
********
Aku pun kembali ke tempat Rika sambil membawakan makanan untuknya.
Sesampainya disana nampak wajah Rika yg tadinya dingin sekarang merasa senang dan aku yg melihatnya pun ikut merasa bahagia.
"Ini dia makanan buatanku, kamu makan ya atau mau aku suapin?"
Dia menggelengkan kepalanya sambil menerima piring yg berisi makanan itu.
"Oh begitu dihabisin ya makanannya"
Dia pun mengangguk dan mulai memakan makanan itu.
Di saat dia makan, dia nampak senang dan bahagia sambil meneteskan air mata.
Aku yg melihatnya seperti itu ikut merasa sedih karena dulu aku juga pernah mengalaminya sendiri, dan di saat aku sedang melihatnya makan, tiba - tiba saja Syla datang dan menepuk pundakku yg seketika membuatku tersadar dari lamunanku.
"Guru kora, hari ini kita mau ngapain?"
"Kita akan melanjutkan perjalanan menuju kerajaan"
"Tapi kan guru saljunya kan sedang tebal banget, bukannya sulit untuk melanjutkan perjalanan?"
"Tenang saja aku punya rencana, lebih baik kamu kemasi barang - barang dan tunggu aku di ruang tamu ok?" pintahku sambil mengambilkan air minum untuk Rika yg sedang tersedak.
"Baiklah Guru laksanakan" dia pun meninggalkan kami dan kembali ke kamarnya.
"Apa kamu yakin ingin melanjutkan perjalanannya sekarang?" katanya sambil menghampiriku
"Iya soalnya tidak ada waktu lagi"
"Hmm aku tau maksudmu, aku juga tidak akan menentangmu"
"Terimakasih kalau begitu"
"Dah sampai ketemu lagi Assasin hitam" dia pun keluar dari pondok dan meninggalkan kami.
"Acrodite!!"
"Ayayay kapten ada apa?"
"Barang - barangku dan juga miliknya sudah siap semua kan ?"
"Sudah kok tuan tenang saja aku mah cepat"
"Oh begitu terimakasih ya"
"Iya tenang saja"jawabnya dengan lembut.
" oh iya acrodite kamu kesini sebentar deh"
Aku pun menyuruh acrodite untuk mendekatiku karena aku melihat tubuh acrodite yg penuh dengan debu.
"Ada apa tuan?" dia yg tidak menyadari niatku hanya menurut dan mendekatiku.
"Ketangkap, ayo kita mandikan dirimu dulu ya biar tidak karatan" aku langsung memegang acrodite dan membawanya ke kamar mandi sementara yg sudah aku buat untuk mencuci piring.
"Tu tu tunggu tuan ja ja jangan!!!"
{Sambil menunggu Kora yg sedang menikmati desahan milik acrodite ehh bukan - bukan tetapi memandikannya, ayo kita pindah sebentar ke tempat pasukan komandan penculik tuan putri}
__ADS_1
"Lapor komandan kami sudah mengetahui jumlah prajurit penjaganya" kata seseorang yg berada di belakang komandan itu.
"Berapa?"
"20 komandan, 2 depan 4 tengah 10 penjaga kamar dan 4 penjaga belakang"
"Baiklah lakukan seperti yg aku rencanakan, jangan gegabah!!"
"Siapp!!" dia pun menghilang dari sana.
Sang komandan pun mengeluarkan senjata Starisnya yg berupa tombak dan melemparkannya ke arah salah satu menara di kastil kerajaan itu, dan (Booom) tombak itu pun meledak dan membuat sebuah lubang di menara itu.
Alarm penyusup pun berbunyi{kalian bayangin sendiri ya}, para prajurit pun keluar dari kastil dan mulai mencari penyusup yg masuk, mereka mengecek semua tempat yg ada di kastil itu bahkan termasuk seluruh kamar yg ada di cek semua termasuk lubang yg di buatnya tadi.
"Kamu culik tuan putri sesuai rencana tadi, kami akan menahan beberapa prajurit disana"
"Iya siap!!"
{Di dalam istana atau kastil}
Sang raja dan ratunya yg sedang tertidur di bangunkan oleh salah satu pelayannya untuk di suruh mengungsi ke bastment karena terdapat ******* yg menyerang, sang raja dan ratu pun menurut dan mereka pergi ke arah bastment untuk bersembunyi.
Namun ternyata itu hanyalah jebakan karena pelayan yg tadi menyuruhnya bersembunyi hanyalah penyusup yg sedang menyamar.
Sang raja dan ratunya pun di kunci di ruangan bastment itu dan penyusup mulai memasuki satu per satu kamar untuk mencari letak sang putri, tetapi setelah di cek semua ternyata tidak menemukan putri itu di manapun.
Dan ternyata sang putri sedang bersembunyi di dalam lemari baju untuk melindungi dirinya, tetapi karena ada salah satu penyusup yg menemukannya sang putri pun mencoba melawannya tetapi karena dia fokus dengan orang itu dia pun tidak sadar kalau ada orang lain di belakangnya.
Dia langsung di tembak dengan peluru bius yg membuatnya pingsan,{disini aku pun di buat bingung kemanakah para prajurit penjaganya? Dan akhirnya aku pun tau jawabannya kalau ternyata sebagian prajurit penjaga sedang di kunci di bastment oleh pelayan tadi dan sebagiannya lagi di habisi oleh para penyusup, hmm akhirnya aku tau jawabannya}.
Karena rencana mereka berhasil, mereka pun membawa lari sang putri dari sana dengan menggendongnya.
"Kerja bagus ayo kita kembali ke markas"
Mereka pun seketika menghilang dari tempat itu seperti lenyap tak tersisa tanpa meninggalkan jejak sedikitpun{ya padahal sih ada lubang di menara tapi katanya tidak meninggalkan jejak haha dasar penulis gaje,Ehh tapi kan penulisnya itu aku hehe}.
{Kembali lagi ke tempat Kora yg sedang memandikan Acrodite}.
"Hmph lagi - lagi tuan seperti itu, aku benci padamu hmph" dia pun mulai berubah warnanya dari hitam menjadi merah yg menandakan kalau dia sedang marah.
"Maaf ya acrodite soalnya aku tidak tahan kalau melihat mu kotor" jawabku dengan alasan yg spontan saja muncul di pikiranku.
"Dasar mesum bilang aja kamu mau menikmati desahanku yg manis kan?"
"Ehh eng-enggak kok hehe"
"Ketahuan bohongnya, dah aku mau pergi saja dan juga tuan jangan panggil namaku lagi hmph" dia pun menghilang dari hadapanku.
Aku yg mendengar ucapannya tadi hanya tertawa dengan pelan tanpa memperdulikan arti dari ucapannya itu, dan disaat aku sedang tertawa tiba - tiba saja bajuku di tarik dari bawah oleh seseorang.
Aku berbalik dan melihatnya yg sedang menarik - narik bajuku dengan pelan, aku pun tersenyum dan bertanya sudah selesai makannya? Dia pun mengangguk dan memberikanku piring yg kosong.
Aku menerima piring itu dan mulai mencucinya di kamar mandi sementara tadi.
Setelah selesai mencuci piring, aku pun mengambil tasku dan mengajak Rika untuk pergi keluar.
Tetapi Rika menolak dan mukanya mulai memerah, aku yg melihatnya seperti itu pun khawatir dan mengecek suhu badannya yg aku kira mungkin dia sedang demam tapi ternyata tidak.
Rika langsung menggeleng - gelengkan kepalanya dan sepertinya dia mau berbicara.
"Te te te terimakasih pa pa "
__ADS_1
Aku yg mendengarnya bicara pun langsung memelukknya dengan erat karena aku merasa lega setelah mendengar suaranya tadi{dasar lolicon akut}.
"Akhirnya kamu bicara ya, aku senang kamu mulai membukakan hatimu untukku" aku terus memeluknya tetapi karena acrodite muncul sambil bilang kalau aku adalah lolicon, aku langsung berhenti memeluknya.
"Apa kamu mau ikut denganku?" tanyaku dengan lembut.
"I i iya " dia pun tersenyum ke arahku yg membuatku benar - benar ingin menangis{nangis aja sepuasmu lolicon}.
Aku pun menggandeng tangannya dan mengajaknya untuk keluar dari pondok itu, dan nampak Syla yg sedang duduk di kursi depan bersama dengan Elves di sampingnya.
"Akrab banget kalian" aku pun langsung tertawa saat melihat mereka yg sama - sama menunjukkan sifat tsundere masing - masing.
"Baiklah karena sudah berkumpul semua disini, ayo kita melanjutkan perjalanan"
"Iya!!"
Tetapi pada saat aku keluar dari sana pondok itu pun menghilang karena yah itu cuman rumah buatan yg terbuat dari sihir acrodite,jadi bisa menghilang kapan saja.
"Oh iya guru kita berangkat kesana menggunakan apa?"
"Ahh gawatt aku lupaa kalau kudaku sudah jadi sate"
Aku yg baru sadar kalau kuda - kuda yg kami bawa sekarang sudah menjadi sate kuda,langsung merasa panik dengan itu tetapi....
"Dasar kalian tidak berguna!!! Kendaraan aja tidak punya, baiklah karena aku baik hati akan aku tunjukkan sesuatu kepada kalian"dia pun memasang kuda - kuda pemanggilan Staris dan muncullah el drago yg ada di tangannya.
" baiklah el drago sekarang kamu berubah menjadi kereta kuda terus antarkan kami ke kerajaan Alsytime"
"Baiklah tuanku"
Tiba - tiba saja El drago pun berubah bentuk dari yg aslinya adalah panah sekarang dia berubah menjadi sebuah kereta mewah yg berwarna emas dengan dua kuda yg berbentuk seperti seekor naga.
Aku yg melihatnya merasa tidak kaget sedikitpun tetapi Syla yg belum pernah melihat Sevenris sebelumnya nampak kaget dan bingung kenapa tiba - tiba ada kuda disini?
"Oh iya manusia biasa kan tidak bisa melihat Sevenris kami ya pantas saja dia bingung" dia tertawa dengan lepasnya yg membuatku tambah eneg saat mendengarnya.
"Dasarr" aku langsung memukul kepalanya agar dia bisa menghilangkan kesombongannya itu.
"Anu guru kenapa tiba - tiba saja ada kuda?" tanya Syla dengan wajah yg sepertinya merasa takut.
"Oh itu, itu cuman jurus milik Elves doang kok bukan apa - apa tenang saja"
Aku pun terus berusaha untuk menenangkan Syla karena aku tau kalau Syla itu masih trauma dengan hal - hal yg dapat mengejutkannya{ itu kan gara - gara kamu juga Kora!! }.
Setelah melihat Syla yg sudah lebih tenang, aku pun langsung mengajak mereka untuk menaiki kereta kuda itu, aku pun menaikan barang - barang ku ke bagasi kereta termasuk milik si vampir sombong itu.
Tetapi saat aku melihat Rika yg berusaha untuk menaiki kereta itu, aku pun langsung menggendongnya dan menaikannya ke dalam kereta itu.
Karena tempat di dalam kereta cuman cukup 2 orang saja, aku pun duduk di depan dengan vampir itu padahal sih aku tidak suka didepan tapi ya mau bagaimana lagi aku harus mengalah.
"Baiklah sudah siap semua kan?"
"Sudahh!!"jawab mereka dengan semangat.
" baiklah saatnya melanjutkan perjalanan kita!!!"
Aku pun menggunakan kekuatan ku dan juga milik acrodite untuk melapisi kereta kuda ini dengan sihir angin agar salju yg jatuh tidak menumpuk di atas kereta kami.
Kami pun melanjutkan perjalanan di tengah badai salju yg mengerikan tetapi karena sihir milikku badai salju itu, seakan - akan hanya lewat saja.
Dan perjalanan yg kami lewati akan sangat panjang karena kereta kuda yg kami naiki berjalan seperti kereta kuda pada umumnya walaupun sih sudah terbuat dari petir dan juga listrik{keren badannya doang wkwk}.
__ADS_1