Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 26


__ADS_3

Beberapa menit kemudian...


"Semoga kalian tenang di sana ya"


Aku pun selesai mengubur 124 mayat perempuan dan 40 mayat anak kecil yg di bantu oleh Syla di sebuah lapangan di samping desa itu tetapi entah kenapa hatiku terasa sakit dan penuh dengan rasa penyesalan.


"Tega sekali mereka ya guru"


"Hm mereka memang bersalah tetapi disini aku lah yg paling bersalah dan yg paling mengerikan" aku pun merasa menyesal setelah membunuh ribuan orang tanpa jasad karena waktu dulu aku tidak pernah membunuh orang tanpa tersisa satu bagian tubuh pun.


Syla pun memelukku setelah mendengar perkataanku tadi dan dia berkata kepadaku " walaupun guru merasa membenci diri sendiri dan merasa menyesal dengan perbuatanmu aku tidak akan melarang guru tetapi aku tidak akan pernah membenci guru entah berapa pun nyawa yg guru ambil ataupun sesadis apapun guru membunuhnya karena bagiku guru adalah seorang pahlawan yg bisa diandalkan"


Hatiku dan diriku seketika merasa tersentak dan kembali sadar kalau aku melakukan pembunuhan bukan untuk diriku melainkan untuk orang lain.


"Sepertinya kalian sedang berbahagia ya" ucap seseorang yg membuatku terkejut.


"Oh kamu.. Ada apa?" jawabku karena aku tidak ingin meladeni orang lagi.


"Assasin hitam ayo kita berduel, yg menang akan aku turuti semua kemauannya" dia pun melompat turun karena dia tadi berada di atas atap salah satu rumah warga.


"Syla kamu kembali ke pondok dan lindungilah Rika karena aku tidak tau dia akan setrauma apa setelah melihat ibunya meninggal, dan juga kalau bisa kamu berilah dia kasih sayang oke ,biarkan aku saja yg menghadapi si busuk itu" pintahku sambil mengeluarkan pedang cadanganku karena pedangku yg pertama sudah hancur.


Syla pun menurut dan berlari kembali dengan membawa Rika yg sedang terdiam mematung, di dalam hatiku perasaan menyesal itu masih ada dan bahkan lebih besar dari sebelumnya setelah aku melihat Rika yg sangat terpukul dengan kematian ibunya itu tetapi aku masih tidak tau harus berbuat apa.


"Hei busuk kenapa kamu ingin melawanku?" tanyaku dengan menatapnya tajam.


"Karena aku ingin memiliki Sevenris milikmu itu, datanglah Naga petir El drago!!!!" dia pun seketika mendapatkan sebuah senjata busur yg memiliki aura yg sangat mencekam,langit pun menjadi hitam setelah dia mengeluarkan senjatanya itu.


"Kalau kamu ingin melawanku, perkenalkan dirimu dulu lah sebelum aku menerima tantanganmu"


"Aku adalah Elves seorang vampir yg nanti akan menguasai dunia(tertawa sombong)"


"Baiklah salam kenal ya"


"Iya salam kenal, ngapain kamu sopan coba? Apakah itu kata - kata sebelum kematianmu?"


"Dasar busuk kalau itu mah sudah aku rencanakan tapi nanti saja ya"


"Ayo kita mulai duel dan juga kamu keluarkan saja Sevenrismu kalau tidak kamu bisa mati lo"


"Benarkah? Tapi kayaknya nanti saja deh" aku pun mengeluarkan pedang cadanganku dan mulai melakukan kuda - kuda.


"Terserah aku juga tidak peduli yg penting aku bisa mendapatkan Sevenris itu"


"Oke oke baiklah Ayo kita mulai pertarungannya!!!"


Dia pun menembakkan sebuah panah ke arahku tetapi panah itu tidak mengenaiku karena terlalu mudah bagiku untuk menghindarinya.


Aku pun mendekatinya dengan kecepatanku tetapi dia sangat lincah untuk menghindariku sambil menembakkan panahnya ke arahku dengan tepat.


"Baiklah tidak usah main - main lagi, Skill Archer:Pluie de flèches(hujan panah)!!!" dia pun menembakkan ribuan panah ke arahku layaknya sebuah hujan.


Aku pun berusaha menghindarinya tetapi karena aku sedikit lengah, salah satu panah itu pun mengenai kakiku yg membuatku langsung terduduk.


"Apa itu sakit? Mau lagi? Kalau begitu rasakan ini Skill Archer:Arrow Charge!!!" tiba - tiba saja Panah yg tertancap di kakiku mengeluarkan energi listrik yg membuatku tersetrum dan itu rasanya sakit sekali,karena tadi aku tersetrum tubuhku pun terkena Stun sementara dan tidak bisa di gerakkan sama sekali.


"Akan aku akhiri ini dengan mudah, Skill Archer: Flèche clignotante(Kilatan petir)" dia pun menembakkan sebuah panah yg sangat cepat seperti sebuah petir ke arahku,namun untungnya tubuhku bisa di gerakkan kembali sebelum panah itu mengenaiku.


Aku pun menebas panah itu tetapi bukannya panah itu yg hancur malah pedangku yg pecah dan hancur seperti sebuah kaca.


"Hampir saja(bernafas lega) tetapi pedangku yg terakhir hancur kan jadi nanti ganti rugi ya" aku pun mencabut panah itu dan bangun sambil memasang kuda - kuda lagi.

__ADS_1


"Hebat juga bisa menebas panahku, tetapi kali ini pasti akan kena" dia pun menembakkan panah itu kembali.


"Sang penguasa kegelapan Datanglah Acrodite!!!" aku pun memanggil acrodite dan langsung menebas panah itu dengan mudahnya.


"Tumben tuan memakaiku?"tanya acrodite dengan bingung.


"Karena ini adalah hidup dan matiku jadi aku memanggilmu"


"Lebih baik tadi tuan jangan memanggilku biar tuan mati kan seru" jawabnya yg membuatku ingin sekali memukulnya.


"Hm hm apa kamu ingin aku bersihkan? " aku pun menatapnya dengan nafsuku yg membara.


"Iya ampun tuan, oh iya yg di lawan tuan itu Sevenris tingkat 5 jadi hati - hati ya soalnya dia memiliki kekuatan sihir tersembunyi" jelasnya sambil mengubah dirinya menjadi sebuah Katana(pedang dari jepang, cari aja di googlee).


"Kenapa kamu malah berubah menjadi pedang ini?"


"Kan tuan mau menebas sebuah anak panah, kalau aku pake wujudku yg biasanya nanti tuan akan susah nembasnya "jelasnya dengan rinci.


" hei Assasin hitam sudah ngobrolnya? Jangan mengabaikanku!!!" dia pun menembakkan ribuan panah ke arah ku.


"Skill Blade dancer: INFINITE!!!" aku pun menghindari semua panah itu dengan mudah sampai membuatnya terkejut.


"Tidak mungkin!!!" dia pun menembakkan ribuan panah yg sangat banyak sampai aku tidak bisa menghitungnya.


Aku pun menghindari semua panah itu sambil mendekatinya, dia pun juga berusaha menghindariku dengan cara melompat dari atap rumah ke atap rumah yg lain tetapi aku selalu berhasil mendekatinya yg membuatnya semakin panik.


Karena panik dia pun menembakkan semua panahnya secara asal yg hampir tidak ada satu panah pun yg mengenaiku.


"Rasakan ini Skill Blade dancer:Potongan Sabit!!!" aku pun menebasnya dan membuatnya jatuh ke salah satu rumah warga tetapi setelah aku menebasnya tiba - tiba saja langit menjadi hitam dan penuh dengan sambaran petir.


Aku pun langsung menjauhinya karena aku merasakan aura yg sangat besar dari arah vampir itu dan seketika petir besar pun menyambar tempat vampir itu yg menimbulkan sebuah gelombang elektromagnetik yg membuat beberapa besi mulai terbang ke arah vampir itu, Dia pun bangun dari sana dan aku pun langsung bersiap - siap dengan serangan karena dia sudah dalam mode Armor Suci{memakai sebuah baju zirah seperti sebuah panglima perang} berwarna Emas yg sangat menyilaukan mata.


"(Tertawa) kamu cukup hebat ya Assasin hitam, sekarang aku sudah tidak peduli lagi denganmu aku akan membunuhmu karena sudah membuatku serius" dia pun menembakkan satu panahnya, aku langsung saja bersiap - siap untuk menebas anak panah itu tetapi disaat panah itu hampir mendekatiku tiba - tiba saja satu panah itu langsung berubah menjadi ratusan panah.


Di saat aku sedang kejar - kejaran dengan panah itu, aku pun menyadari kalau semua panah itu sedang di kendalikan oleh pengirimnya.


Aku pun langsung mendekatinya untuk menghentikan serangan itu tetapi di saat aku hampir menebasnya dia pun menendangku dengan keras sampai aku terpental ke arah salah satu rumah warga.


"Jangan harap kamu bisa mengalahkanku dengan jarak dekat ( tertawa sombong)"


Aku pun berusaha bangun tetapi karena aku tidak memakai armor jadi tendangan yg tadi mematahkan salah satu tulangku yg membuatku susah untuk berdiri.


"Tuan tidak apa - apa?"


"Iya aku baik - baik saja mungkin salah satu tulangku ada yg patah" aku pun berusaha bangun tetapi tidak bisa karena rasa sakit ini.


"Akan aku akhiri sekarang Skill Archer:Flèche clignotante(kilatan petir)" dia pun menembakkan panah yg sangat cepat ke arahku tetapi karena aku tidak bisa bergerak, aku pun pasrah dengan serangan itu.


Tetapi di saat aku sedang pasrah tiba - tiba saja acrodite berada di depanku dan menahan serangan itu.


"Ingatlah tuan tidak sendiri kan ada aku, aku akan selalu menemani tuan kok" aku pun tersadar dari lamunanku dan berusaha untuk bangun walaupun sekujur tubuhku terasa sangat sakit.


"Iya aku tau jadi ayo kita habisi si busuk ini"


"Iya"


"Mode Armor Suci: Acrodite on!!!!" aku pun membangkitkan armor suciku untuk melawannya, langit pun menjadi lebih gelap dan terdapat sebuah bulan di sana.


"Walaupun kamu menggunakan armor sucimu, kamu tetaplah bukan tandinganku!!!!" dia pun menembakkan panahnya lagi dan seketika berubah menjadi ribuan.


Aku pun menghindari ribuan panah itu dengan mudah dan berusaha untuk mendekatinya, dia pun terus berusaha menghindariku dengan menembakan ribuan anak panah yg tidak terhitung jumlahnya.

__ADS_1


Aku terus menghindari dan menebas semua panah yg di dekatku tetapi aku pun terdiam setelah melihat ribuan panah yg tidak terhitung berapa jumlahnya jatuh dari langit layaknya sebuah hujan, semua panah itu pun semakin cepat saat hampir mencapai diriku tetapi aku terus berusaha menghindarinya.


"Skill Combo Archer:Pluie de flèches clignotante!!!! Rasakan lah ribuan hujan panah yg sangat cepat itu layaknya sebuah badai" dia pun tertawa dengan sombongnya sambil melihatku menari - nari di hujan panah miliknya itu.


Rasa sakitku pun tiba - tiba kambuh dan membuatku lengah karena rasa sakit itu, beberapa panah pun mengenaiku dan membuatku tidak bisa bergerak.


"Rasakan ini juga Skill Archer:Arrow Charge!!"


Aku pun tersetrum kembali karena anak panah yg tertancap di tubuhku, semua armor di tubuhku juga mulai lepas dan tubuhku pun menjadi lemas karena serangannya tadi.


"Habislah kamu sekarang Assasin hitam!! Skill Archer:Flèche clignotante!!!" dia pun menembakkan panahnya ke arahku,karena tubuhku tidak bisa di gerakkan aku pun hanya pasrah dan menerima semua serangannya itu.


Aku pun menutup mataku karena aku ingin membayangkan beberapa hal sebelum aku mati.


"Akhirnya kematianku pun datang, aku sudah menantikannya sejak lama jadi aku tidak akan menyesali ini" di saat aku sedang menutup mataku, aku pun mendengar Syla yg memanggilku "Guru!! Guru!!!"


"Syukurlah aku masih bisa mendengar teriakannya"


Aku pun membuka mataku dan betapa kagetnya aku saat melihat Syla yg sedang berada di depanku dengan panah yg tertancap di perutnya, dia pun terjatuh dan dengan sigap aku langsung menangkapnya.


"Syukurlah guru baik - baik saja(uhuk huk)" ucapnya sambil tersenyum dengan mulut yg mengeluarkan darah.


"Ke-kenapa kamu senekat ini? "


"Aku juga tidak tahu, tiba - tiba saja tubuhku bergerak dengan sendirinya tetapi untung saja guru tidak apa - ap---" dia pun pingsan di pangkuanku.


Disaat dia sedang pingsan, aku pun mencabut panah yg ada di tubuhnya dan langsung menutup lukanya dengan sobekkan jubahku agar darahnya tidak banyak yg keluar.


"Dasar tikus mengganggu saja"


Aku pun membaringkan Syla dengan perlahan dan melepas jubahku, amarahku yg tidak bisa terbendung lagi pun kembali meledak setelah mendengar ucapannya.


Aku langsung saja menghampirinya dengan perlahan sambil memegang pedangku dengan erat, dia yg melihatku dapat bangun langsung menembakkan ribuan panah ke arahku.


Aku hanya berjalan saja di tengah - tengah hujan panah itu tanpa menghindari serangannya, dia pun nampak kaget dan sepertinya dia akan mengeluarkan serangan yg besar ke arahku.


Aku pun hanya diam saja sambil menatapnya dengan tajam seperti seseorang yg akan membunuh.


"Tidak mungkin!!!" dia pun panik dan mulai membaca mantra yg sepertinya akan mengeluarkan sebuah serangan yg besar.


"Skill Final Archer:O électricité de mon corps, s'il vous plaît, sortez et donnez à mon ennemi ceci est votre attaque la plus puissante: Le dragon de foudre clignote!!!(wahai petir yg ada di tubuhku aku perintahkan kamu keluar dan bunuhlah semua musuhku dengan cepat: Kilatan Naga Petir!!!). Dia pun menembakkan panahnya ke langit dan seketika langit itu membentuk sebuah pusaran yg di penuhi oleh sambaran petir.


Karena aku sedang di kendalikan oleh amarah, aku tidak merasa kaget sedikit pun dengan hal itu.


Semua sambaran petir yg ada di sekitar pusaran itu pun bergabung dan membentuk sebuah Naga yg sangat besar, Naga itu pun turun dan menghampiriku dengan cepat seperti sebuah petir.


" INFINITE!!!"


Naga itu pun meledak dan membuat sebuah cahaya yg besar dan juga gelombang Elekromagnetik yg membuat semua besi - besi di sekitarnya menjadi saling menyatu.


"(Tertawa dengan gembira) akhirnya aku membunuh salah satu Leader, ini akan menjadi awal untuk impianku"


"Benarkah begitu?" aku yg berhasil menghindari serangan itu langsung berada di depannya yg membuatnya kaget dan langsung melompat mundur.


"Lambat, Skill Final Blade Dancer: wahai kegelapan di dalam diriku, aku ingin kamu keluar dan buatlah dunia ini menjadi gelap gulita layaknya hatiku yg kosong ini: Dead Batsyzer!!!"


Aku pun langsung menebasnya dengan cepat yg membuatnya jatuh ke arah salah satu rumah warga, armornya pun hancur karena serangan ku tadi.


"Akhirnya aku men---" aku pun seketika langsung pingsan karena semua lukaku dan juga melakukan serangan tadi.


"(Rintih kesakitan) Untung saja aku memakai Armor suci kalau tadi aku tidak menggunakannya aku pasti sudah mati karena serangannya tadi, Ternyata dia memang yg terkuat ya seperti yg sudah di ramalkan oleh ayahku"

__ADS_1


Aku pun pingsan cukup lama sampai - sampai hari pun sudah menjelang malam.


__ADS_2