
"Kalian berdua tenanglah" aku pun berusaha membujuk mereka agar mereka tenang.
Tetapi mereka hanya mengabaikanku dan terus saja saling menatap entah siapa yg akan menang di lomba saling menatap ini.
"Sejak kapan kalian bertunangan?" tanya Silva yg saat itu kayaknya sudah lebih tenang dari
sebelumnya.
" 1 tahun yg lalu" Aina pun menjawabnya dengan bangga seakan - akan itu memang takdirnya.
"Begitu ya Selamat ya Kora dapat tunangan yg cantiknya kaya putri" dia pun memberikan selamat kepadaku walaupun dengan Aura yg mengerikan.
Perasaanku mengatakan kalau ada sesuatu yg akan terjadi padaku setelah kejadian ini tetapi aku merahasiakannya saja.
Mereka berdua pun sudah tenang dan mulai saling berjabat tangan dan mengobrol.
Karena aku tau kalau mereka sudah tenang, aku langsung bergegas pergi ke ruang kantornya jendral untuk melaporkan kejadian yg aku lihat tadi.
Sesampainya di sana seperti yg biasa aku lakukan untuk salam pembuka adalah mendobrak pintunya dengan keras, dan lagi - lagi setiap aku membuka ruangan itu pasti jendral sedang membuka majalah yg aku benci dan bahkan ingin aku hancurkan.
"Kamu ini ketuk pintu dulu" karena kaget dia pun langsung menyembunyikan buku tadi dari penglihatanku.
__ADS_1
"Males lama" jawabku sambil berjalan kesekeliling ruangan kantor itu untuk mengecek apakah dia punya yg lainnya?
"Baiklah langsung ke inti nya saja" aku langsung menceritakan semua yg aku temukan hari ini dan bertanya " apa ada masalah lagi?"
Dia pun menjawabnya dengan serius kalau sebenarnya ini adalah pembunuhan yg ke sekian kalinya, dan nampaknya pembunuhan ini di mulai sejak awal masuknya musim dingin.
Dia juga bingung dengan kejadian ini karena dari semua anggota Assasin miliknya tidak bisa membunuh setrampil itu kecuali aku.
Tetapi saat kami sedang mengobrol,tiba - tiba saja muncul Shira yg entah datang dari mana.
"Ehh Shira?" dia mengagetkanku karena aku tidak merasakan hawa keberadaannya.
"Kamu kaget? Hahaha kayaknya kamu harus sering melatih instingmu deh" dia tertawa dengan suara seperti petir yg menyambar, dan itu membuatku serasa ingin memukulnya dengan keras.
"Ohh jadi mereka" jendral pun nampak menjadi serius.
"Mereka siapa?" tanyaku dengan bingung karena penasaran.
"Kelompok Assasin bayaran bernama Pulgatory, mereka adalah kelompok yg susah untuk di buru karena semua anggota mereka adalah Assasin yg sudah profesional dan sering di latih untuk bertarung apalagi pemimpinnya yg bernama Algax , dia Assasin yg sangat lincah dan cepat jadi cukup susah untuk membunuhnya apalagi dia memiliki sebuah Staris yg berbentuk Senjata militer untuk perang yaitu sebuah Pistol(handgun)" jendral pun menceritakan lebih lanjut tentang kelompok Pulgatory.
Mereka adalah kelompok yg biasanya di bayar untuk menghancurkan sebuah kota atau desa dan mengambil keuangan atau bahkan Warganya untuk di berikan kepada yg memerintahkan mereka, mereka juga tidak segan - segan untuk membunuh orang yg menolak ajakan mereka dan juga mereka bahkan dapat melakukan sebuah perbuatan yg tidak bisa di sebut lagi sebagai manusia melainkan hewan yg haus akan hasrat membunuh maupun yg lainnya.
__ADS_1
Aku yg dari tadi tenang tanpa memikirkan apapun sekarang aku malah merasa ingin mengancurkan semua orang di kelompok itu bahkan pemimpinnya.
"Jendral biarkan aku menghancurkan mereka" aku meminta jendral untuk memberikan tugas kepadaku untuk membunuh mereka semua tetapi jendral menolak karena aku belum menyelesaikan sekolahku tetapi aku terus memintanya berkali - kali dengan beberapa Alasan dan sampai akhirnya jendral pun mengizinkanku tetapi dengan Syarat kalau aku harus menyelesaikan upacara kelulusanku.
Setelah mendengar itu Semangatku pun seketika membara seperti api yg ada di tungku memasak, aku pun langsung keluar dari kantor dan pergi ke arah kamarku untuk tidur tetapi saat aku akan sampai di kamarku aku melihat seseorang yg masuk ke dalam kamarku dengan baju berwarna putih.
Karena penasaran aku langsung mengikutinya masuk ke dalam kamar, dan saat berada di dalam kamar betapa kagetnya aku saat melihat Aina yg sedang berganti baju di kamarku? dan secara reflek aku langsung keluar dan pergi ke arah bar untuk menenangkan pikiran serta hasrat ku.
"Kena lagi dong sudah 4 kali tau Apes banget" aku langsung duduk di tempat duduk kesukaanku yaitu pojokan.
Silva dan shira yg sudah selesai dengan urusannya menghampiriku dan bertanya " kamu Kenapa kora kaya liat hantu aja?" Tanya Silva dengan mengelus - elus kepalaku.
"Bagaimana tadi urusannya?" tanyaku sambil mengambil minum di bar.
"Aman kok jendral juga mau membantu" jawabnya dengan senang tetapi aku merasa ada yg di sembunyikannya.
"Nona sudah hampir malam ayo kita cepat pulang nanti keburu udaranya semakin dingin"
"Iya aku pulang dulu ya kora besok kita ketemu di hari kelulusan dadah" mereka pun pulang dengan berjalan kaki karena jalanan sedang penuh dengan Salju.
Setelah mereka pulang rumahku pun menjadi sepi tetapi tiba - tiba saja Aina muncul sambil memelukku dari belakang dan terus menggodaku agar aku bisa memakannya, yah karena aku merasa tidak nyaman
__ADS_1
aku pun langsung menghindari Aina yg saat itu sangat aneh.