Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 30


__ADS_3

Kami pun melewati sebuah hutan yg agak gelap karena tertutup oleh pepohonan yg rimbun, aku yg merasa takut akan sesuatu langsung mengawasi lingkungan sekitar sana agar aku bisa mengetahui apa yg ada di dalam hutan itu.


Setelah suasana yg tegang itu, kami pun melewati hutan dengan selamat dan aku yg tadi waspada sekarang bisa bernafas dengan lega, tetapi di tengah perjalanan kami melihat 5 orang dari kejauhan yg sepertinya mereka itu adalah perampok kereta yg sedang menunggu mangsa.


"Apa yg akan kita lakukan Assasin hitam? Menghabisi mereka saja atau membunuh mereka?" tanya Elves sambil menatapku dengan tatapan tajam yg sepertinya dia sangat ingin membunuh orang - orang itu.


"Sama saja itu,tapi untuk sekarang kita turuti saja kemauan mereka dulu"


"Trus setelah itu di bunuh?"


"Terserah kamu saja, aku juga tidak terlalu peduli"


Kami pun menghampiri mereka dan seperti yg di lakukan oleh perampok pada umumnya, mereka menodongkan Staris mereka ke arah kami dan memaksa kami memberikan semua barang yg kami bawa.


"Berikan semua barang dan juga uang kalian kepada kami, kalau kalian tidak mau nurut akan aku habisi kalian" kata salah satu orang yg sepertinya dia adalah pemimpin kelompok itu.


"Oh sekalian kami mau meminta nona itu juga " mereka pun menunjuk ke arah Syla yg sedang tertidur di dalam kereta dan juga dengan tatapan yg sangat menjijikan sampai membuatku ingin muntah{udah jelek ngarep lagi dapat cewe cantik dasarr paman - paman di anime H}.


"Kalau uang aku bisa memberikannya tetapi kalau cewe itu aku tidak bisa, maaf ya" aku pun menjawabnya sambil tersenyum walaupun sih aku merasa jengkel dengan kelakuan mereka.


"Cepat sini!!!" bentaknya yg membuatku semakin merasa jengkel.


Aku pun melemparkan sejumlah uang kepada mereka dan langsung memerintahkan Elves untuk jalan, mereka yg penuh nafsu dengan uang itu langsung melompat - lompat untuk menangkap semua uang yg bertebangan.


"Terimakasih yaa tuann!!!" mereka pun nampak bergembira seperti baru saja mendapatkan rezeki{padahal mereka kan di prank xixixi}.


Aku yg melihat nya hanya tersenyum dan berbicara dalam batin " (selamat tinggal semoga kalian tenang di sana)".


Elves yg melihatku memberikan uang kepada mereka nampak sangat kesal karena aku menuruti kemauan mereka.


"Hei assasin hitam kenapa kamu menuruti kemauan baji***n itu, seharusnya kan tadi kita bunuh saja mereka"


"Kata siapa aku menuruti mereka?" aku pun bersandar di kursi duduk dengan gaya seperti seorang boss.


"Tadi kamu memberikan mereka uang kan"


"Memangnya aku tadi memberikan uang?"


"Sudah jelas tadi kamu----


(Giaaahh){teriakan lelaki jantan bayangkan sendiri}.


Dan tiba - tiba saja terdengar suara teriakan dari belakang yg sepertinya itu adalah suara orang - orang tadi,Elves yg mendengar teriakan itu langsung menghentikan kata - katanya dan terdiam.


Elves yg sepertinya menyadari sesuatu langsung menjauhiku dan sepertinya dia mulai waspada terhadapku, aku yg melihat nya seperti itu hanya tertawa sambil menepuk pundaknya dengan keras.

__ADS_1


Kami pun meneruskan perjalanan sambil sesekali mengobrol, namun entah kenapa setiap kali kami memulai perjalanan pasti ada saja halangan yg menyusahkan kami.


tetapi untungnya rintangan yg kami hadapi sangat lah mudah untuk di lewati.


Setelah menempuh perjalanan yg cukup berat karena medannya yg sangat enak sekali untuk di lewati{kebalikannya sih}.


Kami pun beristirahat di sebuah pondok tua yg kami temukan di tengah hutan.


Hari pun mulai menjadi gelap dan juga dingin, namun untungnya kami menemukan pondok itu jadi bisa untuk menghangatkan diri dan juga sekalian sebagai tempat peristirahatan sementara.


Aku pun langsung menurunkan barang - barang dan mulai bersiap untuk membuat makan malam, Syla dan juga Rika yg baru saja bangun langsung aku suruh mereka untuk membersihkan beberapa kamar dan juga ruang tengah di pondok itu.


Dan seperti biasanya Acrodite selalu saja muncul di saat - saat yg tidak penting.


"Halo tuan apa anda membutuhkanku?"


"Tidak " jawabku dengan singkat yg membuatnya berubah warna.


"Apa anda serius tuan?"


"Iya aku serius" jawabku sambil mulai memotong bahan makanan satu per satu.


"Hmph baiklah aku pergi saja"


"Dadah sampai jumpa lagi"


"Apa yg bisa saya lakukan tuan?"


"Aku mau kamu membersihkan pondok ini dan sekaligus kamar - kamarnya sampai bersih dan juga bantulah Syla serta Rika yg nampaknya mereka mulai kelelahan"pintahku sambil memasukkan beberapa bahan ke dalam panci dan juga penggorengan.


"Siap tuanku!!!" dengan semangatnya yg tinggi dia pum langsung masuk ke dalam pondok itu.


Aku yg melihat nya seperti itu hanya tersenyum dan mulai melanjutkan kembali pekerjaanku.


"Apa kamu yakin menyuruhnya seperti itu?" tanya Elves dengan mulut yg penuh dengan darah yg sepertinya dia baru saja habis makan malam.


"Tidak apa - apa kok, dia juga merasa senang kalau di beri pekerjaan"


"Tetapi kan kalau Sevenris terus bergerak maka penggunaan energinya akan sangat banyak, apa kamu tidak apa - apa?"


"Benarkah? Aku baru tau hehe, maaf ya soalnya aku masih belum tau apapun tentang Sevenris dan juga apa alasan orang - orang menginginkan senjata ini" jawabku dengan polos yg membuat Elves menepuk jidatnya.


"Kamu seorang assasin legenda tetapi tidak tau tentang perang Execution? Kalau penggemarmu tau pasti mereka akan membunuhmu lo"


"Hehe namanya juga orang yg baru saja dapat Staris maklum masih pemula"

__ADS_1


Dia pun menceritakan semua hal yg ia ketahui tentang perang Execution.


Perang Execution adalah perang yg terjadi setiap 20 tahun sekali,perang ini di ikuti oleh 7 orang yg memiliki jiwa - jiwa yg kuat.


7 orang itu di sebut sebagai Leader, para leader akan memiliki sebuah senjata yg disebut dengan Sevenris.


Sevenris adalah senjata yg berasal dari jiwa seorang Leader yg memiliki jiwa kepahlawanan, senjata Sevenris itu sangatlah berbeda dengan Staris pada umumnya,karena Sevenris memiliki kesadaran dan juga perasaan layaknya seorang manusia biasa dan selain itu Sevenris juga memiliki kekuatan yg sangat kuat sesuai jiwa yg dimiliki oleh Leader mereka, bahkan satu Sevenris saja dapat menghancurkan sebuah negara hanya dengan satu serangan saja.


Para Leader yg dipilih akan mengikuti perang ini untuk mendapatkan sebuah hadiah, yaitu sebuah jiwa yg dapat mengabulkan semua permintaan.


Semua Leader akan saling bertarung untuk mendapatkan Sevenris milik lawan mereka, dan Leader yg mendapatkan semua Sevenris akan menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah tadi.


*******


Setelah cerita yg sangat panjang itu, aku pun mulai berfikir apa yg harus aku lakukan? Karena setelah mendengar cerita Elves tadi, aku mulai yakin kalau masalah akan terus datang selama perang ini masih berlanjut.


Dan di saat aku sedang berfikir, tiba - tiba saja ada yg memukul pundakku yg membuatku kembali tersadar dari lamunanku.


"Hei assasin hitam masakan mu gosong tuh"katanya sambil menunjuk ke arah masakanku yg menjadi hitam.


" ahh gawatt"


Karena aku tidak mau semua masakanku gosong lagi, aku langsung menyuruh Elves untuk meninggalkanku agar aku bisa fokus memasak.


Dia pun langsung menurut dan pergi kembali ke arah hutan yg sepertinya dia ingin berburu lagi, aku juga kembali melanjutkan memasak makan malam dan mulai fokus terhadapnya agar bahan makananku tidak terbuang percuma.


Selang beberapa menit.....


Acrodite dan juga Rika menghampiriku dengan tubuh yg penuh dengan debu,Rika pun berdiri di hadapanku sambil menatap ke bawah.


Aku yg tau tentang kode itu, langsung saja mengelus - elus kepalanya dengan lembut sambil bilang "kerja bagus kamu sudah berusaha ya" Rika pun tersenyum dengan manisnya yg membuatku ingin segera meminum kopi yg pahit sekali agar kadar gulaku menurun.


"Um papa apa masakannya belum matang?" katanya dengan wajah yg tersipu malu.


Aku pun merasa kaget setelah mendengar apa yg di ucapkannya tadi.


"Tadi kamu memanggilku apa?"


"Papa, um apa tidak boleh?"{bayangin sendiri aja oke yg penting dia sangat imut}.


"Boleh kok, aku malah merasa bahagia saat mendengarmu memanggilku seperti itu" aku pun tersenyum ke arahnya sambil mengangkat makanan itu dan menaruhnya di piring.


"Selesai!! Ayo kita makan"


Dia pun mengangguk, dan menarikku dengan pelan untuk masuk ke dalam pondok.

__ADS_1


Acrodite yg melihat kejadian tadi hanya diam dan melihat kami yg saling bergandengan tangan layaknya Ayah dan anak.


Kami pun langsung masuk ke dalam pondok setelah membereskan beberapa peralatan yg ada di luar.


__ADS_2