
********
Pada saat aku masuk ke dalam, nampak pondok itu menjadi sangat bersih dan tidak nampak seperti pondok tua lagi, aku pun menghampiri Syla yg sedang duduk di meja makan sambil membaringkan kepalanya di atas meja.
"Kerja bagus Syla, nih hadiah mu" aku langsung menaruh masakanku di atas meja yg seketika membuat Syla terbangun dan semangat.
"Terimakasih guru, waktunya makan!!!" dia langsung saja mengambil piring yg berisi makanan tadi dan langsung memakannya.
"Kita juga makan yuk" aku pun mengajak Rika untuk duduk dan makan bersama.
Dia pun menurut dan mengambil piring yg sudah ku isi dengan masakanku, dia pun memakannya dan nampak dari wajahnya dia terlihat senang dan menikmati masakanku.
Aku yg melihat mereka berdua hanya tersenyum sambil ikut - ikutan makan, pada saat itu aku merasa seperti memiliki keluarga lagi dan benar - benar membuatku merasa tenang dan bahagia.
Dan di saat kami sedang makan, Elves pun muncul sambil membawa seekor rusa di punggungnya.
Aku pun langsung berkata "tumben di bawa ,biasanya di makan sendiri?" dan dia pun menjawabnya dengan muka yg memerah "a-aku hanya merasa kenyang saja kok, karena aku teringat tentang kalian jadi aku bawa saja kesini berterimakasihlah padaku".
Dia pun langsung duduk di kursi makan dan seperti biasanya dia langsung mencicipi makananku, entah dia kerasukan apa tiba - tiba saja dia langsung memakan masakanku dengan terburu - buru seperti ingin menikmati semua masakanku.
Aku yg sudah selesai makan, langsung pergi ke arah rusa tadi dan membawanya keluar untuk di kuliti dan di bersihkan.
Pada saat aku sedang membersihkan dan memotong - motong tubuh rusa itu, tiba - tiba saja aku merasakan kehadiran seseorang di sekitarku dan dikarenakan rasa penasaranku, aku pun langsung menaruh potongan daging tadi ke sebuah panci dan bergegas pergi mengecek wilayah sekitar sambil memasang perangkap binatang{buat apa perangkap binatang? Lu pikir bisa nangkep manusia dengan perangkap seperti itu}.
Setelah mengitari wilayah di pondok itu, aku tidak menemukan jejak ataupun bau milik orang lain di dekatku.
Karena dirasa sudah aman,aku pun kembali ke pondok untuk menemui mereka.
********
Sesampainya disana aku melihat Elves yg sedang duduk di atas atap sambil meminum sesuatu.
Aku pun langsung menghampirinya dengan cara melompat ke atas atap.
"Sendirian aja ,jomblo ya?" kataku untuk basa basi.
"Namanya juga vampir asli, kalau aku punya pacar juga dia pasti langsung mati"jawabnya dengan singkat yg membuatku merasa iba terhadapnya.
__ADS_1
Aku yg baru saja menyadari sesuatu tentang maksud dari kata - kata Elves tadi langsung memukul punggungnya yg membuatnya tersedak.
dia pun nampak marah dan mulai memarahiku dengan perkataan sombongnya tetapi aku tidak mendengarkannya dan langsung saja memeluknya dengan erat{ini tidak gay oke}.
"Walaupun kamu adalah pangeran vampir,tetapi kamu tetap boleh menangis kok" bisikku dengan pelan.
Dia pun langsung menangis di pelukanku(bukan gay ya aku masih normal) walaupun aku sangat membencinya tetapi aku tidak tahan dengan orang yg menyimpan penderitaannya di balik sifat dan juga senyuman palsunya itu.
********
Setelah puas membasahi bajuku, dia langsung melepas pelukannya dan berkata dengan nada khas nya yaitu: "aku tidak akan menangis kok, aku kan laki - laki"
"Oh begitu yasudah aku akan mengambil cemilan dulu di dalam, nanti aku kembali lagi"
Aku pun turun dan masuk ke dalam pondok untuk membersihkan bekas makanan tadi dan juga untuk mengecek keadaannya.
Namun disaat aku masuk ke dalam,aku langsung di peluk oleh Rika dengan wajah yg sangat senang.
"Papa bacakan aku dongeng ya?" dia pun memintaku untuk membacakan buku dongeng kesukaannya yg aku temukan di dalam rumahnya kemarin.
Aku pun menurut dan langsung menggendongnya, aku pum membaringkannya di sebuah kasur sederhana yg aku temukan di gudang belakang pondok itu.
{Karena terlalu panjang jadi aku Skipp saja ya hehe}
"Sang putri pun hidup bahagia dengan sang pangeran selamanya Tamat.. Selamat tidur ya Rika" aku pun mengelus kepalanya yg sedang tertidur dan langsung meninggalkannya untuk membereskan barang - barangku.
Dan pada saat aku sedang membersihkan pisau dan juga peralatan lainnya, nampak Syla menghampiriku dengan baju yg sudah di ganti dan sepertinya dia habis mandi.
"Gimana airnya dingin tidak?"
"Aman saja kok guru, mungkin lebih dingin dari biasanya" jawabnya sambil membantuku menaruh piring dan peralatan yg sudah ku bersihkan ke atas meja di belakangku.
"Oh begitu tetapi kamu jangan sering mandi nanti demam"
"Oke guru, tetapi guru juga jangan sering memakai kaos seperti itu saat keluar nanti guru juga bisa demam tau" dia pun tersenyum ke arahku tetapi entah mengapa senyumannya itu terasa sangat menyeramkan bagiku.
"Iya iya, sana kamu tidur saja sudah malam soalnya besok kita mau berangkat pagi - pagi, jadi aku tidak mau muridku kurang istirahat"
__ADS_1
"Seharusnya yg guru khawatirkan itu adalah keadaanmu sendiri tau, guru juga kan belum istirahat sedikit pun"
"Tenang saja, aku baik - baik saja kok, jadi kamu jangan mengkhawatirkanku lebih baik kamu tidur sana ya"
"Iya guru selamat malam"
"Iya selamat malam juga"
Dia pun meninggalkanku dan pergi ke arah sofa tua untuk istirahat disana, aku pun meneruskan pekerjaanku di tengah cuaca yg semakin dingin.
Namun seperti biasanya acrodite pun muncul di hadapanku dengan cara yg paling aku benci yaitu muncul tiba - tiba.
"Kamu ini jangan sering muncul di saat yg tidak tepat lah, mengganggu saja"
"Hm hm aku yakin pasti tuan membutuhkanku kan? Apa yg bisa aku bantu tuan?"
"Tidak ada, aku bisa menyelesaikannya sendiri"kataku yg lagi - lagi membuatnya berubah warna.
"Tolong tuan,kumohon beri aku tugas apapun itu, soalnya agar aku bisa tenang"
"Tenang?"
"Iya kalau tuan memberiku sebuah tugas nanti jiwaku dan jiwamu akan bergabung dan membuatku tenang"
"Iya iya, kalau begitu aku perintahkan kamu untuk membersihkan daging rusa yg sudah aku potong trus kamu lakukan teknik pengawetan agar aku bisa membawanya"pintahku sambil menaruh piring - piring terakhir ke atas meja.
" siap tuann!!!" dia pun langsung terbang keluar dengan cepat.
********
Aku yg sudah menyelesaikan pekerjaan terakhirku langsung membuat kopi dan langsung menghampiri Elves yg dari tadi masih berada di atap.
"Kuat amat kamu sama dingin?" kataku sambil melompat ke atas atap.
"Ya iyalah memang aku seperti kalian"katanya sambil tersenyum ke arahku.
Aku yg pertama kali melihat senyuman aslinya langsung membalasnya dengan senyumanku, dan pada saat itu entah mengapa kami menjadi sangat akrab dan tidak saling mengejek seperti dulu.
__ADS_1
Kami juga mengobrol dengan obrolan yg santai tanpa ada bumbu - bumbu serius,dan aku yg mulai merasa kalau Elves memang bukan orang jahat langsung melepas kecurigaanku terhadapnya.