Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 22


__ADS_3

Kami pun berangkat dengan menggunakan kuda, perjalanan kami pasti akan sangat panjang karena jarak antara kerajaan Gregory dengan kerajaan Alsytime memakan waktu 2 hari dan untungnya aku membawa perbekalan untuk 2 hari jadi aman - aman saja.


Karena waktu tadi aku berangkatnya sore hari jadi saat kami mencapai di sebuah hutan hari sudah gelap dan malam pun tiba, kami beristirahat di sebuah pohon besar dengan api unggun yg menyala untuk menghangatkan tubuh dan juga memasak makanan.


Karena Syla belum mandi dan juga dia sangat menyukai mandi, jadi dia meminta izin kepadaku untuk pergi mandi di sungai, aku pun mengizinkannya karena aku tau kalau cewe itu jarang sekali suka kotor atau bau keringat.


Setelah mandi dia pun kembali ke tempatku dan mulai memasakkan makanan untukku karena aku sudah lapar.


"Oh iya tuan ngomong - ngomong kita jarang sekali ya menjalankan misi bersama selama 2 tahun ini"


"Benar juga kita menjalankan misi bersama juga waktu kamu baru saja di terima jadi Assasin dan di suruh untuk membunuh seorang perompak tetapi kamu malah salah bunuh hahaha"


"Jangan menertawakanku guru aku juga sudah berusaha"


"Iya kamu sudah berusaha dengan keras sampai bisa menjabat menjadi ketua tim Assasin khusus" aku pun mengelus - elus kepalanya dengan lembut.


Makanan pun matang dan siap dimakan, kami makan bersama di gelapnya malam dan sunyinya hutan tetapi yg biasanya cewe takut dengan hutan dan kegelapan ternyata ada juga cewe yg sudah terbiasa dengan itu.


Udara pada malam itu cukup hangat karena kita ada di daerah yg memiliki suhu udara yg tinggi, tetapi walaupun sedang musim dingin, Syla tetap saja kekeh untuk menemaniku padahal sih sejujurnya aku malas banget dengan perjalanan ini.


Setelah makan,kami mengobrol sebentar tentang masa lalu tetapi karena kecapean Syla pun tertidur di pangkuanku dengan nyenyaknya.


"Kamu harus lebih hati - hati dengan seorang pria Syla" di saat aku sedang berjaga tiba - tiba saja Acrodite muncul di hadapanku dan mengagetkanku.

__ADS_1


"Kamu ini mengagetkanku saja"


"Padahal kan tuan yg selalu mengagetkan orang lain tapi takut di kagettin payah" karena merasa sedikit kesal dengan ucapan acrodite aku langsung mengambil nya dengan keras sampai dia kesakitan.


"Sakittt sakitt ampun tuan ampuunn"


Aku pun melepaskan peganganku tetapi dia malah tertawa dengan lepasnya.


"Tumben sekali kamu muncul acrodite?"


"Aku akan muncul jika tuan membutuhkanku, memang ada apa tuan?"


"Um sebenarnya aku masih bingung dengan perasaanku ini, aku ingin sekali membunuh kakakku tetapi saat bertemu dengannya tubuhku seketika tidak bisa bergerak dengan baik dan juga sebenarnya aku penasaran kenapa kakakku menjadi seperti itu?"


"Yg harus tuan lakukan adalah percaya dengan kemampuan mu aku tau sebenarnya tuan bisa mengalahkan kakakmu walau sedikit sulit sih,


tetapi aku yakin tuan bisa dan juga kalau tuan membutuhkanku panggil saja namaku nanti aku akan datang kok"


Entah mengapa setelah mendengar nasihat dari acrodite aku merasa lebih baik dan lega.


********


Kami mengobrol beberapa hal sambil menunggu pagi hari tiba, dengan di temani oleh secangkir kopi dan rokok samsu(mana ada rokok di jaman prasejarah njirr).

__ADS_1


Walaupun aku sedang meminum kopi, tetapi tiba - tiba saja aku tertidur dengan nyenyaknya.


"Aku tau kamu harus istirahat tuanku"


{Di dalam mimpi}


Anak kecil itu berlari menuju ke arah sebuah rumah dan membuka pintu rumah itu dengan pelan.


Betapa kagetnya dia saat melihat ayahnya yg sudah tergeletak di tanah dengan berlumuran darah dan nampak seseorang yg dia kenal sedang berdiri di dekatnya sambil memegang sebuah pisau.


"Ke kenapa kakak tega melakukan ini?" dia pun terjatuh karena kaki nya menjadi lemas dan menangis.


"Terimakasih ya adikku yg bodoh hahaha akhirnya aku bisa membunuhnya" dia tertawa dengan lepas seperti orang yg sedang bahagia(dasar psikon).


Dia hanya terduduk diam tanpa sepatah kata pun yg terucap.


"Sekarang giliran mu Koraaaa"


Aku pun tersadar dari tidurku karena mimpi itu.


"Mimpi?"


Dan saat aku terbangun nampak Syla sedang memegangi tanganku, karena aku tidak mau membangunkannya dengan pelan aku bangun dan bersiap - siap untuk membuat sarapan.

__ADS_1


__ADS_2