
********
Pagi hari pun datang kembali dengan hawa yg membawa kebahagiaan bagi semua orang kecuali aku yg masih membencinya.
"(Huamm, ehh kenapa badanku berat? Ahh jangan - jangan!? )" aku pun membuka mataku dengan perlahan dan..... Terdapat seorang gadis cantik yg tidak memakai busana{bugil} sedang tertidur di atas dadaku dan sepertinya aku kenal gadis ini.
Lalu di tengah - tengah situasi yg cukup tegang itu, aku pun melihat ke samping tempat tidurku yg di sana terdapat Rika yg juga sedang tertidur sambil memelukku.
"(Sepertinya ini akan menjadi masalah besar tau, jika ketahuan sama dia)"
Lalu disaat aku sedang berusaha bangun dengan perlahan agar mereka tidak bangun, tiba - tiba saja hp jadulku berbunyi dengan suara khasnya yg menandakan kalau ada sebuah panggilan telepon.
Aku pun dengan cepat mengangkat telpon itu, yg ternyata itu adalah telpon dari sang ratu serigala yg aku lupa namanya siapa.
"Selamat pagi tuan Kora, maaf mengganggumu pagi - pagi"
"Selamat pagi juga yg mulia, tidak mengganggu sama sekali kok, kan saya sudah bilang kalau yg mulia boleh menelponku kapanpun dan dimanapun{Bohong aja bisanya}" ucapku dengan sopan karena aku sedang berhadapan dengan sosok penguasa yg bisa saja menghancurkanku jika dia mau.
"Saya hanya mau bertanya, Apa kiriman saya sudah sampai?"
"Kiriman? Kayaknya belum deh yg mulia"
"Ara~ begitukah? Padahal sudah aku kirim tadi, seharusnya sih sudah sampai pada pagi hari ini"
"Ya namanya juga manusia, jadi kan terka---
" ahh tuan koraaa..... aku kangen padamu~~"katanya dengan nada yg sangat lembut dan enak di dengar.
Aku yg mendengar itu pun langsung melihat ke arah suara yg memotong pembicaraanku, yg ternyata itu adalah suara dari gadis yg tertidur di sampingku.
"Ara ara~ tuan kora sepertinya kirimanku sudah sampai yah"
"Ehh!? memangnya kalau boleh tau kiriman dari yg mulia itu apa ya?" tanyaku dengan nada bingung karena pada waktu itu di dalam pikiranku, aku sedang bertarung dengan nafsu dan juga kesetiaan.
"Gadis yg sedang tertidur di sampingmu, itu adalah anakku"
"(!? Ja jadi gadis ini adalah...)"
Aku pun kembali melihat ke arah wajah gadis itu dan melihatnya dengan seksama yg ternyata gadis yg sedang tertidur di sampingku adalah Aina!?
" Sepertinya Aina sudah sampai disana dengan selamat yah syukurlah, jadi aku serahkan dia kepadamu ya tuan Kora"
"Tu tunggu dulu yg mulia"
"Sampai jumpa lagi yah tuan kora, nanti akan saya telpon lagi, jadi dadah"
Telepon itu pun di matikan dan aku masih terpaku di atas tempat tidur dengan di temani oleh satu orang Loli serta satu orang cewe tanpa busana{Enak amat lu sih jadi MC}.
*******
Lalu di saat aku sedang terdiam seperti sebuah patung, Acrodite pun muncul di hadapanku yg membuatku tersadar kembali.
"Selamat pagi tuanku, ahh sepertinya tuan sudah melangkah lebih jauh ya hehe, tetapi hati - hati ya tuan tanggung jawabnya besar loh, nanti susah buat nyari duitnya" kata Acrodite dengan nada santainya yg sering kudengar jika dia sedang meledekku.
Aku yg tau akan maksud dari perkataan itu langsung memukul nya dan membuat pedang itu terbang menjauh layaknya sebuah balon.
"Aku belum melakukannya!!"
"Hehe maaf yah tuan,tetapi aku yakin suatu hari nanti tuan pasti akan punya anak dari dia"
"Oho kamu mau minta lagi"kataku sambil membunyikan jari - jariku.
" be bercanda tuan Tehe~"
"Iya iya aku tau itu"
"(heh dasar tuan pengecut bilang aja kamu tidak bisa melakukannya)" kata acrodite di dalam pikirannya tetapi apa dia lupa kalau aku dan dia itu satu pikiran?
"Heii aku bisa mendengar itu loh"
__ADS_1
"Hehehe"
Aku pun bangun dari tempat tidur dengan perlahan agar tidak membuat mereka berdua bangun dan mulai memakai baju serta jubah kesukaanku{Lu gk mandi ya?} .
"Oh iya tuan, sekarang apa yg akan tuan lakukan dengan dia?"
"Hmm mungkin aku akan membawanya saja sih, karena yahh ibunya sudah menitipkan dia kepadaku jadi aku harus menjaganya kan?" jelasku sambil memberikan selimut kepada mereka berdua biar tidak kedinginan.
"Hadehh dasar tuan tidak peka,terserah anda saja lah tuan, aku tidak peduli lagi. Dah lebih baik aku jalan - jalan saja hmph" katanya sambil terbang keluar dari kamarku dan meninggalkanku sendirian dengan wajah yg penuh pertanyaan.
"Heh!! Apa yg sudah aku lakukan? Kenapa dia semarah itu!?" yap itulah yg kupikirkan saat acrodite tiba - tiba saja pergi dengan perasaan marah.
"Mungkin aku harus minta maaf kepadanya kali ya" ucapku dengan sebuah kesimpulan yg aku ambil setelah berpikir cukup lama{Gk peka nya udah setara dengan RomCom haha}.
Aku pun berjalan keluar dari kamar dan meninggalkan sebuah segel sihir di kamar itu, karena agar tidak ada vampir mesum yg masuk kedalam kamarku.
*********
Aku pun menuruni tangga penginapan itu dengan pikiran yg masih kemana - mana dan akhirnya karena kecerobohanku, aku tidak sengaja menabrak seseorang yg sedang ingin menaiki tangga.
(Brakk)
"Adu duh, maaf yah apa kamu baik - baik saja?"kataku sambil mengulurkan tanganku ke arah cewe yg kutabrak tadi.
" ahh aku tidak apa - apa kok, seharusnya aku lah yg meminta maaf karena aku tadi melamun" kata cewe itu sambil meraih tanganku.
(Sepertinya aku pernah melihat cewe ini tapi dimana ya?)
"Tidak apa - apa kok, aku juga salah, jadi tidak usah di pikirkan" kataku sambil tersenyum ramah ke arahnya.
Cewe itu memiliki rambut pirang panjang yg indah dan memiliki warna mata hitam seperti pada umumnya, cewe itu memakai baju setelan set khusus baju musim panas, yaitu baju hijau dengan lengan pendek serta rok mini yg berwarna hitam. Oh iya dia juga nampak memakai sedikit riasan, apa dia mau kencan yah?.
"Terimakasih" dia pun bangun dan membalas senyumanku yg seketika membuatku mulai teringat dengan gadis ini.
("Ya aku ingat, dia adalah cewe yg bekerja di kafe tersembunyi kemarin malam yg hampir di tembak oleh sebuah anak panah, yap aku ingat sekarang.
Tetapi sepertinya dia tidak mengingatku ya? hmm... tapi untung lah kalau dia tidak mengingatku") kataku dalam batin yg membuat cewe itu nampak kebingungan karena aku terlalu lama terdiam.
"Hmm mungkin kamu salah orang, karena seingatku ini adalah pertemuan kita yg pertama kalinya"
"Ahh begitu ya, oh iya aku belum memperkenalkan diriku kan?"
"Perkenalkan namaku adalah Ritia, aku bekerja di sebuah kafe dan aku masih jomblo plus perawan, salam kenal ya" jelasnya dengan rinci dan juga jelas, tetapi aku tidak membutuhkan info selengkap itu oke.
"Aku kora, salam kenal juga ya " kataku sambil tersenyum ke arahnya.
"Iya salam kenal yah Kora" dia pun membalas senyumanku.
Lalu begitulah perkenalan singkat kami dan dia pun langsung kembali menaiki tangga ke arah lantai dua karena katanya dia lupa sesuatu di dalam kamarnya.
"(Untung saja dia tidak mengenaliku)"
Aku pun kembali berjalan ke arah pintu keluar penginapan itu dan entah karena mataku sedang buram atau mungkin aku aja yg sedang ceroboh, lagi - lagi aku menabrak seseorang saat aku mau membuka pintu keluar itu, tetapi untungnya aku kenal siapa yg aku tabrak.
"Aduhh hati - hati dong assasin hi--"
Aku pun langsung membekap mulutnya sebelum dia menyelesaikan kata - katanya, karena dia akan mengatakan kata terlarang di tempat ini.
"Sttt jangan panggil aku seperti itu disini, karena di tempat ini aku dianggap sebagai penjahat jadi jaga ucapanmu"
Dia pun mengangguk dan aku langsung saja melepas bekapanku karena aku bukanlah orang yg kejam{ Ngeles aja lo}.
"Iya aku mengerti, aku tidak peduli alasanmu dianggap sebagai penjahat karena apa? Tetapi jika kamu berani membekap mulutku lagi, akan aku bunuh beneran kamu" ucapnya dengan tatapan yg marah.
"Iya iya Elves"
Aku pun berjalan keluar dan meninggalkannya di depan pintu keluar, tetapi sebelum aku berada di luar, Elves langsung memegang bahuku dengan keras yg sepertinya dia sedang marah, tetapi karena apa?
"Tadi kamu memanggilku apa??" katanya dengan tatapan yg sangat menyeramkan jika sedang malam hari.
__ADS_1
"Elves? Emang kenapa?"
Dia pun menarik kerahku dan mengatakan hal yg sering aku dengar sepertinya.
"Jangan memanggilku dengan namaku!!!, aku tidak mengizinkannya!!!"
"Terus aku harus meminta izinmu gitu? Hahaha dasar merepotkan!!!" aku pun langsung melepas cengkramannya dan langsung melompat ke atas atap salah satu rumah warga.
"Kalau kamu tidak mau kupanggil seperti itu, jadi panggillah aku dengan namaku, nanti aku akan berhenti memanggil namamu juga"
"Ingat itu yah, yaudah aku mau beli sarapan dulu , jadi kamu jaga 2 gadis kesayanganku itu yah dan awas aja kamu sampai menyakiti mereka. Akan aku habisi kamu" ucapku sambil menatap Elves yg sepertinya masih marah.
"Iya iya cerewet"
Elves pun masuk ke dalam penginapan itu yg sepertinya dia ingin pergi ke kamarku tetapi biarlah karena dia tidak akan pernah bisa memasuki kamarku.
"Enaknya makan apa yah buat sarapan" kataku sambil mulai melompati satu per satu rumah warga.
Lalu di karenakan aku tidak mau menarik perhatian orang, aku pun turun di sebuah jalanan yg sepertinya sepi dan juga rusak.
Setelah turun dari atap, aku pun kembali ke jalan utama untuk mencari sarapan ala penduduk disana dan juga berjalan seperti orang pada umumnya.
*******
{dan di sebuah ruangan yg cukup kecil tetapi terang}
Gadis itu pun membuka matanya dan dia nampak kebingungan.
"di-dimana ini?"
Gadis itu pun melihat ke sekeliling ruangan itu dan terkejut saat melihat terdapat seorang gadis kecil yg sedang tertidur di sampingnya sambil memeluk dirinya.
"Siapa gadis kecil ini?, dan juga bau ini? Sepertinya aku pernah mencium bau ini"
Si gadis itu pun bangun dari tempat tidurnya dengan perlahan dan melihat ke arah sebuah cermin yg ada di ruangan itu,lalu dia pun terkejut saat menyadari kalau dirinya sedang tidak memakai apapun.
"Ke ke kenapa aku telanjang!?"
"a a apa aku di culik?!"
"Tetapi tunggu sebentar? Kalau aku diculik pasti ada penjahatnya disini, tetapi dimana penjahat itu?" kata gadis itu sambil mengecek - ngecek setiap hal di ruangan itu.
Lalu ditengah pencariannya, dia pun menemukan sebuah tas yg tergeletak di samping tempat tidur, dia pun langsung mengambil tas itu dan membukanya.
Didalam tas itu terdapat sejumlah baju serta sebuah pedang yg sepertinya pernah dia liat sebelumnya.
Lalu karena tidak ada pilihan lain, dia pun memakai baju yg ada di tas itu dan ternyata baju itu adalah baju laki - laki yg secara kebetulan ukurannya bisa pas dengan dia.
"Heh!? Ukurannya pas denganku? Apa berarti penculiknya seumuran denganku?" pikirnya sambil berkaca di depan cermin.
Setelah memakai baju yg ada di tas tadi, gadis itu pun berjalan ke arah gadis kecil yg sedang tertidur bersamanya tadi.
"Apa gadis ini juga di culik bersama denganku? Kalau hal itu benar berarti aku harus mengeluarkannya dari sini bersamaku, seperti yg di lakukan oleh tuan Kora" pikir gadis itu sambil mulai berusaha mengangkat tubuh gadis kecil tadi dan menggendongnya di punggungnya.
*********
"Haahh segel seperti ini tidak akan menghalangiku assasin hitam, cih dasar lemah" Elves pun memasuki ruangan itu dan....
"Ah!?"
"Ah!?"
"(Dasar assasin itu, lagi - lagi dia menculik seorang gadis ya. Awas aja nanti kalau dia sudah pulang akan aku beri dia pelajaran)" kata Elves dalam batin saat melihat seorang gadis manis yg sedang menggendong seorang anak kecil yg dia kenal.
"Halo nona, maaf yah temanku sudah menc---(gahh)"
Elves pun di pukul oleh gadis tadi yg membuatnya terkena stun sebentar.
"Dasar penculik mesum!!!!" si gadis itu pun kembali melakukan serangan dengan kumpulan energi warna - warni yg terkumpul di tangan kanannya dan....
__ADS_1
(Duarrrr!!!!)