Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 36


__ADS_3

Aku pun meninggalkan Elves disana dengan acrodite untuk mulai menjelajahi desa yg bentuknya sudah seperti sebuah kota Wild west yg ada di film - film koboy, karena aku melihat bangunan - bangunan rumah di desa itu cukup kuno dan juga unik.


Aku pun pergi ke arah sebuah gudang penyimpanan yg hampir sama dengan desa sebelumnya karena aku merasakan sebuah aura yg mengerikan dari sana.


********


Sesampainya disana, aku langsung saja membuka pintu gudang itu dan sepertinya ada sekelompok orang yg sedang terikat dari dalam kegelapan itu atau mungkin itu cuman ilusiku saja?


Ya maklum lah karena sudah malam dan juga aku lupa bawa senter, jadi gk keliatan deh hehe.


"Apa ada orang disini? Kalau kalian penduduk di desa ini jawablah!!!" teriakku ke arah kegelapan.


"Iya kami ada disini, tolong selamatkan kami!!!"


Sahut seseorang yg nampaknya adalah seorang perempuan karena terdengar dari suaranya yg lembut.


"Dan juga tolong selamatkanlah anak - anak kami!!! Mereka tidak bersalah, kami akan memberikan apapun kepada tuan jika tuan menyelamatkan anak - anak kami" sahut lagi seseorang yg sepertinya kali ini adalah seorang pria.


"Baiklah nanti aku akan kembali lagi kesini, jadi kalian tolong disini saja,nanti akan ada temanku yg akan menyelamatkan kalian"


"Iya berhati - hatilah tuan"


Bagi kalian yg marah - marah karena sikapku yg meninggalkan puluhan atau mungkin beberapa orang yg sedang terikat di dalam gudang yg gelap itu serta menyebutku sebagai seseorang yg ****.


Yah kalian benar aku memang ****{hahaha ngaku lo ya}.


Aku pun meninggalkan orang - orang itu dan berjalan ke arah sebuah rumah yg sudah di beritahukan oleh pak kades tadi.


Tetapi sebelum aku meninggalkan mereka, aku sudah menghubungi acrodite dengan telepati untuk membantuku menyelamatkan orang - orang tadi, jadi aku yakin semua orang itu pasti akan baik - baik saja.


Aku pun berjalan di jalan utama desa itu dengan perasaan curiga atau mungkin waspada karena dari tadi aku merasa sedang di awasi oleh sesuatu.


*********


Sesampainya di rumah yg di katakan oleh pak kades,aku pun tercengang saat melihat rumah yg besar nya udah kaya rumah bangsawan dan juga halaman rumah yg luasnya udah kaya lapangan.


Tetapi di saat aku sedang berada di halaman rumah itu, aku mencium sebuah bau yg sepertinya aku pernah mencium bau ini sebelumnya dan karena aku sedang males untuk mengeceknya jadi kubiarkan saja.


"Rumahnya keliatan angker ya" kataku saat sudah sampai di depan pintu rumah itu.


Lalu tanpa aba - aba apapun, aku langsung saja mendobrak pintu rumah itu dan melakukan suatu hal yg selalu dilakukan oleh orang pada umumnya jika berada di rumah kosong.


"Halo!! Apa ada orang disini?" yup itulah kata - katanya.


Di saat aku sedang berada di dalam rumah yg besar itu, rumah ini sudah terasa seperti sebuah mansion orang - orang kaya yg sering aku liat tetapi sepertinya yg ini sedikit berbeda.


Atsmosfer di rumah itu pun terasa seperti sebuah rumah hantu yg ada di festival - festival yg membuat bulu kudukku berdiri tegak,dan juga aku merasakan sebuah aura kehadiran seseorang yg terdapat di lantai atas rumah itu.


Lalu di karenakan hal itu, aku pun langsung saja menaiki tangga yg ada di tengah ruangan dan berjalan secara perlahan ke arah kamar yg aku tuju.


Namun di saat aku hampir mencapai ruangan itu, tiba - tiba saja sebuah suara berdering yg khas dari hp jadulku pun berbunyi yg membuatku kaget karenanya.


Apalagi ditambah dengan acrodite yg muncul di hadapanku yg seketika membuat suara jantungku menjadi seperti suara kendang.


Aku pun mengangkat telpon itu, yg ternyata itu adalah komandan yg menelponku untuk menanyakan situasiku dan lain - lain{karena aku males ngetik percakapannya jadi aku skip saja}.


"Tuan memangnya komandan nanya apa? Lama banget" tanya Acrodite sambil terbang di sampingku.


"Cuma nanya situasi sama memberikan sebuah info baru" 


"Info apa?"


"Tuan putri Arisa baru saja diculik oleh orang - orang dari pulgatory kemarin malam,dan sekarang kerajaan sedang dalam masa penjagaan yg ketat jadi dia menyarankanku untuk lebih waspada. Udah gitu doang" jawabku dengan tenang yg membuat acrodite berubah warna menjadi biru yg menandakan dia bingung.


"Kenapa tuan nampak tenang - tenang saja?, apa tuan tidak khawatir dengannya?"


"Yah karena aku sudah tau sifat dari kelompok pulgatory yaitu akan membiarkan sandera mereka tetap hidup dan juga suci. Jadi aku yakin tuan putri akan baik - baik saja, dan juga sebelum mengkhawatirkan hal itu lebih baik kita selamatkan anak - anak penduduk desa terlebih dahulu" 


"Siappp tuan"


********


Akhirnya aku pun sampai di depan kamar itu dan langsung membuka pintu kamarnya.


Lalu di dalam kamar yg ukurannya cuman 30 x 15 M aku melihat sekumpulan anak - anak yg sepertinya berjumlah 20 anak sedang berada di sudut ruangan dengan wajah yg ketakutan.


Mereka semua nampak trauma serta ketakutan, tetapi dikarenakan kepintaranku yg sudah melebihi manusia, aku pun langsung menghampiri mereka dengan pedang yg masih di pegang olehku yg seketika membuat anak - anak itu semakin ketakutan{kasian tau mereka woy}.


Aku pun mendekati mereka dan mulai memotong ikatan tali di tangan dan juga kaki mereka.


"Kalian sekarang aman jadi jangan takut ya" ucapku sambil tersenyum ke rah mereka agar mereka tidak terlalu ketakutan.


Setelah selesai aku pun memerintahkan acrodite untuk menggunakan sihir teleportasi ke arah gudang tadi.


Tetapi disaat acrodite sedang membaca mantra, tiba - tiba saja aku mencium bau asap dari luar kamar dan juga terdengar beberapa suara ledakan kecil yg sepertinya berasal dari ruang tengah.


"Pindahkan kami dengan kecepatan luar biasa milikmu: Transportan!!"


Lalu secara seketika, kami semua pun tiba - tiba saja sedang berada di depan gudang yg membuat anak - anak itu sedikit kaget, tetapi mereka nampak tidak terlalu memperdulikannya dan langsung berlari ke arah gudang yg sepertinya mereka ingin melepas rindu.


"Ibu!!"

__ADS_1


"Alexa" Mereka berdua pun saling berpelukan dan menangis bersama.


Para orang tua lainnya pun mulai keluar dari gudang yg gelap itu dan memeluk anak mereka masing - masing.


Benar - benar pemandangan yg mengharukan, sampai - sampai aku kembali teringat dengan pesan ibuku yaitu untuk menemukan adikku yg ternyata masih hidup.


********


Lalu di saat pikiranku sedang terbang, aku pun langsung kembali teringat dengan bau dan ledakan yg ada di mansion itu.


Karena hal itu, aku pun langsung melihat ke arah rumah mansion tadi dan seperti yg sudah kuduga, rumah itu telah terbakar oleh api yg sepertinya sudah di rencanakan oleh seseorang.


Aku pun menyuruh acrodite untuk memadamkan api di rumah itu tetapi tiba - tiba saja aku merasakan sesuatu.


"Apa tuan merasakannya?"tanya acrodite sambil mendekatiku dan berdiri di sampingku.


" iya aku merasakannya" ucapku sambil melemparkan pedangku yg sudah hampir rusak ke arah sebuah pohon yg ada di samping gudang penyimpanan penyekapan warga{wkwkwkwk susah amat bacanya} dan di karena keberuntunganku yg sangat tinggi, pedangku pun tertancap dengan sempurna di pohon itu.


Pohon itu pun menghilang dan berganti dengan seseorang yg memakai jubah berwarna hitam yg tertancap sebuah pedang di perutnya.


Aku pun menghampiri orang yg tertusuk pedang milikku dan nampaknya dia sudah mati.


"Yah sudah kutebak kalau aku berurusan dengan kelompok itu pasti akan sangat merepotkan" kataku dengan tarikan nafas yg tajam saat melihat sebuah simbol yg ada di jubah orang itu yg pernah aku lihat sebelumnya.


Yap benar sekali itu adalah simbol dari kelompok Shadow..


"Yasudah ayo kita kembali dulu ke tempat Elves, siapa tau dia sudah sadar?" kataku sambil mengambil tas dan juga jubah milik orang itu.


"Siap tuan"


Aku pun mulai berjalan ke arah tempat Elves pingsan tadi, tetapi para penduduk yg sudah aku selamatkan,


tiba - tiba saja menghadangku dan membuatku berhenti di tempat mereka.


"tuan mau kemana?" tanya seorang gadis kecil dengan tatapan yg membuatku teringat dengan Rika, apalagi di tambah dengan caranya menarik jubah milikku dengan perlahan yg membuatnya benar - benar mirip dengan Rika.


"Ahh aku cuma mau pergi ke tempat teman - temanku saja kok, mau mengecek keadaan mereka saja"jawabku sambil mengelus kepala anak itu


"Lebih baik tuan bermalam saja di desa ini, karena kalau tidur di luar tuan bisa kena demam, dan juga ini sebagai balas budi atas jasa tuan. Jadi tolong di terima tawaran ini ya tuan "kata seorang wanita yg nampaknya adalah ibu dari anak itu.


"Terimakasih atas tawarannya, nanti setelah aku memanggil teman - temanku, aku akan mengajak mereka menginap di desa ini jadi maaf kalau kami akan merepotkan anda" ucapku sambil tersenyum.


"Tidak merepotkan sama sekali kok tuan"katanya sambil membalas senyumanku.


********


Aku pun kembali berjalan ke arah tempat Elves pingsan tadi, dan sepertinya tempat itu adalah pusat dari desa ini.


"Yoo pangeran vampir, apa kamu baik - baik saja?" tanyaku sambil melempar kalung miliknya ke arahnya.


"Bagaimana kamu punya kalungku? Kamu maling ya!?" ucapnya sambil memasang kalung itu.


"Ya enggak lah, buat apa coba aku mencuri? uangku aja udah banyak{Cih dasar sombong}" 


"Terus kenapa kalung ini ada di kamu?" 


Pertanyaan yg membosankan...


"Tadi kamu lepas kendali jadi aku mengambil kalungmu dan memberinya sebuah segel,agar kamu tidak bisa menggunakan kekuatan itu selain aku mengizinkanmu menggunakannya" jelasku sambil melihat - lihat isi dari tas yg aku ambil dari mayat Assasin Shadow tadi.


"Oh begitu yah, tetapi fakta kalau kamu sudah mencurinya tetap tidak akan berubah!!!"


"Iya iya"


Di dalam tas assasin yg aku ambil tadi cuman berisi beberapa dokumen serta sebuah catatan tentang perjalananku dan juga zenos, yg sepertinya dia sudah mengawasiku sejak aku keluar dari hutan kemarin 


*******


"Baiklah Elves cepat panggil siputmu kemari,soalnya kita akan beristirahat sebentar di desa ini" pintahku sambil membakar semua dokumen itu kecuali tentang perjalanan zenos.


"Jangan panggil dia siput, dia itu kuda!!!"


Kenapa orang ini nampak marah, apa aku mengatakan sesuatu yg salah?


"Iya iya terserah, cepat panggil!!"


"El drago datanglah kemari " secara seketika kereta kuda itu pun muncul di hadapan Elves.


Lalu tanpa ratusan basa - basi, aku langsung saja mengintip ke dalam kereta itu yg ternyata Rika dan juga Syla masih tertidur dengan nyenyaknya, aku pun tersenyum dan membuka pintu kereta itu untuk membangunkan mereka.


"Rika Syla cepat bangun, kita makan malam dulu"


"(Huaam) apa sudah sampai guru?" jawabnya sambil menggosok - gosok matanya.


"Belum kita sekarang sedang berhenti dulu di desa ini sebentar, soalnya kalau kita langsung melanjutkan perjalanannya malam - malam, nanti banyak binatang buas dan juga bandit" kataku sambil memberinya sebotol air minum.


"Oh begitu" dia pun turun dari kereta dan berjalan ke arah bagasi kereta.


Pandanganku pun beralih ke Rika yg masih tertidur dengan selimut yg masih menutupi tubuhnya.


"Rika ayo bangun kita makan malam dulu"

__ADS_1


"Um papa? Apa kita sudah sampai papa?"katanya sambil berusaha bangun dan turun dari kereta dengan terhuyung - huyung.


Ahh jantungku berdetak dengan kencangnya,apalagi saat melihat wajahnya yg imut baru bangun tidur, ahh imut sekali!!!!{Dah kan Sifat lolicon nya kambuh lagi}.


"Belum, karena sudah malam jadi kita berhenti dulu di desa ini ya"kataku sambil tersenyum ke arahnya dan secara seketika terdengar suara yg agak kecil tetapi masih bisa di kudengar.


(Krucuk~ krucukk~)


Rika pun langsung memegang perutnya dengan wajah yg mulai memerah.


"Apa kamu lapar? "Tanyaku sambil mengambil peralatan memasakku dan juga bahan - bahannya.


Rika pun mengangguk dan menyembunyikan wajahnya(ahhh imuttt bangettt!!!).


"Baiklah tunggu sebentar ya, Hei Syla kamu pergi ke gudang penyimpanan di desa ini dan bilang kepada para penduduk desa disana untuk kemari" pintahku sambil mempersiapkan segala keperluan untuk memasak.


"Siap guru!!" katanya sambil berjalan ke arah gudang penyimpanan dengan langkah kaki seperti seorang paskibra.


"Kalau kamu pangeran vampir, lebih baik kamu istirahat saja karena aku dapat merasakan energi sihirmu yg semakin melemah"


"Iya baiklah, kalau begitu aku pergi ke tempat lain dulu untuk istirahat" katanya sambil menaiki kereta emas itu yg seketika kereta itu pun langsung menghilang.


"Acrodite kamu coba padamkan api yg ada di rumah tadi dengan air dan lakukanlah dengan cepat, soalnya jika terlalu lama maka api akan membesar dan merembet ke rumah - rumah warga yg lain" kataku kepada acrodite lewat telepati.


"Siap tuan" jawabnya dengan semangat.


Setelah memerintahkan orang - orang yg ikut denganku, aku pun mulai menyiapkan beberapa hal yg di perlukan untuk memasak.


Rika yg baru saja bangun dari tidurnya, hanya terdiam sambil melihatku  yg sedang membuat sebuah api unggun dan juga memotong bahan - bahan makanan


Sungguh tatapan yg sangat membuatku senang.


********


"Um papa? apa Rika boleh membantu?" tanya Rika sambil menarik jubahku dengan pelan.


"Rika mau membantu? Oke Rika boleh membantu, jadi papa akan memberimu sebuah tugas yaitu Rika perhatikan saja api unggun itu, kalau apinya mati Rika tinggal tambahin kayu bakar yg ada di sana ya" kataku sambil menunjuk ke arah tumpukan kayu yg ada di samping koper milik Syla.


"Lalu kalau api nya masih belum mau menyala, Rika tiup saja atau mungkin kalau Rika capek bisa Rika kipasin apinya sampai apinya menyala lagi" jelasku sambil tersenyum ke arahnya.


Gadis dengan rambut biru itu pun mengangguk dan mulai melakukan tugas yg aku berikan kepadanya dengan semangat.


Sampai - sampai pada suatu ketika,aku pernah mendengar dia bergumam di depan api yg mati itu saat dia sedang berusaha untuk meniupnya "tuan api aku mohon menyala lah, biar papa bisa memasak makanan yg enak untukku" begitulah yg aku dengar sungguh pemandangan yg indah dan juga hiburan sebentar untukku.


Aku yg melihatnya pun hanya senyam - senyum sendiri sampai tidak menyadari kalau Syla sudah kembali dengan para penduduk desa.


"Apa guru seorang lolicon?" tanya Syla yg seketika membuatku tersadar kembali.


"Bu bukanlah!!! Aku masih normal" jawabku sambil melihat sekelompok orang di belakang Syla.


"Aku sudah membawa mereka guru" ucapnya dengan tegas seperti sedang berada di pelatihan tentara.


"Iya terimakasih, Kalau begitu Syla sekarang kamu pergi untuk mencari bahan makanan dan juga kamu siapkan beberapa meja dan kursi ya " pintahku sambil memasukkan sayuran ke dalam panci.


"Laksanakan guru"


Dia pun berjalan ke arah desa sambil meninggalkanku sendirian dengan para bapak dan juga para ibu.


"Anu tuan? Apa tuan memanggil kami?" tanya seorang pria yg aku lupa namanya siapa, tetapi dia adalah kepala desa di desa itu.


"Iya aku yg memanggil kalian,aku hanya mau mengajak kalian untuk ikut makan bersama kami. Kalian pasti belum sempat makan bukan?" tanyaku sambil tersenyum yg membuat wajah kepala desa itu nampak kebingungan.


"Tidak usah repot - repot tuan, kami nanti akan memasak makanan kami sendiri" jawab seorang ibu tadi yg anaknya sudah aku selamatkan.


Kalau tidak salah namanya adalah Alexa? {Nama orang tua yg paling penting dia lupain, lah sekarang nama seorang gadis kecil malah dia inget, dasar Lolicon!!}.


Lalu di tengah - tengah suasana yg bingung itu, terdengar kembali suara yg agak kecil tetapi masih bisa kudengar yg membuat semua orang disana melihat sumber suara itu, gadis kecil itu pun memegang perutnya dengan wajah yg memerah.


"Tidak apa - apa kok, kalian tidak merepotkanku sama sekali" jawabku sambil tersenyum ke arah gadis tadi yg sekarang sedang bersembunyi di balik tubuh ibunya.


"Tetapi??"


Para warga desa itu saling menatap dengan kebingungan dan juga sepertinya mereka memang benar - benar tidak mau merepotkanku ya.


"Tenang saja, alasanku mengajak kalian makan bersama kami, itu karena semua bahan makanan yg aku bawa mulai membusuk. Jadi kalau tidak segera di makan nanti bisa mubazir dan juga kami tidak sanggup untuk memakan semua makanan itu. Jadi apa kalian bisa membantu kami?" jelasku dengan sebuah alasan yg kubuat.


Para warga itu pun kembali saling menatap dan salah satu warga mengangkat tangannya dan berkata:


"Baiklah kalau tuan bilang begitu, tetapi walaupun begitu kami tetap saja akan merasa merepotkan tuan. Dari kalau boleh, kami ingin membantu anda untuk memasak makanan ini, agar bisa meringankan beban pekerjaan anda" kata seorang cewe manis dengan suara lembutnya, yg mengangkat tangannya dengan berani, para ibu yg mendengarnya pun nampaknya setuju dengan pendapat cewe itu.


"Baiklah kalau kalian ingin membantu, aku tidak keberatan jadi silahkan saja" kataku sambil menunjukkan tempat aku menaruh semua peralatan memasakku.


(Haahhh) untung saja aku membeli peralatan memasak itu terlalu banyak, yah sebenarnya sih kalau kalian tau aku itu sebenarnya orang yg sangat ceroboh bahkan lebih ceroboh dari cewe yg sering bilang "Fueeeeh"


"Baiklah kami akan membantu tuan, ayo semuanya kita bantu sang penyelamat kita!!!!" kata seorang ibu yg sepertinya adalah ibu dari cewe tadi karena kalau kuperhatikan baik - baik ternyata wajah mereka terlihat mirip.


"Iya!!!!" jawab para ibu di desa itu dengan semangat.


Semua ibu - ibu rumah tangga pun mulai berkumpul di sekelilingku.


Ada yg sedang membuat api unggun lagi, ada yg sedang menyiapkan bahan - bahan dan bahkan ada juga yg sedang membantuku menyiapkan piring dan juga gelas, benar - benar terasa seperti sebuah kenduri untuk acara pernikahan.

__ADS_1


Sedangkan para ayah mulai kembali ke rumah mereka dan mengambil beberapa minuman keras dan juga kayu bakar serta beberapa bahan makanan yg sepertinya masih bisa di makan.


__ADS_2