Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 3


__ADS_3

" Untung aku sempat muncul ya tuan " pedang itu bicara padaku.


" Apa!! Pedang bisa bicara? " aku kaget setelah mendengar perkataan dari pedang itu.


" Maaf sudah mengagetkan tuan, tapi nanti aku jelasin yg penting kita harus bunuh dulu si jendral itu " dia berkata


Karena pikiranku sedang menumpuk dan kebingungan aku dengarkan saja kata - kata pedang itu


" Pegang pedang ini tuan biar bisa membunuhnya " dia memerintahku tetapi aku mengiyakan saja


Setelah memegang pedang itu, tubuhku terasa lebih ringan dari pada yg tadi dan aku merasakan sebuah dorongan yg sangat hebat di dalam diriku.


" sekarang anda adalah pemilikku tuan, aku akan melaksanakan semua yg engkau perintahkan dan mengikutimu kemana saja " dia menjelaskan.


" siapa kamu? " aku masih kaget dan bertanya kepadanya.


" Nanti aku jelaskan, sekarang kita kalahkan dulu dia " dia memerintahku.


" Akhirnya kamu mengeluarkan starismu ya " dia berkata sambil menatapku


" Eucrito on " dia berteriak sambil mengangkat busurnya ke atas.


Secara tiba - tiba, terdapat beberapa besi yg berwarna kuning yg mulai menempel ke tubuh sang jendral dan membentuk sebuah armor pelindung dari tembakkan.


" Aku akan membunuhmu nak bersiaplah " dia menarik busurnya dengan kuat.


 


Setelah mengatakan kata itu, dia serasa melepaskan panah yg besar tetapi tidak memiliki wujud,akupun panik mencari panah tersebut.


 


Tanpa di duga, ada panah yg mendekatiku dengan kecepatan yg mengerikan. Tetapi saat panah itu didekatku panah itu berhenti.


" Tuan cepat hancurkan panah yg berhenti itu " dia memerintahku.


Aku menuruti apa kata si pedang itu, aku menebas semua panah yg berhenti di dekatku.


" Oh jadi itu kekuatan staris mu, tetapi itu masih belum cukup coba tahan serangan ini " dia melakukan ancang - ancang seperti akan menembakkan serangan ya kuat.


Dia menembakkan serangan nya dengan beruntun seperti tadi, aku terus menyerang panah yg berhenti di dekatku.


" tuan coba teriakkan acrodite on! " dia menyuruh ku


" Acrodite on!! " aku menurut saja dan meneriakkan kata itu.


Seketika tubuhku di lapisi oleh baja berwarna hitam dan membentuk sebuah armor ringan tidak seperti yg di pakai jendral itu.


" wah keren sekali " aku memandangi armorku ya berwarna hitam tapi indah itu.


" Oh jadi kau sudah serius nak " dia menarik busurnya dengan kuat.


" bersiaplah jendral busuk " aku berlari ke arahnya dan seketika tubuhku terasa sangat ringan seringan bulu.


(Ciungg)


" Cepatnya " ucap dia di dalam batin.


" Bagh ugh " aku memukul nya sebelum dia menembakkan panahnya.

__ADS_1


" gahh ughh agh" aku terus menyerang nya sampai semua armor di tubuhnya hancur.


" Gimana rasanya di serang dengan beruntun jendral busuk? " aku menendangnya sampai jatuh ke tanah.


" Hebat juga kau nak, baru kali ini aku di kalahkan oleh seorang bocah sekaligus pembunuh " dia bicara sambil menahan rasa sakit akibat pukulan ku.


" Terimakasih pujiannya, nah sekarang waktunya kamu pergi " aku mengangkat pedang ku dan mengarahkannya ke leher sang jendral.


" Belum waktunya bentar lagi " setelah dia mengatakan itu tiba - tiba busur yg jatuh di hutan berada di tangannya.


Aku pun kaget dan melompat menjauhi dia


" sebelum aku mati, aku akan memberimu sebuah hadiah yang sangat spesial " dia mengangkat busur nya ke atas dan petir pun mulai menyambarnya.


" Wahai sang halilintar kuning,tolong bantu aku untuk memberantas kejahatan ya ada di depanku, jurus akhir FINAL EUCRITOO: Thunder Fire!! " setelah dia mengucapkan sebuah mantra tiba - tiba ada sebuah cahaya halilintar yg sangat terang yg berada tepat di atas ku.


Aku pun mencoba menghindari cahaya itu, tetapi cahaya itu terus menerus mengikuti ku kemana pun aku pergi.


" kamu tidak akan bisa menghindari serangan itu, hahahaha terimalah hadiah dariku " dia tertawa


" Tuan bacalah mantra ini dan tambahkan kata Final blader:Dead batsyzer! ". Di saat aku sedang panik tiba - tiba pedang itu memerintahkan ku untuk membaca sebuah mantra yg berada di pedang itu.


Karena sedang merasa tertekan dan panik, akupun menurut saja apa kata pedang itu.


" Wahai cahaya jangan engkau sombong dulu, jangan menganggap dirimu paling hebat karena ada kegelapan yg senantiasa menyelimutimu di malam hari,bantulah aku sang penguasa malam


FiNAL BLADER:DEAD BATSYZER!! " setelah membaca mantra itu, seketika pedang itu mengeluarkan sebuah aura yg berwarna hitam pekat.


" kau tetap tidak bisa mengalahkanku walaupun kau sudah bisa mengeluarkan jurus akhir, Rasakan ini nak " tiba - tiba cahaya yg terus mengikutiku, berubah menjadi berwarna kuning yg sangat terang dan saat di dekatku cahaya itu mengeluarkan sebuah sambaran halilintar ya berwarna kuning.


Aku berusaha menghindari cahaya itu, dan pergi ke tempat jendral berada.


" Tuan abaikan jurus nya incar saja orang yg mengendalikan nya " dia memerintahkan, dan aku pun melakukan apa yang dia perintahkan.


" Kau pikir bisa menghentikan ku dengan mudah " dia menarik busurnya dengan kuat, dan melepaskan tembakan yang sangat besar dan terang seperti sambaran petir.


" tuan anda bisa teleport langsung ketempat jendral itu tanpa perlu berlari " dia berkata


" benarkah? " aku membuat kuda - kuda untuk bertahan dari serangan itu


" bisa coba bilang ON ACRO, dengan lembut " dia memerintahku


" ON ACRO " ( ciunggg) setelah mengatakannya,


Seketika aku sudah berada di dekat sang jendral dan berhasil menghindari serangan itu.


" Gak mungkin dimana dia? " dia berkata


" aku di belakangmu jendral " dia langsung menoleh ke belakang


" gahhh " aku langsung menyerangnya dari belakang.


" kurang ajar kau " dia mengarahkan panah nya ke arahku


" gawat " aku langsung melompat menjauh darinya.


" Berakhir sudah " dia melepaskan cahaya yg terkumpul dibusurnya dan menembakkan nya ke arah ku.


" Tuan sekarang lakukan serang akhir " dia memerintahku dan aku mengiyakan saja.

__ADS_1


" Jurus akhir Dead batsyzer!! " aku menebas cahaya itu dan,seketika muncul sebuah cahaya yg berwarna hitam dan beradu dengan serangan sang jendral.


Dan tanpa disangka serangan ku ternyata menghilangkan serangan sang jendral dan mengarah ke padanya


" Gak mungkin seranganku kalah, ya sudah lah udah menjadi akhir bagiku, Kau sungguh hebat nak " Ledakan besar pun terjadi dan menghancurkan halaman belakang rumah sang jendral.


" sudah berakhir ya " aku langsung duduk dan menaruh pedang ku di tanah.


" Tuan!! Jangan taruh aku di tanah, kotor tau " dia berteriak.


" Oh maaf maaf " aku langsung mengambil pedang itu dan berdiri


" Yaudah sudah terlanjur, ayo kita pergi dari sini " dia mengajakku pergi dari sana.


Aku dan dia pergi dari halaman rumah sang jendral dan pergi ke arah markas sementara yg sudah aku buat di dekat sana.


*****


" Kok disini ada tenda tuan? " dia bertanya


" oh ini tuh buat memantau rumah sang jendral dan juga tempat peristirahatan sementara buatku " aku menjelaskan sambil masuk ke dalam tenda.


" Oh begitu " aku meletakkan nya di atas kasur yg terbuat dari kulit **** hutan.


Aku juga berbaring di kasur yg sederhana itu.


" jadi siapa kamu? " aku bertanya kepadanya


" Aku adalah Acrodite sang penguasa malam, dan aku adalah salah satu dari 7 senjata legendaris " dia menjelaskan.


" Nanti dulu aku mau nanya kamu dulu manusia kan? " aku bertanya lagi


" tuan memang hebat bisa langsung tau bahwa aku dulu adalah manusia " dia memujiku


" Iya aku dulu seorang manusia,aku adalah seorang jendral wanita di kerajaan ini, dulu aku sering disebut sebagai sang penguasa malam karena aku melaksanakan misi di malam hari dan selalu menyelesaikan nya sebelum matahari terbit " dia menjelaskan


" Tetapi ada seseorang yang ingin menyingkirkanku, dia adalah sang ratu di kerajaan itu, aku di jebak dan di fitnah olehnya bahwa aku adalah mata-mata dari kerajaan lain " suaranya langsung terdengar seperti nada orang yg mau membunuh.


" Sang raja yg sangat mempercayai istrinya itu mencabut jabatanku dan memberikan hukuman mati kepadaku, disaat hari penghukumanku aku bersumpah kepada diriku sendiri bahwa kalau aku berengkarnasi ke dunia ini lagi, maka aku akan membunuh sang ratu yg licik tetapi aku malah di rengkarnasikan menjadi sebuah pedang staris sungguh ironiskan " lanjutnya.


 


Pada waktu itu pikiranku serasa tidak mau menerima kenyataan dan ingin kabur, tetapi saat mendengarnya bercerita hatiku serasa sangat tenang dan merasa bahwa bukan aku saja yg di khianati oleh kerajaan.


 


" kenapa tuan kok diam saja? " dia bertanya


" Oh maaf aku masih mencermati cerita mu,tapi ternyata cukup susah untuk percaya pada sihir ya " aku berusaha tersenyum


" Ya memang terkadang seperti itu, aku dulu juga kayak begitu kok mungkin cuman butuh waktu doang untuk menerima kenyataan" dia menjelaskan


" Oh iya tuan bagaimana kalau tuan istirahat saja, kan mumpung hari masih malam trus juga pasti tuan udah capek " dia menyuruhku


" Iya benar juga, aku juga sudah lelah karena pertarungan tadi dan otakku juga perlu istirahat " aku tersenyum kepadanya


" Selamat tidur tuan " tiba-tiba suaranya menjadi gadis kecil yg sangat lembut.


" Selamat tidur juga "

__ADS_1


Aku tertidur dengan lelapnya sambil memegang pedang itu dan memeluknya, tetapi pada hari itu otakku serasa seperti akan meledak karena terjadi beberapa hal yg benar-benar di luar akal manusia.


Tetapi aku merasa seperti ini adalah awal dari perjuangan dan kerja keras ku dan yg pasti akan ada beberapa hal yg akan terjadi.


__ADS_2