
{Didalam mimpi}>
Aku berada di sebuah ruangan yg sangat gelap dan sangat dingin, aku pun berjalan menyusuri sebuah lorong gelap yg ada di depanku.
Dari kejauhan aku melihat sesosok wanita yg memakai sebuah baju dan juga celemek{kain yg di gunakan ibu - ibu waktu memasak}yg nampaknya sedang melihat sesuatu, karena penasaran aku pun menghampirinya tetapi entah mengapa setiap kali aku berjalan maupun berlari menuju kesana, wanita itu malah nampak semakin menjauh dan menghilang.
Namun, tiba - tiba saja wanita tersebut berada di depanku dan bilang:
"Kamu belum waktunya untuk bisa mengejarku hihihi{suara kunti oke}"
Aku pun tersadar dari pingsanku dan melihat sekeliling, aku pun terkejut saat melihat Elves yg sedang duduk di sampingku sambil mengobati luka di perutnya dengan suatu sihir yg sepertinya adalah sihir penyembuh.
Karena reflek aku langsung melompat dan memasang kuda - kuda bertahan yg sontak membuatnya tertawa.
"Tenang saja aku tidak akan melawanmu kok"jawabnya sambil menggunting sebuah perban.
"Benarkah? Yasudah" aku pun melepas kuda - kuda ku dan kembali duduk.
Pada saat aku sedang memperhatikan gerak gerik Elves, acrodite pun langsung muncul di hadapanku yg membuatku terkejut.
"Syukurlah tuan tidak apa - apa" katanya sambil mengelus - elus mukaku dengan badannya yg tajam.
dikarenakan aku takut dengan ketajamannya, aku langsung memegangnya dan berkata hal yg sepertinya sering aku katakan :"kamu ini ngangetin aja!!".
"Hehe kan sudah menjadi kebiasaanku"
"Dah terserahmu, oh iya waktu aku pingsan apa yg di lakukannya?" bisiku dengan pelan agar tidak didengar olehnya.
"Dia mengobati tuan dan juga Syla kok, dia tidak melakukan apapun kepadamu"
"Benar seperti yg dia katakan, aku yg menyembuhkanmu tetapi jangan salah paham dulu aku cuman mau menguji kekuatan penyembuhku saja, yah walaupun sih tidak sekuat penyembuhnya Elf" jelasnya dengan kata - kata sombongnya dan di pikiran teringat akan sifat itu yaitu Tsundere.Tetapi aku tidak peduli dengan sifatnya itu karena aku malah fokus dengan pertanyaan Kenapa dia bisa mendengarku?
"Trus dimana dia sekarang!!" aku pun melihat sekeliling dan melihat Syla yg sedang tertidur di sampingku{**** kok tadi gk keliatan}, aku langsung saja menghampirinya.
"Tenang saja kok lukanya tidak sedalam yg kamu kira, dia akan baik - baik saja" jelasnya yg membuatku sedikit tenang ya walaupun sih dia yg menyebabkan luka itu.
Syla pun membuka matanya dengan pelan dan melihatku dengan mata yg berkilau.
"Guru? Guru!!! Syukurlah guru baik - baik saja" dia langsung memelukku dengan erat tetapi aku mendorongnya dengan perlahan.
"Dasar bodoh kenapa kamu melakukan hal itu? Aku kan sudah bilang kamu jangan mencampuri pertarunganku"
"Tetapi seperti yg aku bilang tadi, Karena guru adalah pahlawan bagiku" dia pun kembali memelukku, aku langsung terdiam dengan kata - katanya tetapi aku langsung menjitak kepalanya dengan pelan.
"Jangan lakukan hal seperti itu lagi!!, kalau kamu masih melakukannya aku tidak akan segan - segan untuk menghukummu dengan berat"
"Iya siapp guru" dia tersenyum ke arahku yg membuatku sedikit lebih tenang dan membalas senyumannya.
"Acrodite bagaimana keadaan gadis itu?" bisikku kepada acrodite karena agar tidak ketahuan oleh Syla.
"Dia sekarang ada di pondok tuan, lebih baik tuan segera kesana saja untuk menenangkannya"
"Iya "
"Aku akan kembali ke pondok dulu, untuk mengecek gadis itu jadi kamu harus istirahat disini dulu ya Syla"
"Iya guru hati - hati" jawabnya sambil memberikan jubahku yg kulepas waktu bertarung tadi.
"Hei vampir kamu jaga gadis ini ya, kalau kamu melakukan sesuatu kepadanya aku tidak akan segan - segan untuk menghancurkanmu" ucapku sambil beranjak pergi.
"Iya tenang saja"
Aku pun kembali ke pondok dengan jalan kaki karena tenaga dan juga sihirku masih belum pulih, aku berjalan melewati beberapa rumah yg penuh dengan kenangan sampai - sampai aku pun ingin menangis setelah melihat kejadian itu.
*********
Sesampainya di pondok, aku langsung saja masuk tanpa permisi dan mencari dimana Rika berada, sampai aku pun menemukannya sedang bersembunyi di bawah kasur sambil menangis.
"Rikaa~~ apa kamu baik - baik saja?" aku pun menghampirinya dan membungkukan badanku agar aku bisa melihatnya.
Aku langsung memberikan tanganku agar dia bisa merasa aman untuk keluar, gadis dengan rambut berwarna biru muda itu pun meraih tanganku dengan tangannya yg mungil dan mulai keluar dari persembunyiannya dengan perlahan.
"Apa kamu baik - baik saja?" aku pun mengulangi pertanyaanku dan tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Dia tidak menjawab pertanyaanku dan langsung memelukku sambil menangis tanpa suara.
"Aku tau itu sangat menyakitkan tetapi Rika harus tetap semangat biar ibu Rika juga senang di surga, karena aku yakin ibu Rika selalu menemani Rika di manapun kamu berada" kataku sambil mengusap - usap kepalanya dengan pelan,dia pun mengangguk dan semakin mempererat pelukannya.
Beberapa menit pun berlalu, dia nampak menjadi lebih tenang dari pada sebelumnya karena tertampak dari sorotan matanya yg mulai cerah kembali dan senyum tipis yg menghiasi wajah imutnya itu.
Aku pun masih mengelus - elus kepalanya karena aku ingin dia menyadari kalau dia itu tidak sendirian dan juga agar dia tidak mengalami trauma sepertiku.
Di saat aku sedang mengambilkan air minum untuk Rika tiba - tiba saja Acrodite langsung muncul dan bilang "apa dia baik - baik saja tuan?"
Aku pun langsung menjelaskan kepadanya secara rinci karena aku percaya kalau acrodite adalah seseorang yg dapat di percaya{tapi dia kan bukan orang}.
"Jadi begitu, dia merasa lebih baik tetapi dia tidak mau berbicara ya"
"Ya begitulah,tetapi aku tidak suka memaksanya untuk berbicara karena aku tidak mau dia merasa takut denganku dan juga aku lebih suka memakai cara yg bertahap dari pada cara yg langsung" aku pun kembali ke tempatnya Rika sambil membawakannya air minum untuknya.
Dia pun menerimanya dan meminumnya, setelah itu dia langsung memelukku lagi tetapi dia langsung melepas pelukannya dan menutup hidungnya dengan tangan.
"Kamu kenapa? Apa kamu takut denganku?" karena aku adalah seorang yg super gk peka jadi aku hanya merasa bingung pada waktu itu.
"Lebih baik tuan mandi gih, liat tuh baju tuan sudah kotor dan juga bau amis ihh Mandi dulu sana!!!" suruhnya tetapi aku pun menatap Rika dengan tingkahnya itu dan langsung bertanya:
"Apa aku bau amis Rika?" dia pun mengangguk yg membuatku sedikit shock dan akhirnya aku pun menurut dengan perintah acrodite.
******
Aku pun kembali lagi ke desa itu, untuk mencari rumah yg memiliki kamar mandi yg bagus.
Dan munculah sebuah ingatan dari pikiranku yaitu ingatan tentang rumah kepala desa yg memiliki kamar mandi yg paling luas di desa itu, aku langsung saja mencari dimanakah letak rumah pak kades itu?
Setelah mencari agak lama, akhirnya aku pun menemukan rumah itu yg memiliki bentuk yg cukup unik yaitu gabungan dari rumah gadang dan juga rumah joglo.
Aku langsung masuk ke dalamnya dan mulai menjelajah, aku menemukan sebuah kamar mandi di lantai 2 dan juga sebuah gudang yg sangat unik di lantai bawah.
Karena aku kesini untuk mandi, jadi aku langsung pergi ke arah kamar mandi dan mulai melakukan ritual yaitu mandi{ritual apa itu?}
{Dari pada menunggu Kora yg sedang mandi, ayo kita berpindah ke tempat musuh nya saja oke}
Di wilayah di dekat ibukota...
"Komandan kami sudah siap untuk menjalankannya?"tiba - tiba saja muncul sesosok orang yg memakai jubah yg sama, dan melaporkan beberapa hal kepadanya.
" baiklah laporkan kepada seluruh pasukan, kita akan memulai misi ini"
"Siaap" sosok itu pun hilang entah kemana dan dari belakang komandan itu muncul seorang remaja dengan rambut pirang yg muncul dan berkata "apa aku akan melakukannya?"
Jendral pun menjawabnya dengan pelan "iya kamu harus berhasil mendapatkannya"
"Siapp laksanakan komandan" cowo itu pun menghilang dan sang komandan pun mengangkat pedangnya dan berteriak:
" Misi penculikan putri, Dimulai!!!!"
"Siapppp!!!"
Dia pun pergi ke arah kerajaan yg di ikuti oleh ratusan pasukan yg memakai jubah yg sama.
{Kembali lagi ke kora yg sedang menikmati sabun untuk mandi}.
Setelah selesai mandi, aku langsung kembali ke tempatku untuk menyiapkan beberapa barang.
Sesampainya disana aku melihat Syla yg sedang memasak dan karena aku adalah cowo yg overprotektif jadi aku langsung menghampirinya.
"Kenapa kamu memasak? Sini biar aku saja" aku langsung meraih spatula di tangannya.
"Tenang saja guru aku sudah baik - baik saja kok " dia kembali merebutnya dari tanganku.
Aku hanya terdiam karena aku tau sifatnya itu, dan aku kembali masuk ke dalam rumah untuk mengecek keadaan Rika.
Di dalam rumah aku melihat Rika yg lagi - lagi termenung dan bersembunyi di bawah meja{seperti tikus wkwk}.
"Yo sedang apa Rika?" aku menengoknya di bawah meja,
dan dia langsung kembali memelukku dengan eratnya.
__ADS_1
aku yg melihat kelakuannya yg imut itu hanya tersenyum sambil mengelus - elus kepalanya.
"Apa kamu lapar? Ayo kita makan dulu" ajakku dengan lembut.
Dia mengangguk saja{kawaiiii aku yg nulis aja mulai mimisann},kami pun pergi keluar untuk menemui Syla yg sedang asik memasak.
"Oh apa kamu sudah lapar? Tunggu dulu ya sebentar lagi matang kok" dia tersenyum ke arahnya yg sedang bersembunyi di balik jubahku.
Tetapi dia keluar dari persembunyiannya dan mengangguk ke arah Syla.
"Iya sabar ya" Syla pun nampak senang dan lebih bersemangat setelah melihat anak itu baik - baik saja.
"Halo halo" dan secara tiba - tiba acrodite muncul di hadapanku tetapi aku hanya terdiam saja no comment.
"Kenapa tidak ada yg kaget sih? Hmph" dia pun berubah warna menjadi merah .
Aku langsung saja pura - pura kaget, tetapi dia malah tambah marah karena surprisenya gagal, aku meninggalkan mereka dan mengajak Rika untuk membantuku menyiapkan peralatan makan dan juga meja.
Dan juga entah mengapa aku merasa kalau aku seperti mempunyai seorang anak ya{lebay amat lu masih jomblo juga}.
"Hei Assasin hitam kita latihan bertarung yuk aku mau mencoba sesuatu" tiba - tiba saja Elves datang dan menodongkan pedangnya ke arahku.
" Enggak ah males sana latihan sendiri, aku mau makan"
"Jangan menolakku!!"
"Oh iya kamu kan vampir jadi gk bisa makan ya kamu emangnya makan apa yg mulia?" aku mengabaikan kata - katanya tadi dan melanjutkan pekerjaanku.
"Jangan mengabaikanku!! Aku bisa minum darah hewan kok tenang saja soalnya aku tidak seperti pamanku yg suka darah manusia kalau aku mah jijik sama manusia hiakss{wkwk sampe jijik segala}" dia duduk di salah satu kursi yg sudah aku siapkan.
"Oh begitu ya tapi kalau kamu mengingkari kata - katamu aku akan langsung membunuhmu ya" aku mengancamnya dengan nada seperti acrodite.
"Iya iya"
Disaat aku sedang mengobrol dengan Elves,tiba - tiba Rika menarik jubahku dengan pelan dan sepertinya dia ketakutan dengan Elves dan terlebih lagi waktu Elves melihatnya dan menunjukkan giginya yg tajam itu.
Rika langsung bersembunyi di belakangku dengan tangan yg gemetaran, aku pun mengelus - elus kepalanya agar dia tenang sambil menatap si Elves yg sedang tertawa.
"Makanan sudah siapp!!" Syla yg sudah selesai memasak makanan buatannya mulai menghampiri kami dengan membawa masakannya.
"Cepat kalian duduk!!!"tetapi pada saat dia sampai di meja, tiba - tiba saja sifatnya langsung berubah menjadi ibu - ibu yg menyuruh anaknya untuk makan.
Dia langsung saja menghidangkan masakannya dengan bangga padahal masakannya cuman nasi goreng tetapi dikarenakan sifatnya yg galak kalau soal makanan, jadi aku hanya diam saja, aku pun mengangkat Rika yg sepertinya susah untuk menaiki kursi.
"Silahkan dimakan" katanya dengan lembut walaupun dia sendiri merasa tegang.
"Iya terimakasih" aku memberikan makanan itu ke Rika dan juga diriku.
Elves yg penasaran dengan makanan manusia, dia langsung mengambil piring dan ikut - ikutan makan.
"Selamat makan"
Kami memakan makanan itu tetapi dari semua masakan yg pernah aku makan hanya makanan inilah yg membuatku melayang di udara atau lebih spesifiknya adalah Tidak enak, Rika yg reaksinya sepertiku terus saja melanjutkan memakannya karena dia tidak berani bilang kalau makanan itu sangat tidak enak.
Dan aku juga ikut - ikutan diam dan terus berjuang untuk memakan masakannya itu.
"Makanan macam apa ini? Rasanya sangat tidak enak" namun tiba - tiba saja Elves yg juga ikut memakannya mengomentari masakan buatan Syla.
Aku yg kaget berusaha untuk menghentikan ucapannya itu dengan memberinya sebuah kode tetapi dia tidak melihatnya,dan terus mengomentari masakan itu dan sampai akhirnya dia sadar kalau terdapat aura yg sangat mengerikan yg menyelimuti tubuh Syla.
"Oh begitu ya komentarnya,terimakasih kalau begiiituuu" dia nampak seperti seorang ibu yg sedang memarahi anaknya yg bandel dan langsung menodongkan belatinya ke arah Elves.
Elves yh merasa takut berjalan mundur sedikit demi sedikit karena dia merasa kalau dia didekati olehnya maka dia tidak akan bisa kembali lagi dan akan pergi sejauh mungkin .
Syla yg sudah berubah menjadi iblis terus mendekatinya dengan perlahan sambil menghunuskan kedua belatinya itu.
"Maaf Elves aku tidak bisa membantumu" aku dan Rika meninggalkan mereka berdua dan kembali masuk ke dalam gubuk untuk istirahat karena pada waktu itu hari sudah sore dan menjelang malam.
"Hei jangan tinggalkan aku Assasin hitam" dia terus mundur dan akhirnya dia terjebak di sebuah pohon besar.
"Nah kamu tidak bisa kabur, mari kita bersenang - senang sambil menikmati ceritamu tadi"
Giahhhh(teriakan lelaki, kalian bayangin sendiri).
__ADS_1
"Selamat menikmati Yg mulia"
Aku terus saja mendengar teriakan dari Elves dan entah dia sedang diapakan tetapi kalau sudah membuatnya marah ya begitu akibatnya.