Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 6


__ADS_3

Kami mengobrol banyak hal sampai tak terasa kalau pagi sudah datang dan seperti biasanya aku masih saja membenci pagi hari.


"Oh iya tuan bisa mengambilkan aku bahan - bahan ini buat sarapan" dia memberiku sebuah catatan.


"Oh baiklah " aku menerima saja apa yg dia suruh.


Berikut isi catatannya:


Daun umbrela


Daun sawi


Daging semua binatang yg penting bisa di makan


Akar riphon


"Bentar acrodite,kamu mau buat apa dengan bahan ini?" tanyaku


"Bubur daging tuan,kan mumpung masih punya beras sisaan tadi malam" jawabnya.


" yaudah aku berangkat dulu" aku langsung pergi kedalam hutan untuk mencari bahan makanan untuk acrodite.


"Hati- hati tuaan!!!" teriaknya.


"(Aku dengar kok walaupun tanpa teriak)" kataku dalam batin.


Aku masuk kedalam hutan cukup lebat, sambil mencari bahan yg di pinta.


"Masih saja dingin padahal aku sudah memakai jubahku, aku harus cepat mencari bahannya sebelum aku membeku disini" aku masuk lebih dalam lagi kedalam hutan.


Setelah mencari cukup lama,aku menemukan daun umbrela dan daun sawi.


"Oh ini ya yg namanya daun umbrela baru tau aku" aku langsung mengambilnya.


"Ehh bentar ini daun sawi kan, beruntung banget ketemunya di tempat yg berdekatan" aku pun mengambilnya juga.


"Mungkin segini sudah cukup, saat nya mencari bahan selanjutnya" aku langsung pergi mencari nya lagi.


Di tengah perjalanan, aku menemukan dua anak serigala yg terperangkap di jebakan yg di buat oleh pemburu.


"Itu kan anak serigala, kasihan sekali aku harus menolongnya" aku langsung pergi ke arah tempat anak serigala itu terjebak.


"Sabar bentar ya aku lepasin dulu, pasti sakit kan?" aku melepas ikatan tali di kaki kedua serigala itu.


Kedua serigala itu menatapku seperti bilang "terimakasih" walaupun aku tidak mengerti apa yg mereka ucapkan.

__ADS_1


"Hati - hati ya, baiklah lanjut cari lagi" aku pergi mencari lagi bahan yg di butuhkan.


Tetapi tanpa kusadari ternyata didekat tempat itu ada salah satu bahan yg kucari.


"Itu bukannya akar riphon ya, beruntungnya akuu" aku langsung pergi mengambilnya.


"Oke tinggal satu bahan lagi, saat mode pemburu" aku langsung melompat ke atas dahan pohon yg satu dengan dahan pohon yg lain untuk mencari babi hutan sebagai bahan terakhir.


Setelah lelah mencari,di perjalanan aku menemukan segerombolan serigala yg sedang mengerumuni babi hutan yg sudah tergeletak tidak berdaya.


Karena tidak ada pilihan lain dan juga perutku sudah berbunyi dari tadi,aku pun turun dan mendekati gerombalan serigala itu.


"Permisi ya manis,aku mau minta dagingnya sedikit boleh kan?" aku terus mendekati babi hutan itu dengan pelan - pelan agar para serigala tidak merasa terancam.


"Permisi aku minta dagingnya sedikit ya" aku langsung memotong dan mengambil daging babi hutan itu.


Disaat sedang memotong bagian - bagian babi hutan.


Tiba - tiba dari dalam hutan muncul sesosok wanita yg memakai sebuah gaun berwarna putih dan di hiasi oleh beberapa bulu serigala.


aku memandangi sosok itu tanpa berkedip sedikitipun, dan dia pun melontarkan senyumannya yg anggun.


"Siapa kau?" secara reflek mulutku melontarkan sebuah pertanyaan yg agak tidak sopan.


"Aku adalab Eris Wolfsnow, Ratu dari seluruh bangsa serigala yg ada di dunia ini, salam kenal ya" jawabnya sambil tersenyum anggun.


"Senang bertemu dengan mu kora" jawabnya sambil tersenyum.


"Maaf atas kelancangan saya yg mulia karena seenaknya saja mengambil makanan bagi kaum mu" aku meminta maaf kepadanya dan para serigala yg lain.


"Gk papa kok, silahkan saja diambil sepuasmu anggap saja ini adalah balas budi karena jasamu" katanya dengan anggun.


"Balas budi karena apa yg mulia?" tanyaku.


"Balas budi karena kamu sudah menyelamatkan putri - putriku dari jebakan pemburu, keluarlah putri - putriku" pintahnya.


Nampak dari dalam hutan keluar 2 ekor serigala yg tadi aku selamatkan.


"Putriku kenapa kalian tidak berubah? Tidak sopan kalau di hadapan tamu dengan wujud seperti itu" perintahnya kepada 2 anak serigala itu.


Secara tiba - tiba 2 ekor serigala tadi berubah menjadi 2 gadis yg cantik dan manis yg memakai gaun seperti milik sang ratu.


"Biar aku perkenalkan putri - putriku, ini adalah Ersa putriku yg pertama dan ini adalah Aina putriku yg kedua" dia memperkenalkan putrinya dengan bangga.


"Salam kenal tuan kora" katanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh salam kenal juga" jawabku sambil mambalas senyumannya.


"Anu salam kenal ya tuan kora" dia langsung membungkukkan badan di depanku.


"Ahh salam kenal juga tuan putri" karena gugup aku ikut - ikutan membungkukkan badan.


Pada saat itu, aku merasa kaget bahkan lebih mengagetkan dari pada waktu melawan jendral, dan pada waktu itu pula rasa gugupku semakin menumpuk karena berhadapan dengan 2 gadis yg sangat cantik serta aku bingung untuk menjelaskannya kepada acrodite nanti.


Aku mengobrol dengan mereka sambil mengambil daging babi hutan itu karena sudah di beri izin.


"Sudah cukup kayaknya, Sekali lagi terimakasih yg mulia atas kebaikanmu" kataku sambil membungkukkan badan.


"Tidak usah berterimakasih ini adalah balas budi dariku" jawabnya dengan tersenyum.


"Yasudah aku permisi dulu yg mulia, nanti para anak buahku kelaparan dan juga sekali lagi terimakasih" kataku sambil beranjak pergi dari sana.


"Hati - hati tuan kora"


Aku pergi dari tempat itu dan kembali ke gua untuk memberikan bahan - bahan yg di suruhnya.


"Apa kalian gk mau ikut dengannya?" tanya sang ratu.


Mereka saling bertatapan untuk memberikan jawaban dari pertanyaan itu.


"Aku ada urusan ibunda jadi gk bisa ikut dengannya, Aina kamu lagi luang kan?" tanyanya sambil tersenyum.


"Iya memang ada apa kak?" tanyanya dengan polos.


"Kamu ikut dia saja ya, kan lumayan bisa dapat pengalaman" katanya sambil memberikan kode kepada ibunya.


"Ehh anuu" diapun nampak kebingungan.


"Oh kakak tau apa kamu jatuh cinta kepadanya? Pada pandangan pertama" goda sang kakak.


"Ehh!! Gk lah mungkin?" jawabnya dengan pipi yg merona.


"Tenang saja kakak ijinin kok, yakan bunda?" katanya sambil tersenyum ke arah ibunya.


"Bunda juga mengizinkan kok, kamu ikut dia saja sana" goda sang ratu sambil tersenyum.


"Hmph bunda juga ikut - ikutan" katanya dengan pipi yg semakin memerah.


Aku keluar dari hutan dan segera kembali ke gua.


"Lama banget tuan" katanya dengan nada marah.

__ADS_1


"Iya maaf soalnya tadi nyari babi hutan nya susah banget soalnya langka kalau di hutan ini" jawabku dengan alasan yg kubuat.


"Yaudah sini bahan nya aku masak dulu, tuan tunggu saja di gua sana" dia pun segera menuju ke arah dapur sederhana yg sudah dia bangun.


__ADS_2