Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 12


__ADS_3

"Hah!! Bagaimana kamu bisa tau namaku?" tanyanya dengan heran.


"Ini Aku Teman masa kecilmu" ucapku sambil membuka topengku.


Dan seketika dia pun nampak terkejut sampai terlihat seperti orang yg kesambet.


"Ko ko kora?, kamu beneran kora?" dia pun mendekatiku dengan air mata yg menetes.


"Iya ini aku kora" aku pun langsung berlari memeluknya dengan erat.


"Syukurlah kamu masih hidup Silva, aku sudah mencarimu kemana - mana tau" ucapku sambil terus memeluknya.


"(Hiks hiks hiks) kamu jahat, meninggalkanku sendirian dan tanpa kabar" dia pun menangis sejadi - jadinya.


"Maaf ya sudah meninggalkan mu sendirian, soalnya waktu itu aku terus berlatih untuk menjadi seseorang yg hebat" jawabku sambil menghapus air mata di pipinya.


"Tetapi sekarang kamu sudah menjadi orang yg kuat ya, oh iya aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu, Selamat Datang kembali Kora" dia pun tersenyum ke arahku dengan tulusnya.


"Iya aku pulang" Aku pun membalas senyumannya itu dan mengusap rambut nya dengan lembut.


Pada saat itu yg aku rasakan adalah rasa lega karena aku bisa bertemu dengan orang yg sangat aku sayangi, dan juga rasa khawatir yg terus saja ada di hatiku pun menghilang seketika.


Dan tanpa di sengaja aku pun meneteskan air mata yg selalu ku pendam selama ini.


****


"Tetapi kenapa kamu bisa selamat dari kebakaran itu?" tanyaku dengan serius.


"Oh soalnya waktu itu, aku mampir dulu untuk beli minuman jadi tidak langsung ke rumahmu dan tanpa aku sadari rumahmu sudah terbakar begitu saja" jelasnya dengan rinci.


"Jadi maaf ya aku tidak bisa menyelamatkan keluargamu, aku juga turut berduka atas kematian keluargamu" dia pun menangis di pelukanku.


"Tenang saja kok, melihatmu selamat saja sudah membuatku sangat bahagia, dan bisa melupakan masa lalu ku jadi ini semua bukan salahmu" jawabku sambil tersenyum ke arahnya.


Dia pun mengangguk sambil membalas senyumanku.


"Oh iya kora, kenapa kamu jadi anggota dari Kelompok EX?" tanya Silva di saat aku sedang beristirahat di dekat pohon.


"Ahh soal itu, waktu itu aku ketemu sama ketua kelompok itu terus mereka mengajakku bergabung sama mereka" jawabku dengan jujur karena aku percaya sama dia.


Dia pun hanya terdiam saja.


"Ada apa? Kok kamu diam saja?" tanyaku dengan lembut.


"Um maaf ya tadi sudah menyerangmu dan bahkan hampir membunuhmu" dia pun meminta maaf kepada ku dengan tulusnya.


"Tidak apa - apa kok, kan tadi kita berdua pake topeng jadinya kan kita tidak bisa mengenal satu sama lain jadi jangan terlalu merasa bersalah" jawabku untuk menenangkannya.


Dia pun tersenyum ke arahku dan memukul kepalaku.


"Sakit tau!!"


"Terserahkuu!!" dia pun langsung lari kabur dariku.


"Awas kamu ya!!" aku pun mengejarnya dan bermain dengannya.


Kami main kejar - kejaran cukup lama, sambil melepas rindu.


"Btw nih, kapan kita mau keluar dari dimensi ini ya?" tanyaku dengan melihat lingkungan sekitar yg sangat indah.


"Oh kamu mau keluar, baiklah kalau begitu" dia pun langsung membuka hp nya dan menelpon seseorang.


"Halo shira, bisa kamu kembalikan kami ke dimensi sebelumnya, masalah disini sudah selesai" perintahnya dengan lembut.


"Baiklah nona laksanakan!!"


Dan secara seketika tempat yg kami tempati, tiba - tiba saja langsung berubah dan kembali seperti semula.


"Apa maksudnya nona? Kata anda dia sudah anda musnahkan?" tanya salah satu anak buahnya.


"Um sebenarnya aku sudah menerima kerja sama dengan mereka, apa kalian keberatan?" tanya Silva kepada para anak buahnya.


"Kami keberatan!!!, kalau nona tidak mau menghabisinya maka kami saja yg akan membunuhnya" Dan secara bersamaan mereka pun langsung mengeluarkan senjata dan Staris mereka masing - masing.


"Tunggu sebentar kalian semua!!!" teriak Silva dengan nada bicara yg berubah dan mengeluarkan aura yg mengerikan.


Dan mereka pun langsung terdiam.


"Sebenarnya dia adalah teman masa kecilku namanya Kora, memang dia sedikit nyebelin tetapi kalau kalian menyentuhnya sedikit saja kalian akan aku ubah menjadi Abu, Paham!!!" jelas nya dengan tegas dan berwibawa.

__ADS_1


Aku pun hanya terkagum - kagum melihat sifatnya yg sudah berubah tidak seperti waktu SMA dulu.


"Sebentar nona, tadi anda menyebut nama kora, maksud nona Kora Servant pemimpin dari pasukan khusus Assasin EX?" tanya Shira dengan penasaran.


"Iya benar, emangnya kenapa?" jawabnya dengan tegas.


"Ka kami semua sangat mengaguminya nona, dia yg selalu membantu kami dalam menjalankan tugas" jelasnya sambil menatapku dengan tatapan kagum.


"Ehh(padahal kan aku tidak sengaja membantu mereka)" ucapku dalam batin.


"Kami sangat mengagumimu tuan kora, berkatmu kami bisa mencuri di tempat orang itu dengan lebih mudah, Terima kasih Tuan kora!!!" mereka pun berterimakasih kepadaku secara bersamaan.


Aku pun hanya tersenyum dan terdiam saja.


"Jadi apa kalian setuju dengan keputusanku?"


"Setuju Nona!!! Kita pasti aman jika bersama tuan Kora!!" mereka pun menjawab dengan bersamaan.


Pada saat itu aku hanya terdiam dan tersenyum sambil memperhatikan tingkah laku sahabat masa kecilku yg sudah berubah.


"Baiklah karena kalian sudah menerima kerja sama dengan kami maka pasukan khusus dari tim EX akan bergabung dengan kelompok Fire dan akan membantu kalian dalam menjarah atau mencuri harta para bangsawan" jelasku dengan rinci.


"Apa tuan Kora juga akan bergabung dengan kami?" tanya Shira dengan tatapan kagum.


"Maaf nih sebenarnya aku ada urusan di misi lain jadi aku tidak bisa ikut misi ini, tetapi semua anggota timku akan bergabung termasuk muridku juga akan ikut" jawabku dengan jujur.


"Benarkah? Yeayy" mereka semua pun bersorak dengan gembiranya.


"Jadi aku permisi ya mau melaporkan ini ke pemimpinku" aku pun berpamitan pergi kepada mereka.


"Iya hati - hati tuan kora!!!" mereka pun melambaikan tangan ke arahku.


Aku pun hanya tersenyum dan beranjak pergi dari tempat itu, Tetapi secara tiba - tiba ada seseorang yg memelukku dari belakang.


"Jangan pergii.." ucapnya dengan (rintih?)


"Iya aku tidak akan meninggalkanmu kok, tetapi kan aku harus laporan dulu nanti kalau sudah selesai aku akan berkunjung lagi kesini jadi tunggu aku ya" jawabku dengan tersenyum sambil mengelus - elus kepalanya.


"Janji ya?" dia pun memajukan jari kelingkingnya ke kepadaku.


"Iya aku berjanji" jawabku sambil tersenyum dan menerima jari kelingkingnya.


"Dadah Silva nanti aku berkunjung lagi" aku pun melambaikan tangan ke arahnya.


"Dadahh" dia pun tersenyum dan membalas lambaian tanganku walaupun waktu itu air mata nya menetes lagi.


Aku pun bergegas pergi dari tempat itu dan kembali ke arah persembunyian nya Aina.


Sesampainya disana, yg aku lihat adalah Aina yg sedang tertidur dengan lelapnya.


"Dia enak sekali tidurnya ya tuan" ucap Acrodite di saat aku sedang mengangkat tubuh Aina ke atas kuda.


"Iya namanya juga sudah malam mungkin dia kecapean menunggu kali" jawabku sambil menunggangi kudaku dengan perlahan agar Aina tidak bangun.


"Benar juga ya tuan"


*****


Aku pun kembali ke markas cukup lama, karena aku menunggangi kudaku dengan perlahan agar tidak sampai membangunkan Aina.


Sesampainya aku di dekat markas, suasana di sana benar - benar sepi dan sunyi layaknya kuburan.


"(Kalau malam hari disini cukup mengerikan juga ya)" ucapku dalam batin.


Aku pun membuka pintu markas yg tidak terkunci itu dan memasukinya.


Tetapi entah mengapa dari tadi yg aku lihat adalah lampu yg mati semua di dalam markas, seperti sengaja di matikan atau memang mati lampu.


Aku pun terus menyusuri ruangan yg gelap itu dan mencari jalan untuk kembali ke kamarku.


Dan secara tiba - tiba nampak seorang wanita yg memakai gaun putih sedang berdiri di dekat tangga sambil memegang sebuah pisau, karena penasaran aku pun mendekatinya secara perlahan - lahan dan....


"Baaaaaa"


Aku pun kaget dan merasa jantungku akan copot.


"Hahaha kamu ini ya, sama hantu aja takut" dia pun tertawa dengan lepasnya.


"Heii kamu tau enggak, aku capek tau baru saja pulang bukannya di sambut ini malah di kagetin " jawabku sambil memukul kepalanya.

__ADS_1


"Sakittt tau, iya iya maaf" dan lampu pun menyala kembali dan seisi ruangan kembali terang.


"Selamat datang kora" ucapnya sambil tersenyum.


"Iya aku pulang" jawabku dengan sinis.


"Jangan marahlah kora, aku cuman bercanda "


"Kamu kan tau aku paling benci kalau di kagetin" ucapku lagi dengan serius.


"Iya aku tau, nanti tidak akan aku ulangi lagi deh ya, maafin aku oke" dia pun terus memohon kepadaku agar aku bisa memaafkannya.


"Baiklah ini kesempatan terakhir, kalau masih di lakuin awas saja" jawabku sambil tertawa.


Dia pun ikut tertawa bersamaku.


"Btw nih kora, Ainanya mana?" tanya Kak Rias sambil membuatkan teh untukku.


"Ahh gawatt!!" aku pun langsung teringat kalau Aina masih berada diluar di atas kudaku, aku langsung berlari keluar.


Tetapi sesampainya di tempat kudaku berada, tubuh dan jejak Aina menghilang dari tempat itu.


Aku pun langsung mencarinya ke berbagai tempat di dekat markasku.


"Kenapa bisa hilang dahh, ngerepotin aja " aku terus mencari tetapi karena tidak ada hasil aku pun kembali ke markas dan menceritakan kejadian itu ke kak Rias.


"Ohh Aina tadi dia kan ada di kamarmu, masa kamu lupa" jawabnya sambil membersihkan piring dan juga gelas.


"Hehehe (dasar itu sihir kadang ngerepotin juga)" aku pun langsung berjalan ke arah kamarku untuk mengecek apakah Aina ada di sana atau tidak.


Setelah sampai disana, aku langsung membuka pintu kamarku dengan perlahan.


Dan nampak dari dalam kamar Aina yg sedang tertidur di kasurku.


"Huff bikin khawatir saja" ucapku sambil melihat wajahnya yg saat itu nampak sangat imut.


"Koraaa!!!! Cepat mandii!! Air nya sudah siap!!!" teriak kak Rias yg seketika membangunkanku dari lamunanku.


"Iya sebentar kak" aku pun bergegas pergi ke arah kamar mandi untuk mandi.


******


Pukul waktu menunjukkan jam 12 malam, aku mandi cukup lama karena harus membersihkan pakaian dan tubuhku yg sangat kotor.


"Kora, aku mau tidur duluan kamu kunci pintunya ya" ucapnya sambil memberikan handuk kepadaku.


"Iya kak" jawabku dengan lembut.


Setelah selesai mandi, aku langsung pergi ke arah pintu untuk menguncinya dan kembali ke kamarku untuk memakai pakaian.


Tetapi di tengah jalan aku teringat kalau Aina ada di kamarku.


"Oh iya Aina kan ada di kamarku, gimana ya?" ucapku sambil membuka pintu dengan perlahan.


"Masuk saja lah tuan, tidak usah malu kan dia sedang tertidur" tiba - tiba saja Acrodite muncul di hadapanku.


"Kamu ini mengagetkanku saja" ucapku sambil mengambil beberapa baju di lemariku dan sesekali melihat Aina yg sedang tertidur.


"Namanya juga Staris tuan, kan aku mirip sama jin" jawabnya sambil tertawa.


"Sttt jangan berisik nanti dia bangun selesai hidupku tau" bisikku kepadanya.


"Oke oke"


Aku memakai bajuku dan menyiapkan kasur untuk tidur.


"Tadi waktu bertemu dengan Silva lagi, gimana perasaan tuan" tanya acrodite yg sedang tergelatak di sampingku.


"Yah aku merasa cukup lega dan rasa rinduku yg sudah kusimpan selama 2 tahun pun langsung terobati begitu aku melihatnya" jelasku dengan jujur.


"Ohh begitu ya, trus menurut tuan kekuatan dari inferno gimana kuat sekali kan?" ucapnya lagi.


"Iya kuat sekali, tapi entah mengapa waktu bertarung tadi dia tidak memanfaatkan kekuatan Starisnya dengan baik, apa dia tidak tau cara memakai kekuatannya" jelasku sambil sesekali menguap karena ngantuk.


"Sudah ceritanya tuan tidak usah di lanjut lagi, tuan tidur saja" jawabnya dengan lembut.


"Kan kamu tadi yg mengajakku mengobrol" ucapku dengan tertawa sedikit.


"Hehe Selamat tidur tuann" dan dia pun menghilang dari genggamanku.

__ADS_1


"Iya selamat tidur juga"


__ADS_2