akan memanggilnya (mama).


"Mama..."


"Eh?"


"Mama.. Hehe mama Aina, aku sayang padamu..."


Aku pun kembali melompat ke dalam pelukannya yg membuatnya terkejut.


"Eh!? Tu-tunggu Rika.... Duh... Kamu ini, terlalu bersemangat"


"Ehehe, aku memang selalu bersemangat mama Aina..."


"Aduh.."


Aku pun tersenyum kepada mama Aina sambil terus memeluknya, mama Aina juga membalas senyumanku dan mempererat pelukannya. Pelukan ini sangat menyenangkan...


Begini saja sudah cukup bagiku..... Ya ini sudah cukup...


Ibu... Terima kasih karena sudah mengurusku... Sekarang... Aku sudah memiliki seorang ibu baru yg ada di pelukanku.... Aku akan menyayanginya seperti aku menyayangimu ibu...


Aku akan selalu sayang padamu ibu... Jadi, tolong lihatlah aku dari dalam istana langit ya.... Ibu...


Aku pun tersenyum sambil berdoa untuk ibuku yg selalu kusayangi dan mempererat pelukanku, semoga kebahagiaan ini bisa berlangsung selamanya....

__ADS_1


Lalu, selama beberapa menit kami berpelukan, aku entah mengapa merasa kalau ada seseorang yg melihat momen itu, tetapi tidak ada siapa - siapa di sekitarku ini. Hmm..... Yah biarlah, walaupun ada yg mengintip juga aku tidak keberatan, karena jika itu demi kebahagiaan ini, maka aku tidak akan pernah keberatan hehe.


__ADS_2